KEPERGIAN BRIAN

Arin menghidupkan televisi yang ada di depannya. Sebentar-sebentar dia mengganti chanel dengan remote control yang ada di tangannya. Tidak ada satupun siaran yang menarik hatinya. Dia terlihat gelisah, sudah sesiang ini statusnya tidak dibaca oleh Brian lagi. Biasanya pria itu selalu membaca statusnya setiap pagi saat dia baru membuka matanya. Arin yang selalu mengingatkan pria itu untuk selalu sholat subuh, membuat Brian selalu ingat pesan wanita pujaannya itu.

Arin segera mematikan televisi lalu masuk ke kamarnya. Dia kemudian meraih hpnya.

" Where are you??????" Dan dikirimlah status itu. Status ke 4 yang dia tulis untuk Brian, dan belum ada satupun yang dibaca oleh pria itu. Setelah itu Arin segera melemparkan tubuhnya di atas ranjang, matanya menerawang jauh, mencoba menerka-nerka akan keberadaan Brian saat ini. Tidak biasanya dia menghilang tanpa kabar seperti ini. Arin melirik jam yang ada di dinding kamarnya. Hampir pukul 2 siang.

" Sayang... dimana sih kamu? kenapa kamu belum baca statusku??" Rasanya kepala Arin ingin pecah memikirkan keberadaan Brian, hingga akhirnya dia terlelap.

Sementara itu terlihat Brian sedang memacu kendaraannya di jalanan. Ada istri dan anaknya yg duduk di sebelahnya.

" Mas, kenapa diem aja sih dari tadi?"

" Ya aku kan lagi konsentrasi bawa mobil, kalau ngobrol terus bisa bahaya." Jawab Brian datar. Padahal hatinya saat ini sedang gelisah memikirkan Arin.

" Hehhh...pasti saat ini Arin sedang bingung, karena aku belum melihat statusnya satupun." Bathinnya.

Kabar dari mertuanya yang mendadak sakit, membuat Brian harus buru-buru pulang. Jarak yang harus ditempuh lumayan jauh, yaitu selama 4 jam. Dan mulai dari awal berangkat tadi, handphone miliknya dipegang oleh Mirna, karena kebetulan mertuanya selalu menelfon melalui nomornya, dan bukan nomor istrinya. Brian terus mencari akal supaya bisa menggunakan hp tersebut. Akhirnya Brian berhenti di sebuah pom bensin, dan dia pura-pura ijin ke toilet.

" Mana hpku? aku mau telfon teman sebentar." Kata Brian. Istri Brian lalu menyerahkan telfon genggam itu pada suaminya. Brian mengambilnya dan berjalan ke arah toilet.

Sesampainya di dekat toilet, Brian buru-buru membuka status Arin.

" Duhhh maaf ya sayang, aku tadi nggak ngabarin kamu dulu, pasti kamu bingung ya?" Gerutu Brian dalam hati. Brian yakin bahwa saat ini suami Arin masih belum pulang, karena jika sudah pulang, pasti Arin akan mengabari dirinya.

Brian langsung melakukan panggilan. Sedikit lama tidak diangkat, karena Arin sedang tertidur pulas.

" Kamu dimana sih sayang? ayo diangkat donk vcallku!" Tak lama akhirnya Arin mengangkat telfonnya. Sembari mengucek-ucek matanya, Arin melihat gambar Brian di laya hpnya.

" Sayaangg??? kamu kemana aja? kenapa statusku nggak kamu buka? Ini kamu lagi dimana?" Perntanyaan bertubi-tubi langsung dilemparkan Arin.

" Aduuhhh maaf ya sayang, hpku dari tadi dibawa istriku. Sekarang aku lagi di jalan mau ke rumah mertuaku, beliau lagi sakit." Arin langsung terdiam. Karena jika Brian berada di rumah mertuanya, otomatis komunikasi mereka berdua akan sangat sulit.

" Sayaaangg? kenapa diem?" Brian melihat perubahan ekspresi Arin yang kecewa.

" Yank lama ya di sana?" Suara Arin melemah. Padahal ini kesempatan Arin bisa leluasa berkomunikasi dengan Brian, karena Yuda tidak ada di rumah.

" Aku sebel kalau kamu di sana, pasti kita bakalan susah telfonan." Tambahnya lagi.

" Nggak lama kok, paling 3 harian. Walaupun nggak bisa telfon, tapi kan kita masih bisa kirim wa!" Arin diam saja, hanya menatap wajah Brian melalui layar hpnya. Ada perasaan sedikit sebal.

" Sayang....ayo dong, jangan sedih gitu ya? aku janji akan berusaha cari waktu untuk hubungi kamu." Brian tau ada kesedihan di wajah Arin.

" Aku pasti bakalan kangen sama kamu." Kata Arin pelan. Entah mengapa, tiba-tiba Arin merasa sendirian. Hari-harinya yang selalu dipenuhi canda dan tawa Brian, untuk tiga hari ke depan pasti akan terasa sepi.

" Aku juga pasti kangen sama kamu. Sabar ya, kalau pulang nanti aku pasti kabarin kamu, jangan sedih dong aku jadi kepikiran kamu terus kalau kamu sedih gitu." Rayu Brian.

