Eps. 8: Menjahit Luka

"Kakak Kasim tampan!"

Kasim? Batin Wang Tianshi berteriak keras. Benar-benar luar biasa. Ini pertama kalinya ia melihat seorang wanita menganggap rajanya sebagai seorang kasim istana. Kebanyakan wanita di sini selalu memujanya, menganggapnya seperti dewa. Tapi di sini, di sudut Istana Xingyue yang jarang terjamah orang lain, wanita ini malah bertingkah tidak sopan bahkan menurunkan derajat rajanya ke tingkat seorang kasim. Benar-benar wanita yang berani!

Li Anlan membantu mengangkat tubuh Long Ji Man yang dipenuhi luka sayatan di bagian lengan atas dan bahunya ke Istana Xingyue. Berhubung hari sudah sangat gelap dan para penjaga sudah dibius dan diikat di halaman belakang, ketiga orang itu dapat leluasa masuk tanpa diawasi siapapun.

Long Ji Man dibaringkan di ranjang Li Anlan. Li Anlan mengambil kotak P3K miliknya dari dalam laci. Wang Tianshi menatap wanita itu seolah bertanya benda apa yang ada di tangan Li Anlan. Li Anlan memberi isyarat bahwa benda di tangannya bukanlah sesuatu yang penting untuk dibahas pada situasi darurat seperti ini. Menyelamatkan nyawa Long Ji Man lebih utama.

Wanita itu lalu menyuruh Wang Tianshi untuk membantunya membuka baju Long Ji Man agar pertolongan pertama bisa dilakukan dengan leluasa. Karena panik, Wang Tianshi langsung merobek baju yang dikenakan Long Ji Man tanpa memikirkan konsekuensinya.

"Jaga dia, buatlah dia tetap sadar!"

Long Ji Man menjerit tertahan ketika cairan bening dan dingin menyentuh lukanya. Perih, cairan itu membuat lukanya semakin terasa perih. Seluruh lukanya yang terbuka seperti disiram air garam.

Li Anlan membersihkan luka di lengan atas dan bahu Long Ji Man dengan teliti. Dia tahu Long Ji Man sedang menahan diri untuk tidak berteriak dengan keras. Laki-laki memang terlalu tinggi harga dirinya. Mereka selalu menolak mengeluarkan suara ketika diobati seperti ini karena citra dirinya akan turun seperti seorang wanita.

Selesai membersihkan luka, Li Anlan mengeluarkan sebuah jarum dan benang. Ia memberitahu bahwa ini mungkin akan sedikit sakit, jadi Li Anlan mempersilahkan Long Ji Man untuk berteriak sekeras mungkin.

Li Anlan menjahit luka robekan di bahu Long Ji Man. Pria itu menggelinjang sesaat setiap kali jarum dan benang di tangan Li Anlan menusuk dan menggesek kulitnya. Long Ji Man memilih untuk tetap tidak berteriak hingga ia hanya mengeluarkan suara erangan yang tertahan.

Sekitar setengah jam kemudian, semua robekan di bahu Long Ji Man sudah selesai dijahit. Li Anlan kembali membersihkan darah yang menetes dari tubuh Long Ji Man dengan lap bersih. Setelah itu, ia membalut luka dan jahitan Long Ji Man dengan kapas yang sudah diolesi cairan betadine, dan menempelkannya dengan plester. Luka-luka yang tertutup kapas itu lalu dibungkus dengan kain kasa.

"Air apa yang kau gunakan untuk membersihkan luka-luka itu?"

"Alhkohol."

"Kalau ini?"

Wang Tianshi memegang botol betadine yang baru saja digunakan Li Anlan.

"Betadine."

Wang Tianshi tidak tahu teknik apa yang digunakan Li Anlan untuk mengobati Long Ji Man. Sejak wanita itu membersihkan luka Long Ji Man dengan sebuah cairan bening yang aneh, Wang Tianshi sudah tidak dapat mengalihkan perhatiannya pada hal lain lagi. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri setiap tindakan yang dilakukan Li Anlan.

"Untung saja dia tidak kehilangan banyak darah," ujar Li Anlan sambil membereskan barang-barangnya dan memasukannya kembali ke dalam kotak P3K miliknya. Wanita itu menyusut peluh di keningnya dengan punggung tangan.

"Kenapa dia belum sadar?"

"Lukanya baru saja selesai dijahit. Dia hanya tertidur karena kelelahan."

