Setiap harinya ada saja kabar orang yang mati karena Zombie yang sampai sekarang belum ada habisnya. Mereka terus menerus berdatangan dari segala tempat. Dennis mendapatkan laporan dari para pasukannya yang disebar di beberapa tempat, kalau ada sekelompok orang yang dengan sengaja membawa para Zombie yang tadinya jauh menjadi sangat dekat dengan posisi Dennis dan pasukannya.
Karena hal itu, Dennis pun memutuskan untuk menarik mundur terlebih dahulu seluruh pasukannya. Dia akan menempatkan para pasukannya hanya di tempat-tempat yang memang benar-benar penting. Dennis jelas siapa orang yang melakukan hal itu. Jason dan Komandan Jigan mulai ditugaskan berbagai wilayah kekuasaan Dennis untuk mengantisipasi hal seperti ini.
Menurut informasi yang Dennis dapat, pasukan itu menjuluki diri mereka sebagai U.R. Atau Underground Revolution (Revolusi Bawah Tanah). Mereka juga memiliki kekuatan militer yang tidak kalah kuat dan hebatnya dengan Dennis. Mereka memiliki persenjataan lengkap, kendaraan tempur dan berbagai hal lainnya. Pakaian mereka juga tidak seperti para bandit, yang masih bebas dan tidak beraturan.
U.R memiliki baju ciri khusus mereka sendiri. Dennis dan orang-orangnya dihadapkan pada masalah yang benar-benar serius. Dia tahu siapa pimpinan dari kelompok itu. Dia orang yang sangat tangguh dan sulit untuk dikalahkan. Dia juga yang telah membuat pergerakan Dennis dan pasukannya semakin menyempit. Orang itu jauh lebih berpengalaman dari Dennis sendiri.
"Siapa dia Dennis? Apakah dia dulu salah satu prajurit di negara ini?" tanya Komandan Jigan.
Dia memancing Dennis dengan segala cara agar dia mau mengatakan siapa sebenarnya orang itu. Awalnya Dennis sempat marah karena Komandan Jigan terus menerus memojokkan Dennis dengan pertanyan-pertanyaannya. Namun Dennis membuka semuanya kepada Komandan Jigan dan Jason. Bahwa sebenarnya, yang membuat kelompok Underground Revolution adalah Dennis sendiri.
Sebelumnya dia memegang kendali atas dua kelompok besar yang dibentuk oleh beberapa orang-orang dari garis darah biru. Mereka semua membiayai semua fasilitas dan kebutuhannya. Namun, suatu hari Dennis dan beberapa anak buahnya mulai merasakan adanya keanehan. Tujuan mereka mulai menyimpang dari norma-norma kemanusiaan. Bahkan Dennis juga pernah melihat seorang utusan dari Negara Sanda yang datang berkunjung ke markas mereka.
Para orang-orang kaya ini mulai membuat sebuah eksperimen yang cukup mengerikan. Dimana nantinya mereka akan membentuk sebuah pasukan khusus yang sangat sulit untuk dikalahkan. Mereka akan dirancang secara genetik agar menjadi manusia paling sempurna yang bisa menuruti setiap perintah dari tuannya, tanpa terkecuali.
Namun Dennis dan anak buahnya yang saat itu berjumlah sebelas orang, memutuskan untuk menghancurkan laboratorium penelitian, agar mereka tidak bisa melanjutkan kembali proyek besar itu. Rencana itu berhasil, Dennis dan anak buahnya mampu membuat semua penjaga di markas itu habis tanpa sisa. Tapi tidak semulus yang ia perkirakan sebelumnya.
Salah seorang ilmuwan telah berhasil kabur entah kemana, dengan sebuah penemuan yang belum sempat disempurnakan. Karena sudah kepalang tanggung, Dennis kembali melanjutkan perburuannya dengan membantai seluruh anggota perkumpulan itu, sekaligus semua keluarganya. Hanya ada satu orang yang berhasil lolos dari kejaran Dennis.
Orang itu adalah Roger. Dia yang dikenal memiliki pengaruh terbaik di dalam kelompok tersebut. Dia juga bukan orang sembarangan yang bisa dikalahkan dengan mudah. Roger adalah seorang petarung yang hebat. Dia mampu melumpuhkan hanya dengan tiga kali pukulan saja. Semua itu ia dapatkan dari latihannya selama puluhan tahun.
