RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN

" Mas, aku kangen sama Flora, kita nengokin dia yuk!!" Ajak Arin di suatu malam saat mereka berdua sedang duduk di depan tv.

" Kamu kan tau, pekerjaanku banyak, dan belum bisa aku tinggalin, nggak mungkinkan nengokin Flo cuma satu hari, pasti bisa berhari-hari."

" Masak nggak bisa sih mas dipending satu minggu aja?"

" Nggak bisa Rin, jangankan satu minggu, ditinggal dua hari aja udah berantakan."

" Tapi aku kangen banget mas."

" Ya udah kamu berangkat sendiri aja kenapa?"

Arin sempat terbengong, belum pernah seumur hidup Yuda mengijinkan Arin pergi sendirian, apalagi dengan jarak berkilo-kilo meter seperti sekarang ini. Karena jika ditempuh dengan perjalanan darat saja, harus membutuhkan waktu satu hari satu malam.

" Mas? aku nggak salah denger nih? mas ijinin aku pergi sendiri?"

" Ya iyalah, katanya kamu kangen Flo, ya udah pergi aja."

" Tumben mas ngijinin aku pergi sendiri?"

Yuda melirik Arin sedikit tidak suka, kalimat Arin nampaknya menyinggung perasaannya.

" Ehhhh iya iya aku pergi sendirian, maaf ya mas!!" Arin segera meralat kslimatnya, takut Yuda berubah pikiran lagi.

" Naik pesawat aja biar cepet." Jawab Yuda datar.

" Iya mas, aku naik pesawat!!"

Hati Arin tiba-tiba girang bukan kepalang, itu berarti ada kesempatan dia bertemu dengan Brian.

" Serius ya mas, aku pesen tiket sekarang nih?" Yuda menarik nafas panjang, dan menatap tajam pada Arin.

" Masih tanya lagi?"

" Oooohh iya iya mas!! makasih ya mas, aku pesen tiket sekarang ya?" Arin benar-benar tidak menyangka, entah setan mana yang baru merasuki suaminya itu.

" Ya terserah kamu."

" Ya udah aku pergi lusa ya mas, aku harus siapin semuanya, aku pengen bikin makanan kesukaan Flo. Aku dikasih waktu berapa hari mas?"

" Terserah, sesuka hati kamu."

" Yessss...makasih ya mas. Aku juga pengen mampir ke kosku waktu kuliah dulu, sekalian ketemu teman-teman. Boleh ya?"

" Hemmmmm.....!!!" Brian mengiyakan, namun di telinga Arin suaranya lebih mirip auman harimau.

Hati Arin girang bukan kepalang, dia langsung berlari ke kamar, mengambil handphone, dan memesan tiket pesawat melalui sebuah aplikasi, sebelum mood baik suaminya itu berubah lagi.

" Nanti aku harus menghubungi Brian, dan memberitahu dia, bahwa aku ingin menemuinya." Kata Arin dalam hati.

Lalu Arin mengambil hp satunya lagi, dan menuliskan sebuah status untuk Brian, tentunya dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh Yuda. Setelah itu Arin keluar kamar kembali. Dilihatnya Yuda masih asyik menatap layar televisi di depannya.

" Mas aku udah pesen tiket pesawat, aku jadi berangkat lusa ya?"

" Harus berapa kali lagi aku menjawabnya?" Sambil menatap Arin sinis, Arin cuma senyum-senyum saja. Seandainya hatinya tidak sedang gembira, pasti dia sudah sangat jengkel dengan jawaban Yuda itu.

Hati Arin senang bukan kepalang, disana nanti dia tidak hanya bisa bertemu anaknya, tapi juga bisa bertemu dengan Brian. Walaupun Brian harus menempuh perjalanan darat selama 3 jam untuk bmenemui Arin.

Diliriknya arloji yang ada di pergelangan tangannya, sudah pukul 10 malam, dia yakin statusnya pasti sudah dibaca oleh Brian.

" Aku tidur duluan ya mas." Pamit Arin, namun Yuda tidak menjawabnya. Arin kemudian masuk kamar, sedangkan Yuda masih melanjutkan menonton televisi.

Saat sudah di dalam kamar, dibukalah hpnya. Benar saja, Brian telah membaca statusnya, dan sekaligus mengirim wa padanya.

" Benar sayang? aku seneng banget yank, akhirnya kita bisa ketemuan. Kapan kamu berangkat? terus kapan kita bisa ketemu? kamu atur jadwalnya biar nanti aku bisa nentuin jam keberangkatanku dari rumah!" Diakhiri dengan emote hati.

Arin tersenyum melihat antusiasme Brian yang ingin bertemu dengannya. Arin kemudian mrmbalasnya dengan status.

