Kei Ayano baru saja selesai membawakan program acara diskusi secara langsung. Ketika keluar dari studio, keningnya berkerut melihat beberapa kru acara dan wartawan yang tengah berkumpul di depan televisi. Rupanya, mereka juga fokus menonton tayangan yang sedang menampilkan Black Shadow. Tak mau ketinggalan, Kei pun turut bergabung dan langsung mengambil ponselnya untuk mendeteksi lokasi tempat penayangan aksi Black Shadow saat ini.
Black Shadow mengarahkan kameranya ke tempat yang ia pijaki saat ini. Itu adalah sebuah rumah tua yang tak diketahui lokasinya. Namun, dari petunjuk yang sengaja diperlihatkan pria itu, tampaknya terletak di belakang gudang salah satu perusahaan terbesar di Tokyo.
"Ah, itu dekat perusahaan milik anggota senator Tomomi Fujimura," ucap Kei sambil terus melihat layar televisi.
Black Shadow menunjukkan sebuah peralatan pertukangan yang sengaja ia bawa, seperti: gergaji besi, senter, gunting baut, alat pemotong, palu hingga alat sensor. "Mina-san, malam ini aku akan mencari harta karun. Apa kalian penasaran di mana aku akan menemukan itu? Ayo ikuti aku!" ucapnya sambil mendorong lori yang membawa sejumlah peralatannya.
Orang-orang yang masih menonton, lantas mengerutkan dahi melihat aksinya kali ini. Bagaimana tidak, dia bagaikan maling yang hendak merampok di sebuah rumah. Dengan menggunakan gunting baut, ia membuka segel rumah tua tersebut. Saat rumah itu terbuka, yang pertama kali terasa adalah keadaan yang begitu sepi di mana aroma debu menguar kuat, menusuk-nusuk indera penciumannya.
Black Shadow masuk ke rumah itu dengan hanya bermodalkan cahaya senter yang menempel di dahinya. Sunyi pun menggelitik tubuhnya. Ia berjalan dengan sangat pelan. Tak ada rasa takut dalam dirinya. Malah terus fokus mengarahkan kamera ke segala sudut ruang untuk bisa dilihat langsung oleh publik yang sedang menonton.
Orang-orang yang menonton merasa kali ini Black Shadow layaknya pemandu program acara horor. Beberapa orang berkomentar apa yang dilakukan Black Shadow seperti seorang Youtuber yang menyambangi tempat-tempat berbau mistis.
"Apa yang dia lakukan? Kurasa dia hanya mencari perhatian," cibir Seina yang tampak tak tertarik untuk melihat tayangan pria bertopeng itu.
Black Shadow masih menyusuri setiap sisi rumah tua tersebut. Dari yang terlihat, beberapa berkas tua dari perusahaan milik Tomomi Fujimura—seorang pengusaha yang menjadi anggota senator—berserakan di lantai. Menunjukkan bahwa rumah tua tersebut mungkin pernah dipakai sebagai gudang perusahaan.
"Mina-san, kira-kira di mana letak harta karun itu berada?" tanya Black Shadow seolah mengajak berbicara pada para penonton.
Pria bertopeng itu membuka setiap lemari tua yang ada di rumah tersebut. Sayangnya, tak ada yang bisa ia temukan selain berkas-berkas lama yang menumpuk. Ia juga membongkar beberapa box besar, kotak penyimpanan, dan brankas tua, tetapi masih tak menemukan apa pun. Lelah, ia pun putus asa dan terduduk di lantai sembari menggaruk-garuk kepalanya. Hal itu membuat para penonton menertawakannya.
"Hei, aku belum menemukan harta karun. Adakah saran dari kalian di mana harta karun itu bersembunyi?" tanya Black Shadow yang mengarahkan kamera ke wajahnya secara close up.
Mr. White yang masih memantau di sebuah ruangan, berkata padanya, "Carilah dinding yang plesterannya tidak rata. Kemungkinan di situlah harta karun tersimpan."
Mendengar petunjuk yang diberikan Mr. White, Black Shadow pun kembali berbicara di depan kamera. "Ah, aku mendengar suara hantu yang berbisik agar aku memeriksa setiap dinding di ruangan ini."
Tak buang waktu, Black Shadow tampak bersemangat memeriksa dinding-dinding ruangan. Ia bahkan meraba-raba teksturnya untuk menemukan plesteran yang tidak rata. Para penonton masih tak mengerti dengan apa yang dilakukan Black Shadow. Meskipun begitu, mereka tetap setia menonton siaran langsung tersebut karena meyakini pasti ada sesuatu yang akan ditunjukkan Black Shadow lewat tayangan saat ini.