Li Anlan meletakkan kotak P3K-nya kembali ke dalam laci meja. Wanita itu lalu mengambil sapu jerami yang ia buat sendiri untuk membersihkan kapas-kapas merah bekas luka yang tercecer di lantai kamarnya. Dia juga membersihkan darah-darah yang tercecer dengan kain pel.

Melihat Li Anlan melakukan semuanya seorang diri, Wang Tianshi tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Wanita milik rajanya yang satu ini begitu mandiri. Dia bahkan tidak memanggil pelayan untuk membantunya, padahal statusnya adalah seorang selir raja.

Wanita itu juga tidak mengeluh ketika ia melihat begitu banyak darah tercecer mengotori lantai kamarnya. Sebaliknya, Li Anlan justru menganggap semua itu seperti hal yang sudah biasa.

"Aku akan mengambil pakaian ganti untuknya," ujar Wang Tianshi setelah puas mengagumi Li Anlan. Li Anlan membalasnya dengan anggukan kecil. Dalam sekejap, Wang Tianshi sudah hilang ditelan gelapnya malam.

Li Anlan memandangi tubuh tertidur Long Ji Man dengan tatapan yang tidak diketahui artinya. Satu-satunya hal yang bisa ia pikirkan sekarang adalah dari mana luka-luka itu berasal. Li Anlan sudah melihat banyak jenis luka dalam karirnya sebagai pendaki gunung professional, tapi tidak pernah menjumpai luka sayatan kecil yang dalam seperti pada Long Ji Man. Jumlah sayatannya juga lumayan banyak. Jika pria ini terlambat mendapat pertolongan pertama, nyawanya bisa saja terancam karena darah dari luka-luka itu terus merembes keluar.

Li Anlan berpikir, mengapa seorang kasim seperti Long Ji Man bisa mendapatkan luka itu? Apakah ia telah menyinggung seseorang hingga orang itu mengirimkan penjahat untuk menyerangnya? Tapi, apa keuntungan yang ia dapat setelah membunuh seorang kasim?

Dalam hitungan satu jam kemudian, Wang Tianshi kembali dengan satu set pakaian tidur. Pria itu mengerti situasi bahwa Li Anlan belum mengetahui identitas asli Long Ji Man. Jadi, ia hanya membawa pakaian tidur biasa, bukan pakaian tidur seorang raja yang biasa digunakan oleh Long Ji Man.

Li Anlan membalikkan tubuhnya ketika Wang Tianshi membantu Long Ji Man mengganti baju. Selama dua puluh tiga tahun masa hidupnya di dunia modern dan di dunia ini, dia belum terbiasa melihat tubuh utuh seorang laki-laki. Li Anlan baru berani melihat Long Ji Man setelah Wang Tianshi memberitahunya kalau ia sudah selesai mengganti pakaian Long Ji Man.

"Aku akan menitipkan temanku di sini."

"Apa kasim ini sangat penting bagimu?"

Dan bagimu juga, Wang Tianshi mengangguk diiringi suara hatinya.

"Tunggu sebentar!"

"Apa lagi?"

Li Anlan menyerahkan beberapa kaplet obat sariawan pada Wang Tianshi.

"Minumlah dua kali sehari. Penyakit di mulutmu pasti akan segera hilang."

Setelah itu, Wang Tianshi melompat melalui jendela. Untung saja jendelanya sedang terbuka, jadi Li Anlan tidak perlu memperbaikinya karena jendela itu tidak robek diterobos Wang Tianshi.

Tengah malam, kesadaran Long Ji Man perlahan pulih. Matanya yang terbuka menatap kelambu asing yang belum pernah ia lihat. Untuk sesaat, ia termemung mencerna semua yang telah terjadi kepada dirinya. Kilatan memori tentang perkelahiannya dengan tiga orang penyusup di pinggir Danau Houchi kembali melintas dalam otaknya.

Long Ji Man mengepalkan tangannya karena marah. Rasa ngilu menjalar ke seluruh tubuhnya begitu syaraf-syarafnya menegang. Long Ji Man menyentuh bahu kanannya dengan tangan kiri lalu menatap seluruh tubuhnya yang sedang berbaring. Pakaiannya bukan lagi pakaian kasim yang ia gunakan saat dalam pertarungan tadi.

Long Ji Man merasakan sesuatu yang berat menindih tangan kanannya. Begitu ia menoleh, ia mendapati kepala seorang wanita sedang tertidur dalam posisi duduk di sisi ranjang tempatnya berbaring.