" Aku berangkat lusa yank, besok siang aja ya kita ngobrolnya, sekarang lagi ada suamiku, besok aku bikin status, kalau kamu free kamu bisa langsung telfon aku." Jawab Arin, kemudian dia meletakkan hpnya dalam almari, lalu merebahkan diri di ranjang. Ada perasaan senang, gembira, sedih dan berdosa. Semuanya bercampur menjadi satu. Dia tidak pernah membayangkan akan menghianati pernikahannya sendiri. Namun kehidupan yang dia jalani sekarang ini, benar-benar membuatnya serasa berada di dalam neraka, bahkan dia sendiri sudah tidak memiliki perasaan terhadap suaminya. Yang ada dia merasa bahwa keberadaannya di samping Yuda hanya untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri, tidak lebih.

Brian yang saat itu sedang memegang hpnya, langsung membaca status Arin. Tiba-tiba dadanya bergetar. Dia akan bertemu wanita pujaannya. Sudah lama dia tidak merasakan sensasi seperti ini. Bahkan sejak pertama menikah dengan istrinya yang sekarang, tidak ada sedikitpun getaran dalam hatinya. Namun sebaliknya, sesosok Arin yang hanya dikenalnya di media sosial, justru mampu membuatnya benar-benar jatuh cinta, yahhh rasanya seperti seorang remaja yang baru saja mengenal lawan jenisnya.

Wajah Brian berubah ceria, di kepalanya langsung tersusun rencana akan keberangkatannya lusa untuk menemui Arin. Namun, tiba-tiba saja wajahnya berubah suram.

" Aku harus beralasan apa ya pada Mirna, agar bisa keluar kota menemui Arin?" Brian terlihat bingung, sambil mondar mandir berjalan kemari. Perlahan dia masuk ke dalam kamar, dilihatnya Mirna istrinya masih belum tidur, dia masih asyik melihat televisi.

" Lusa aku mau pergi keluar kota, ada urusan kerjaan." Katanya singkat, dan dibuat sesantai mungkin, padahal dadanya berdebar-debar, khawatir jika Mirna bertanya macam-macam.

" Kok mendadak mas?"

" Iya ini tadi temenku baru aja telfon."

" Kok harus keluar kota segala, tumben?"

" Dia minta temuin aku disana, kalau kesini kejauhan."

" Berapa hari mas?"

" Belum tau juga, lihat nanti kalau urusannya udah selesai."

" Aku ikut ya?"

" Kok malah ikut? kalau aku perginya tamasya ga masalah, aku kan lagi urus kerjaan!"

" Ya waktu mas ketemuan sama temen mas, aku nggak usah ikutlah."

" Ahhh malah ribet nanti urusannya. Anak-anak juga pasti nanti ikut. Kamu apa nggak repot ngurusin anak dua di penginapan sendiri."

" Ya udah Nanik diajak aja." Menyebut nsma pengasuh anaknya.

" Ya udah aku nggak jadi pergi kalau gitu. Malah ajak Nanik segala. Aku itu mau urusan kerja, bukan mau seneng-seneng!" Brian mulai meradang

" Hemmm...ya udah deh, nggak jadi." Mirna akhirnya mengalah. Selama ini suaminya tidak pernah membuat kecewa dirinya, makanya tidak pernah terbersit sedikitpun curiga di hatinya.

Brian sedikit lega. Kemudian dia merebahkan tubuh sambil posisinya membelakangi Mirna. Semenjak mengenal Arin, Brian merasa asing hidup berdampingan dengan Mirna. Yang ada dalam pikirannya hanya Arin seorang. Mirna tidak salah, tapi dialah yang salah, namun dia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri.