Hal mengejutkan pun terjadi ketika Black Shadow mengambil palu lalu menghancurkan dinding yang berada tepat di hadapannya. Pasalnya, di balik dinding tersebut tersimpan uang tunai pecahan Yen yang tak terhitung jumlahnya. Uang-uang itu berjatuhan bersamaan dengan reruntuhan dinding. Tentu saja hal ini membuat seluruh publik yang sedang menonton sontak tercengang, tak terkecuali Seina.
"I–itu pencucian uang atau mungkin penggelapan pajak!" ucap Kei yang terkesiap dengan hasil penemuan Black Shadow.
"Apakah uang itu milik Senator Tomomi Fujimura?" tanya salah satu wartawan.
"Sudah pasti. Mengingat, rumah tua itu terdapat berkas-berkas perusahaan miliknya," jawab Kei dengan mata yang tak lepas memandang siaran Black Shadow.
Mr. White tersenyum puas. Ia mengakhiri siaran langsung tersebut, kemudian menghubungi Black Shadow.
"Good Job, Black. Pergilah sekarang, biarkan polisi yang melanjutkan! Kita lihat perkembangannya selama beberapa hari ke depan. Apakah Tomomi Fujimura berani mengungkap bahwa wakil kepala Departemen Inspeksi Biro Perpajakan Nasional ikut terlibat," ucapnya begitu telepon tersambung. Ia juga menghubungi polisi untuk segera melakukan penggeledahan di rumah tua yang berada di belakang gudang perusahaan milik Tomomi Fujimura. Ia beralasan mengetahui alamat tersebut setelah melacak siaran langsung Black Shadow.
Sebenarnya, jauh hari sebelum aksi ini dilakukan, Shohei meminta Rai menyamar sebagai office boy perusahaan itu agar bisa memasukkan alat penyadap di ruangan direktur utama. Sebagai seorang penipu, kemampuan menyamar dan menyelinap masuk ke tempat-tempat rawan bukan hal yang sulit bagi Rai.
Lewat alat sadap yang diletakkan Rai inilah Shohei bisa mengetahui tempat penggelapan dana pajak itu disimpan. Tak hanya itu, Rai berhasil mengambil bukti data penggelapan pajak yang dilakukan perusahaan tersebut dengan memanipulasi pendapatan penghasilan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Dan data itu sengaja ia tinggalkan begitu saja di rumah tersebut agar bisa menjadi alat bukti yang mendukung.
Setelah melaksanakan tugasnya, Rai pun bergegas pergi. Namun, tumpukan uang yang terus berjatuhan di lantai membuatnya teringat masa-masa saat masih berjaya sebagai penipu. Kala itu, ia sering bermandikan uang bersama adik, sahabat dan kekasihnya setelah berhasil melakukan misi mereka dengan mengelabui target.
Ia menggenggam segepok uang yang jatuh. Namun, tiba-tiba ia teringat percakapan antara dirinya dan Shohei pagi tadi.
"Kalau uangnya sudah kutemukan, apa kau tak khawatir jika aku mengambil sebagian uang itu diam-diam?"
"Aku yakin Black Shadow tidak akan melakukan hal itu. Karena Black Shadow sangat dipercaya oleh Mr. White dan seluruh masyarakat yang anti korupsi. "
Jawaban Shohei membuatnya tertegun. Sebab, di saat ia tak bisa lagi memercayai siapapun setelah pengkhianatan yang dilakukan orang-orang terdekatnya, ia justru memikul kepercayaan besar dari Shohei dan publik yang begitu mengelu-elukan dirinya sebagai Black Shadow.
Mendengar suara sirene yang mendekat, Black Shadow langsung menjatuhkan uang yang ada di tangannya, kemudian bergegas pergi dengan tak lupa meninggalkan jejak kelopak bunga camelia merah di atas tumpukan uang.
Pergantian hari pun berlangsung, berita utama pagi ini adalah ditemukannya uang tunai 500 juta Yen dari hasil penggeledehan yang dilakukan di sebuah rumah tua. Diduga uang-uang itu adalah hasil penggelapan pajak yang dilakukan oleh Tomomi Fujimura atas perusahaannya. Menanggapi tuduhan tersebut, anggota senator itu langsung membantah keras dan mengatakan siap diperiksa oleh kejaksaan dan Biro Perpajakan Nasional. Dia juga mengatakan tak tinggal diam dengan fitnah yang dilayangkan padanya.
