Setelah tidak berhasil menangkap si pencuri Dave kembali ke hotel lalu mengendarai mobil sport hitam metaliknya dengan sangat cepat di jalanan. Kedua tangannya mencengkram erat kemudi mobilnya, sambil menatap tajam jalanan padat di depannya.
" Aku akan mendapatkanmu, woman " Gumam Dave dengan rasa geram yang membakar dadanya. Bisa-bisanya seorang wanita berhasil mencopet dirinya dan lebih bodohnya lagi ia tidak bisa menangkap wanita itu.
Demi Tuhan ! Pencuri itu hanyalah seorang wanita, makhluk lemah yang selalu ia tiduri. Dan sekarang, salah satu makhluk lemah itu berhasil mencuri darinya. Dave merasa seperti orang bodoh karenanya. Dave kembali mukul setir mobilnya berkali-kali, terlalu kesal karena berhasil di kelabui oleh seorang wanita kecil. Ia merasa harga dirinya terinjak-injak dan Dave tidak akan tinggal diam.
" Kau akan menyesal seumur hidupmu karena telah berani mencuri dariku. Hidupmu tidak akan tenang setelah ini " Desis Dave dengan smirk menakutkan, yang membuat siapa saja yang melihatnya bisa mengalami gagal jantung. Dave melajukan mobilnya kembali ke perusahaannya dengan membawa kemarahan di dalam dadanya.
Saat mobil hitam metaliknya memasuki halaman parkir, Dave langsung turun dari dalam mobilnya lalu menutup pintu mobilnya dengan kasar dan penuh emosi.
" Siapkan pakaian baru untukku, Morgan. Kau kuberi waktu selama lima menit saja, jika sampai kau terlambat aku akan menghancurkan wajah bodohmu itu ! " Ujar Dave pada ponselnya yang terhubung langsung dengan asistennya.
Dave melangkah tegas dengan suara sepatu pentopelnya yang menggema di lorong parkiran. Langkah kakinya terdengar berirama, mengantarkan aura menakutkan yang begitu kentara. Postur tinggi dan bahu yang berotot membuat Dave semakin terlihat tegap. Semua karyawan yang berpapasan dengannya, hanya berani menatap lantai yang merek pijak. Tanpa berani mengangkat kepala karena mereka sudah tahu bahwa suara langkah kaki itu adalah milik Si Dave Abraham, pemain wanita yang paling di takuti.
Dave memasuki lift pribadinya, menekan tombol teratas yang akan membawanya ke lantai paling tinggi di perusahaannya. Tempat ia bersemayam dan mengawasi setiap gerak-gerik orang-orang yang bekerja padanya. Saat lift terbuka, Dave sudah di sambut oleh sekretaris cantiknya, Alexa Velexia. Salah satu wanita yang sudah pernah ia tiduri. Kemeja ketatnya berhasil membungkus indah dua gundukan besar yang sudah pernah menjadi santapan Dave.
" Mr. Abraham, anda baik-baik saja? " Tanya Alexa sambil melangkah terburu-buru padanya. Dave menatap malas wanita di hadapannya, wajah wanita itu selalu di polesi make up tebal dengan lipstik berwarna nude yang menggoda melekat di bibir seksinya.
" Aku baik-baik saja, Alexa. Sekarang beritahu padaku, apa kau sudah menyiapkan semua berkas yang kubutuhkan untuk rapat siang ini? " Ujar Dave dengan datar, tegas penuh penekanan.
Alexa masih terpaku menatap pakaian Dave, yang dipenuhi bekas tanah kuning dan sedikit percikan lumpur.
" Alexa ! " Bentak Dave.
" Uh....iya pak. Bisa....bisa anda ulangi pertanyaan anda pak? " Tanya Alexa dengan takut-takut. Dave menggeram marah sambil menyugar rambut brunete nya ke belakang.