" Maaf ya. Ya udah hati-hati di jalan."

" Senyum dulu dong!"

Perlahan Arin memberikan senyum manisnya. Sebenarnya bukan masalah kepergian Brian yang membuatnya sakit, tapi karena lelaki itu bersama istrinyalah yang membuat perasaan Arin cemburu. Padahal dia sadar, bahwa keberadaannyalah yang salah, karena ada di antara hubungan Brian dan istrinya. Namun entah kenapa dia sama sekali tidak bisa melupakan laki-laki itu.

" Ya udah sayang, aku berangkat lagi ya, aku takut nanti istriku tanya macem-macem aku lama di toilet." Suara Brian mengagetkan Arin yang sedang melamun.

" Eh ehm oh iya sayang...hati-hati ya."

" Ehhhh melamun ya? kok kaget gitu?"

" Nggak kok. Ya udah kalau mau berangkat lagi."

" Janji, jangan sedih ya? aku sayang kamu."

" Yank, jangan ngebut-ngebut ya, ingat kamu bawa anak sama istrimu!!" Brian tertegun mendengar kalimat Arin.

" Kok malah bengong sih?"

" Kamu bilang kayak gitu seolah kita ini cuma temenan biasa." Jawab Brian.

" Aku mencintai kamu, sangat mencintai kamu, tapi aku bukan kayak pelakor di tv-tv yang mendoakan agar istri dan anak kamu celaka ya!"

Brian tersenyum mendemgar kalimat Arin.

" Aku tau sekarang salah satu alasan kenapa aku begitu mencintaimu kamu yank." Kata Brian.

" Apa itu?"

" Salah satunya karena kamu memiliki hati yang baik."

" Udah deh, berangkat sana, gombalnya disambung besok lagi."

" Ehhh ngusir nih."

" Lahhh tadi katanya takut istrimu curiga?"

" Ehhh iya lupa. Ya udah aku berangkat dulu ya sayang."

" Iya, hati-hati ya?"

" Ok...i love you. Assalamualaikum."

" Waalaikum salam."

Brian kemudian menutup telfonnya.

" Ya Allah sampai kapan semua ini berakhir? kenapa aku bisa berada dalam hubungan yang sebenarnya aku sendiri tau bahwa itu semua salah?"

Arin merasa berdosa sekali terhadap suaminya juga terhadap istri Brian, namun jika dia mengatakan hal tersebut pada Brian, justru membuat lelaki itu semakin menunjukkan rasa cintanya pada Arin. Brian seolah tidak mau kehilangan sosok Arin.

Hubungan terlarang Arin bersama Brian terus berlanjut, dan menjaganya rapat-rapat. Mereka berdua bersikap sewajar mungkin di hadapan masing-masing pasangannya agar tidak ada yang menaruh curiga. Kehidupan rumah tangga Arin masih belum ada perubahan. Yuda yang egois, yang selalu membuat Arin serasa hidup di dalam neraka, dan sering membuat Arin menangis. Flora, anak semata wayang Arinpun mengetahui sifat keras kepala papanya, bahkan dia sering merasa kasihan terhadap mamanya itu.