Di ruangannya, Shohei yang baru saja selesai menonton berita, tersentak saat Seina tiba-tiba meneleponnya. Ia berdeham berkali-kali untuk menetralkan nada suaranya sebelum menjawab panggilan dari kekasihnya.
"Moshi-moshi ...."
"Ohayou, Shohei-kun." Suara lembut nan manja dari Seina membelai pendengaran pria itu.
"O–ohayou ... Seina-chan," ucapnya gugup.
Kenapa aku masih terus gugup.
"Apa aku mengganggu pekerjaanmu?"
"Tidak. Kebetulan aku baru tiba di kantor. E ... kenapa Seina-chan tiba-tiba meneleponku?"
Apakah pertanyaanku ini sudah betul?
"Shohei-kun, mengenai kencan pertama kita Minggu nanti—"
"Tentu saja aku ingat!" potong Shohei dengan cepat.
"Bukan. Maksudku ... apakah boleh aku merekomendasikan tempat kencan kita? Temanku memberiku paket liburan weekend bersama pasangan. Awalnya dia ingin pergi bersama pacarnya, tapi tiba-tiba pacarnya keluar kota untuk urusan kantor. Jadi, dia memberiku tiket liburan ini. Berhubung aku belum pernah ke sana, jadi aku tertarik
mengambilnya. Tapi, kita harus berangkat dari malam. Bagaimana menurutmu?"
Shohei membulatkan mata seiring napasnya terasa tercekat.
Apakah ini artinya kami akan bermalam di kamar yang sama seperti pasangan pada umumnya?
"Em ... terserah Seina-chan saja. Kebetulan aku belum memikirkan tempat kencan kita."
"Hah? Apakah hanya aku saja yang terlalu memikirkan momen kencan pertama kita?"
"Bu–bukan begitu!" tandas Shohei cepat.
Seina tertawa kecil mendengar balasan Shohei. "Aku cuma bercanda. Aku tahu kau pasti sangat sibuk dengan pekerjaanmu."
Shohei terdiam sejenak. Namun, rona kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya. Ia bukan hanya memiliki kekasih yang cantik, tapi juga sangat pengertian. Bukankah kisah cintanya kali ini akan berjalan sempurna?
Selepas telepon itu berakhir, Shohei buru-buru menelepon Rai untuk meminta pendapatnya. Karena ini kencan pertamanya dengan anak menteri kehakiman, maka ia tak ingin membuatnya kecewa. Apalagi Seina sangat antusias sejak beberapa hari lalu.
Baru saja hendak menelepon, tiba-tiba ketua devisi investigasi bernama Heiji masuk ke ruangannya.
"Apa kau sudah mengetahui Senator Tomomi Fujimura mengalami kecelakaan saat hendak bertolak ke kejaksaan?"
Shohei terlonjak seketika. "Kapan?"
"Katanya sejam yang lalu. Mobilnya terbalik dan dia dilarikan di rumah sakit dengan luka bakar di sekujur tubuhnya."
Shohei memicingkan mata. Apa ini? Apakah benar murni sebuah kecelakaan? Ataukah ada yang sengaja melakukannya agar Tomomi Fujimura tak menyeret nama lain?
.
.
.
catatan kaki 🦶🦶
Pencucian uang atau biasa yang disebut Money laundering adalah suatu upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau harta kekayaan melalui berbagai transaksi keuangan ilegal agar uang atau Harta Kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal. (Wikipedia)
jadi seperti uang hasil korupsi, narkoba, penjualan senjata api, dan perdagangan manusia, tapi dibuat seolah-olah uang tersebut didapat dengan cara yang halal gitu gays.
Penggelapan pajak adalah upaya mengurangi atau menghindari jumlah pajak yang harus dibayarkan dengan memanipulasi data sebenarnya. (me)
jadi misalnya penghasilan perusahaan itu pertahun triliyunan, tapi data yg dilaporkan ke perpajakan cuma milyaran doang gays atau mungkin cuma ratusan juta biar pajaknya berkurang gitu. uangnya disembunyikan biar ga terdeteksi orang pajak.
FYI, Jadi korupsi, suap,pencucian uang, dan penggelapan pajak itu berbeda ya.... tapi semuanya merupakan tindak pidana kriminal.
Jangan lupa Jempolnya ya gays.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Karimah Syahidah
di indo bnyak kak yu
2024-06-28
0
Dee~17🌸
wahh Kei tau aja nih..
2023-10-11
1
Hani Hanifah
pada akhirnya semua kembali pada UUD.. Ujung-Ujungnya Duit..ya gess yaa.. 😪
2023-07-26
0