" Ini peringatan terakhirku untukmu, nona Alexa Velexia. Jika sampai kau bertanya dan memintaku untuk mengulangi pertanyaan lagi. Maka tanpa pikir panjang aku akan mengakhiri pekerjaanmu disini. "
Seketika wajah Alexa langsung berubah pucat dan ketakutan.
" Ba...baik pak. Maafkan sa....."
" Siapkan semua berkas yang kubutuhkan untuk rapat siang ini " Setelah mengatakannya Dave langsung berjalan melewati tubuh Alex, membiarkan sedikit aura menakutkannya itu membelai tubuh Alexa. Wanita itu membeku di tempat bahkan hampir pingsan karena sedari tadi ia terus menahan nafas.
Tepat saat lima menit Morgan sudah membawa masuk pakaiannya. Dave langsung bangkit dari kursinya dan mengambil pakaian tersebut dari tangan Morgan.
" Ini rancangan terbaru dari butik langganan anda, Pak"
" Jika aku merasa tidak nyaman memakai pakaian ini, maka akan kututup butik itu. Sampaikan pesanku ini pada mereka " Tegas Dave dengan kejam.
" Baik Pak ! " Jawab Morgan dengan cepat. Dave berlalu pergi masuk ke ruangan pribadinya. Mengganti kemejanya yang telah kotor karena ulah wanita pencuri itu.
Sambil menatap cermin besar di depannya, Dave mengusap dagunya yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tercukur rapi. Menarik sebelah sudut bibirnya, dan menatap tajam cermin di depannya.
" Kemanapun kau bersembunyi, aku akan mendapatkanmu. Bahkan ke lubang semut sekalipun, aku akan tetap menemukan keberadaanmu " Gumam Dave. Ia melirik pada sepatu ket putih yang tampak usang di sampingnya. Lalu dengan segera Dave mengangkat sepatu ket itu lalu menggantungnya di depan dart board miliknya. Tempat dimana ia biasa melempar anak panah ketika dirinya merasa kesal dan bosan. Dave perlahan memundurkan langkah kakinya, mengambil satu anak panah miliknya. Menyipitkan sebelah matanya, lalu kemudian tangannya mengayun cepat, melemparkan anak panah di tangannya pada papan permainan itu hingga anak panah itu menancap tepat di sepatu ket putih yang tergantung di depan dart board.
Senyum jahatnya kembali terlihat. "Hidupmu akan berakhir di tanganku "
Dave keluar beberapa saat setelah ia selesai mengganti semua pakaiannya.
" Suruh seseorang detektif untung menemuiku, begitu aku selesai dengan rapat ini " Ujar Dave pada Morgan sembari melewatinya.
" Baik Pak "
Dave menjelaskan semuanya dengan lancar kepada semua orang, bagaimana kelebihan produk baru yang siap diluncurkan ke pasaran. Produk yang siap bersaing bahkan mengalahkan produk-produk merk lain di pasaran. Dave memaparkan semuanya dengan begitu apik, ia berhasil meyakinkan semua orang bahwa ia memang layak memimpin perusahaan sebesar Abraham Steel Corporation. Riuh tepuk tangan memenuhi ruangan eksklusif itu, semua orang berdiri dan terkagum-kagum dengan kecerdasan seorang penerus muda Abraham Steel Corporation, Dave Abraham. Dari usia tujuh belas tahun, Dave sudah mampu memimpin perusahaan sebesar itu dengan sangat baik dan pada usia sembilan balas tahun, Dave berhasil membuat Abraham Steel Corporation berkembang pesat, mendunia dan mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya. Produk-produk yang mereka keluarkan selalu memenuhi pasaran dan laris terjual.
Dan pada usianya yang ke dua puluh satu, Dave berhasil memasukkan dirinya menjadi salah satu pengusaha terkaya dan tersukses di usia yang terbilang masih sangat muda. Ketelitian, kecerdasan dan kedisiplinan yang kuat menjadi rahasia seorang Dave Abraham dalam mencapai kesuksesannya.
