SEBELUM PERGI

" Yank, sebentar lagi temen-temenku jemput, aku tinggal dulu ya." Sambil mematut diri di depan cermin.

" Sampe sore nggak?"

" Ya nggak tau dong, kenapa?"

" Hemmmm bete pasti aku sendirian di sini." Brian berdiri dari duduknya lalu mendekati Arin.

" Cuma hari ini aja kok, 2 hari ke depan kita masih bisa bareng kok."

" Emang cuma hari ini aja kamu pergi sama teman-temanmu?"

" Iya....Aku bilang besok udah pulang."

" Emang kalau nggak ketemu mereka kenapa sih? kan udah ada aku yang nemenin kamu?"

" Kalau aku nggak ketemu mereka, nanti suamiku curiga, semisal suamiku minta bukti foto-fotoku sama mereka, terus nggak ada gimana?"

" Hemmmm...gitu ya? Ya udah deh nanti aku jalan-jalan sendiri aja."

" Nah gitu dong, tapi inget ya!! jangan tebar pesona ok!"

" Aku sih nggak, tapi kalau ada yang tebar pesona terus aku tergoda, berarti bukan salahku dong?"

" Ehhhhh...awas ya macem-macem!! Beneran nih mau nambah lagi??"

" Hahaha...nggaklah sayang. Mikirin hubungan kita berdua aja rasanya kepalaku mau copot, kok mau cari masalah lagi!"

" Nahhhh....sadar ya!! Jadi jangan aneh-aneh, ok!!"

" Iya sayaaanggg....bawelnya!!!" Sambil mengacak-acak kepala Arin.

" Ihhhhh...!!! jilbabku rusak nih!!"

" Hahaha...sebel aku!! penampilan kamu cantik banget, tar temen cowokmu pada terpesona lho!!"

" Hahaha...mereka udah kenal aku sejak lama yank, jadi udah biasa lihat wajahku."

" Ada ceweknya nggak?"

" Ya ada dong, ceweknya 4, cowoknya 3."

" Aku pikir cowok semua."

" Hiiihhh...negatif thinking aja!!" Sembari mencubit pinggang Brian, yang dicubit hanya meringis saja.

" Ehhh...kok istrimu nggak telfon sama sekali?"

" Udah kemarin malem, waktu aku di kamar."

" Dia nggak nanya apa-apa?"

" Ya nanya."

" Nggak curiga?"

" Ya aku buat alasan yang tepat biar dia nggak curiga."

" Kita pasti dosa banget ya yank udah bohongin mereka berdua."

" Kalau ngomongin dosa, udah pasti yank."

" Kadang itu yang bikin aku oleng, nggak terima banget kok aku bisa sejauh ini sama kamu."

" Tapi kalau harus berpisah sekarang, rasanya aku belum mampu yank."

" Udah deh jangan dilanjutin, nanti ujung-ujungnya bete lagi." Kata Brian memutus kimat Arin.

" Kriiingggg!!!" Suara handphone Arin berdering keras. Buru-buru Arin mengangkatnya.

" Ohhhhh...udah di depan? ya udah tunggu bentar ya aku kesitu."

" Udah pada dateng ya?"

" Iya...aku pergi dulu ya!" Sembari meraih tas yang ada di atas ranjang.

" Yahhhh...bete nih!!"

" Ihhhhh...bibirnya panjang amat kalo manyun gitu!!"

" Sabar ya sayaang...tunggu aja pasti aku balik ke sini kok."

" Cium dulu dong!!" Sambil menyorongkan pipinya.

" Ihhhhh...ganjen....males!!"

" Ayo dong cium dong!!"

" Apaan sih, nggak mau."

" Kalau nggak, tar nggak tak bolehin pergi."

" Jangan gitu dong!!"

" Ya udah kalau gitu cium dulu." Sambil tetap menyorongkan pipinya. Arin bingung dengan permintaan Brian.

" Beneran nih??"

" Ya bener, masak bohong!!"

" Tutuo mata dulu."

" Hahaha...kayak abg aja pake tutup mata."

" Ya udah kalau nggak mau." Ganti Arinyang merajuk.

" Oke...oke..aku tutup mata nih ya." Sambil memejamkan mata.

Arin kemudian mendekati Brian, sambil malu-malu dia mencium pipi kekasihnya itu.

" Udah."

" Ihhh kok nggak kerasa??"

" Ya kalau mau kerasa, nyiumnya sambil dijitak, baru kerasa. Udah ahhh, aku pergi dulu!!:" Sambil membalikkan badan. Namun tiba-tiba Brian menarik tangan Arin dan memeluknya. Brian menatap kedua mata Arin, Arin cuma bengong saja.

