Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat

Membayangkan kakaknya berduaan dengan pria lain di dalam apartemen, membuat Ryo terhuyung hingga hampir jatuh ke tangga. Untungnya, punggungnya segera ditahan oleh Yuriko yang kebetulan sedang menaiki tangga.

"Kau baik-baik saja?"

Ryo menoleh pelan dengan kepala yang serasa berputar-putar. "Aku ... tidak baik-baik saja," ucap pria itu sambil menuruni anak tangga dengan langkah gontai dan wajah yang kaku. Namun, baru tiga langkah, ia kembali naik dan memilih untuk menggunakan lift.

Tampaknya, apa yang baru saja ia lihat benar-benar membuatnya syok. Jujur, ini pertama kalinya ia melihat pria asing datang ke apartemen kakaknya di jam larut seperti ini. Setahunya, Rai tidak pernah menunjukkan kedekatan intens terhadap sesama jenis. Bahkan dengan Yuta sekalipun yang telah mengenalnya selama tujuh tahun. Kakaknya adalah pria yang senang bermain perempuan dan sering bergonta-ganti pasangan tidur. Mana mungkin tiba-tiba tertarik dengan pria, bukan?

Sementara, Yuriko masih memerhatikan tingkah Ryo yang aneh. Pria itu memencet tombol tetapi hanya berdiri membatu di garis pintu lift. Yuriko menahan tawa ketika lift itu menjepit tubuh Ryo hingga membuat pria itu terhenyak bagaikan mendapat serangan halilintar.

Yuriko mengernyit seraya mengingat-ingat sesuatu. Ah, dia baru menyadari jika Ryo adalah adik Rai yang pernah datang ke apartemen itu sebelumnya.

"Dasar, kakak dan adik sama-sama stress!" gumam Yuriko sambil masuk ke apartemennya.

Di dalam apartemen, Shohei menjelaskan jika target mereka selanjutnya bukan dari kalangan pejabat pemerintahan, melainkan seorang mahasiswa yang bersekolah di Universitas Keio. Mendengar hal itu, Rai sedikit terkesiap. Sebab Yuriko juga kuliah di universitas yang sama dengan targetnya kali ini.

"Sebenarnya aku menyimpan bukti kejahatannya dari rekaman dashboard di mobilku pada saat malam kejadian. Tapi, memakai itu sebagai alat bukti akan membuat orang lain mencurigaiku. Jadi, yang harus kau lakukan adalah membuat dia mengakui kejahatannya di depan seluruh publik," ucap Shohei dengan nada serius setelah menceritakan perkara yang akan mereka ungkap.

Rai menatap sosok pria yang berada di dalam laptop Shohei. "Ini hal yang sangat mudah!"

"Ingat, jangan melakukan tindakan yang berbahaya."

"Oke-oke, percayakan padaku!" Rai menepuk dadanya.

Tiba-tiba, Rai teringat dengan steak yang ia masak bersama adiknya. "Oh, iya, aku baru saja selesai memasak steak Wagyu. Apa kau mau makan bersamaku?" tawar Rai seraya berjalan ke meja makan.

Shohei mengekor Rai dari belakang. Matanya tertuju pada sebotol anggur putih yang persis dengan Seina bawa malam itu. Bibirnya refleks mengulas senyum tipis mengingat kembali kencan pertama antara ia dan kekasihnya itu.

"Bagaimana kencan kalian?" tanya Rai sambil duduk bersila.

Shohei turut duduk di hadapan Rai. "Kami cocok satu sama lain," jawab Shohei sambil senyam-senyum.

"Sugoi! Jadi, berapa kali kalian melakukannya saat liburan? Apakah seperti resep dokter yang tiga kali sehari? Ataukah seperti bermain judi alias sulit berhenti?" tanya Rai bersemangat.

"Hei, kau terlalu maju!" tegur Shohei saat wajah mereka nyaris menyatu.

Rai langsung memundurkan wajahnya. "Gomen, aku jadi bersemangat kalau membicarakan tentang hubungan ranjang. Apalagi sejak keluar dari penjara aku belum pernah berhubungan dengan wanita manapun," ucapnya dengan tawa menggelitik.

"Kalau soal itu ... kami belum melakukannya. Dia tertidur pulas sepanjang malam."

"Apa?! Sudah sekamar tapi tidak melakukan apa pun?" teriak Rai hingga membuat bahu Shohei terangkat.

"Reaksimu terlalu berlebihan," cela Shohei, "menurutku, menjalin hubungan sebelum berkomitmen bukan untuk menyalurkan nafsuu biologis saja. Tetapi agar bisa saling belajar memahami satu sama lain."

"Em ... kau pasti tipe pria yang selalu berusaha membahagiakan pasanganmu," ucap Rai sambil menuangkan anggur di gelas Shohei.

