Ch. 9 : Pencarian Harta Karun

Kei Ayano baru saja selesai membawakan program acara diskusi secara langsung. Ketika keluar dari studio, keningnya berkerut melihat beberapa kru acara dan wartawan yang tengah berkumpul di depan televisi. Rupanya, mereka juga fokus menonton tayangan yang sedang menampilkan Black Shadow. Tak mau ketinggalan, Kei pun turut bergabung dan langsung mengambil ponselnya untuk mendeteksi lokasi tempat penayangan aksi Black Shadow saat ini.

Black Shadow mengarahkan kameranya ke tempat yang ia pijaki saat ini. Itu adalah sebuah rumah tua yang tak diketahui lokasinya. Namun, dari petunjuk yang sengaja diperlihatkan pria itu, tampaknya terletak di belakang gudang salah satu perusahaan terbesar di Tokyo.

"Ah, itu dekat perusahaan milik anggota senator Tomomi Fujimura," ucap Kei sambil terus melihat layar televisi.

Black Shadow menunjukkan sebuah peralatan pertukangan yang sengaja ia bawa, seperti: gergaji besi, senter, gunting baut, alat pemotong, palu hingga alat sensor. "Mina-san, malam ini aku akan mencari harta karun. Apa kalian penasaran di mana aku akan menemukan itu? Ayo ikuti aku!" ucapnya sambil mendorong lori yang membawa sejumlah peralatannya.

Orang-orang yang masih menonton, lantas mengerutkan dahi melihat aksinya kali ini. Bagaimana tidak, dia bagaikan maling yang hendak merampok di sebuah rumah. Dengan menggunakan gunting baut, ia membuka segel rumah tua tersebut. Saat rumah itu terbuka, yang pertama kali terasa adalah keadaan yang begitu sepi di mana aroma debu menguar kuat, menusuk-nusuk indera penciumannya.

Black Shadow masuk ke rumah itu dengan hanya bermodalkan cahaya senter yang menempel di dahinya. Sunyi pun menggelitik tubuhnya. Ia berjalan dengan sangat pelan. Tak ada rasa takut dalam dirinya. Malah terus fokus mengarahkan kamera ke segala sudut ruang untuk bisa dilihat langsung oleh publik yang sedang menonton.

Orang-orang yang menonton merasa kali ini Black Shadow layaknya pemandu program acara horor. Beberapa orang berkomentar apa yang dilakukan Black Shadow seperti seorang Youtuber yang menyambangi tempat-tempat berbau mistis.

"Apa yang dia lakukan? Kurasa dia hanya mencari perhatian," cibir Seina yang tampak tak tertarik untuk melihat tayangan pria bertopeng itu.

Black Shadow masih menyusuri setiap sisi rumah tua tersebut. Dari yang terlihat, beberapa berkas tua dari perusahaan milik Tomomi Fujimura—seorang pengusaha yang menjadi anggota senator—berserakan di lantai. Menunjukkan bahwa rumah tua tersebut mungkin pernah dipakai sebagai gudang perusahaan.

"Mina-san, kira-kira di mana letak harta karun itu berada?" tanya Black Shadow seolah mengajak berbicara pada para penonton.

Pria bertopeng itu membuka setiap lemari tua yang ada di rumah tersebut. Sayangnya, tak ada yang bisa ia temukan selain berkas-berkas lama yang menumpuk. Ia juga membongkar beberapa box besar, kotak penyimpanan, dan brankas tua, tetapi masih tak menemukan apa pun. Lelah, ia pun putus asa dan terduduk di lantai sembari menggaruk-garuk kepalanya. Hal itu membuat para penonton menertawakannya.

"Hei, aku belum menemukan harta karun. Adakah saran dari kalian di mana harta karun itu bersembunyi?" tanya Black Shadow yang mengarahkan kamera ke wajahnya secara close up.

Mr. White yang masih memantau di sebuah ruangan, berkata padanya, "Carilah dinding yang plesterannya tidak rata. Kemungkinan di situlah harta karun tersimpan."

Mendengar petunjuk yang diberikan Mr. White, Black Shadow pun kembali berbicara di depan kamera. "Ah, aku mendengar suara hantu yang berbisik agar aku memeriksa setiap dinding di ruangan ini."

Tak buang waktu, Black Shadow tampak bersemangat memeriksa dinding-dinding ruangan. Ia bahkan meraba-raba teksturnya untuk menemukan plesteran yang tidak rata. Para penonton masih tak mengerti dengan apa yang dilakukan Black Shadow. Meskipun begitu, mereka tetap setia menonton siaran langsung tersebut karena meyakini pasti ada sesuatu yang akan ditunjukkan Black Shadow lewat tayangan saat ini.