" Pak, dua detektif sudah menunggu anda diruangan" Bisik Morgan begitu Dave turun dari atas podium.
" Aku akan segera kesana"
Setelah bersalaman dengan banyak orang, Dave segera melangkah pergi keluar dari ruangan mewah itu meninggalkan kolega-koleganya.
" Selamat siang, Mr. Abraham " Kedua detektif itu langsung berdiri begitu melihat Dave masuk ke dalam ruangan. Dave mengulurkan sebelah tangannya untuk menjabat kedua detektif tersebut.
" Selamat siang " Dave duduk dengan tenang di depan dua detektif itu.
" Anda ingin meminta kami melakukan apa, pak? "
" Aku membutuhkan keahlian kalian untuk menemukan seseorang " Ujar Dave.
" Seseorang? " Ulang salah satu detektif yang terlihat lebih muda dari temannya.
" Iya, seorang wanita yang tidak aku ketahui bagaimana rupanya serta identitasnya "
" Baiklah, kalau begitu beritahu kami dimana tempat terakhir kali anda bertemu dengannya"
" Dengan senang hati " Dave tersenyum puas penuh kemenangan.
Didalam kamar rumah sakit....
Davina terlihat sibuk menghitung uang haram yang baru di dapatkannya dari seorang pria kaya yang barusan di copetnya.
" Lima juta lima ratus ribu rupiah "
" Oh Tuhan, dia membawa banyak sekali uang di dalam dompetnya. Dia pasti sangat kaya, aku yakin" Gumam Davina
Ada perasaan menyesal saat menatap uang yang ada di tangannya, kasihan pada pria yang baru di copetnya. Tapi kan......
" Tenanglah Davina tenanglah, pria itu tidak akan jatuh miskin hanya karena kau mencuri uang ini darinya "
" Aku bilang kembalikan dompetku ! Kau boleh mengambil uangnya tapi kembalikan dompetku. Aku malas untuk mengurus surat-surat penting di dalamnya ! "
Kilasan kata-kata pria itu tiba-tiba melintas di dalam kepala Davina. Dengan segera Davina membuka kembali dompet tersebut dan mengeluarkan semua kartu yang ada di dalam dompet milik pria itu.
" Dave Abraham, berusia tiga puluh tiga tahun dan belum menikah" Gumam Davina saat membaca kartu tanda pengenal milik Dave. Ia juga melihat-lihat kartu yang lain, mulai dari kartu kredit yang berjumlah lebih dari lima, juga sim mobil dan kartu berharga lainnya.
" Aku harus mengembalikan semua ini kecuali uangnya " Ujar Davina lalu berdiri dan keluar dari dalam ruangan tempat Dami di rawat.
Davina membungkus dompet tersebut dengan baik kemudian menuliskan alamat pria itu yang tertera di ktp lalu membuka salah satu aplikasi online untuk memesan salah satu driver yang akan mengantarkan dompet pria itu yang hanya berisi surat-surat penting milik pria bernama Dave Abraham.
" Aku harap kau bisa sedikit mengurangi rasa marah mu padaku, pak Abraham " Gumam Davina sambil menatap penuh sesal pada driver yang membawa bungkusan berisi dompet pria itu. Uangnya sudah ia ambil dan Davina akan menggantinya nanti......entah kapan itu akan terjadi.
Note : Dart board gambarnya ini ya. Jadi sepatu ket si Davina udh di gantung di depan papan ini oleh Dave
To be continued....
Happy reading, love you guys😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Rahmawaty❣️
Jd stebel apa itu dompet di isi duit 5 jt😂 ampe kga bisa ktutup kali tuh dompet
2023-03-28
0
Tina Agus
Davina ,malang sekali nasib hidupmu🤭🤭
2021-10-25
2
Lin Frie
berani bgt ya davina...🤣🤣🤣🤣
2021-10-25
1