"Tidak. Dibanding membuat pasanganku merasa bahagia, aku lebih memilih dia merasa nyaman ketika bersamaku. Karena aku yakin untuk perempuan seperti dirinya, sangat mudah meraih kebahagiaan. Oleh karena itu, aku ingin berusaha membuatnya merasa nyaman. Agar jika suatu saat nanti dia menemukan pria yang bisa membuatnya bahagia, aku masih menjadi bahan pertimbangannya karena rasa nyaman yang ia miliki ketika bersamaku."

Rai menepuk tangannya. "Sugoi! Kau benar-benar pria idaman di mata perempuan baik-baik," puji Rai.

Rai mengangkat gelasnya yang berisi anggur putih, kemudian mengajak Shohei bersulang. Sejenak, ia teringat dengan Yuriko yang begitu mengagumi Shohei. Dan sebenarnya ia punya utang janji untuk mengenalkannya pada Shohei.

"Oh, iya, apa aku boleh mengajak tetangga sebelah untuk gabung bersama kita? Kebetulan aku masih punya satu steak," ucap Rai tiba-tiba.

"Maksudmu ... nona bertopi yang menemukan dompetku?"

Terkekeh sebentar, Rai pun mengangguk. "Dia berkuliah di tempat yang sama dengan target kita. Dia hanya tinggal sendiri. Mungkin saja belum makan malam. Jika kau tak keberatan aku akan mengajaknya makan di sini."

"Silakan saja!"

Rai lekas berdiri, tetapi tidak langsung pergi. Ia malah menuju dapur dan mencari-cari sesuatu.

"Nah, ini dia!" ucap Rai begitu menemukan dua tutup panci berdiameter dua puluh lima senti.

"Hei, bukankah kau mau memanggil tetanggamu? tegur Shohei yang heran melihat Rai malah ke dapur dan mengorek-ngorek isi lemari.

"Ya, ini adalah caraku memanggilnya. Memanggil gadis itu tidak bisa dengan cara biasa, harus dengan ini," jawab Rai sambil menunjukkan dua tutup panci.

"Hah? Benarkah?" Shohei tampak penasaran.

"Kalau tidak percaya ikut aku!" ajak Rai.

Shohei kemudian berdiri dan ikut bersama Rai ke apartemen Yuriko. Begitu berada di depan pintu, Rai memanggil-manggil gadis itu seraya mengetuk pintu apartemennya.

"Yuri-chan, ini aku!" panggil Rai berkali-kali. Sayangnya, tak ada respon apa pun dari dalam apartemen. "Yuri-yuri, buka pintunya!" Kali ini Rai meninggikan nada suara bahkan berteriak memanggil nama Yuriko berulang kali. Namun, pintu itu masih terus tertutup, bahkan tak ada jawaban sama sekali.

Shohei yang turut berdiri di samping Rai, lantas berkata, "Sudahlah, mungkin saja dia tidak ada di rumah."

"Aku tahu jam begini dia pasti sudah pulang. Baiklah, kalau begitu kita pakai cara kedua." Rai memukul-mukul dua tutup panci layaknya sedang bertepuk tangan. Suara panci yang berdentang nyaring menimbulkan kebisingan sehingga membuat Shohei menutup telinganya rapat-rapat.

Rai terus memukul dua tutup panci itu dengan penuh semangat. Tak lama kemudian, pintu apartemen gadis itu terbuka. Namun, bertepatan dengan itu sebuah bantal turut melayang ke arah Rai. Untungnya, pria itu bergegas bersembunyi di belakang Shohei. Sialnya, benda itu malah menghantam wajah pria berkacamata itu.

Di waktu yang sama, Yuriko yang sedang memakai masker muncul dengan mata yang berapi. Bagaimana tidak, ini bukan yang pertama kali Rai mengganggunya. Pria itu sering mencari perhatian dengan cara-cara yang menjengkelkan.

"Sudah kubilang jangan terus memanggilku setiap ma—"

Yuriko tak meneruskan kalimatnya saat melihat Shohei berdiri tepat di hadapannya. Mata gadis itu membulat sempurna diikuti dengan mulut yang sedikit terbuka.

"Konbanwa (selamat malam)," sapa Shohei sambil menunduk sopan.

"Kon–ban–wa," balasnya terputus-putus diikuti ekspresi penuh keterkejutan. Masker di wajahnya tampak retak-retak seperti tanah yang dilanda gempa.

"Hei, kami mengajakmu makan bersama di apartemenku. Kau mau tidak?" tanya Rai yang muncul dari belakang badan Shohei.

"Tentu saja aku mau!" jawab Yuriko spontan dengan tatapan terpaku di wajah Shohei.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Mayyuzira

Mayyuzira

asli muncrat ketawa ku,pasangan gokil ini,cucok Kabeh hahahahaha

2024-11-27

0

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

langsung tekicep liat Shohei didepan pintu

2023-11-22

0

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

lah bengeek bayanginnya

2023-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!