Hingga sekarang dia menjadi orang yang paling ditakuti. Tak seperti biasanya, dia muncul hanya disaat-saat tertentu saja, tapi sekarang dia benar-benar sudah nampak di depan mata. Dia masih memiliki beberapa kekayaan alam untuk membentuk sebuah pasukan. Dia ahli dalam segala hal. Dia seorang petarung, pelukis, pianis, penulis, pembisnis, dan masih banyak keahlian yang ia miliki.
Roger memang terlahir dari keluarga yang amat sangat kaya. Kekayaan ayahnya tidak akan habis kalau hanya dipakai tujuh turunan. Setiap hari Roger suka membeli barang-barang mewah yang jelas harganya ratusan juta. Roger adalah anak kebanggaan ayahnya. Saat bisnis narkotika ayahnya hampir bangkrut, Roger mampu memulihkan kembali bisnis tersebut di usianya yang ke sembilan belas tahun.
Bisa dibayangkan, diusianya yang sudah tua pun, dia masih normal dan sangat jarang ia terkena penyakit. Padahal, dalam situasi seperti ini, semua orang bisa mengalaminya. Bahkan penyakit bisa dengan sangat mudah masuk, karena situasi udara yang mereka hirup sudah berbeda dari sebelumnya. Banyak sekali asap mengepul dimana-mana, karena banyaknya tempat-tempat yang terbakar.
Roger masih bisa melihat dan mendengar dengan sangat baik. Umurnya sama sekali tidak mempengaruhi fisiknya. Dia masih sangat bugar sama seperti waktu dia masih muda dulu.
"Yang jadi masalah adalah, dia orang yang melatihku. Dugaanku ternyata selama ini benar. Yang mendalangi pemberontakan dan juga usaha penggulingan Presiden adalah Roger dan kelompoknya. Mereka sangat dekat orang-orang penting di Negara Sanda. Hanya saja aku tidak tahu posisi mereka sekarang sebagai apa. Entah sebagai pemimpin, atau seorang kacung." ucap Dennis pada Komandan Jigan.
"Dia mengetahui secara keseluruhan strategi yang aku gunakan untuk membuat benteng pertahanan di negara ini. Sudah banyak pasukanku yang mati karena perang saudara ini. Roger memanfaatkan keadaan untuk menjatuhkan siapa pun yang dianggap memiliki pengaruh di negara ini. Salah satunya adalah aku, Komandan Jigan. Dan sekarang, kau juga pasti sudah masuk ke dalam daftar buruannya, Jason."
"Dennis. Kita akan menghadapi semua ini bersama. Oke? Kita pasti bisa menumpasnya. Kau tidak perlu khawatir. Kita memiliki banyak pasukan dan persenjataan sekarang ini." ucap Jason mencoba menenangkan Dennis.
"Dennis. Kau adalah sahabatku. Aku pasti akan membantumu." ucap Komandan Jigan.
"Komandan Jigan. Jason. Dia yang melatihku sampai aku bisa seperti ini. Aku akan kalah jika harus berhadapan dengannya. Aku dan pasukanku akan hancur. Aku juga mengkhawatirkan kalian. Roger bukanlah orang bodoh yang akan bertempur secara langsung ke lapangan. Dia memiliki keahlian dalam membuat senjata kimia. Jika dia sampai mengetahui markas kita, maka tamatlah sudah semuanya."
Dennis benar-benar merasa sangat khawatir, karena Roger tidak boleh dianggap remeh. Dia lawan yang tangguh dan sangat licik. Ditambah lagi dengan hubungan dekatnya dengan Negara Sanda yang begitu dekat. Sudah pasti, orang cerdas dan memiliki pengaruh seperti dirinya pastilah mendapat dukungan penuh. Sedangkan semua sistem pertahanan di setiap negara sekarang sedang goyah karena bencana besar ini.
Terutama negara ini yang terbilang paling parah, karena telah menjadi sasaran utama. Berbeda dengan negara lain yang hanya terkena imbas tidak seberapa. Meskipun negara-negara tetangga juga menghadapi masalah yang sama, tapi mereka lebih sigap dari pemerintahan di negara ini. Mereka sudah lebih dahulu melakukan pencegahan. Sehingga mereka bisa mengatasi masalah ini dengan waktu yang singkat.
