PERSIAPAN YUDA PERGI

" Besok aku mau ke Jakarta, kamu beresin bajuku ya." Kata Yuda sore itu saat Arin menyiapkan makanan untuk suaminya. Padahal mereka memiliki dua orang asisten rumah tangga, tetapi Yuda tidak pernah mau makanan yang dimakannya tersentuh oleh tangan orang lain, hanya tangan Arin seorang.

Yang membingungkan adalah saat kondisi Arin sedang sakit, suaminya sama sekali tidak mau makan yang disediakan oleh orang lain, tetap ingin Arin yang menyediakan untuk dia. Tapi Arin masih bisa bersyukur, di kondisinya yang sakit, Yuda masih mengijinkan dia untuk tidak masuk dapur. Alhasil walaupun sakit, Arin tetap harus membeli makanan di luar untuk suaminya.

Terkadang Arin iri melihat pasangan lain yang menurutnya suaminya sangat pengertian. Mengijinkan istrinya pergi kemanapun, tanpa aturan yang bertele-betele, yang penting istrinya bisa menjaga kepercayaan suaminya dan tidak mengabaikan kewajibannya, Arin rasa itu sudah cukup membuat sang istri paham. Tidak seperti Arin, jangankan untuk refreshing pergi ke rumah teman, hanya untuk berolahraga sore hari seperti hobbynya saat masih gadis dulu, Yudapun mempersulitnya dengan aturan-aturan yang menurutnya tidak masuk akal. Terlambat pulang 5 menit saja, laki-laki itu sudah mengomel panjang lebar, kemudian tidak memperbolehkan Arin berolahraga lagi selama 1 minggu. Akhirnya Arin jadi malas sendiri, dan menghentikan kegiatan itu, lalu lebih banyak diam di rumah di dalam kamar, malas kemana-mana dan hanya bermain handphone.

Malam harinya Arin menyiapkan barang-barang yang akan dibawa suaminya. Memasukkan pakaian suaminya ke dalam kopor. Disusunnya satu persatu pakaian tersebut. Menyiapkan dompet, handphone, hingga rokok milik suaminyapun dia yang selalu mempersiapkannya jika pria itu hendak pergi. Karena jika benda itu tertinggal, sudah pasti Arin bakal kena omelan lagi.

" Aku pergi selama 1 minggu, kamu jangan pergi kemana-mana!! Handphone jangan jauh-jauh!! biar aku nggak kesulitan menghubungi kamu!!" Dan masih banyak lagi wejangan yang diberikan untuknya. Tidak boleh inilah, tidak boleh itulah, harus beginilah, harus begitulah. Arin sangat bosan mendengarnya.

" Hehhhh...dasar egois!!! Kalau aku yang menelfon kamu dan tidak diangkat, aku dilarang marah, giliran kamu aja yang nelfon aku harus standby 24 jam." Gerutu Arin dalam hati. Tapi Arin tidak pernah mau berdebat dengan suaminya. Percuma, lelaki itu terlalu keras kepala untuk diberi pengertian. Pada dasarnya Arin adalah seorang istri yang patuh, dan tidak neko-neko. Namun keadaanlah yang kini merubahnya. Dia lelah...sangat lelah menghadapi keegoisan suaminya. Dia merasa tertekan dan kesepian. Dia merasa sedih menghadapi situasi ini sendirian. Dia butuh seseorang yang memberinya rasa nyaman, dan bersama Brianlah dia temukan semua itu. Brian seolah memberinya perlindungan, Brian memberi dia kedamaian, dan Brian membuatnya bahagia.

" Haaahhh...untuk satu minggu ke depan aku bisa bernafas lega!!" Seru Arin dalam hati. Padahal dulu, jika suaminya pergi walaupun untuk satu hari saja, rasanya Arin begitu sedih. Itu dulu, saat semua keadaannya tidak seperti ini. Namun sekarang berada jauh dari suaminya, Arin merasa seperti seekor burung yang terbang ke alam bebas. Tidak ada seorang pemburu satupun yang bisa membidiknya dengan senjata. Entah kenapa Arin sangatlah muak berada di samping pria itu, segala hal yang dilakukan pria itu selalu saja membuat hatinya terluka. Dia bersikap manis mungkin jika hanya di tempat tidur saja. Begitu yang dirasakan Arin selama ini.