Wajah wanita itu adalah wajah yang sering ia temui dalam penyamarannya sebagai seorang kasim beberapa malam yang lalu. Jika wanita itu ada di sini, berarti Long Ji Man sedang berada dalam Istana Xingyue, istana kediaman Li Anlan.

Perlahan, Long Ji Man mulai mengingat saat-saat ketika dirinya berada dalam kondisi setengah sadar. Saat ia menahan rasa sakit yang ditimbulkan luka-luka itu, ia mendengar suara Li Anlan dan Wang Tianshi. Ia juga mendengar Li Anlan mengucapkan beberapa kata aneh yang belum pernah didengarnya. Sudah dipastikan bahwa Li Anlan yang memberinya pertolongan dan mengobati luka-lukanya.

Long Ji Man tidak berniat mengganggu tidur Li Anlan. Wajah lelah Li Anlan yang sedang tertidur membuat Long Ji Man memiliki keinginan yang belum pernah ia miliki. Ia ingin menyentuh wajah wanita itu. Ia ingin menyentuh wajah yang menyembul dari dalam Danau Houchi dengan kening berdarah. Long Ji Man ingin menyentuh wajah wanita yang pertama kali dijumpainya dalam kondisi yang tidak biasa itu.

Tangan kiri Long Ji Man perlahan teruluh menggapai kepala Li Anlan. Pria itu menyentuh wajah Li Anlan dengan ragu-ragu. Menyadari sesuatu yang berada di luar kebiasaannya, Long Ji Man segera menarik tangannya kembali.

"Iga bakar asam manis...."

Sudut bibir Long Ji Man terangkat. Di saat seperti itu, wanita ini masih sempat memimpikan makanan enak dan mengigaukannya. Long Ji Man memejamkan matanya. Ia berharap malam ini segera berlalu agar ia bisa pulang ke Istana Hongwu sesegera mungkin sebelum seluruh orang-orang di istana ini terbangun.

...***...

Surat cinta dari penulis:

Halo, buat kalian yang punya waktu senggang, jangan lupa tinggalkan 'oke' kalian dan komentar, kritik serta sarannya di bawah ya!