"Dennis. Dari pada kita terus menerus memikirkan masalah yang tidak ada habisnya, alangkah baiknya kita mencari jalan keluar yang tepat untuk membereskan masalah ini."
"Bagaimana caranya Jason? Semua usaha sudah aku lakukan. Tapi hasilnya apa? Keadaan justru semakin memburuk."
"Kau sudah melakukan usaha sekuat tenagamu, dengan caramu. Sekarang ikutilah cara kami berdua. Kami berdua pastikan, kau akan menang dalam pertempuran. Aku sudah mengetahui semuanya dari Billy. Sejak saat itulah aku dan Billy mempersiapkan semua hal yang sekiranya kau butuhkan jika sampai kau gagal. Hadapi semuanya dengan perasaan Dennis. Jangan gunakan cara berfikirmu sendiri. Sesekali gunakanlah cara berfikir orang lain. Aku mungkin tak lebih baik dari dirimu. Tapi Dennis, kita sedang sama-sama berjuang untuk negara kita dan untuk semua orang yang ada di dalamnya."
"Jason benar, Dennis. Kenapa kau menjadi seperti ini? Kau tidak pernah takut menghadapi siapa pun. Bahkan kau jauh lebih berani kepadaku. Dia mungkin lebih hebat darimu secara strategi, tapi jika berhadapan secara langsung, belum tentu dia masih sehebat dulu. Kau adalah seorang pemimpin Dennis, jangan kecewakan orang-orang yang sepenuhnya percaya kepadamu, termasuk kami berdua."
"Semuanya akan mendukungmu Dennis. Mulailah belajar sesuatu dari kami. Kakakku mengirim aku ke tempat ini bukan hanya untuk membantai para Zombie dan bandit saja. Tapi juga untuk mempersiapkanmu."
"Begitu juga dengan pemerintah Indonesia, Dennis. Mereka sangat bersahabat dengan negaramu. Tidak semua orang bisa menerima bantuan dari kami. Kau pun tahu, kalau hanya orang-orang tertentu saja yang bisa bertemu dengan pasukan khusus seperti kami. Bertemu untuk mati, atau bertemu untuk sebuah Aliansi. Kau ingat kata-kata itukan?"
"Ya. Sahabat-sahabatku. Cukup kalian berdua yang mendengarkan keluh kesahku. Orang lain tidak boleh mengetahuinya. Aku tidak ingin membuat mereka kecewa."
"Bagus. Sekarang ikutlah aku Dennis. Biarkan Komandan Jigan beristirahat dulu untuk sementara waktu."
"Baiklah."
Dennis dan Jason pun pergi meninggalkan ruangan itu. Sedangkan Komandan Jigan masih harus menghadapi masa pemulihan akibat luka-luka yang ia dapat. Meski sudah mulai pulih, tapi dia belum diizinkan untuk melakukan apa pun. Memang, dari luar terlihat baik-baik saja. Tapi saat diperiksa semakin dalam, Komandan Jigan mendapatkan luka yang sangat parah.
Bahkan salah satu tulang rusuknya hampir saja patah karena hantaman yang ia terima. Selebihnya luka gigitan ditubuhnya mengalami sedikit infeksi. Namun perlahan luka itu mulai sembuh setelah diberikan ramuan oleh Jason. Begitu juga dengan Lukas yang hanya bisa diam masih tak berdaya. Mungkin perlu waktu berbulan-bulan baginya untuk kembali berjalan normal.
Sebagian besar tulang lutut Lukas sudah hancur karena lesatan peluru tembakan yang berasal dari senapan runduk milik salah satu anak buah Varas.
...****************...
Berbeda lagi ceritanya dengan Varas yang sekarang sedang pusing memikirkan bagaimana nasib kelompoknya. Dia sudah kehilangan banyak sekali anak buah. Puluhan anak buahnya mati. Ada yang disergap para Zombie, ada juga yang mati karena tertembak. Salah satu anak buah Varas mendatanginya dengan membawa sebuah berita yang sudah jelas tidak membuatnya senang.
"Katakanlah." ucap Varas sembari menatap mata anak buahnya itu.
