Ch. 4 : Gadis Pencopet

Dengan menunjukkan wajah tercengang, gadis itu berkata, "Bagaimana bisa kau menjadi penghuni samping apartemenku?"

Rai tersenyum seraya menyandarkan sebelah tangan di tiang pintu. "Seharusnya aku yang bertanya padamu. Bagaimana bisa kau menjadi penghuni apartemen itu? Setahuku apartemen itu dihuni wanita pekerja kantoran."

"Apartemen ini punya kakak sepupuku, tapi sekarang telah pindah ke apartemen yang lebih bagus. Karena dia terlanjur membayar sewa selama setahun, jadi dia menyuruhku tinggal di sini sampai batas sewa berakhir," ucap gadis itu dengan cepat.

Rai memajukan wajahnya ke arah gadis itu. "Benarkah?"

"Terserah kau mau percaya atau tidak!" Gadis itu melepas topi di kepalanya hingga membuat rambut panjangnya tergerai bebas dan membelai lembut wajah Rai.

Baru saja hendak masuk ke apartemennya, gadis itu tersentak ketika Rai mengulurkan tangan tepat di hadapannya.

"Matsui Rai," ucap pria itu memperkenalkan dirinya.

Gadis itu bergeming. Hanya menatap dingin tangan Rai yang terulur ke arahnya.

Tak direspon, Rai menarik tangannya kembali. "Kita adalah tetangga. Kau bisa meminta bantuanku kapan saja. Tapi, jika kau tidak suka bersosialisasi, ya sudah!" ucapnya sambil membuka pintu apartemennya.

"Aizawa Yuriko," ucap gadis itu tiba-tiba dengan tatapan lurus ke depan.

Rai menoleh. "Hajimemashite (salam kenal), Yuri-chan!" ucap pria itu tersenyum manis seraya masuk ke dalam apartemennya, "Oyasumi (selamat tidur)," ucapnya kembali. Ia mengedipkan sebelah mata ke arah gadis itu, sebelum menutup pintunya.

Gadis yang bernama Yuriko itu menyeringai kesal sembari menatap pintu apartemen Rai. Sebenarnya, ini hari pertama ia tinggal di tempat itu.

Perputaran waktu sungguh cepat, hingga tak terasa malam telah tergelincir. Pagi yang dingin, di mana matahari tidak meluncur di cakrawala. Suhu kota Tokyo hari ini mencapai 10 derajat. Orang-orang pun beraktivitas dengan menggunakan mantel tebal.

Berita utama pagi ini adalah tertangkapnya anggota parlemen Kensei Abe, dan Jaksa Akimoto saat melakukan pemufakatan jahat untuk memanipulasi kasus korupsi dan penggelapan dana yang dilakukan salah satu staf Kensei Abe. Penangkapan mereka tentu tak lepas dari peran Black Shadow yang disiarkan secara langsung tadi malam. Hal ini membuat publik mulai bertanya-tanya, siapakah sosok di balik pria bertopeng itu? Bahkan, Black Shadow kerap menjadi perbincangan hangat orang-orang saat sedang bersantai di kafe, di sekolah dan kampus, maupun di tempat kerja. Bagi mereka, Black Shadow seperti tokoh komik yang berada di dunia nyata.

Di ruangannya, Shohei tengah menonton siaran berita televisi yang menuturkan aksi heroik Black Shadow selama dua bulan terakhir. Ia tersenyum dingin seraya menyatukan jari-jarinya di atas meja saat mendengar pembawa berita itu mempertanyakan bagaimana bisa Black Shadow mengetahui para pejabat yang terlibat kasus korupsi.

Shohei mematikan siaran televisi lalu melepas kacamatanya dan mengambil berkas yang disimpan rapi dalam laci meja kerjanya. Ia memegang sebuah kertas berisi nama-nama 10 pejabat yang masuk dalam daftar hitam karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi, pencucian uang, penggelapan pajak, dan suap di negara itu.

