Hari ini Arin begitu cemas, saat tau sedari bangun tidur pagi tadi, hingga menjelang malam, tidak ada satupun status Arin yang dibaca oleh Brian, padahal mereka sudah memiliki kebiasaan bahwa harus saling mengabari melalui status yang mereka tulis. Tidak mungkin Arin ataupun Brian bisa leluasa saling bertegur sapa melalui hp pribadi mereka, karena pada dasarnya mereka berdua sudah memiliki pasangan masing-masing. Namun entah sejak kapan komitmen itu bisa muncul dengan sendirinya, tidak boleh langsung saling mengirim pesan jika keduanya tidak stand bay di depan hp masing-masing, setiap hari harus saling mengabari melalui status wa, walaupun isi status itu sangatlah tidak penting.
Mereka berdua layaknynya seorang abg yang sedang dimabuk asmara, lupa bahwa semua itu bisa membawa masalah besar dalam kehidupan rumah tangganya. Yang mereka tau bahwa mereka nyaman satu sama lain, dimana kenyamanan itu tidak didapatkan dari pasangan masing-masing.
" Aduuuhhhh....pasti dia sudah menungguku seharian ini!!"
Buru-buru Brian mengambil handphone yang ada di kamarnya. Seharian ini dia sangat sibuk dengan pekerjaannya, percetakkannya full pesanan, dan jika sudah asyik dengan pekerjaannya, dia akan lupa segalanya. Benar saja, saat Brian membuka status wa yang ditulis Arin, ada hampir sepuluh status yang ditulis kekasihnya itu, dari yang mengingatkannya sholat, makan, hingga menanyai keberadaannya.
" Ya ampun sayaaangg....!!! kenapa aku melupakanmu, maaf sayang....!!" Bathin Brian. Sebuah pesan singkat ditulisnya, kebetulan Arin memiliki 2 handphone, dan handphone yang satunya ini khusus untuk berkomunikasi dengan Brian, dan untungnya suami Arin tidak pernah kepo dengan barang pribadi milik Arin.
Arin sedari tadi hanya tidur-tiduran di kasur sembari bolak balik membuka handphonenya, namun kali ini ibarat bara api yang disiram hujan, semua statusnya telah dibuka oleh Brian, Arin buru-buru mencari nama brian, dilihatnya Brian sedang mengetik pesan untuknya.
" Sayanggg aduhhh...maaf ya, baru buka handphone, seharian ini pesanan percetakanku banyak banget, aku baru aja selesai mengerjakannya, maaf ya sayang!" Arin hanya menarik nafas, dia sudah sering mengingatkan laki-laki itu, jika memang sibuk, minimal memberitahukannya agar tidak membuatnya khawatir. Tapi begitulah Brian, terkadang ingat tapi lebih banyak lupanya.
" Sayaaanggg....tau nggak sih? kamu tuh bikin aku khawatir, nyebelin.!!!" Balas Arin secepat kilat.
" Iya..iya sayang maaf ya!!"
" Kamu tuh ya kebiasaan!! Sesibuk apa sih? Masak sih sebentar aja liat statusku nggak bisa?"
" Hehehe...kamu pasti mikirin aku terus ya?"
" Hiiihhhh....ya udah deh, besok-besok aku nggak usah bikin status segala!!"
" Ehhhh jangan gitu donk!!"
" Maaf sayang, masak nggak dimaafin sih?"
" Makanya jangan kayak gitu, bete aku seharian melototin hp terus, nunggu statusku kamu buka!"
" Ya jangan dipelotin donk, tar kl hpnya ngambek gimana?"
" Embooohhhh...!!" Balas Arin geretan.
" Hahaha...iya..iya sayang, nggak gitu lagi deh!"
" Udah sore nih, kamu udah mandi belum? tar malem kalau aku vcall ga usah cantik-cantik ya, aku takut ga bisa tidur gara-gara bayangin wajah kamu terus." Begitulah Brian, selalu saja bisa bikin Arin tersenyum, walaupun sebenarnya kata-kata dan rayuan dia itu basi, tapi justru Arin sering tertawa dibuatnya, karena Brian sengaja berlagak katrok di depan Arin. Padahal Arin tau sekali, laki-laki itu termasuk cowok keren dan gaul dari foto-foto yang ada di media sosialnya.
" Hiiihhhh...mulaiii dehhh...!!" Jawab Arin lagi. Tapi sebenarnya hatinya begitu senang, entah kenapa dia begitu nyaman dengan laki-laki itu.
" Hehehe....I love you sayang...Aku sayaaaanggg banget sama kamu."
" I love you too sayang." Balas Arin singkat.
Itu yang tidak pernah dikatakan oleh suaminya, dari awal mereka pacaran hingga sekarang. Suaminya tidak pernah mengatakan kalimat tersebut padanya. Suaminya seolah menyembunyikan perasaannya terhadap Arin. Namun tidak dengan Brian, laki-laki itu begitu jujur mengakui segala hal yang sedang dirasakannya. Saat sedang cemburu, Brianpun selalu berterus terang pada Arin, itu yang membuat Arin merasa begitu dicintai oleh Brian. Dia tidak pernah malu mengucapkan kalimat cinta dan sayang padanya, bahkan saat sedang telfon dirinya dan mengatakan kalimat itu berulang-ulang.
" Udah dulu ya, nanti malem disambung lagi. Assalamualaikum."
" Waalaikum salam." Dan jika sudah mengucap salam, itu artinya Brian sudah meletakkan hpnya, dan Arin tidak boleh lagi mengetikkan pesan lagi pada pria itu.
Arin lalu melangkah gontai keluar dari kamarnya, rasanya masih ingin berlama-lama berbalas pesan dengan Brian, namun tidak bisa. Banyak hal yang masih dia ingin ceritakan pada kekasihnya tentang kegiatan dia seharian ini, namun tidak mungkin dilakukannya.
Brian yang selalu mewanti-wantinya, jika mereka berdua harus sangat berhati-hati menjaga rahasia hubungan mereka, membuatnya ekstra waspada jika sedang berkirim pesan pada Brian. Dia menyadari kebodohannya ini, namun rasa cintanya mengalahkan ketakutan akan segala resiko yang dihadapinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Mona wita Monawita
kok aku bca pas awal a kyak kejdian nyta dikehidupan ku yae tpi semnis2 kta l love you ujung2 pasti yg enak tu bklan da kta penyelsan tu 🤣🤣🤣
2023-02-09
0
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
berani main api berani tanggung jawab juga kalo ke cium asapnya.
2021-10-19
1
Eprika Siregar
ngajarin pelakor ,pebinor novelny
2021-10-13
1