KEBERSAMAAN

Brian mengantar Arin hingga di depan pintu kamarnya.

" Udah, masuk ke kamarmu sana!" Suruh Arin.

" Nggak pengen aku temenin dulu nih?"

" Hahaha nggak perlu yank, aku berani sendiri kok, aku kan udah besar, udah tua malahan." Sembari terbahak.

" Kirain nggak berani." Jawab Brian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Hiiihhhh..udah pergi..pergi..sana!!" Sembari mendorong punggung Brian ke arah kamarnya.

" Hahaha iya sayang!!"

" Tidur ya, biar besok bisa bangun pagi, bye...!!" Kata Arin melambaikam tangan sambil berjalan berjalan menuju kamarnya.

" Yank?" Panggil Brian.

" Iya?" Arin lalu menghentikan langkahnya, dan menengok ke arah Brian. Brian berjalan mendekati Arin.

" Kok kesini lagi?"

" Jangan tinggalin aku ya?" Sembari memegang jemari Arin.

" Hiiihhh iya sayang, emangnya aku mau kemana?kan udah malem, mana berani aku keluyuran malem-malem?"

" Hiiihhh bukan itu, maksudku..."

" Iya aku paham kok. Udah ah ayo tidur!!"

" Tunggu sebentar dong!"

" Kenapa lagi?"

" Beneran ya kamu bisa bertahan dengan situasi ini?" Sembari menatap kedua mata Arin.

" Yahhh...yang penting aku udah berusaha."

" Makasih ya sayang."

" Selamat malam, mimpi indah ya." Kata Brian tiba-tiba sambil mencium kening Arin. Arin sedikit terkejut.

" Ehhhhh....." Wajah Arin bersemu merah.

" Hahaha kok mukanya kayak udang rebus gitu?"

" Eh ehm nggak...itu...!" Jawab Arin gugub.

" Ya udah aku masuk dulu ya." Arin segera membalikkan badannya dan hilang dibalik pintu kamar. Brian terbahak melihat Arin yang begitu salah tingkah.

Arin segera menutup pintu kamarnya. Dadanya masih berdegup kencang. Dia pernah mengalami ini, namun beberapa tahun yang lalu saat dia masih abg. Seharusnya sekarang dia tidak perlu segrogi ini, namun entah kenapa saat Brian menciumnya, dia bak seorang remaja yang baru mendapatkan ciuman pertama dari pria yang disukainya.

" Ahhhh gila..gila..gila...!!" Arin memukul dahinya sendiri sembari menuju tempat tidur.

Arin tidak dapat memejamkan matanya sedikitpun, padahal hari sudah sangat larut. Bagaimana dia bisa tidur? orang yang selama ini dia cintai, dan hanya bisa dilihat dari balik layar hp, namun sekarang hanya dibatasi oleh sebuah dinding saja. Rasanya Arin tidak ingin melewatkan waktu satu detikpun jauh dari lelaki itu. Arin sangat gelisah, perlahan dia bangun dari tempat tidurnya, dan melangkah keluar. Betapa terkejutnya Arin, ternyata Brian sedang duduk di kursi yang ada di depan kamarnya.

" Sayang? kok di sini?" Brianpun sama terkejutnya dengan Arin.

" Ehhh yank kok belum tidur?"

" Iya nih, matanya ga bisa diajak merem. Kamu sendiri ngapain di depan kamarku? mau ngintip ya?"

" Sembarangan!!"

" Ya habis mau ngapain? kan di depan kamarmu ada kursi juga, kenapa duduk di sini?"

" Pengen aja duduk di sini."

" Kok kamu keluar? Nggak bisa tidur juga ya? Pasti mikirin aku?" Goda Brian.

" Mikirin sih nggak, cuma lagi mikir."

" Mikir apa?"

" Ya bayangin aja, selama ini kita cuma bisa liat-liatan lewat laya hp, sekarang kamu ada di samping kamarku. Rasanya tuh kayak nggak percaya aja."

" Aku juga mikir gitu dari tadi. Kalau boleh jujur, sebenernya aku nggak pengen ngelewatin sedikitpun moment ini, belum tentu kita bisa ketemu lagi. Aku ingin jagain kamu selama kita di sini. Dan aku hanya bisa jaga kamu dari sini, makanya aku duduk di depan kamarmu."

Apa yang dipikirkan Arin, ternyata sama dengan yang dipikirkan Brian. Mungkin paling lama 3 hari waktu kebersamaan mereka berdua, dan setelah itu entah bagaimana lagi kelanjutan hubungan mereka berdua, apakah masih berlanjut, atau harus menyerah dengan kondisi.

" Kok bengong? ngantuk ya?"

" Kalau udah ngantuk masuk sana, aku di sini dulu."

" Mana mungkin aku biarin kamu sendirian di sini?"

" Terus kamu mau di luar sampe pagi sama aku?"

" Gini aja, kita buat perjanjian mau nggak?"

" Perjajian apa?" Brian mengernyitkan keningnya mencoba menerka apa yang ada di pikiran Arin.

" Kamu boleh masuk ke kamarku."