Episodes
1 PROLOG
2 STATUS WA
3 Yuda
4 MENELFON BRIAN
5 PERSIAPAN YUDA PERGI
6 SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7 MENEMANI BRIAN
8 MENEMANI BRIAN
9 TIBA DI RUMAH
10 PERINTAH YUDA
11 KEPERGIAN BRIAN
12 RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13 TELFON BRIAN
14 ARIN KECEWA
15 SURPRISE
16 MAKAN BERSAMA
17 MENGOBROL BERDUA
18 KEBERSAMAAN
19 BANGUN TIDUR
20 SEBELUM PERGI
21 PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22 DI PANTAI
23 KHILAF
24 BAJU BARU
25 SELESAI MAKAN
26 BELANJA
27 SURPRISE UNTUK BRIAN
28 MALAM TERAKHIR BERSAMA
29 PERSIAPAN PULANG
30 MENUJU BANDARA
31 DI BANDARA
32 PERPISAHAN
33 TURUN DARI PESAWAT
34 TIBA DI RUMAH
35 PERTENGKARAN
36 PERTENGKARAN
37 PERTENGKARAN 2
38 PERTENGKARAN 3
39 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41 MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42 YUDA PULANG
43 YUDA PULANG 2
44 MENGOBROL DENGAN ART
45 SEPENINGGAL YUDA
46 MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47 TELFON BRIAN
48 BERSAMA DIKA
49 BERSAMA DIKA 2
50 BERSAMA DIKA 3
51 BERSAMA DIKA 4
52 PERTENGKARAN
53 MENELFON MAYA
54 BERSAMA MAYA
55 BERTEMU ORANG TUA MAYA
56 PERJALANAN MAKAN MALAM
57 DI CAFE
58 PULANG
59 PULANG DARI CAFE
60 MENINJAU LOKASI
61 PAGI YANG SIAL
62 TElFON MERTUA ARIN
63 MENJEMPUT MERTUA
64 KEDATANGAN YUDA
65 DI MEJA MAKAN
66 ROKOK
67 SUSAH TIDUR
68 CALL BRIAN
69 BANGUN TIDUR
70 MENYAMAR JADI MAYA
71 SARAPAN
72 MERTUA ARIN PULANG
73 DI RUMAH BRIAN
74 KE CAFE
75 TIBA DI CAFE
76 MENUNGGU MAYA
77 PERJALANAN KE KANTOR
78 ASISTEN
79 SELESAI RAPAT
80 KETAHUAN
81 MAYA VS YUDA
82 JENNY NGAMBEG
83 MENAWARKAN KERJASAMA
84 IJIN
85 MENGAJAK MAKAN SIANG
86 DI BUTIK MAYA
87 Menelfon Arin
88 OTW MAKAN SIANG
89 BERTENGKAR LAGI
90 TIBA DI KANTOR
91 MEMBERITAHU YUDA
92 ARIN MEMINTA IJIN
93 HSMPIR KETAHUAN
94 PERTEMUAN
95 PERTEMUAN DENGAN WARGA
96 MERINDU
97 MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98 MARAH
99 TELFON SURYA
100 KEBAHAGIAAN YUDA
101 PERJALAN MENEMUI SURYA
102 NEGOSIASI
103 NEGOSIASI 2
104 NEGOSIASI 3
105 BERSAMA SISI
106 MENEGUR YUDA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
PROLOG
2
STATUS WA
3
Yuda
4
MENELFON BRIAN
5
PERSIAPAN YUDA PERGI
6
SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7
MENEMANI BRIAN
8
MENEMANI BRIAN
9
TIBA DI RUMAH
10
PERINTAH YUDA
11
KEPERGIAN BRIAN
12
RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13
TELFON BRIAN
14
ARIN KECEWA
15
SURPRISE
16
MAKAN BERSAMA
17
MENGOBROL BERDUA
18
KEBERSAMAAN
19
BANGUN TIDUR
20
SEBELUM PERGI
21
PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22
DI PANTAI
23
KHILAF
24
BAJU BARU
25
SELESAI MAKAN
26
BELANJA
27
SURPRISE UNTUK BRIAN
28
MALAM TERAKHIR BERSAMA
29
PERSIAPAN PULANG
30
MENUJU BANDARA
31
DI BANDARA
32
PERPISAHAN
33
TURUN DARI PESAWAT
34
TIBA DI RUMAH
35
PERTENGKARAN
36
PERTENGKARAN
37
PERTENGKARAN 2
38
PERTENGKARAN 3
39
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41
MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42
YUDA PULANG
43
YUDA PULANG 2
44
MENGOBROL DENGAN ART
45
SEPENINGGAL YUDA
46
MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47
TELFON BRIAN
48
BERSAMA DIKA
49
BERSAMA DIKA 2
50
BERSAMA DIKA 3
51
BERSAMA DIKA 4
52
PERTENGKARAN
53
MENELFON MAYA
54
BERSAMA MAYA
55
BERTEMU ORANG TUA MAYA
56
PERJALANAN MAKAN MALAM
57
DI CAFE
58
PULANG
59
PULANG DARI CAFE
60
MENINJAU LOKASI
61
PAGI YANG SIAL
62
TElFON MERTUA ARIN
63
MENJEMPUT MERTUA
64
KEDATANGAN YUDA
65
DI MEJA MAKAN
66
ROKOK
67
SUSAH TIDUR
68
CALL BRIAN
69
BANGUN TIDUR
70
MENYAMAR JADI MAYA
71
SARAPAN
72
MERTUA ARIN PULANG
73
DI RUMAH BRIAN
74
KE CAFE
75
TIBA DI CAFE
76
MENUNGGU MAYA
77
PERJALANAN KE KANTOR
78
ASISTEN
79
SELESAI RAPAT
80
KETAHUAN
81
MAYA VS YUDA
82
JENNY NGAMBEG
83
MENAWARKAN KERJASAMA
84
IJIN
85
MENGAJAK MAKAN SIANG
86
DI BUTIK MAYA
87
Menelfon Arin
88
OTW MAKAN SIANG
89
BERTENGKAR LAGI
90
TIBA DI KANTOR
91
MEMBERITAHU YUDA
92
ARIN MEMINTA IJIN
93
HSMPIR KETAHUAN
94
PERTEMUAN
95
PERTEMUAN DENGAN WARGA
96
MERINDU
97
MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98
MARAH
99
TELFON SURYA
100
KEBAHAGIAAN YUDA
101
PERJALAN MENEMUI SURYA
102
NEGOSIASI
103
NEGOSIASI 2
104
NEGOSIASI 3
105
BERSAMA SISI
106
MENEGUR YUDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!