"Banyak orang yang keluar dari kelompok ini Bos. Mereka kabur entah kemana, dengan membawa banyak senjata dan amunisi. Kita juga sudah kehilangan banyak orang. Sekarang posisi kita tepat ditengah-tengah kepungan para Zombie yang lapar. Logistik makanan dan minuman juga sudah menipis. Kita tidak mungkin terus menerus bertahan di tempat ini. Belum lagi dengan para kelompok bandit yang lain, yang jauh lebih kuat dari kita."
"Bajingan! Tidak ada satu pun orang jauh lebih kuat dari pada aku! Kita akan tetap bertahan di tempat ini! Kita hanya perlu selangkah lagi untuk menghabisi Dennis dan kelompoknya. Dan kita! Kita akan mendapatkan seluruh kekayaan yang ia miliki! Paham?!"
"Maafkan aku Bos. Orang-orang mulai tidak percaya padamu. Dan jujur saja, aku juga mulai ragu. Aku tidak yakin dengan markas Dennis yang masih 'Konon Katanya'. Kita harus melihat sesuatu yang lebih nyata Bos. Mana ada manusia yang mampu membuat perkebunan dan juga taman indah di dalam tanah? Itu hanya ada di dunia fiksi."
"Kau tidak percaya karena kau bodoh! Bodoh sekali! Aku pernah melihat dengan kedua mata kepalaku sendiri!"
"Maaf Bos. Hanya kau yang melihatnya. Sedangkan kami tidak. Kau sudah gila. Lihatlah, mayat bertumpuk diluar sana tanpa ada yang peduli. Bagaimana mungkin kau bisa percaya kalau ada kehidupan indah di bawah tanah?"
"Diam kau keparat!" ucap Varas sembari menodongkan pistol ke arah anak buahnya itu.
Karena terus berdebat, mereka berdua akhirnya saling tembak. Mengakibatkan keduanya pun tumbang. Anak buahnya harus mati ditangannya sendiri, sedangkan Varas masih hidup dengan lima peluru bersarang di kedua kaki dan juga salah satunya ada diperutnya. Varas menekan luka diperutnya yang terus menerus mengeluarkan darah.
Kedua kakinya lemas tak bisa digerakkan. Seakan keduanya telah mati. Dia hanya bisa menahan sakit yang luar biasa itu ditubuhnya. Karena percuma saja dia meminta tolong, tidak ada satu orang pun yang mau memberikan pertolongan kepadanya. Beberapa anak buahnya yang masuk ke ruangan itu pun hanya duduk diam sembari melihat dirinya yang sekarang sedang sekarat.
"Tolong... Aku mohon... Percayalah padaku... Aku tidak berbohong.... Masih ada harapan jika kalian mau menolongku...." rintih Varas kepada anak buahnya.
"Kau sudah tumbang. Kau sudah lemah. Kami tidak mau dipimpin oleh seorang pecundang sepertimu."
"Aku bukan pecundang.... Akulah pahlawan sebenarnya... Dulu... Kalian hanyalah tikus busuk yang tidak berguna.... Sekarang... Setelah mendapatkan semuanya.... Kalian tanpa malu merampas semuanya dariku..."
"Oh.. Jadi begitu caramu meminta pertolongan kepada orang lain? Rasakanlah ini pecundang."
Salah seorang dari mereka berdiri. Tanpa rasa bersalah, orang itu membuka celananya dan langsung mengencingi wajah Varas. Disusul dengan suara tawa yang lainnya, karena menurut mereka itu adalah harga yang pantas untuk Varas dapatkan. Selama ini dia juga menyiksa anak buahnya. Padahal, kesalahan yang mereka lakukan tidak seberapa.
Varas sama sekali tidak memiliki kehormatan sedikit pun dihadapan pasukannya sendiri. Selama ini dia hanya menjadi seorang penguasa, bukan seorang pemimpin. Dia ditakuti, bukan dihormati. Sudah jelas, sekarang adalah waktu yang tepat bagi anak buahnya untuk membalas semua rasa sakit yang telah mereka dapatkan dari Varas selama ini.
Karena semuanya belum kebagian jatah untuk menyiksa Varas, mereka pun memutuskan untuk menyembuhkan Varas terlebih dahulu, setelah itu mereka akan melanjutkan penyiksaan kepada Varas secara tidak manusiawi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
Juan Atma W
siaap kak... makasih🙏🙏🙏
2022-02-06
2
Juwina Wina
seru lanjut thorrr
2022-02-05
2