Dari sepuluh nama yang tertulis, lima nama telah tercoret karena berhasil disergap oleh Black Shadow. Di mana semuanya ada dalam satu partai yang berkuasa di negara itu. Artinya, masih ada lima nama lagi yang belum tersentuh dan tinggal menunggu waktu. Namun, ada satu nama yang tak terdeteksi dan belum diketahui oleh Shohei. Dia yang mungkin menjadi otak dari keseluruhan kasus korupsi berantai ini. Dia yang mungkin memiliki jabatan tertinggi, atau mungkin malah mengincar jabatan tertinggi di negara itu.

Di sisi lain, seorang pria paruh baya duduk di kursi kebesarannya dengan sepasang mata elang yang tertancap di layar televisi. Ia meremas kertas dengan geram saat berita tersebut membahas fenomena pria misterius yang menamakan dirinya sebagai Black Shadow.

"Cari tahu pemuda itu sampai ke akar-akarnya!" ucap pria itu dengan mata yang memerah dan kedua tangan yang mengepal keras.

"Siap, Pak!" ucap seseorang yang berdiri di belakangnya. Ia melangkah mundur, sebelum akhirnya keluar dari ruangan besar tersebut. Tampaknya, itu adalah salah satu ruang kerja pejabat tinggi pemerintahan pusat.

Mata pria paruh baya yang duduk di kursi pemerintahan itu menyorot dalam dengan sudut-sudut bibir yang tampak bergetar.

"Black Shadow, aku ingin tahu sampai di mana keberanianmu? Bisakah kau menangkapku seperti orang-orang bodoh yang berhasil kau permalukan di depan umum?" gumamnya dengan senyum jahat yang berkibar di bibirnya.

Hari telah memasuki petang. Yuriko baru saja keluar dari beberapa butik yang terletak di kawasan Ginza. Ia menghela napas kasar karena uangnya tak cukup membeli sebuah gaun bahkan untuk yang termurah sekalipun. Padahal acara pesta tinggal beberapa jam lagi.

Ia berdiri di pinggir jalan sembari menunggu rambu-rambu yang memperbolehkan pejalan kaki menyeberang jalan. Ketika lampu tanda pejalan kaki menyala, Yuriko bersama pejalan kaki lainnya bergegas menyeberang. Padatnya orang-orang yang melintasi zebra cross, membuat gadis yang senang memakai topi itu nekad melancarkan aksi copet. Tampaknya ia telah mahir melakukan hal ini, buktinya para korbannya selama ini tak menyadari dengan tindakannya itu.

Di lokasi yang sama, Shohei singgah di sebuah toko Florist yang menjual aneka macam rangkaian bunga. Sore ini, ia berinisiatif mengantar Seina pulang setelah mengikuti seminar. Namun sebelumnya, ia ingin membawakan buket bunga untuk gadis yang telah menjadi kekasihnya itu.

Seorang penjaga toko bunga mendekat padanya. "Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"

Shohei menunjuk sebuah rangkaian bunga camelia berwarna merah. "Aku mau yang ini. Tolong dibentuk buket!"

"Baik. Mari ikut."

Shohei masuk ke toko tersebut sambil menunggu bunganya dibentuk menjadi sebuah buket. Begitu selesai, ia langsung merogoh dompet di kantong celananya. Tunggu, dompetnya tidak ada!

Napas pria itu tertahan seketika saat menyadari dompetnya hilang. Tangannya masih berusaha merogoh saku celana dan jaket untuk memastikan keberadaan dompetnya. Kepalanya bahkan menunduk ke bawah dengan mata yang menelisik ke sekitar lantai.

"Maaf, tunggu sebentar!" ujar Shohei pada penjaga toko sambil buru-buru keluar dari toko tersebut. Pikirnya, mungkin saja dompet itu jatuh di tempat lain.

Di waktu yang sama, Yuriko yang berjalan santai di jajaran pertokoan itu kini mengeluarkan dompet yang baru saja dicurinya saat menyeberang tadi. Ketika membuka dompet, matanya membeliak kaget begitu melihat sebuah kartu identitas lengkap dengan foto seorang polisi terpampang di dalamnya. Tak ayal, tangannya pun refleks melempar dompet tersebut tanpa mengambil uang di dalamnya.

