Menikahi Dave....Aku sudah gila ! Kau memang sudah gila. Kau tau dia pria yang akan menyiksamu tapi kau tetap saja melemparkan dirimu padanya. Davina, kau tau? Kau terlahir sebagai wanita bodoh. Benar-benar sangat bodoh !
Suara batin Davina sepakat memprotes keputusannya ini. Namun Davina sudah terlanjur mengatakan mau dan sekarang ia susah untuk kembali lagi. Dave Abraham adalah pria terakhir didunia ini yang akan ia nikahi bila semua pria di muka bumi telah tiada.
" Terima kasih Davina, akhirnya ibu punya menantu juga. Terima kasih sayang ! " Seru Ibu Dave sembari memeluk Davina dengan begitu bahagia. Davina masih berdiri bingung dan sedih atas keputusannya barusan.
" Akhirnya ibu bisa menimang cucu juga"
" Hm, kalau yang itu saya belum tau bu" Sela Davina ketika ia tersadar atas perkaataan ibunya Dave.
" Ibu tidak ingin kalian menunda-nundanya sayang. Kau kan sudah cukup umur untuk membuat anak. Dan satu lagi Davina, jangan bicara formal ya. Kau sudah akan menjadi menantu keluarga Abraham " Ibu Dave menatap Davina dengan tatapan penuh kelembutan.
Davina berdehem kecil. " Akan saya pikirkan lagi, bu"
" Baiklah. Aku tau kau masih belum terbiasa. Tapi kau jangan khawatir, karena ibu akan setia membantumu untuk beradaptasi sayang. Ah, ibu senang sekali ! " Ibu Dave kembali menarik tubuh Davina dan memeluknya dengan erat.
Dave hanya diam dan menatap sikap lebay ibunya. Ia tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Tanpa pikir panjang ia meminta ibunya untuk melamar Davina. Padahal gadis itu hanyalah seorang gadis biasa, tidak kaya, tidak cantik dan paling buruknya lagi seorang pencopet. Meski begitu Dave tetap berpikir untuk melamar Davina untuk menjadi istrinya.
Aku tidak mungkin jatuh cinta padanya. Aku hanya merasa kasihan saja dengan hidup gadis itu. Lagipula aku bisa menikmati tubuhnya jika aku menikahinya. Davina tentu tidak akan mau memberikannya dengan senang hati padaku seperti wanita lain jika aku tidak menikahinya.
Gumam Dave di dalam hati. Tak lama senyum miring terulas dari wajah tampan itu. Senyum penuh arti yang hanya Dave sendiri yang mengetahuinya.
" Dave, kapan kau akan menikahinya? "
" Segera bu "
" Hahaha kau bersemangat sekali sih nak " Ibu Dave tergelak sembari menepuk bahu putranya itu.
" Saya rasa ini terlalu cepat. Saya....."
" Tidak sayangku. Kau jangan takut begitu. Ibu mertuamu ini akan membantumu mempersiapkan semua kebutuhanmu nanti. Kau hanya tinggal duduk manis di samping Dave " Potong Ibu Dave. Davina menghembuskan nafasnya dengan lesu.
" Dan kau putraku, cepat urus semua persyaratan dan surat-menyurat di kantor urusan agama"
" Baik bu. Sekarang ibu pulanglah " Ujar Dave dengan malas.
" Kau mengusirku nak? " Ibunya Dave menganga lebar.
" Bu Selia Abraham, aku sudah tidak memerlukan bantuanmu lagi " Dave tertawa geli.
" Dasar anak monyet ! " Umpat ibu Dave sambil menyambar tas tangannya yan tergeletak diatas meja kerja Dave. Davina hanya bisa terbelalak tidak percaya dengan perkataan ibunya Dave. Mengatai anak sendiri dengan nama salah satu binatang. Sedangkan Dave, pria itu malah tergelak dan dengan tidak sopannya mempersilahkan ibunya agar cepat keluar dari ruang kerjanya.
Sekarang tinggal ia dan Dave yang berada di dalam ruangan. Pria itu hanya diam sambil menatap Davina.
" Kita perlu bicara pak" Suara Davina lebih dulu terdengar.
" Apa kita harus bicara? " Dave tersenyum.
" Tentu saja pak, karena anda memutuskan sesuatu yang tidak masuk akal. Bahkan akal sehat saya tidak bisa menerima keputusan ini. Kenapa anda ingin menikahi saya ? "
" Aku hanya ingin "
" Anda hanya ingin. Apa anda pikir menikah ini seperti main rumah-rumahan ? "
Dave mengangkat kedua pundaknya sembari tersenyum.
