Chapter 17

Dave baru saja mendapatkan wejangan dari ibunya, bahwa ia harus bersikap lembut dan penuh sopan santun pada wanita cantik yang akan di temuinya nanti di restoran. Dave memakai kemeja berwarna merah maroon dengan celana bahan yang dijahit dengan sempurna dan teliti oleh desainer. Baju bermerk memang tidak ada duanya. Selain bahannya yang nyaman dan jahitannya yang sempurna. Pakaian mahal itu memang berhasil membuat Dave merasa berkelas dari orang lain.

" Baiklah. Kali ini, wanita seperti apa yang akan aku temui. Apa dia mudah di rayu, atau pura-pura jual mahal padahal suka. Atau justru sangat murahan dan mata duitan. Apa aku bisa menemukan seseorang dengan sifat yang sama seperti Davina " Gumam Dave sambil menatap cermin besar di depannya. Tak lama, Dave langsung terdiam.

" Akh! Kau sadar apa yang kau katakan Dave. Kenapa kau harus membawa-bawa namanya ! " Teriak Dave dengan frustasi.

" Davina itu hanya budakmu, Dave " Gumam Dave lebih kepada dirinya sendiri. Ia menyambar jas mahalnya lalu segera mengambil kunci mobilnya dan melangkah pergi keluar dari dalam kamarnya.

Dave mengetuk-ngetuk jemarinya di setir mobilnya, berusaha memfokuskan diri untuk menatap jalanan sore ini. Namun tiba-tiba senyuman polos dan penuh keikhlasan melintas begitu saja di dalam kepalanya.

Ciiiiiittt.......!

Dave mengerem mobilnya secara mendadak di tengah jalan raya, suara klakson serta sumpah serapah orang-orang berhasil menyadarkan Dave bahwa ia hampir mencelakai dirinya sendiri. Dave memukul kasar setir mobilnya sembari menggeram marah entah harus kepada siapa.

" Ada apa denganku?! " Gumam Dave sambil mengusap kasar wajahnya. Belum pernah ia merasa seperti saat ini, melakukan kesalahan dan selalu merasa aneh pada diri sendiri. Namun reaksi tubuhnya selalu menyuarakan nama satu wanita yang sama.

" Apa yang sudah dia lakukan padaku? Kenapa aku jadi begini ? " Dave mengerang frustasi di dalam mobil. Ia bukan seperti dirinya sendiri yang biasanya selalu menganggap semua wanita itu biasa saja. Tidak ada yang mampu menguasai pikirannya seperti ini. Tapi pencopet miskin itu malah menjadi sosok yang lancang mengobrak-abrik isi pikiran dan hatinya. Ponsel berdering, menyadarkan Dave dari keadaannya sekarang ini.

" Davina " Gumam Dave sambil memperhatikan layar ponselnya dengan nomor wanita itu yang tertera disana. Dave menggeser layar ponselnya sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi mobilnya.

" Halo ! " Ujar Dave dengan sedikit membentak.

" Apa anda baik-baik saja pak ? "

Tanya Davina dengan nada suara yang terdengar takut.

" Aku sedang dalam perjalanan untuk menemui seorang wanita di restoran "

" Oh, berarti anda sedang menyetir. Kalau begitu saya akan mematikan panggilan ini pak "

" Ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?! " Teriak Dave. Beberapa detik tidak ada suara dari gadis itu. Dave melihat ponselnya, tapi panggilan mereka masih terhubung.

" Anda marah pada saya pak? "

" Iya ! "

" Maafkan saya kalau begitu pak "

" Lalu, kenapa kau menelponku hah?! " Bentak Dave lagi.

" Anda akan marah lagi jika saya mengatakannya pada anda, pak "

" Katakan sekarang? Atau aku akan mendatangimu sekarang juga ! " Ancam Dave penuh amarah.

