Ch. 14 : Terus Disangka Pembual

Melihat bukti identitas kepolisian yang Shohei tunjukkan, tidak membuat pengemudi itu takut tapi justru menantangnya dengan lantang.

"Kalau kau benar-benar polisi, lantas kau mau apa, hah?" teriaknya dengan sepasang mata melotot seolah hendak menerkam.

"Aku mau kau turun sekarang dan ke kantor polisi untuk bertanggung jawab atas tindakanmu. Apa kau tidak sadar telah menabrak pengendara motor?"

"Itu salahnya sendiri yang tidak cepat menghindar. Sekalipun dia mati juga bukan salahku, itu sudah takdirnya!"

Ucapan pria itu membuat Shohei geram. Perdebatan sengit antara Shohei dan si pengemudi pun terus berlanjut. Tak lama kemudian kepolisian departemen Sumida datang dan langsung mengamankan pemilik mobil putih tersebut.

"Bagaimana dengan pengendara motor itu?" tanya Shohei khawatir.

"Dia telah meninggal dunia saat tim regu penyelamat ambulans datang. Sepertinya korban mengalami pendarahan yang sangat parah," jawab salah satu polisi menunduk penuh penyesalan.

Shohei terlonjak hebat. Ia menatap tajam ke arah pengemudi itu. "Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu yang telah menghilangkan nyawa!"

Pengemudi laki-laki itu berusaha berontak dan melawan saat hendak diamankan. Dia bahkan balik menantang Shohei.

"Hei, kau akan menyesal karena berani berurusan denganku! Lihat saja, kau akan sadar karena melakukan hal yang sia-sia. Dasar tidak berguna!" umpatnya sambil meludah meski tangannya telah terborgol.

Shohei hanya bisa mengernyit mendengar ucapan bernada ancaman itu. Matanya terus mengawasi kepergian mobil polisi yang membawa pengemudi itu. Tiba-tiba dia teringat dengan Seina yang menunggunya di mobil. Ia pun bergegas kembali ke mobilnya.

"Gomennasai, aku tidak bisa membiarkan kejahatan lewat di depan mataku. Tapi, lupa jika sedang bersamamu. Hontouni gomennasai, telah merusak kencan pertama kita," ucap Shohei sambil menunduk dalam begitu duduk kembali di kursi pengemudi. Ia bahkan tidak berani untuk mengangkat kepalanya sebelum Seina memaafkannya. Sebab, ia tahu gadis itu pasti menggerutu. Jika tidak terjadi aksi kejar-kejaran tadi, mungkin saat ini mereka telah sampai dan beristirahat.

Terdiam sebentar, Seina akhirnya berkata pelan, "Yang tadi itu sungguh hebat!"

"Eh?" Shohei mengangkat kepalanya.

"Shohei-kun sangat hebat! Aku bisa melihat sisi berbeda darimu ketika sedang bertugas. Pantas saja papa sangat ingin menjadikan kau sebagai menantunya," puji Seina yang tak bisa menahan rasa kekaguman.

Respon Seina membuat Shohei lega seketika. Bibirnya turut menciptakan lengkungan senyum. Sekali lagi, gadis itu membuktikan sikap pengertian terhadap profesinya. Tak hanya itu, di usianya yang terbilang muda, Seina bisa mengimbangi Shohei dalam segala hal. Ini tentu membuat pria itu makin mantap menerima usulan pertunangan yang dicetuskan Menteri Kehakiman.

"Aku ... pasti akan selalu melindungi Seina-chan apa pun yang terjadi," ucap Shohei sungguh-sungguh.

Sebelum melanjutkan perjalanan, Shohei meminta izin ke Seina untuk kembali ke tempat terjadinya kecelakaan yang menelan korban pengendara motor. Berdiri sendiri sambil menatap aspal yang berlumuran darah, ia menaburkan kelopak bunga camelia di tempat itu sebagai sebuah penghormatan pada korban yang telah terenggut nyawa.

Di waktu yang sama, Rai dan Yuriko akhirnya berjalan pulang ke apartemen setelah makan di kedai ramen terdekat. Pria itu terus meyakinkan pada Yuriko bahwa apa yang dia katakan benar adanya, tidak membual. Ia tidak ingin Yuriko berpikir semua yang dikatakan olehnya adalah omong kosong belaka. Entah kenapa, ia ingin terlihat lebih dari Shohei di mata gadis itu.

"Kau tahu idola Chiba Yamada, 'kan? Aku pernah bekerja sebagai interpreter-nya. Begini-begini aku menguasai banyak bahasa asing."

Yuriko hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa muak mendengar pengakuan Rai yang tak masuk akal.

"Ah, bahkan aku pernah berpacaran dengan istri Chiba Yamada! Ya, walaupun kami tidak sempat melakukan hal yang enak-enak, tapi dia cukup spesial bagiku," ucap Rai berjalan santai sambil tersenyum.

"Kenapa tidak sekalian kau akui mantan presiden Amerika John Kennedy sebagai nenek buyutmu, presiden Korea Utara Kim Jong Un sebagai ayahmu, Ryusei Yokohama sebagai kembaranmu, dan Black Shadow yang sedang viral itu adalah dirimu," cela Yuriko sambil menyeringai.