" Sayang....!! aku sayang banget sama kamu, aku bener-bener mencintai kamu!!" Arin tidak tau harus menjawab apa, dan dia hanya bisa diam menatap wajah Brian yang jaraknya begitu dekat itu.

Entah bagaimana awalnya, sehingga tiba-tiba saja deru nafas Brian begitu keras di telinganya, dan untuk beberapa saat Arin seperti terhipnotis, saat keduanya berciuman dengan begitu liarnya.

" Ehhhmmm.....ehhmmm...!!" Arin mencoba melepaskan diri. Kesadarannyapun kembali.

" Yank lepasin!!"

Bukannya melepaskan, Brian justru semakin mempererat pelukkannya.

" Pleas yank...ini bisa fatal!! Ayo lepasin aku!!" Arin terus meronta. Akhirnya Brian melepaskannya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.

" Yank...maaf ya!!" Kata Arin kemudian setelah berhasil lepas dari pelukan Brian.

" Aku yang minta maaf sayang, aku terbawa emosi." Jawab Brian sambil duduk dan mencoba mengatur nafasnya.

" Ya udah nggak usah dibahas, kita sama-sama khilaf."

" Aku pergi dulu ya. Nanti temenku kelamaan nunggu di luar." Sambil membenahi jilbab dan pakaiannya.

" Iya sayang, hati-hati ya." Arin mengangguk sambil tersenyum, lalu berjalan keluar.

" Yank!!" Panggil Brian lagi. Arin menengok.

" Iya." Sambil menengok.

" Kamu nggak marah kan?" Wajah Brian terlihat memelas.

" Nggak sayang, ysng penting kita harus saling mengingatkan." Sambil tersenyum.

" Maaf lagi ya?"

Arin mengangguk sambil tersenyum.

" Aku pergi ya."

" Iya."

" Yank!!"

" Ihhh apa lagi?" Sembari menghentikan langkahnya.

" I love you!" Sambil mengedipkan mata sebelah.

Arin terbahak.

" I love you too sayang." Jawab Arin lalu segera hilang dibalik pintu.

Sepeninggal Arin, Brian lalu menjatuhkan tubuhnya, dengan kaki separuh menjuntai ke lantai.

" Ya Allah hampir saja aku khilaf!!" Bisiknya dalam hati sembari menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.