Arin mengangkat kopor yang telah siap ke depan sendiri. Betapapun beratnya, mana mau Yuda membantunya. Jika mereka hendak bepergian, Arin selalu mengangkat bawaan ke dalam kendaraan sendirian, berapapun jumlahnya. Yuda hanya menunggunya di dalam mobil, dan jika dirasa terlalu lama, pria itu pasti akan marah-marah dan mengatai Arin lambat. Padahal semuanya Arin menyiapkan sendirian, mana mau Yuda membantunya. Namun jika ada satu barang yang tertinggal, sudah bisa dipastikan Yuda akan mengomel panjang lebar, dan tidak jarang memacu kendaraannya sekencang mungkin, hingga Arin ketakutan. Arinpun tidak mau protes, dan berharap suaminya sadar sendiri. Namun bukannya sadar, justru Yuda merasa keenakan memiliki istri Arin yang begitu mandiri dan tidak mau merepotkannya.

Malam itu suaminya tidur cepat, dan itu artinya Arin harus absen dulu berkomunikasi dengan Brian. Diliriknya jam dinding.

" Aduhhh udah pukul 10 malam, pasti Brian sudah menungguku sedari tadi. Gara-gara beresin baju Yuda aku jadi lupa bikin status buat Brian, duhhh pasti dia bete nungguin aku!!" Arin tidak berani menyentuh hpnya, karena sudah pasti Yuda akan marah jika disaat menjelang tidur Arin bermain hp. Padahal jika Yuda tidak bisa tidur, dia bisa bermain hp semaunya sendiri di samping Arin yang terlelap hingga menjelang pagi. Dan jika Arin protes, pasti pria itu akan mengatakan bahwa Arin minta kesetaraan gender. Sungguh egois sekali pria itu.

Arin terus menunggu hingga terdengar dengkuran Yuda. Pelan-pelan Arin berjalan keluar, sembari membawa handhonenya keluar. Dia masuk ke kamar mandi, pura-pura buang air kecil. Dibukalah handphonenya.

" Clingg......!!"

Pukul 20.22 WIB, " Sayaaanggg...aku kangen."

Pukul 20.58 WIB, " Sayangggg...sibuk ya??"

Pukul 21.30 WIB, " Sayaaanggg kemana sihhh? aku nungguin lho."

Pukul 22.22 WIB, " Sayaaaanggg....aku tungguin sampe jam 11, kalau kamu buka wa ini langsung balas aja, tapi kalau lebih nggak usah balas, karena aku udah tidur!"

" Tuhhh kannn...duhhh sayang maafin aku ya." Gumam Arin dalam hati.

" Hemmm masih jam 22.40 berarti dia masih memegang hpnya." Kata Arin lagi dalam hati. Arin langsung membalas wa kekasihnya.

" Saayaaangg maafin aku ya. Aku baru selesai beres-beres baju suamiku, besok dia mau pergi." Pesan terkirim, dan langsung terlihat dua centang biru di layar hpnya.

" Hehhhh...aku pikir kemana? aku nungguin kamu dari tadi yank."

" Iya maaf, aku lupa bikin status buat kamu, karena dari tadi suamiku ada di sebelahku."

" Ya udah ngga papa. Terus ini kamu udah di kamar ya?"

" Nggak, aku ada di toilet."

" Hahhh...kamu di toilet sambil bab ya? jorokkk ihhh!"

" Ihhhh...ya nggaklah. Aku mau wa kamu. Nggak mungkin kan aku wa di kamar, sedangkan di sana ada suamiku."

" Ehhh iya hehehe."