" Baiklah pak. Saya....ingin meminta izin untuk tidak masuk sore ini. Saya ingin menemani adik-adik saya ke kebun binatang. Berhubung hari ini hari minggu jadi sa....."

" Tidak perlu ! Aku perintahkan kau datang ke restoran Italia Sweet sekarang juga ! Tanpa bantahan "

Dave mematikan segera panggilan Davina lalu setelah itu Dave langsung melemparkan ponselnya ke atas dashboard mobilnya.

Davina menatap ngeri ponsel di tangannya sembari terdiam seribu bahasa. Adik-adiknya sedang menunggu kepastiannya. Tapi, Davina merasa gagal untuk memenuhi janjinya pada mereka. Dengan berat hati Davina harus memberitahu adik-adiknya.

" Akmal " Panggil Davina dengan lesu.

" Iya kak "

" Kakak minta maaf pada kalian. Hari ini kakak harus menemui bos. Dia meminta kakak untuk bekerja sore ini. Ke kebun binatangnya lain kali ya " Beritahu Davina dengan berat hati. Adik-adiknya yang lain menghampirinya.

" Jadi, kita tidak akan melihat gajah kak" Ujar Dami. Davina mengangguk lemah.

" Padahal aku ingin melihat harimau" Sambung Sina dengan kecewa.

" Kak, aku sudah mengenakan pakaian bagus" Amel ikut bersuara.

" Ah, lebih baik kita dirumah saja. Aku tidak terlalu suka kebun binatang. Aku malas mencium aroma kotoran mereka " Keluh Dodi. Semua menatap Dodi.

" Kau selalu saja beda dari yang lain Dodi ! " Pekik Amel, Sina dan Dami.

" Sudahlah, kita bisa pergi lain kali ya kan kak? " Akmal bertanya pada Davina. Gadis itu mengangguk sambil berusaha tersenyum.

" Iya "

" Jadi jangan bersedih, kita akan pergi tapi setelah kak Davina tidak sibuk lagi. Lagipula kakak sibuk begini demi kita juga kan"

" Iya kak" Semuanya menjawab meski dengan suara yang terdengar kecewa.

Begitu turun dari angkot, Davina langsung memasuki restoran Italia itu mengabaikan tatapan orang-orang yang jelas-jelas memperhatikan penampilannya. Kepala Davina berputar memandangi ke segala arah, mencari posisi Dave berada. Saat matanya menangkap posisi meja pria itu, Davina langsung segera menghampirinya.

" Anda membutuhkan sesuatu pak? " Tanya Davina dengan rasa kesal luar biasa pada pria di hadapannya saat ini. Tapi Davina berhasil menyembunyikannya dengan baik di hadapan Dave.

" Kau sudah tiba rupanya " Ujar Dave dengan tenang. Davina ingin sekali menendang wajah pria itu. Tadi saat ia menelpon pria itu membentaknya seperti orang gila dan sekarang Dave malah bertingkah tenang.

" Siapa dia Dave ? " Tanya wanita manis dan anggun yang duduk di sebrang meja. Dave tersenyum sekilas pada wanita itu.

" Dia pacarku " Jawab Dave dengan santai.

" Pacar ? " Wanita manis itu mengulangi. Davina ingin melabrak mulut pria itu.

" Pak Dave an....."

" Jangan memanggilku begitu sayang" Dave menarik tangan Davina. Membuat Davina ingin berteriak dan mengatakan ada apa dengan pria ini ?!

" Dave, kita baru saja membicarakan hal yang serius barusan "

" Iya aku tau, Selena. Tapi aku sudah lebih dulu berjanji pada pacarku ini "

" Saya bu...."

Dave menarik kuat tangan Davina membuat gadis itu segera menghentikan ucapannya.