Hal mengejutkan pun terjadi ketika Black Shadow mengambil palu lalu menghancurkan dinding yang berada tepat di hadapannya. Pasalnya, di balik dinding tersebut tersimpan uang tunai pecahan Yen yang tak terhitung jumlahnya. Uang-uang itu berjatuhan bersamaan dengan reruntuhan dinding. Tentu saja hal ini membuat seluruh publik yang sedang menonton sontak tercengang, tak terkecuali Seina.

"I–itu pencucian uang atau mungkin penggelapan pajak!" ucap Kei yang terkesiap dengan hasil penemuan Black Shadow.

"Apakah uang itu milik Senator Tomomi Fujimura?" tanya salah satu wartawan.

"Sudah pasti. Mengingat, rumah tua itu terdapat berkas-berkas perusahaan miliknya," jawab Kei dengan mata yang tak lepas memandang siaran Black Shadow.

Mr. White tersenyum puas. Ia mengakhiri siaran langsung tersebut, kemudian menghubungi Black Shadow.

"Good Job, Black. Pergilah sekarang, biarkan polisi yang melanjutkan! Kita lihat perkembangannya selama beberapa hari ke depan. Apakah Tomomi Fujimura berani mengungkap bahwa wakil kepala Departemen Inspeksi Biro Perpajakan Nasional ikut terlibat," ucapnya begitu telepon tersambung. Ia juga menghubungi polisi untuk segera melakukan penggeledahan di rumah tua yang berada di belakang gudang perusahaan milik Tomomi Fujimura. Ia beralasan mengetahui alamat tersebut setelah melacak siaran langsung Black Shadow.

Sebenarnya, jauh hari sebelum aksi ini dilakukan, Shohei meminta Rai menyamar sebagai office boy perusahaan itu agar bisa memasukkan alat penyadap di ruangan direktur utama. Sebagai seorang penipu, kemampuan menyamar dan menyelinap masuk ke tempat-tempat rawan bukan hal yang sulit bagi Rai.

Lewat alat sadap yang diletakkan Rai inilah Shohei bisa mengetahui tempat penggelapan dana pajak itu disimpan. Tak hanya itu, Rai berhasil mengambil bukti data penggelapan pajak yang dilakukan perusahaan tersebut dengan memanipulasi pendapatan penghasilan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Dan data itu sengaja ia tinggalkan begitu saja di rumah tersebut agar bisa menjadi alat bukti yang mendukung.

Setelah melaksanakan tugasnya, Rai pun bergegas pergi. Namun, tumpukan uang yang terus berjatuhan di lantai membuatnya teringat masa-masa saat masih berjaya sebagai penipu. Kala itu, ia sering bermandikan uang bersama adik, sahabat dan kekasihnya setelah berhasil melakukan misi mereka dengan mengelabui target.

Ia menggenggam segepok uang yang jatuh. Namun, tiba-tiba ia teringat percakapan antara dirinya dan Shohei pagi tadi.

"Kalau uangnya sudah kutemukan, apa kau tak khawatir jika aku mengambil sebagian uang itu diam-diam?"

"Aku yakin Black Shadow tidak akan melakukan hal itu. Karena Black Shadow sangat dipercaya oleh Mr. White dan seluruh masyarakat yang anti korupsi. "

Jawaban Shohei membuatnya tertegun. Sebab, di saat ia tak bisa lagi memercayai siapapun setelah pengkhianatan yang dilakukan orang-orang terdekatnya, ia justru memikul kepercayaan besar dari Shohei dan publik yang begitu mengelu-elukan dirinya sebagai Black Shadow.

Mendengar suara sirene yang mendekat, Black Shadow langsung menjatuhkan uang yang ada di tangannya, kemudian bergegas pergi dengan tak lupa meninggalkan jejak kelopak bunga camelia merah di atas tumpukan uang.

Pergantian hari pun berlangsung, berita utama pagi ini adalah ditemukannya uang tunai 500 juta Yen dari hasil penggeledehan yang dilakukan di sebuah rumah tua. Diduga uang-uang itu adalah hasil penggelapan pajak yang dilakukan oleh Tomomi Fujimura atas perusahaannya. Menanggapi tuduhan tersebut, anggota senator itu langsung membantah keras dan mengatakan siap diperiksa oleh kejaksaan dan Biro Perpajakan Nasional. Dia juga mengatakan tak tinggal diam dengan fitnah yang dilayangkan padanya.