" Malem ini off dulu ya. Aku mau tidur lagi, takut nanti suamiku bangun."

" Yaaaa...tapi aku masih kangen sayang. Pengen liat wajah kamu bentaaaarrr aja. Boleh ya vcal bentar?"

" Ya udah ayo, tapi bentar aja ya?" Brian langsung menelfon Arin. Mereka hanya bertatapan dan saling tersenyum. Tidak berani mengeluarkan satu patah katapun, karena takut terdengar Yuda. Arin hanya mengucapkan kata I love you saja, dan Brian bisa membaca dari gerakan bibir Arin. Brian membalasnya, kemudian telfonpun ditutup. Arin tertunduk lesu. Rasanya rindu sekali dengan pria itu. Dia berharap bisa bertemu dengan Brian dan dia ingin menangis keras di pelukan laki-laki itu.

Episodes
1 PROLOG
2 STATUS WA
3 Yuda
4 MENELFON BRIAN
5 PERSIAPAN YUDA PERGI
6 SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7 MENEMANI BRIAN
8 MENEMANI BRIAN
9 TIBA DI RUMAH
10 PERINTAH YUDA
11 KEPERGIAN BRIAN
12 RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13 TELFON BRIAN
14 ARIN KECEWA
15 SURPRISE
16 MAKAN BERSAMA
17 MENGOBROL BERDUA
18 KEBERSAMAAN
19 BANGUN TIDUR
20 SEBELUM PERGI
21 PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22 DI PANTAI
23 KHILAF
24 BAJU BARU
25 SELESAI MAKAN
26 BELANJA
27 SURPRISE UNTUK BRIAN
28 MALAM TERAKHIR BERSAMA
29 PERSIAPAN PULANG
30 MENUJU BANDARA
31 DI BANDARA
32 PERPISAHAN
33 TURUN DARI PESAWAT
34 TIBA DI RUMAH
35 PERTENGKARAN
36 PERTENGKARAN
37 PERTENGKARAN 2
38 PERTENGKARAN 3
39 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40 MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41 MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42 YUDA PULANG
43 YUDA PULANG 2
44 MENGOBROL DENGAN ART
45 SEPENINGGAL YUDA
46 MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47 TELFON BRIAN
48 BERSAMA DIKA
49 BERSAMA DIKA 2
50 BERSAMA DIKA 3
51 BERSAMA DIKA 4
52 PERTENGKARAN
53 MENELFON MAYA
54 BERSAMA MAYA
55 BERTEMU ORANG TUA MAYA
56 PERJALANAN MAKAN MALAM
57 DI CAFE
58 PULANG
59 PULANG DARI CAFE
60 MENINJAU LOKASI
61 PAGI YANG SIAL
62 TElFON MERTUA ARIN
63 MENJEMPUT MERTUA
64 KEDATANGAN YUDA
65 DI MEJA MAKAN
66 ROKOK
67 SUSAH TIDUR
68 CALL BRIAN
69 BANGUN TIDUR
70 MENYAMAR JADI MAYA
71 SARAPAN
72 MERTUA ARIN PULANG
73 DI RUMAH BRIAN
74 KE CAFE
75 TIBA DI CAFE
76 MENUNGGU MAYA
77 PERJALANAN KE KANTOR
78 ASISTEN
79 SELESAI RAPAT
80 KETAHUAN
81 MAYA VS YUDA
82 JENNY NGAMBEG
83 MENAWARKAN KERJASAMA
84 IJIN
85 MENGAJAK MAKAN SIANG
86 DI BUTIK MAYA
87 Menelfon Arin