" Beneran???" Brian antusias.

" Eeehhhh semangat banget!!"

" Hemmmm...jangan-jangan emang itu tujuan kamu duduk di depan kamarku ya?"

" Nggak gitu yank, beneran deh!! Aku nggak ada pikiran kayak gitu. Cuma aku pengen aja jagain kamu di sini."

" Iya..percaya!"

" Jadi boleh nggak nih nemenin di dalem?"

" Ehhhhh kok jadi nagih gitu?"

" Hihihi....siapa tau tawarannya masih berlaku."

" Ya udah nggak papa kamu tidur di dalem."

" Ada tapinya."

" Tapi apa?"

" Kamu tidur di sofa, dan aku di kasur ok?"

" Hemmmm...gimana ya?"

" Kalau nggak mau ya udah, tidur di kamar sendiri-sendiri aja."

" Kamu nggak takut aku apa-apain yank?"

" Aku percaya sama kamu, dan nggak akan mungkin berbuat macam-macam sama aku."

" Iyalah, kita itu udah salah, masak harus terjerumus ke perbuatan yang lebih hina lagi. Aku cuma pengen, kita nggak melewatkan waktu kebersamaan ini sedetikpun ."

" Terus kalau besok aku pergi sama temen-temenku gimana?"

" Ya itu lain cerita, kalau aku ikut malah temanmu curiga nanti."

" Hehehe...ya udah, ayo masuk!!" Ajak Arin sembari masuk kedalam. Brian mengikutinya dari belakang."

" Nah...ini bantal kamu, tidur di sini dengan nyenyak ya, dan inget!! jangan aneh-aneh, ok!!"

" Hemmmm..nasib-nasib, punya pacar tapi istrinya orang ya gini deh!" Sambil berbaring di sofa panjang yang ada di dalam kamar.

" Yaaaaaa...nasib mencintai suami orang...hoaaaaammm." Balas Arin sembari menguap.

" Hahaha...dasar!!" Sahut Brian.

" Met malam sayang!" Kata Arin sembari memejamkan matanya.

" Met malam juga sayang!" Kemudian hening.

Entah kenapa Arin begitu nyaman, tidak seperti tadi. Dalam hitungan menit sukmanya telah melayang jauh. Sedangkan Brian, dia terus memperhatikan Arin yang nafasnya terlihat mulai teratur, pertanda wanita itu telah terlelap. Brian tersenyum sendiri melihat wajah tenang kekasihnya. Ada rasa iba yang tiba-tiba merasuk ke hatinya. Kasihan terhadap wanita yang dicintainya itu, namun dia tidak bisa memberinya kepastian. Kasihan membuat wanita itu terus sakit, merasakan cinta yang begitu dalam padanya. Entah kenapa, tiba-tiba dia begitu takut kehilangan Arin, dia begitu sedih membayangkan akan berpisah dari wanita itu. Belum pernah dia merasakan setenang ini bersama seorang wanita. Namun dengan Arin, dia begitu damai dan sangat bahagia. Rasanya ingin dia bangun dan merengkuh tubuh Arin, memberinya perlindungan, dan menjaganya. Memberinya sebuah cinta dan menghabiskan sisa hidup bersama. Rasanya dia ingin berteriak pada yang pencipta, agar memberinya kesempatan untuk bisa bersama Arin.

Begitu lama dia memperhatikan Arin, hingga kemudian matanyapun ikut terpejam.