Terpopuler

Comments

Luchi Chipoedanz Sihite

Luchi Chipoedanz Sihite

bagus👍👍👍

2024-09-18

0

Ni Ketut Patmiari

Ni Ketut Patmiari

bagus cerita nya... semangat thor💪

2024-04-06

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussabar

2024-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2 Eps. 2: Identitas Selir
3 Eps. 3: Selir Miskin
4 Eps. 4: Raja Dongling
5 Eps. 5: Mencari Sistem
6 Eps. 6: Berkemah
7 Eps. 7: Hadiah Kematian
8 Eps. 8: Menjahit Luka
9 Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10 Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11 Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12 Eps. 12: Pemain Payah
13 Eps. 13: Pemalas Berkelas
14 Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15 Eps. 15: Drama
16 Eps. 16: Mencari Cara
17 Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18 Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19 Eps. 19: Lelucon
20 Eps. 20: Li Bersaudara
21 Eps. 21: Saudara Kaya
22 Eps. 22: Pencuri
23 Eps. 23: Menanti Hari Baik
24 Eps. 24: Berani Coba-Coba
25 Eps. 25: Merasa Kecewa
26 Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27 Eps. 27: Salah Paham
28 Eps. 28: Panahan
29 Eps. 29: Surat Rahasia
30 Eps. 30: Merancang Tujuan
31 Eps. 31: Teringat Kembali
32 Eps. 32: BBQ
33 Eps. 33: Tidak Sengaja
34 Eps. 34: Ganti Rugi
35 Eps. 35: Perampokan Legal
36 Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37 Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38 Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39 Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40 Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41 Eps. 41: Disalahpahami
42 Eps. 42: Tuan Muda
43 Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44 Eps. 44: Panti Asuhan
45 Eps. 45: Pertarungan Sengit
46 Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47 Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48 Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49 Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50 Eps. 50: Negosiasi
51 Eps. 51: Hari Penobatan
52 Eps. 52: Tugas Pertama
53 Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54 Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55 Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56 Eps. 56: Tertinggal
57 Eps. 57: Kartu Nama
58 Eps. 58: Penculikan
59 Eps. 59: Pencarian
60 Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61 Eps. 61: Pecah Telur
62 Eps. 62: Menantuku!
63 Eps. 63: Bercerita
64 Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65 Eps. 65: Buku
66 Eps. 66: Surat Nikah
67 Eps. 67: Malam Pengantin
68 Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69 Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70 Eps. 70: Mengembalikan Teror
71 Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72 Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73 Eps. 73: Tempat Aneh
74 Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75 Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76 Eps. 76: Ular Berbisa
77 Eps. 77: Jati Diri
78 Eps. 78: Jebakan
79 Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80 Eps. 80: Mencari Jiwa
81 Eps. 81: Dunia Lain
82 Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83 Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84 Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85 Eps. 85: Menyusun Strategi
86 Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87 Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88 Eps. 88: Topeng
89 Eps. 89: Kebingungan
90 Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91 Eps. 91: Buronan
92 Eps. 92: Perburuan Seru
93 Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94 Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95 Eps. 95: MoU
96 Eps. 96: Penobatan
97 Eps. 97: Malam Pernikahan
98 Eps. 98: Pembebasan
99 Eps. 99: Kelahiran Putra
100 Eps. 100: Episode Akhir
101 PEMBERITAHUAN
102 PEMBERITAHUAN 2
103 PENGUMUMAN
104 PENGUMUMAN BARU
105 EXTRA PART
106 Halo!
107 PERMISIII!!!
108 Mampir, Yuk!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2
Eps. 2: Identitas Selir
3
Eps. 3: Selir Miskin
4
Eps. 4: Raja Dongling
5
Eps. 5: Mencari Sistem
6
Eps. 6: Berkemah
7
Eps. 7: Hadiah Kematian
8
Eps. 8: Menjahit Luka
9
Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10
Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11
Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12
Eps. 12: Pemain Payah
13
Eps. 13: Pemalas Berkelas
14
Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15
Eps. 15: Drama
16
Eps. 16: Mencari Cara
17
Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18
Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19
Eps. 19: Lelucon
20
Eps. 20: Li Bersaudara
21
Eps. 21: Saudara Kaya
22
Eps. 22: Pencuri
23
Eps. 23: Menanti Hari Baik
24
Eps. 24: Berani Coba-Coba
25
Eps. 25: Merasa Kecewa
26
Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27
Eps. 27: Salah Paham
28
Eps. 28: Panahan
29
Eps. 29: Surat Rahasia
30
Eps. 30: Merancang Tujuan
31
Eps. 31: Teringat Kembali
32
Eps. 32: BBQ
33
Eps. 33: Tidak Sengaja
34
Eps. 34: Ganti Rugi
35
Eps. 35: Perampokan Legal
36
Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37
Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38
Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39
Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40
Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41
Eps. 41: Disalahpahami
42
Eps. 42: Tuan Muda
43
Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44
Eps. 44: Panti Asuhan
45
Eps. 45: Pertarungan Sengit
46
Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47
Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48
Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49
Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50
Eps. 50: Negosiasi
51
Eps. 51: Hari Penobatan
52
Eps. 52: Tugas Pertama
53
Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54
Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55
Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56
Eps. 56: Tertinggal
57
Eps. 57: Kartu Nama
58
Eps. 58: Penculikan
59
Eps. 59: Pencarian
60
Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61
Eps. 61: Pecah Telur
62
Eps. 62: Menantuku!
63
Eps. 63: Bercerita
64
Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65
Eps. 65: Buku
66
Eps. 66: Surat Nikah
67
Eps. 67: Malam Pengantin
68
Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69
Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70
Eps. 70: Mengembalikan Teror
71
Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72
Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73
Eps. 73: Tempat Aneh
74
Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75
Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76
Eps. 76: Ular Berbisa
77
Eps. 77: Jati Diri
78
Eps. 78: Jebakan
79
Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80
Eps. 80: Mencari Jiwa
81
Eps. 81: Dunia Lain
82
Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83
Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84
Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85
Eps. 85: Menyusun Strategi
86
Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87
Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88
Eps. 88: Topeng
89
Eps. 89: Kebingungan
90
Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91
Eps. 91: Buronan
92
Eps. 92: Perburuan Seru
93
Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94
Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95
Eps. 95: MoU
96
Eps. 96: Penobatan
97
Eps. 97: Malam Pernikahan
98
Eps. 98: Pembebasan
99
Eps. 99: Kelahiran Putra
100
Eps. 100: Episode Akhir
101
PEMBERITAHUAN
102
PEMBERITAHUAN 2
103
PENGUMUMAN
104
PENGUMUMAN BARU
105
EXTRA PART
106
Halo!
107
PERMISIII!!!
108
Mampir, Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!