88 OTW MAKAN SIANG
89 BERTENGKAR LAGI
90 TIBA DI KANTOR
91 MEMBERITAHU YUDA
92 ARIN MEMINTA IJIN
93 HSMPIR KETAHUAN
94 PERTEMUAN
95 PERTEMUAN DENGAN WARGA
96 MERINDU
97 MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98 MARAH
99 TELFON SURYA
100 KEBAHAGIAAN YUDA
101 PERJALAN MENEMUI SURYA
102 NEGOSIASI
103 NEGOSIASI 2
104 NEGOSIASI 3
105 BERSAMA SISI
106 MENEGUR YUDA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
PROLOG
2
STATUS WA
3
Yuda
4
MENELFON BRIAN
5
PERSIAPAN YUDA PERGI
6
SESAAT SETELAH YUDA PERGI
7
MENEMANI BRIAN
8
MENEMANI BRIAN
9
TIBA DI RUMAH
10
PERINTAH YUDA
11
KEPERGIAN BRIAN
12
RENCANA PERTEMUAN ARIN DAN BRIAN
13
TELFON BRIAN
14
ARIN KECEWA
15
SURPRISE
16
MAKAN BERSAMA
17
MENGOBROL BERDUA
18
KEBERSAMAAN
19
BANGUN TIDUR
20
SEBELUM PERGI
21
PERGI BERSAMA TEMAN-TEMAN
22
DI PANTAI
23
KHILAF
24
BAJU BARU
25
SELESAI MAKAN
26
BELANJA
27
SURPRISE UNTUK BRIAN
28
MALAM TERAKHIR BERSAMA
29
PERSIAPAN PULANG
30
MENUJU BANDARA
31
DI BANDARA
32
PERPISAHAN
33
TURUN DARI PESAWAT
34
TIBA DI RUMAH
35
PERTENGKARAN
36
PERTENGKARAN
37
PERTENGKARAN 2
38
PERTENGKARAN 3
39
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI
40
MENGOBROL DENGAN SUAMI SISI 2
41
MENGOBROL DENGAN SUSMI SISI 3
42
YUDA PULANG
43
YUDA PULANG 2
44
MENGOBROL DENGAN ART
45
SEPENINGGAL YUDA
46
MENGOBROL BERSAMA BRIAN DI TELFON
47
TELFON BRIAN
48
BERSAMA DIKA
49
BERSAMA DIKA 2
50
BERSAMA DIKA 3
51
BERSAMA DIKA 4
52
PERTENGKARAN
53
MENELFON MAYA
54
BERSAMA MAYA
55
BERTEMU ORANG TUA MAYA
56
PERJALANAN MAKAN MALAM
57
DI CAFE
58
PULANG
59
PULANG DARI CAFE
60
MENINJAU LOKASI
61
PAGI YANG SIAL
62
TElFON MERTUA ARIN
63
MENJEMPUT MERTUA
64
KEDATANGAN YUDA
65
DI MEJA MAKAN
66
ROKOK
67
SUSAH TIDUR
68
CALL BRIAN
69
BANGUN TIDUR
70
MENYAMAR JADI MAYA
71
SARAPAN
72
MERTUA ARIN PULANG
73
DI RUMAH BRIAN
74
KE CAFE
75
TIBA DI CAFE
76
MENUNGGU MAYA
77
PERJALANAN KE KANTOR
78
ASISTEN
79
SELESAI RAPAT
80
KETAHUAN
81
MAYA VS YUDA
82
JENNY NGAMBEG
83
MENAWARKAN KERJASAMA
84
IJIN
85
MENGAJAK MAKAN SIANG
86
DI BUTIK MAYA
87
Menelfon Arin
88
OTW MAKAN SIANG
89
BERTENGKAR LAGI
90
TIBA DI KANTOR
91
MEMBERITAHU YUDA
92
ARIN MEMINTA IJIN
93
HSMPIR KETAHUAN
94
PERTEMUAN
95
PERTEMUAN DENGAN WARGA
96
MERINDU
97
MERINDUKAN YUDA YANG DULU
98
MARAH
99
TELFON SURYA
100
KEBAHAGIAAN YUDA
101
PERJALAN MENEMUI SURYA
102
NEGOSIASI
103
NEGOSIASI 2
104
NEGOSIASI 3
105
BERSAMA SISI
106
MENEGUR YUDA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!