Ch. 2 : Kencan Buta

Gadis itu terdiam membeku dengan kedua bola mata yang tidak bergeser sedikit pun. Ia menyentuh bibirnya sendiri seiring ingatannya mundur pada kejadian beberapa menit lalu. Hal gila apa ini? Seorang pria asing masuk di kamar tempatnya menginap, lalu mencium bibirnya tanpa bisa ia tolak? Lebih gilanya lagi, hal itu terjadi saat ia akan bertemu dengan pria yang dicalonkan untuknya!

Di tengah perasaan yang masih terguncang, tiba-tiba ponselnya berdering memberi tanda sebuah panggilan masuk. Ia yang sempat mematung, bergegas merogoh tas untuk mengambil ponsel. Rupanya panggilan itu berasal dari ayahnya.

"Moshi-moshi."

"Seina-chan, kau di mana? Bukankah kau bilang menginap di hotel ini?"

"Ya, Papa. Gomen, aku akan segera ke sana," ucap gadis yang ternyata bernama Seina itu. Ia menutup telepon dan bergegas menemui ayahnya di restoran yang masih satu gedung dengan hotel tempatnya menginap.

Di sisi lain, Rai menemui Shohei yang telah menunggunya di puncak menara Tokyo Skytree. Mereka selalu janjian bertemu di sana selesai melakukan misi. Setibanya di tempat itu, Shohei langsung menyambutnya dengan menunjukkan sebotol minuman alkohol.

"Sampanye!" ujar Shohei yang telah tahu betul minuman favorit Rai.

"Arigatou." Rai mengambil botol tersebut, bergegas membuka penutupnya lalu menenggak dengan penuh nikmat.

"Selamat, ya! Kau telah menjadi idola publik," ucap Shohei yang memosisikan duduk di samping Rai.

"Apakah itu hal yang istimewa?" cibir Rai seraya tersenyum masam.

Ya, kenyataannya apa yang ia lakukan selama dua bulan terakhir itu bukanlah atas kemauannya. Meski telah lima kali berhasil meringkus para koruptor dengan cara-cara unik, ia tak pernah tertarik dengan pekerjaan barunya ini. Bisa dikatakan, dia hanya meminjamkan raganya pada Shohei untuk siap dikendalikan kapanpun.

"Lama-lama kau akan menikmati pekerjaan ini," ucap Shohei sambil melihat hiruk pikuk suasana malam di kota Tokyo.

"Kadang-kadang aku heran, kenapa bukan kau saja yang melakukannya sendiri? Kau adalah polisi. Orang-orang akan mengelu-elukan dirimu dan kau pasti akan cepat naik pangkat bahkan mungkin bisa menjadi menteri jika berani mengekspos kasus korupsi yang dilakukan para pemerintah."

"Untuk kasus korupsi, polisi hanya berperan menyelidiki di awal kasus. Hasil penyelidikan masih harus diserahkan ke kejaksaan sebagai bahan pertimbangan apakah investigasi akan berlanjut. Sementara, kau bisa lihat sendiri, kan? Kejaksaan sudah mulai bisa dikuasai. Aku tidak gila hormat atau pujian, apalagi gila pangkat. Aku hanya ingin melaksanakan tugas sebagai penegak hukum, meskipun itu melalui dirimu. Dengan membuka kedok mereka di depan publik, hukum tidak bisa dimanipulasi lagi," jelas Shohei. Ia melihat ke arah jam tangannya, lalu tersentak seketika. "Astaga, aku lupa! Aku harus pergi ke tempat tadi!" ucapnya sambil menyimpan kacamata dalam saku.

"Apa yang mau kau lakukan di sana?" tanya Rai seraya menenggak habis isi botol alkohol.

Shohei menahan senyum. "Menteri Kehakiman ingin memperkenalkan putrinya padaku. Aku tidak enak menolak ajakannya."

"Wuah ... apa itu semacam kencan buta yang dijodohkan?"

"Mungkin. Huft ... entah kenapa tiba-tiba aku jadi gugup begini. Jujur, aku sangat payah dalam hal percintaan. Terakhir aku menjalani hubungan dengan wanita sekitar tujuh tahun yang lalu," kenang Shohei sembari menetralkan detak jantungnya yang mulai berpacu cepat.

Rai tercungap seketika. "Hah? Tujuh tahun yang lalu? Dan kau sama sekali tidak dekat dengan wanita manapun selama itu?" tanyanya memasang wajah tak percaya.

"Sudah kubilang aku sangat payah masalah percintaan dan wanita. Oh, iya, aku harus pergi sekarang. Jangan sampai mereka menungguku terlalu lama! Jika kau butuh apa pun, katakan saja padaku! Sampai jumpa pada misi selanjutnya!" ucap Shohei terburu-buru.

"Oke. Ganbatte ne!" teriak Rai sambil tersenyum.

Rai menengadahkan kepalanya menatap langit pekat di mana tak satu pun bintang terlihat. Ia menyadari hubungan antara mereka kini makin dekat layaknya sepasang sahabat. Shohei memperlakukan dirinya dengan sangat baik. Pria itu menyediakan tempat tinggal dan segala kebutuhannya.