" Kita tidak berada dalam suatu hubungan pak. Anda tidak mencintai saya begitu juga dengan saya. Dua orang yang tidak saling mencintai mana mungkin bisa membangun rumah tangga. Apa anda mengerti sampai disini? " Davina menggertakkan gigi-giginya. Merasa geram dengan pria yang sedang berdiri santai di depannya.
" Davina, aku menikahimu karena aku ingin membantumu. Setidaknya kau tidak mengalami krisis ekonomi. Aku akan menjamin setiap kebutuhan adik-adikmu "
" Anda terdengar sangat bermurah hati. Saya terharu pak. Tapi, apa ini semua gratis? "
" Tentu saja tidak. Kau hanya perlu membantuku untuk membuat ibuku berhenti memintaku segera menikah"
" Hanya itu yang anda inginkan pak? " Davina menyipitkan kedua matanya.
" Jika kau ingin yang lain lagi. Kita bisa bercinta.....mungkin "
" Saya tidak bisa melakukannya dengan anda pak " Tolak Davina dengan cepat.
Dave tersenyum tipis namun dalam hati pria itu sedikit merasa tersinggung.
" Kita belum bisa memastikan. Kau mungkin akan terpikat padaku, Davina "
Tawa sumbang berderai dari mulut wanita itu. Davina menatap lucu Dave. " Mustahil "
" Bukankah pernikahan ini akan jadi percuma pak. Karena saya tidak akan pernah memberikan keturunan untuk keluarga Abraham "
" Yang itu gampang saja Davina. Aku bisa mendapatkan anak dari wanita lain. Cukup mudah bukan ? "
Davina mendengus keras sembari memalingkan wajahnya dari Dave.
" Jadi, kalau begitu kita sepakat. Tidak ada hubungan intim, tidak ada perasaaan apapun. Pernikahan ini hanya sebatas untuk mendapatkan keuntungan. Anda mendapatkan keuntungan dimana ibu anda tidak akan pernah mendesak anda lagi untuk segera menikah. Dan saya sendiri mendapatkan kehidupan yang layak bersama dengan adik-adik saya. Bagaimana pak, anda setuju ? "
" Sangat setuju " Dave tersenyum senang.
" Baiklah. Kita sepakat kalau begitu " Putus Davina. Lebih baik begini bukan? Memberikan batasan yang jelas agar kelak tidak terjadi masalah yang serius di dalam hubungan mereka. Lagipula Davina tidak punya harapan untuk membatalkan pernikahan ini. Ia sendirilah yang telah memutuskan hal absurd ini.
" Apa saya sudah boleh keluar pak? "
" Ya, silahkan. Kau sudah boleh pergi "
Dengan segera Davina berbalik dan melangkah keluar dari ruangan Dave.
" Kau terlalu jual mahal padaku. Lihat saja, setelah ini kau mungkin saja akan bersimpuh di bawah kakiku. Davina Arista, kau hanyalah mainan kecilku. Aku tidak akan pernah bosan denganmu, Davina. Karena kau.....kau adalah mainan langkaku. " Gumam Dave sambil tersenyum senang.
Sambil melangkah cepat Davina masuk ke dalam pantry. Mengambil air putih untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
" Dave memang berniat sekali untuk menyiksaku. Kita lihat saja setelah ini Dave. Siapa yang akan tersiksa dan siapa yang akan memimpin permainan ini. Kau kira aku akan kalah....dalam mimpimu ! " Davina menegak habis air putih di dalam gelasnya lalu dengan kasar menyapu bibirnya dengan punggung tangannya.
Tidak ada pernikahan yang penuh cinta. Ini hanyalah hubungan dua orang yang sama-sama ingin mendapatkan keuntungan. Tidak ada baperan apalagi pengharapan.
To be continued....
Happy reading, love you guys😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Sri Widjiastuti
penasaran sekali 😇😇😉
2023-09-04
0
Sarmila Ghaniyya Rahma
baru pertama kali baca karya mu thor aku dibuat jatuh cinta dg karyamu love sekebon buat author ♥️♥️♥️♥️♥️
2023-02-02
0
Cahaya Ramadhani
keren thor.. semangat lanjut.. semoga banyak yg mampir baca karyamu ❤️ dan banyak yg sukaaaaaa..
2021-10-22
2