Chapter 9

Selamat malam, miss Davina Arista. Besok pagi, anda di harapkan untuk bisa hadir tepat waktu di depan pintu ruangan Direktur Utama sebelum pukul enam pagi. Kami tidak mentolerir adanya keterlambatan sekecil apapun. Terima kasih,

Asisten Direktur Utama

Morgan

Davina menatap lemas pesan singkat dari asisten pria itu. Pria bernama Dave Abraham. Sambil mendesah panjang, Davina membaringkan tubuhnya disamping adik-adiknya yang sudah tertidur pulas.

" Aku bahkan tidak sanggup membayangkan bagaimana dia akan memperlakukan pencopet sepertiku nanti. Ini menakutkan sekali " Gumam Davina sambil memejamkan kedua matanya. Ya, ia sudah pasrah akan di perlakukan seperti apa nanti oleh pria kejam dan bermulut beracun itu. Tapi, sekalipun pasrah, Davina tidak mungkin menjadi manusia yang benar-benar pasrah. Ia mungkin akan bisa menggigit kaki majikannya jika diperlakukan diluar batas kemanusiaan.

Ketika menjelang subuh, Davina sudah sibuk memakai pakaiannya. Ia bahkan memilih pakaian paling sopan yang pernah ia punya, celana berbahan kain dan kemeja lengan pendek yang sudah tidak baru lagi. Ia juga memakai flat shoes yang baru dibelinya dengan menggunakan uang pria itu. Padahal ia lebih suka memakai sepatu ket, tapi mau bagaimana lagi sepatu itu telah hilang disaat ia mencopet dompet Dave.

" Kakak mau pergi sekarang ? " Tanya Akmal yang masih menggosok-gosok kedua matanya.

" Iya mal. Jaga adik-adikmu ya. Jangan lupa sarapan, kakak sudah membuatkannya untuk kalian. Oh iya, kamu harus menunggu Dami sampai dia pulang sekolah. Jangan membiarkan dia sendirian, Dami tidak begitu sehat " Ujar Davina sambil sibuk memasang ikat pinggang di celana kainnya.

" Baik Kak. Tapi Kakak kerja apa sih, sampai harus pergi pagi begini ? "

" Kakak kerja di perusahaan besar, Akmal. Jadi, aturannya pegawai baru seperti kakak harus berangkat lebih dulu daripada yang lain "

" Apa kakak kerja di perusahaan om yang kemarin?"

" Iya mal. Kakak kerja di perusahaan miliknya" Davina sibuk mengikat rambut panjangnya yang sedikit bergelombang.

" Akmal sedikit khawatir kak. Om itu terlihat seram sekali "

" Memang. Tapi Akmal tenang saja, kakak masih bisa mengatasinya dengan baik "

" Sungguh ? "

" Iya. Kakak pergi dulu ya. Jangan lupa, belajarlah dengan baik di sekolah "

Setelah itu, Davina langsung berangkat menaiki angkot yang sudah menjadi langganan barunya. Angkot yang pernah mengantar Dami ke rumah sakit waktu itu. Rasa dingin langsung menjalar ke seluruh tubuhnya begitu ia turun dari dalam angkot. Davina menatap takjub pada bangunan tinggi bertingkat yang berdesain sangat bagus melebihi hotel-hotel berbintang lima.

" Ini kantor milik pria itu? Wah, Luar biasa besar ! Berapa banyak yang di habiskan olehnya untuk membangun kantor sebesar dan semewah ini ? " Gumam Davina sambil masih menengadahkan wajahnya pada bangunan bertingkat di depannya.

" Aish ! Tentu saja banyak. Kau akan mati serangan jantung jika mendengar berapa nominalnya Davina " Gerutunya pada diri sendiri. Davina dengan cepat masuk ke halaman kantor dan menghampiri salah satu satpam yang sedang berjaga di depan pintu masuk kantor.

" Anda siapa? " Tanya Satpam itu sambil menelisik penampilan Davina dari atas sampai bawah.

" Nama Saya Davina Arista. Saya karyawan baru disini pak "

" Karyawan baru? "

" Iya. Karyawan baru di kantor ini " Jelas Davina berusaha meyakinkan pria satpam tersebut.

" Kau kerja di bagian apa? "

Davina seketika langsung kebingungan. Ia tidak diberitahu harus bekerja di bagian apa oleh pria itu.