" Kau pasti berbohong Dave " Selena menyipitkan kedua matanya. Dave sudah merasa aneh saat melihat wanita itu pertama kali. Selena terlihat manis dan berkelas. Dia bukan seperti wanita murahan yang bisa dengan muda ia rayu lalu ia tiduri dan setelahnya Dave akan memberi alasan pada ibunya bahwa calon menantu yang ibunya pilihkan adalah wanita murahan.

Dave tidak menyangka jika ternyata wanita itu memang seseorang yang serius dan penuh komitmen. Dave beberapa kali mencoba memberi alasan namun Selena selalu berhasil membungkamnya dengan kata-kata yang hebat. Wanita itu pintar sekali. Dave tidak suka wanita pintar seperti Selena.

Wanita itu bahkan berkata bahwa ia akan membawa Dave untuk bertemu langsung dengan kedua orang tuanya. Dan Selena juga mengatakan padanya, bahwa ia belum pernah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang. Hanya Dave yang berhasil membuatnya merasakan perasaan cinta itu. Dave ingin segera pergi meninggalkan meja makan namun Selena selalu berusaha mencegahnya. Lalu Selena juga mengatakan bahwa wanita itu akan mengadu pada ibunya bahwa Dave telah melanggar janji. Dave gagal berpikir.

" Dia benar pacarku, Selena "

" Tidak mungkin seorang pacar memanggilmu pak"

" Dia hanya sedang berusaha menyembunyikan identitasnya padamu, Selena "

" Kau bukan pacarnya kan? " Selena langsung bertanya pada Davina. Membuat gadis itu langsung kebingungan.

Memang bukan mbak. Saya hanya budak pria ini. Aduh ! Bagaimana caranya aku memberitahu wanita cantik ini ?

" Lihat, dia diam saja. Berarti itu benar " Tegas Dave.

" Aku tidak percaya Dave " Selena menggeleng sambil tersenyum.

" Apa yang membuat kau tidak mau mempercayai ku?"

" Gadis ini tampak biasa saja. Dia bukan tipe wanita kesukaanmu. Wanita ini terlihat sederhana sekali, Dave "

" Oh, jadi kau tidak percaya padaku ya? " Dave tersenyum miring.

Dengan tiba-tiba Dave menarik tangan Davina membuat gadis itu tertarik ke depan dan jatuh terduduk di atas pangkuan Dave. Kedua lengan Dave melingkari pinggang gadis itu dengan sikap protektif.

" Pak...."

" Kau bantu aku atau aku akan memberitahu adik-adikmu rahasia terbesarmu, Davina " Bisik Dave.

" Kalian mau apa ?! " Tanya Selena dengan rasa terkejut luar biasa.

" Menunjukkan padamu bagaimana hubungan kami sebenarnya " Setelah mengatakan kalimat itu, Dave langsung mencium bibir Davina membuat gadis itu tersentak kaget dan melotot padanya. Dave menciumnya dengan lihai sedangkan Davina hanya bisa duduk diam diatas pangkuan pria itu.

Apa yang di pikirkan keparat ini??!

" Kau benar-benar jahat Dave ! " Ujar Selena dengan marah sambil bangkit berdiri dan meninggalkan Dave yang masih mencium bibir Davina secara sadar.

Aku berhasil melakukannya. Aku berhasil menciumnya. Bibirnya benar-benar manis, semanis gulali.

To be continued.....

Happy reading, love you guys😘

Terpopuler

Comments

Ratna Wati

Ratna Wati

awas nanti ketagihan Lo bang

2022-03-21

0

Mujiningsih

Mujiningsih

dah tau rasanya nanti ketagihan lho😆😆

2021-10-25

2

Lian Cin

Lian Cin

klo Dave udh mencium bibir Davi pasti ketagihan n mau lagi mau lagi

2021-10-24

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Bonus Chapter 1
102 Bonus Chapter 2
103 Bonus Chapter 3
104 Bonus Chapter 4
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Bonus Chapter 1
102
Bonus Chapter 2
103
Bonus Chapter 3
104
Bonus Chapter 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!