Terpopuler

Comments

T!@n9α£it

T!@n9α£it

tanggung thorrr,,ga skalian bes ae🤣

2021-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 STATUS WA
3 Yuda
4 MENELFON BRIAN
5 PERSIAPAN YUDA PERGI
6 SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7 MENEMANI BRIAN
8 MENEMANI BRIAN
9 TIBA DI RUMAH
10 PERINTAH YUDA
11 KEPERGIAN BRIAN
12 RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13 TELFON BRIAN
14 ARIN KECEWA
15 SURPRISE
16 MAKAN BERSAMA
17 MENGOBROL BERDUA
18 KEBERSAMAAN
19 BANGUN TIDUR
20 SEBELUM PERGI
21 PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22 DI PANTAI
23 KHILAF
24 BAJU BARU
25 SELESAI MAKAN
26 BELANJA
27 SURPRISE UNTUK BRIAN
28 MALAM TERAKHIR BERSAMA
29 PERSIAPAN PULANG
30 MENUJU BANDARA
31 DI BANDARA
32 PERPISAHAN
33 TURUN DARI PESAWAT
34 TIBA DI RUMAH
35 PERTENGKARAN
36 PERTENGKARAN
37 PERTENGKARAN 2
38 PERTENGKARAN 3
39 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41 MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42 YUDA PULANG
43 YUDA PULANG 2
44 MENGOBROL DENGAN ART
45 SEPENINGGAL YUDA
46 MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47 TELFON BRIAN
48 BERSAMA DIKA
49 BERSAMA DIKA 2
50 BERSAMA DIKA 3
51 BERSAMA DIKA 4
52 PERTENGKARAN
53 MENELFON MAYA
54 BERSAMA MAYA
55 BERTEMU ORANG TUA MAYA
56 PERJALANAN MAKAN MALAM
57 DI CAFE
58 PULANG
59 PULANG DARI CAFE
60 MENINJAU LOKASI
61 PAGI YANG SIAL
62 TElFON MERTUA ARIN
63 MENJEMPUT MERTUA
64 KEDATANGAN YUDA
65 DI MEJA MAKAN
66 ROKOK
67 SUSAH TIDUR
68 CALL BRIAN
69 BANGUN TIDUR
70 MENYAMAR JADI MAYA
71 SARAPAN
72 MERTUA ARIN PULANG
73 DI RUMAH BRIAN
74 KE CAFE
75 TIBA DI CAFE
76 MENUNGGU MAYA
77 PERJALANAN KE KANTOR
78 ASISTEN
79 SELESAI RAPAT
80 KETAHUAN
81 MAYA VS YUDA
82 JENNY NGAMBEG
83 MENAWARKAN KERJASAMA
84 IJIN
85 MENGAJAK MAKAN SIANG
86 DI BUTIK MAYA
87 Menelfon Arin
88 OTW MAKAN SIANG
89 BERTENGKAR LAGI
90 TIBA DI KANTOR
91 MEMBERITAHU YUDA
92 ARIN MEMINTA IJIN
93 HSMPIR KETAHUAN
94 PERTEMUAN
95 PERTEMUAN DENGAN WARGA
96 MERINDU
97 MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98 MARAH
99 TELFON SURYA
100 KEBAHAGIAAN YUDA
101 PERJALAN MENEMUI SURYA
102 NEGOSIASI
103 NEGOSIASI 2
104 NEGOSIASI 3
105 BERSAMA SISI
106 MENEGUR YUDA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
PROLOG
2
STATUS WA
3
Yuda
4
MENELFON BRIAN
5
PERSIAPAN YUDA PERGI
6
SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7
MENEMANI BRIAN
8
MENEMANI BRIAN
9
TIBA DI RUMAH
10
PERINTAH YUDA
11
KEPERGIAN BRIAN
12
RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13
TELFON BRIAN
14
ARIN KECEWA
15
SURPRISE
16
MAKAN BERSAMA
17
MENGOBROL BERDUA
18
KEBERSAMAAN
19
BANGUN TIDUR
20
SEBELUM PERGI
21
PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22
DI PANTAI
23
KHILAF
24
BAJU BARU
25
SELESAI MAKAN
26
BELANJA
27
SURPRISE UNTUK BRIAN
28
MALAM TERAKHIR BERSAMA
29
PERSIAPAN PULANG
30
MENUJU BANDARA
31
DI BANDARA
32
PERPISAHAN
33
TURUN DARI PESAWAT
34
TIBA DI RUMAH
35
PERTENGKARAN
36
PERTENGKARAN
37
PERTENGKARAN 2
38
PERTENGKARAN 3
39
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41
MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42
YUDA PULANG
43
YUDA PULANG 2
44
MENGOBROL DENGAN ART
45
SEPENINGGAL YUDA
46
MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47
TELFON BRIAN
48
BERSAMA DIKA
49
BERSAMA DIKA 2
50
BERSAMA DIKA 3
51
BERSAMA DIKA 4
52
PERTENGKARAN
53
MENELFON MAYA
54
BERSAMA MAYA
55
BERTEMU ORANG TUA MAYA
56
PERJALANAN MAKAN MALAM
57
DI CAFE
58
PULANG
59
PULANG DARI CAFE
60
MENINJAU LOKASI
61
PAGI YANG SIAL
62
TElFON MERTUA ARIN
63
MENJEMPUT MERTUA
64
KEDATANGAN YUDA
65
DI MEJA MAKAN
66
ROKOK
67
SUSAH TIDUR
68
CALL BRIAN
69
BANGUN TIDUR
70
MENYAMAR JADI MAYA
71
SARAPAN
72
MERTUA ARIN PULANG
73
DI RUMAH BRIAN
74
KE CAFE
75
TIBA DI CAFE
76
MENUNGGU MAYA
77
PERJALANAN KE KANTOR
78
ASISTEN
79
SELESAI RAPAT
80
KETAHUAN
81
MAYA VS YUDA
82
JENNY NGAMBEG
83
MENAWARKAN KERJASAMA
84
IJIN
85
MENGAJAK MAKAN SIANG
86
DI BUTIK MAYA
87
Menelfon Arin
88
OTW MAKAN SIANG
89
BERTENGKAR LAGI
90
TIBA DI KANTOR
91
MEMBERITAHU YUDA
92
ARIN MEMINTA IJIN
93
HSMPIR KETAHUAN
94
PERTEMUAN
95
PERTEMUAN DENGAN WARGA
96
MERINDU
97
MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98
MARAH
99
TELFON SURYA
100
KEBAHAGIAAN YUDA
101
PERJALAN MENEMUI SURYA
102
NEGOSIASI
103
NEGOSIASI 2
104
NEGOSIASI 3
105
BERSAMA SISI
106
MENEGUR YUDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!