Terpopuler

Comments

Almira

Almira

malah yang khilaf2 begini ditunggu para reader loohh 😅

2022-04-01

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 STATUS WA
3 Yuda
4 MENELFON BRIAN
5 PERSIAPAN YUDA PERGI
6 SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7 MENEMANI BRIAN
8 MENEMANI BRIAN
9 TIBA DI RUMAH
10 PERINTAH YUDA
11 KEPERGIAN BRIAN
12 RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13 TELFON BRIAN
14 ARIN KECEWA
15 SURPRISE
16 MAKAN BERSAMA
17 MENGOBROL BERDUA
18 KEBERSAMAAN
19 BANGUN TIDUR
20 SEBELUM PERGI
21 PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22 DI PANTAI
23 KHILAF
24 BAJU BARU
25 SELESAI MAKAN
26 BELANJA
27 SURPRISE UNTUK BRIAN
28 MALAM TERAKHIR BERSAMA
29 PERSIAPAN PULANG
30 MENUJU BANDARA
31 DI BANDARA
32 PERPISAHAN
33 TURUN DARI PESAWAT
34 TIBA DI RUMAH
35 PERTENGKARAN
36 PERTENGKARAN
37 PERTENGKARAN 2
38 PERTENGKARAN 3
39 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41 MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42 YUDA PULANG
43 YUDA PULANG 2
44 MENGOBROL DENGAN ART
45 SEPENINGGAL YUDA
46 MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47 TELFON BRIAN
48 BERSAMA DIKA
49 BERSAMA DIKA 2
50 BERSAMA DIKA 3
51 BERSAMA DIKA 4
52 PERTENGKARAN
53 MENELFON MAYA
54 BERSAMA MAYA
55 BERTEMU ORANG TUA MAYA
56 PERJALANAN MAKAN MALAM
57 DI CAFE
58 PULANG
59 PULANG DARI CAFE
60 MENINJAU LOKASI
61 PAGI YANG SIAL
62 TElFON MERTUA ARIN
63 MENJEMPUT MERTUA
64 KEDATANGAN YUDA
65 DI MEJA MAKAN
66 ROKOK
67 SUSAH TIDUR
68 CALL BRIAN
69 BANGUN TIDUR
70 MENYAMAR JADI MAYA
71 SARAPAN
72 MERTUA ARIN PULANG
73 DI RUMAH BRIAN
74 KE CAFE
75 TIBA DI CAFE
76 MENUNGGU MAYA
77 PERJALANAN KE KANTOR
78 ASISTEN
79 SELESAI RAPAT
80 KETAHUAN
81 MAYA VS YUDA
82 JENNY NGAMBEG
83 MENAWARKAN KERJASAMA
84 IJIN
85 MENGAJAK MAKAN SIANG
86 DI BUTIK MAYA
87 Menelfon Arin
88 OTW MAKAN SIANG
89 BERTENGKAR LAGI
90 TIBA DI KANTOR
91 MEMBERITAHU YUDA
92 ARIN MEMINTA IJIN
93 HSMPIR KETAHUAN
94 PERTEMUAN
95 PERTEMUAN DENGAN WARGA
96 MERINDU
97 MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98 MARAH
99 TELFON SURYA
100 KEBAHAGIAAN YUDA
101 PERJALAN MENEMUI SURYA
102 NEGOSIASI
103 NEGOSIASI 2
104 NEGOSIASI 3
105 BERSAMA SISI
106 MENEGUR YUDA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
PROLOG
2
STATUS WA
3
Yuda
4
MENELFON BRIAN
5
PERSIAPAN YUDA PERGI
6
SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7
MENEMANI BRIAN
8
MENEMANI BRIAN
9
TIBA DI RUMAH
10
PERINTAH YUDA
11
KEPERGIAN BRIAN
12
RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13
TELFON BRIAN
14
ARIN KECEWA
15
SURPRISE
16
MAKAN BERSAMA
17
MENGOBROL BERDUA
18
KEBERSAMAAN
19
BANGUN TIDUR
20
SEBELUM PERGI
21
PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22
DI PANTAI
23
KHILAF
24
BAJU BARU
25
SELESAI MAKAN
26
BELANJA
27
SURPRISE UNTUK BRIAN
28
MALAM TERAKHIR BERSAMA
29
PERSIAPAN PULANG
30
MENUJU BANDARA
31
DI BANDARA
32
PERPISAHAN
33
TURUN DARI PESAWAT
34
TIBA DI RUMAH
35
PERTENGKARAN
36
PERTENGKARAN
37
PERTENGKARAN 2
38
PERTENGKARAN 3
39
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41
MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42
YUDA PULANG
43
YUDA PULANG 2
44
MENGOBROL DENGAN ART
45
SEPENINGGAL YUDA
46
MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47
TELFON BRIAN
48
BERSAMA DIKA
49
BERSAMA DIKA 2
50
BERSAMA DIKA 3
51
BERSAMA DIKA 4
52
PERTENGKARAN
53
MENELFON MAYA
54
BERSAMA MAYA
55
BERTEMU ORANG TUA MAYA
56
PERJALANAN MAKAN MALAM
57
DI CAFE
58
PULANG
59
PULANG DARI CAFE
60
MENINJAU LOKASI
61
PAGI YANG SIAL
62
TElFON MERTUA ARIN
63
MENJEMPUT MERTUA
64
KEDATANGAN YUDA
65
DI MEJA MAKAN
66
ROKOK
67
SUSAH TIDUR
68
CALL BRIAN
69
BANGUN TIDUR
70
MENYAMAR JADI MAYA
71
SARAPAN
72
MERTUA ARIN PULANG
73
DI RUMAH BRIAN
74
KE CAFE
75
TIBA DI CAFE
76
MENUNGGU MAYA
77
PERJALANAN KE KANTOR
78
ASISTEN
79
SELESAI RAPAT
80
KETAHUAN
81
MAYA VS YUDA
82
JENNY NGAMBEG
83
MENAWARKAN KERJASAMA
84
IJIN
85
MENGAJAK MAKAN SIANG
86
DI BUTIK MAYA
87
Menelfon Arin
88
OTW MAKAN SIANG
89
BERTENGKAR LAGI
90
TIBA DI KANTOR
91
MEMBERITAHU YUDA
92
ARIN MEMINTA IJIN
93
HSMPIR KETAHUAN
94
PERTEMUAN
95
PERTEMUAN DENGAN WARGA
96
MERINDU
97
MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98
MARAH
99
TELFON SURYA
100
KEBAHAGIAAN YUDA
101
PERJALAN MENEMUI SURYA
102
NEGOSIASI
103
NEGOSIASI 2
104
NEGOSIASI 3
105
BERSAMA SISI
106
MENEGUR YUDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!