Chapter 7

Senyum cerah terukir jelas di bibir Davina saat melihat Dami yang sedang di periksa oleh dokter Ferdinand. Hari ini adik kecilnya sudah di perbolehkan pulang, namun pengobatan serta kontrol secara rutin harus tetap di lakukan.

" Sebenarnya, Dami sakit apa sih pak dokter? " Tanya Dami sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

" Hanya demam dan menggigil saja kok " Jawab dokter Ferdinand.

" Lalu, kenapa Dami lama sekali dirawat disini? "

" Itu karena demam Dami belum juga turun-turun. Makanya dokter belum membolehkan Dami untuk pulang kerumah "

" Uh, demamnya bandel " Gerutu Dami. Dokter Ferdinand langsung tertawa.

" Iya, demamnya emang bandel banget. Susah sekali disuruh turun "

" Sampai Dami tidak bisa masuk sekolah jadinya. Teman-teman Dami pasti sudah rindu berat pada Dami"

" Ternyata setelah pulih, dami jago bicara ya" Dokter Ferdinand tersenyum hangat sembari mengusap puncak kepala Dami.

" Dia memang selalu seperti itu setiap harinya dok" Sambung Davina yang sudah berjalan menghampiri mereka berdua.

" Terima kasih banyak dok, atas segala bantuannya" Davina tersenyum sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami dokter Ferdinand yang hampir sebaya dengan ayahnya.

" Sama-sama, tetap pastikan dia selalu makan makanan yang bergizi dan jaga segala aktivitasnya agar dia tidak terlalu capek "

" Baiklah. Saya akan mengingat semuanya, dok "

Setelah semua urusan administrasi selesai, Davina langsung membawa Dami kembali ke rumah dengan menaiki angkot. Saat di perjalanan sopir angkot beberapa kali meliriknya, dan Davina menyadari hal itu.

" Ada apa pak? " Tanya Davina.

" Bukannya, mbak ini orang yang waktu itu pergi begitu saja tanpa membayar ongkos pada saya"

" Hah? " Davina terperanjat kaget namum ia berusaha mengingatnya.

" Ooh...bapak yang waktu itu ya " Davina terkekeh kaku sambil menggosok tengkuknya.

Malu-maluin kamu Davi

Gerutunya dalam hati.

" Saya sudah memanggil mbak berapa kali, tapi mbaknya tetap saja tidak mendengar "

" Maafkan saya pak, waktu itu saya terlalu panik"

" Iya saya tahu kok mbak "

" Saya akan membayar lebih nanti, pak"

Sesampainya dirumah, Akmal, Amel, Sina dan Dodi langsung berlari menyambut mereka. Dami yang kesenangan langsung melompat-lompat kecil memeluk mereka berempat.

" Aku rindu Dami ! " Teriak Ane dan Sina

" Bang Akmal juga rindu sama Dami " Ujar Akmal.

" Dami rindu semuanya. Bang Dodi ? " Dami melirik pada Dodi yang selalu diam dan tak banyak bicara.

" Sebenarnya kalau tidak ada Dami, rumah jadi tenang. Tapi terlalu tenang membuat kepalaku jadi sakit. Jadi, lebih baik ada Dami dirumah "

" Sekalinya bicara langsung panjang lebar kau Dod " Seru Amel sambil cekikikan.

" Benar mel, udah kayak rel kereta api " Sambung Sina.

" Sudah, sudah jangan berkata seperti itu. Nanti Dodi tidak mau bicara lagi " Sela Akmal. Amel dan Sina sama-sama tertawa.

" Sudahlah. Ayo kita masuk ke dalam dulu. Jangan bicara di teras rumah. " Davina mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam rumah.

Davina membuka bahan makanan yang baru di belinya tadi saat pulang dari rumah sakit. Ia akan memasak untuk kelima adiknya itu. Tak berapa lama tampak Sina dan Amel berlari menghampirinya.

" Biar Amel dan Sina membantu kakak ya? " Seru Amel dari belakang. Davina menoleh pada gadis cantiknya itu lalu tersenyum.

" Tidak usah, kakak bisa melakukannya. Kalian berdua kakak beri tugas untuk menemani Dami bermain. Ingat, jangan melompat-lompat atau lari-larian. Dami tidak boleh capek " Peringat Davina pada kedua adiknya.

" Begitu ya"

" Hm "

" Baiklah kakak. Kami pergi ! " Teriak Amel dan Sina.

Davina kembali melanjutkan acara memasaknya sambil sesekali bersenandung kecil. Menyanyikan lagu favoritnya. Akmal dan Dodi sedang bermain kelereng di depan rumah, sedangkan Dami, Amel dan Sina bermain boneka di dalam rumah.

" Wah mobil keren siapa itu ? " Gumam Dodi sembari berdiri, menatap kagum mobil sport hitam metalik yang berhenti tepat di depan rumah mereka.