" Saya belum di beritahu harus bekerja di bagian apa, pak"

" Begitu ya. Tapi, sekalipun seorang office boy, mereka sudah diberitahu lebih dulu seperti apa tugas mereka di perusahaan ini. Tapi, kau... baru kali ini saya melihat ada karyawan yang belum jelas seperti anda "

" Saya benar-benar sudah diterima disini pak. Ini benar kan kantor milik Pak Dave Abraham?" Tanya Davina lagi. Ia berusaha meyakinkan pria satpam itu bahwa ia memang disuruh bekerja di perusahaan besar ini.

" Iya benar sekali. Ini kantor milik Pak Abraham "

" Kalau begitu, bisakah bapak mengantar saya ke ruang kerja milik pria itu "

" Pak Abraham mbak " Peringat satpam itu pada Davina.

" Ya, maksud saya pak Abraham" Ralat Davina.

" Ingat, jangan pernah berani memanggilnya dengan nama depannya. Anda bisa terkena masalah mbak" Satpam itu segera mengambil salah satu kunci lalu kemudian berjalan lebih dulu dari Davina.

Mereka masuk ke dalam kantor lalu kemudian menaiki lift. Davina melirik singkat pada satpam di sebelahnya, wajahnya cukup menyeramkan tapi dalam hati Davina berdo'a bahwa semoga saja pria itu orang yang baik. Davina melihat ke atas melihat lift yang di naikinya berhenti di lantai 30. Mereka keluar bersama lalu setelah itu pria satpam itu berbalik menatapnya.

" Ini ruangan pak Abraham. Kau disuruh menunggu di depan pintu ruangannya kan? "

" Benar pak " Davina mengangguk cepat.

" Kau berani menunggu disini sendirian? " Tanya satpam itu sebelum berlalu.

Davina menatap ke sekelilingnya, suasana masih sangat sepi. Jelas tidak ada siapapun yang berada di kantor saat ini karena ia sendiri yang berangkat subuh begini. Sambil menelan ludahnya, Davina mengangguk ragu-ragu.

" Kalau begitu saya pergi "

Jangan pergi pak !

Teriak Davina dalam hati. Namun ia tidak bisa mengatakannya langsung pada satpam itu. Sampai satpam berlalu dan sudah terlihat lagi, Davina baru merasa merinding luar biasa. Ia menatap takut ke sekelilingnya, takut-takut bila nanti ada sesosok wanita yang mengesot di lantai kantor.

" iiiih, tahan, tahan " Davina bergidik takut. Ia hampir melompat masuk ke dalam lift lalu kabur tapi wajah Dave tiba-tiba melintas di benaknya. Berhasil menahan kedua kaki Davina agar tetap di tempat. Wajah pria itu bahkan lebih seram dari suster ngesot.

" Dia lebih seram Davina. Kau bisa berakhir di dalam penjara bila melarikan diri lagi "

Satu jam kemudian.....

" Aaaakh! Kau siapa?! " Pekik seseorang. Davina tersentak kaget dan langsung berdiri. Rupanya ia jatuh tertidur dan seorang wanita cantik telah berdiri di depan tubuhnya.

" Kenapa ada gembel disini hah! "

" Bukan mbak ! Bukan. Saya bukan gembel, saya...."

" Mana ada gembel yang mau mengaku " Potong Alexa. Wanita itu beringsut menjauhinya, sambil memandang jijik dirinya.

" Sudah kubilang aku bukan gembel mbak. Aku karyawan baru disini "

Alexa melebarkan kedua matanya. " Kau......karyawan disini? " Tunjuk Alexa tidak percaya.

Davina langsung mengangguk cepat.

" Kau diterima di bagian apa? "

" Ba....bagian. Nah, yang itu aku belum tau mbak"

" Mustahil. Kalau begitu kau memang gembel yang mengaku-ngaku sebagai seorang karyawan disini " Tuduh Alexa.

Davina benar-benar merasa frustasi karena wanita di depannya.

" Jika anda tidak percaya, kita tunggu saja pak Abraham. Biar dia saja yang menjelaskannya"

" Pak Abraham? Darimana kau mengenalnya? Apa kau salah satu wanita malam yang meminta pertanggungjawaban padanya? "

" Apa?!! " Pekik Davina dengan histeris. Bisa-bisanya wanita itu menuduhnya seperti itu. Alexa tampak memandangi Davina dari ujung kaki hingga ujung rambut lalu sedetik kemudian menggeleng cepat.