Terpopuler

Comments

𝓜𝓪𝓼𝓲𝓽𝓪𝓱 𝓐𝔃𝔃𝓪𝓱𝓻𝓪

𝓜𝓪𝓼𝓲𝓽𝓪𝓱 𝓐𝔃𝔃𝓪𝓱𝓻𝓪

aq mampir mbak rini ☺

2021-11-12

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 STATUS WA
3 Yuda
4 MENELFON BRIAN
5 PERSIAPAN YUDA PERGI
6 SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7 MENEMANI BRIAN
8 MENEMANI BRIAN
9 TIBA DI RUMAH
10 PERINTAH YUDA
11 KEPERGIAN BRIAN
12 RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13 TELFON BRIAN
14 ARIN KECEWA
15 SURPRISE
16 MAKAN BERSAMA
17 MENGOBROL BERDUA
18 KEBERSAMAAN
19 BANGUN TIDUR
20 SEBELUM PERGI
21 PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22 DI PANTAI
23 KHILAF
24 BAJU BARU
25 SELESAI MAKAN
26 BELANJA
27 SURPRISE UNTUK BRIAN
28 MALAM TERAKHIR BERSAMA
29 PERSIAPAN PULANG
30 MENUJU BANDARA
31 DI BANDARA
32 PERPISAHAN
33 TURUN DARI PESAWAT
34 TIBA DI RUMAH
35 PERTENGKARAN
36 PERTENGKARAN
37 PERTENGKARAN 2
38 PERTENGKARAN 3
39 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41 MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42 YUDA PULANG
43 YUDA PULANG 2
44 MENGOBROL DENGAN ART
45 SEPENINGGAL YUDA
46 MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47 TELFON BRIAN
48 BERSAMA DIKA
49 BERSAMA DIKA 2
50 BERSAMA DIKA 3
51 BERSAMA DIKA 4
52 PERTENGKARAN
53 MENELFON MAYA
54 BERSAMA MAYA
55 BERTEMU ORANG TUA MAYA
56 PERJALANAN MAKAN MALAM
57 DI CAFE
58 PULANG
59 PULANG DARI CAFE
60 MENINJAU LOKASI
61 PAGI YANG SIAL
62 TElFON MERTUA ARIN
63 MENJEMPUT MERTUA
64 KEDATANGAN YUDA
65 DI MEJA MAKAN
66 ROKOK
67 SUSAH TIDUR
68 CALL BRIAN
69 BANGUN TIDUR
70 MENYAMAR JADI MAYA
71 SARAPAN
72 MERTUA ARIN PULANG
73 DI RUMAH BRIAN
74 KE CAFE
75 TIBA DI CAFE
76 MENUNGGU MAYA
77 PERJALANAN KE KANTOR
78 ASISTEN
79 SELESAI RAPAT
80 KETAHUAN
81 MAYA VS YUDA
82 JENNY NGAMBEG
83 MENAWARKAN KERJASAMA
84 IJIN
85 MENGAJAK MAKAN SIANG
86 DI BUTIK MAYA
87 Menelfon Arin
88 OTW MAKAN SIANG
89 BERTENGKAR LAGI
90 TIBA DI KANTOR
91 MEMBERITAHU YUDA
92 ARIN MEMINTA IJIN
93 HSMPIR KETAHUAN
94 PERTEMUAN
95 PERTEMUAN DENGAN WARGA
96 MERINDU
97 MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98 MARAH
99 TELFON SURYA
100 KEBAHAGIAAN YUDA
101 PERJALAN MENEMUI SURYA
102 NEGOSIASI
103 NEGOSIASI 2
104 NEGOSIASI 3
105 BERSAMA SISI
106 MENEGUR YUDA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
PROLOG
2
STATUS WA
3
Yuda
4
MENELFON BRIAN
5
PERSIAPAN YUDA PERGI
6
SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7
MENEMANI BRIAN
8
MENEMANI BRIAN
9
TIBA DI RUMAH
10
PERINTAH YUDA
11
KEPERGIAN BRIAN
12
RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13
TELFON BRIAN
14
ARIN KECEWA
15
SURPRISE
16
MAKAN BERSAMA
17
MENGOBROL BERDUA
18
KEBERSAMAAN
19
BANGUN TIDUR
20
SEBELUM PERGI
21
PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22
DI PANTAI
23
KHILAF
24
BAJU BARU
25
SELESAI MAKAN
26
BELANJA
27
SURPRISE UNTUK BRIAN
28
MALAM TERAKHIR BERSAMA
29
PERSIAPAN PULANG
30
MENUJU BANDARA
31
DI BANDARA
32
PERPISAHAN
33
TURUN DARI PESAWAT
34
TIBA DI RUMAH
35
PERTENGKARAN
36
PERTENGKARAN
37
PERTENGKARAN 2
38
PERTENGKARAN 3
39
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41
MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42
YUDA PULANG
43
YUDA PULANG 2
44
MENGOBROL DENGAN ART
45
SEPENINGGAL YUDA
46
MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47
TELFON BRIAN
48
BERSAMA DIKA
49
BERSAMA DIKA 2
50
BERSAMA DIKA 3
51
BERSAMA DIKA 4
52
PERTENGKARAN
53
MENELFON MAYA
54
BERSAMA MAYA
55
BERTEMU ORANG TUA MAYA
56
PERJALANAN MAKAN MALAM
57
DI CAFE
58
PULANG
59
PULANG DARI CAFE
60
MENINJAU LOKASI
61
PAGI YANG SIAL
62
TElFON MERTUA ARIN
63
MENJEMPUT MERTUA
64
KEDATANGAN YUDA
65
DI MEJA MAKAN
66
ROKOK
67
SUSAH TIDUR
68
CALL BRIAN
69
BANGUN TIDUR
70
MENYAMAR JADI MAYA
71
SARAPAN
72
MERTUA ARIN PULANG
73
DI RUMAH BRIAN
74
KE CAFE
75
TIBA DI CAFE
76
MENUNGGU MAYA
77
PERJALANAN KE KANTOR
78
ASISTEN
79
SELESAI RAPAT
80
KETAHUAN
81
MAYA VS YUDA
82
JENNY NGAMBEG
83
MENAWARKAN KERJASAMA
84
IJIN
85
MENGAJAK MAKAN SIANG
86
DI BUTIK MAYA
87
Menelfon Arin
88
OTW MAKAN SIANG
89
BERTENGKAR LAGI
90
TIBA DI KANTOR
91
MEMBERITAHU YUDA
92
ARIN MEMINTA IJIN
93
HSMPIR KETAHUAN
94
PERTEMUAN
95
PERTEMUAN DENGAN WARGA
96
MERINDU
97
MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98
MARAH
99
TELFON SURYA
100
KEBAHAGIAAN YUDA
101
PERJALAN MENEMUI SURYA
102
NEGOSIASI
103
NEGOSIASI 2
104
NEGOSIASI 3
105
BERSAMA SISI
106
MENEGUR YUDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!