" Mana? " Akmal ikut menoleh dan langsung berdecak penuh kagum.

" Keren sekali. Mobil siapa itu ? " Tanya Akmal.

" Kau malah balik bertanya pula. Yang jelas bukan mobil kita " Sahut Dodi.

Dave yang masih berada di dalam mobil, memandangi sejenak rumah kecil yang ada di depannya saat ini. Kecil, kumuh dan sudah sangat tidak layak untuk di tempati oleh manusia. Bahkan menurut Dave rumah itu mungkin sewaktu-waktu bisa saja rubuh jika ada gempa dengan kekuatan 2 skala richter mengguncangnya.

Ya Tuhan, apa benar masih ada manusia yang tinggal di dalam rumah seperti ini.

Seketika perasaan kasihan menyergap batinnya. Tapi Dave berusaha mengenyahkan perasaan itu.

" Pak, anda tidak ingin keluar? " Tanya Morgan. Dave tersentak dan baru tersadar bahwa dirinya sudah menghabiskan beberapa detiknya hanya untuk memandangi rumah reot itu.

" Tentu saja aku akan keluar, Morgan " Dave segera membuka pintu mobilnya dan melangkah cepat menghampiri dua orang anak yang sedang berdiri di depan rumah.

" Om siapa? " Tanya Akmal begitu Dave sudah berdiri di depan dua anak laki-laki itu. Dodi malah berjalan ke arah mobil Dave lalu memegang takut-takut badan mobil tanpa mempedulikan siapapun.

" Nama saya Dave Abraham " Jawab Dave dengan nada suara yang datar.

" Nama saya Akmal, om. Tapi, om mencari siapa ya?"

" Wanita bernama Davina Arista "

" Kak Davina?! " Seru Akmal dengan wajah kagetnya.

" Dimana dia? " Tanya Dave tanpa perlu bersusah payah untuk berbasa-basi.

" Kakak ada di dalam. Kalau begitu Om tunggu sebentar biar Akmal panggilkan" Akmal bergegas masuk kedalam rumah. Dave menoleh ke arah Morgan yang tampak sedang mengawasi Dodi.

" Sedang apa bocah itu? "

" Sepertinya dia menyukai mobil anda, pak. Dia hanya menyentuh sedikit mobil anda " Ucap Morgan. Dave mendesah malas.

" Biarkan saja dia. Lagipula dia hanya anak kecil" Gumam Dave. Ia tidak suka memarahi anak kecil.

Akmal berhenti di belakang tubuh Davina sambil terengah-engah. Suara tarikan nafasnya berhasil membuat Davina berbalik dan langsung memegang bahu Akmal.

" Ada apa ? " Tanya Davina panik.

" Diluar kak, ada orang yang datang mencari kakak"

" Siapa? "

Seketika otak Akmal langsung blank, padahal tadi om diluar tadi sudah memberitahukan namanya. Tapi, karena ia terlalu panik jadinya Akmal pun lupa nama orang tersebut.

" Akmal lupa kak"

Davina sudah berlari cepat keluar dari rumahnya. Tampak dari jauh seseorang dengan setelan rapi sedang berdiri membelakanginya. Orang itu terlihat sedang berbicara dengan seorang pria. Davina perlahan mendekat, namun perasaannya tiba-tiba berubah tidak nyaman. Davina sama sekali tidak menghentikan langkah kakinya, ia semakin mendekati pria itu.

Kenapa postur tubuhnya terlihat tidak asing. Apa aku mengenalnya?

Gumam Davina dalam hati. Semakin ia mendekat, persaaannya semakin tidak nyaman. Sampai-sampai Davina merasa seluruh tubuhnya merinding.

" Maaf, apa anda mencari saya? "

Tubuh tinggi itu perlahan berputar dan seketika itu juga Davina merasa nyawanya terbang jauh meninggalkan raganya.

" Dave.....Abraham " Gumam Davina dengan terbata-bata.

" Ah pengagum rahasiaku....sekaligus pencopet dompetku " Desis Dave sembari tersenyum miring.

Seketika itu juga seluruh nafas Davina langsung tercekat di tenggorokan. Jantungnya berpacu dengan sangat hebat. Smirk menakutkan terulas dari bibir Dave.

" Akhirnya aku menemukanmu Davina Arista"

Oh Tuhankuuuu......!!! Bagaimana bisa dia menemukanku dengan sangat cepat !!

To be continued.....

Happy reading, love you guys😘

Terpopuler

Comments

Alfa Annisa

Alfa Annisa

seru banget !!!!!

2022-01-07

1

anggun

anggun

pengagum rahasia alias copet 😆😆😆😆😆😆

2021-10-25

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Bonus Chapter 1
102 Bonus Chapter 2
103 Bonus Chapter 3
104 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Bonus Chapter 1
102
Bonus Chapter 2
103
Bonus Chapter 3
104
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!