" Tapi, sepertinya bukan. Dari penampilanmu sih kau tidak terlihat seperti wanita malam. Kau lebih terlihat seperti gembel "

" Aku bukan gembel, mbak ! " Bentak Davina yang sudah kesal dengan segala tuduhan yang dilontarkan oleh wanita cantik yang memergokinya sedang tertidur didepan pintu ruang kerja Dave Abraham.

Ting !!

Alexa dan Davina sama-sama menoleh ke arah pintu lift yang baru terbuka. Sosok tinggi beraura maskulin itu sudah melangkah keluar dari dalam lift diikuti asisten pribadinya dari belakang. Davina melihat langkah kaki pria itu seolah melambat-lambat. Suara langkahnya bergema hingga mampu mendirikan bulu kuduknya. Davina melirik ke arah wanita cantik di sampingnya. Wanita itu tampak tersenyum lebar menyambut sang iblis yang menyerupai seorang pria tampan.

" Selamat pagi Mr. Abraham " Ucap wanita itu sambil membungkuk hormat. Davina kebingungan sendirian, ia bingung apa dirinya harus ikut membungkuk.

" Alexa, kau siapkan jadwal temuku dengan para investor" Suara tegas pria itu benar-benar terdengar menuntut.

" Baik pak. Akan saya kerjakan dengan senang hati " Alexa kembali tersenyum lebar.

Oh jadi namanya Alexa. Tampaknya dia menaruh hati pada pria iblis itu. Hah, menyedihkan sekali

" Hm pak, apa anda mengenalnya? " Alexa melirik ke arah Davina. Kedua mata Dave bergerak mengikuti arah lirikan mata sekretarisnya. Davina mencoba untuk tersenyum. Namun bukan jenis senyum yang indah. Senyum yang Davina tunjukkan adalah senyum kaku. Beberapa detik berlalu, tidak ada jawaban yang keluar dari mulut pria itu.

Apa dia akan berpura-pura lupa? Atau dia akan mengatakan bahwa aku ini gembel.

" Dia seorang budak"

Ternyata lebih buruk dari kata gembel

" Budak " Ulang Alexa.

" Ya hanya seorang budak. Jabatannya lebih rendah dari seorang office boy di kantor ini. "

Davina langsung tercengang tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut beracun pria itu.

" Tadi, saya mengira dia hanyalah seorang gembel yang menyusup masuk ke dalam kantor " Alexa terkekeh kecil. " Rupanya dia hanyalah seorang budak anda, pak " Lanjutnya.

Dave tidak menanggapi lagi ucapan Alexa, pria itu segera melangkahkan kakinya dengan cepat melewati Davina dan juga Alexa.

" Jadi, kau hanya seorang budak pak Abraham. Kenalkan....namaku Alexa Velexia. Jabatanku sebagai seorang sekretaris di kantor ini. Jangan menyebutku mbak. Panggil aku nona Alexa, budak hahahaa ! " Tawa puas membahana di depan wajah Davina.

" Kau.....cepat kemari ! " Teriak Dave dari dalam ruangan. Sontak Davina langsung membalikkan tubuhnya lalu kemudian berjalan cepat masuk ke dalam ruangan meninggalkan wanita bernama Alexa yang masih menertawainya dengan puas.

Dave Abraham....Awas saja kau ! Aku akan buat perhitungan padamu ! Lihat saja nanti.

To be continued.....

Happy reading, love you guys😘

Terpopuler

Comments

Camelia Putri

Camelia Putri

saya tidak suka lihat supaya Dev terlalu sombong.dsn kasar

2022-03-05

0

Tieny Roesmiasih

Tieny Roesmiasih

hahaha,.. susternya kan biasa ngesot di rumah sakit non Viinn... 😂😂😂

2021-10-22

0

Clara

Clara

ya bgus davi semangat kasih pljar ma bos PK nya...buat bucin

2021-10-21

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Bonus Chapter 1
102 Bonus Chapter 2
103 Bonus Chapter 3
104 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Bonus Chapter 1
102
Bonus Chapter 2
103
Bonus Chapter 3
104
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!