"Apa-apaan ini? Aku mencopet dompet polisi?" gumamnya panik sambil menatap kembali dompet yang telah tergeletak di jalan. Meskipun butuh uang, ia tak mau mengambil risiko berurusan dengan seorang polisi. Saking takutnya, ia sampai menengok ke kiri dan kanan untuk memastikan apakah ada CCTV yang mengarah padanya.

Ketika hendak beranjak, tatapannya tertuju pada pria berjaket putih yang terlihat menunduk dan sibuk mencari-cari sesuatu di jalan. Yuriko kembali melihat dompet yang baru saja ia buang. Ia pun mengambil kembali, kemudian mencocokkan wajah pria itu dengan foto polisi yang ada di dompet.

Shohei masih sibuk mencari-cari dompetnya. Ia mengusap rambutnya ke belakang sambil memandang jauh ke seberang jalan di mana tempat mobilnya terparkir.

"Apa mungkin dompetnya jatuh di sekitar situ?" pikirnya dalam hati.

"Summimasen (permisi)."

Shohei terkesiap saat suara lembut wanita menyapa pendengarannya. Ia berbalik cepat dan melihat seorang gadis bertopi kasual berdiri tepat di hadapannya.

"Apakah kau sedang kehilangan dompet? Kebetulan aku menemukan dompet ini terjatuh di jalan dan ketika aku melihatmu, wajahmu terlihat mirip dengan foto yang ada di kartu identitas," ucap Yuriko sedikit gugup.

"Yokatta! (Syukurlah)" Shohei memegang kedua tangan gadis itu dengan erat, "Domo arigatou gozaimasu," ucap pria itu sambil memamerkan senyum khasnya.

Yuriko mengangguk pelan dengan mata yang terpaku di wajah pria itu. Bahkan di saat pria yang berprofesi sebagai polisi itu telah pergi, matanya masih mengawal punggung pria itu.

Satu menit. Dua menit. Tiga menit. Yuriko pun tersadar. Ia tersenyum tipis lalu berbalik pelan dan kembali berjalan.

"Nona! Nona!"

Yuriko memalingkan badannya tatkala mendengar teriakan seorang pria. Matanya membesar melihat Shohei berjalan cepat ke arahnya sambil memegang buket bunga.

"Apa yang harus kulakukan sebagai ucapan terima kasihku padamu?" tanya Shohei setelah baru saja keluar dari toko Florist untuk membayar buket bunga pilihannya.

"Eh?" Yuriko ternanap. Pandangannya teralihkan pada buket bunga yang dipegang Shohei. "Aku mau itu!" tunjuknya tanpa sungkan.

Shohei menatap buket bunga camelia yang akan ia berikan pada Seina.

Melihat Shohei terdiam, Yuriko lantas berkata sambil mengibaskan tangannya, "Aku cuma bercanda. Jangan dipikirkan!"

Tepat saat ia hendak memutar badannya, Shohei justru menyodorkan buket bunga camelia itu.

"Ini untukmu!"

Pupil mata Yuriko melebar seketika. "Benarkah untukku?"

"Hum." Shohei mengangguk sambil tersenyum lembut.

Yuriko bergegas mengambil bunga tersebut dari tangan Shohei. Ia berbalik seraya melangkahkan kaki secepatnya meninggalkan Shohei yang masih berdiri di belakangnya. Senyum indah tersemat di bibirnya, seindah matahari sore yang akan tenggelam.

.

.

.

Sumber gambar : kokoroimages.com, livejapan.com

Terpopuler

Comments

🐥Yay

🐥Yay

Yuri kah yg tersenyum

2024-09-18

0

gyu_rin

gyu_rin

ini big bos nya kah ?? apakah bakal adu strategi abis ini ??

2024-08-29

1

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

bukannya minta dibeliin gaun pesta eh malah minta buket bunga/Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2023-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!