Lucu, dulunya ia hanyalah seorang penipu ulung yang berpendidikan tinggi dan tak pernah memedulikan apa pun selain uang. Dia pun sangat anti berurusan dengan polisi. Namun, siapa sangka dunia bisa memutar balikkan keadaan. Kini dia malah bekerja sama dengan polisi. Lebih lucunya lagi, ia bertransformasi sebagai pahlawan masyarakat dalam mengungkap kejahatan para tikus berdasi.

Meski secara karakter, mereka bagaikan langit dan bumi. Bahkan masalah percintaan pun sangat berbanding terbalik. Shohei adalah pria berusia tiga puluh dua tahun yang tidak pernah menyentuh wanita, sebaliknya Rai adalah seorang casanova berusia dua puluh sembilan tahun yang telah tidur dengan banyak wanita tanpa pernah melibatkan hati. Namun, mereka punya kegagalan cinta yang sama di masa lalu.

Sejujurnya, ia tak mengerti kenapa Shohei memilihnya sebagai partner. Namun, sejak enam bulan dikendalikan oleh pria berkacamata itu, ia telah mengubah gaya hidupnya menjadi lebih baik. Tak lagi menipu, tak berjudi, apalagi bermain wanita.

Seina masuk ke toilet untuk memeriksa penampilan sebelum menemui lelaki yang direkomendasikan ayahnya. Ia terkejut begitu melihat lipstiknya sedikit luntur dan sebagian keluar dari garis bibir. Tak ayal, ia pun langsung memekik kesal mengingat pria misterius yang baru saja menciumnya secara paksa.

Tak membutuhkan waktu lama untuk Shohei tiba di gedung tempat Rai melakukan aksinya tadi. Gedung berlantaikan 45 itu, terdiri dari hotel, tempat pertemuan, tempat acara, serta restoran mewah untuk kalangan atas.

Saat memasuki gedung, terlihat beberapa wartawan yang datang meliput lantaran baru saja terjadi aksi penyergapan yang dilakukan oleh Black Shadow. Seorang jurnalis dari siaran berita ternama tampak mendengus kesal. Bagaimana tidak, saat mengetahui Black Shadow melakukan aksinya, ia buru-buru datang ke sini berharap bisa memotret sosok pria bertopeng itu secara eksklusif. Sayangnya, ia malah kehilangan jejak pria misterius itu.

Shohei berusaha menghindari wartawan dengan melewati tempat yang berbeda. Sialnya, ia malah kebingungan karena tidak tahu di mana restoran yang akan menjadi tempatnya bertemu dengan anak dari menteri kehakiman.

Shohei melirik ke arah Seina yang hendak masuk ke lift. Dengan ragu, ia menghampiri wanita itu.

"Summimasen, apa Anda tahu di mana letak restoran di gedung ini?"

"Ada di lantai tiga puluh satu. Kebetulan saya juga akan ke sana," jawab Seina menunduk sopan.

"Arigatou gozaimasu." Shohei membungkuk, lalu berkata, "kalau begitu berarti tujuan kita sama."

Sempat kikuk, ia pun mempersilakan gadis itu masuk lebih dulu ke dalam lift. Selama berdua di lift, mereka hanya saling diam. Meskipun begitu, Seina justru mencuri-curi pandang ke arah Shohei. Di penglihatannya, pria yang berdiri di sampingnya itu begitu berwibawa, dengan wajah yang terlihat bersih dan terawat, apalagi di dukung bentuk tubuh yang proposional sebagai seorang pria. Sangat sesuai dengan kriteria pria idamannya selama ini.

Denting lift berbunyi beriringan dengan pintu yang terbuka, mereka telah sampai di lantai tiga puluh satu di mana restoran mewah itu terletak. Pelayan langsung menyambut keduanya dengan ramah.

"Ada yang bisa saya bantu? Apakah kalian ingin ruangan khusus?" tanya pelayan yang mengira mereka sepasang kekasih.

Shohei dan Seina saling melirik sebentar, kemudian serentak menjawab, "Saya mencari ruangan yang telah di-booking Tuan Matsumoto."

Jawaban sama yang mereka lontarkan membuat Shohei dan Seina kembali saling menoleh dengan tatapan terperanjat.

shohei

Seina

.

.

.

Oh, iya, di sini yang jadi pemeran utama Shohei dan Rai ya, gak ada yang mendominasi. keduanya punya peran penting dalam novel. aku kasih tahu ini biar ga ada pertanyaan-pertanyaan seperti di novel-novel sebelumnya.

Mau nanya nih gays, apa yang paling kalian ingat dari Rai, dan apa yang paling kalian ingat dari Shohei? Komeng ya!

Terpopuler

Comments

Yusee Justicia

Yusee Justicia

Shohei, polisi baik yg cintanya bertepuk sebelah tangan adiknya Jun

2025-01-28

0

Rαι ɱαƚʂυι

Rαι ɱαƚʂυι

Ehemm
Seina udah mulai lirik² lama² tertarik ma shohei nih😀
wait..Black shadow udah curi start ini hadeehh Rai mulai menebar pesonanya 😂

2024-08-27

0

Sheva Sheila

Sheva Sheila

shahoi ... mantaf pacar sachi /Smile/

2024-08-21

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!