Di ruangannya, Shohei yang baru saja selesai menonton berita, tersentak saat Seina tiba-tiba meneleponnya. Ia berdeham berkali-kali untuk menetralkan nada suaranya sebelum menjawab panggilan dari kekasihnya.

"Moshi-moshi ...."

"Ohayou, Shohei-kun." Suara lembut nan manja dari Seina membelai pendengaran pria itu.

"O–ohayou ... Seina-chan," ucapnya gugup.

Kenapa aku masih terus gugup.

"Apa aku mengganggu pekerjaanmu?"

"Tidak. Kebetulan aku baru tiba di kantor. E ... kenapa Seina-chan tiba-tiba meneleponku?"

Apakah pertanyaanku ini sudah betul?

"Shohei-kun, mengenai kencan pertama kita Minggu nanti—"

"Tentu saja aku ingat!" potong Shohei dengan cepat.

"Bukan. Maksudku ... apakah boleh aku merekomendasikan tempat kencan kita? Temanku memberiku paket liburan weekend bersama pasangan. Awalnya dia ingin pergi bersama pacarnya, tapi tiba-tiba pacarnya keluar kota untuk urusan kantor. Jadi, dia memberiku tiket liburan ini. Berhubung aku belum pernah ke sana, jadi aku tertarik

mengambilnya. Tapi, kita harus berangkat dari malam. Bagaimana menurutmu?"

Shohei membulatkan mata seiring napasnya terasa tercekat.

Apakah ini artinya kami akan bermalam di kamar yang sama seperti pasangan pada umumnya?

"Em ... terserah Seina-chan saja. Kebetulan aku belum memikirkan tempat kencan kita."

"Hah? Apakah hanya aku saja yang terlalu memikirkan momen kencan pertama kita?"

"Bu–bukan begitu!" tandas Shohei cepat.

Seina tertawa kecil mendengar balasan Shohei. "Aku cuma bercanda. Aku tahu kau pasti sangat sibuk dengan pekerjaanmu."

Shohei terdiam sejenak. Namun, rona kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya. Ia bukan hanya memiliki kekasih yang cantik, tapi juga sangat pengertian. Bukankah kisah cintanya kali ini akan berjalan sempurna?

Selepas telepon itu berakhir, Shohei buru-buru menelepon Rai untuk meminta pendapatnya. Karena ini kencan pertamanya dengan anak menteri kehakiman, maka ia tak ingin membuatnya kecewa. Apalagi Seina sangat antusias sejak beberapa hari lalu.

Baru saja hendak menelepon, tiba-tiba ketua devisi investigasi bernama Heiji masuk ke ruangannya.

"Apa kau sudah mengetahui Senator Tomomi Fujimura mengalami kecelakaan saat hendak bertolak ke kejaksaan?"

Shohei terlonjak seketika. "Kapan?"

"Katanya sejam yang lalu. Mobilnya terbalik dan dia dilarikan di rumah sakit dengan luka bakar di sekujur tubuhnya."

Shohei memicingkan mata. Apa ini? Apakah benar murni sebuah kecelakaan? Ataukah ada yang sengaja melakukannya agar Tomomi Fujimura tak menyeret nama lain?

.

.

.

catatan kaki 🦶🦶

Pencucian uang atau biasa yang disebut Money laundering adalah suatu upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau harta kekayaan melalui berbagai transaksi keuangan ilegal agar uang atau Harta Kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal. (Wikipedia)

jadi seperti uang hasil korupsi, narkoba, penjualan senjata api, dan perdagangan manusia, tapi dibuat seolah-olah uang tersebut didapat dengan cara yang halal gitu gays.

Penggelapan pajak adalah upaya mengurangi atau menghindari jumlah pajak yang harus dibayarkan dengan memanipulasi data sebenarnya. (me)

jadi misalnya penghasilan perusahaan itu pertahun triliyunan, tapi data yg dilaporkan ke perpajakan cuma milyaran doang gays atau mungkin cuma ratusan juta biar pajaknya berkurang gitu. uangnya disembunyikan biar ga terdeteksi orang pajak.

FYI, Jadi korupsi, suap,pencucian uang, dan penggelapan pajak itu berbeda ya.... tapi semuanya merupakan tindak pidana kriminal.

Jangan lupa Jempolnya ya gays.

Terpopuler

Comments

Karimah Syahidah

Karimah Syahidah

di indo bnyak kak yu

2024-06-28

0

Dee~17🌸

Dee~17🌸

wahh Kei tau aja nih..

2023-10-11

1

Hani Hanifah

Hani Hanifah

pada akhirnya semua kembali pada UUD.. Ujung-Ujungnya Duit..ya gess yaa.. 😪

2023-07-26

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!