"Kau pikir semua yang kukatakan itu bohong?" Sepasang mata Rai membulat karena tak terima dengan ledekan Yuriko. Namun, sesaat kemudian, dia tersenyum sambil berkata, "Omong-omong, apa pendapatmu tentang Black Shadow? Bukankah dia terlihat keren?"

Saat mengatakan itu, secara tak sadar Rai membusungkan dada seraya menaikkan kerah mantelnya ke atas, berlagak sombong.

Yuriko memasang jari telunjuknya di bawah bibir sambil berpikir. "Hmm ... menurutku Black Shadow itu hanya pria kurang kerjaan yang terobsesi menjadi pahlawan. Mungkin masa kecilnya terlalu banyak menonton serial super hero seperti: super Sentai, Kamen rider, dan Ultraman."

Lagi-lagi, respon Yuriko membuat Rai tercungap-cungap. "Kurasa hanya kau saja yang berpikiran seperti itu!"

"Terserah. Yang penting aku lebih mengidolakan pak polisi itu dibanding Black Shadow atau sejenis lainnya. Senyuman polisi itu selalu membuatku hanyut," ucap Yuriko menutup mata sambil kembali membayangkan saat Shohei memberinya buket bunga camelia.

Rai tersenyum kecil. Sebenarnya, dia ingin mengatakan pada Yuriko kalau Shohei telah memiliki kekasih dan akan segera bertunangan. Namun, melihat gadis itu menjadi dekat dengannya karena Shohei, ia pun mengurungkan niat untuk mengatakan hal itu. Pikirnya, mungkin saja Yuriko hanya sekadar tertarik pada Shohei, tidak lebih.

Saat berjalan melewati tempat karaoke, tiba-tiba Rai mengajaknya, "Bagaimana kalau kita habiskan malam ini untuk bernyanyi bersama? Sepertinya asyik!"

Yuriko menoleh malas ke arah tempat karaoke yang dipenuhi lampu warna-warni. Terlihat, beberapa pasangan dan kelompok muda-mudi yang keluar masuk tempat hiburan itu.

"Memangnya kau bisa bernyanyi?"

"Jangan salah! Aku ini fasih menyanyi lagu western." Rai berdeham sejenak untuk menetralkan nada suaranya, lalu mencoba menyanyikan salah satu lagu Justin Bieber yang sedang populer saat ini. Ia bahkan mengambil nada tinggi dan bernyanyi penuh percaya diri di hadapan gadis itu.

Yuriko menutup kupingnya rapat-rapat seraya menyuruh Rai berhenti bernyanyi.

"Berhentilah membuat sakit kupingku. Ternyata Tuhan memang adil. Dia menciptakan keindahan di wajahmu. Tapi tidak untuk suaramu!"

"Eh, akhirnya kau mengakui juga kalau aku ini tampan. Iya, kan? Apa kau tidak merasa bangga jika memiliki kekasih yang tampan begini." Rai menyisir rambut ke belakang dengan jari-jarinya.

"Sayangnya, kau tidak menarik di mataku!"

Wajah Rai memberengut seketika. Dia menghela napas, melipat kedua tangannya di belakang kepala sambil berkata, "Ah, aku benar-benar rindu masa-masa saat sering ke kelab malam, berjudi tanpa melihat batas uang, dan menikmati anggur putih termahal."

Yuriko langsung melengos dengan bola mata yang mendelik sambil bergumam kecil, "Mulai lagi dia mengarang cerita."

"Apa yang kukatakan padamu itu memang benar ...."

Yuriko langsung memotong. "Oke, oke, katakanlah semua itu benar. Lalu, kenapa sekarang keadaanmu seperti ini?"

Rai terdiam. Hanya membasahi bibirnya seraya memalingkan pandangan.

Yuriko tertawa ringkih. "Sudah kuduga semua hanya karangan saja," ucapnya sambil lanjut berjalan meninggalkan Rai yang terdiam.

"Aku dikhianati!" ungkap Rai secara tiba-tiba.

Yuriko berbalik pelan. Menatap Rai yang berdiri membatu di bawah pohon sakura yang kering dan bersalju.

"Mereka berkhianat dan juga menjebakku hingga aku seperti ini," ucap Rai pelan.

Yuriko mengernyit sambil memiringkan sedikit kepala. "Me–mereka siapa?"

"Orang-orang yang sangat kusayangi. Tapi, sebenarnya aku sendiri yang bodoh dan terlalu percaya pada mereka. Lagi pula, aku menyukai diriku yang sekarang. Kurasa aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa kepura-puraan. Jadi, aku tidak terlalu menyalahkan mereka," ucap Rai tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Ya, boleh dikatakan salah satu kebaikan yang pria itu miliki adalah ia tak menyimpan dendam sama sekali pada orang-orang yang berkhianat padanya. Tidak untuk adiknya, tidak untuk sahabatnya, ataupun mantan kekasihnya. Bahkan ketika Shohei membuat surat perintah deportasi terhadap sahabat dan kekasihnya demi sebuah kesaksian dan pertanggung jawaban atas laporan palsu, ia memilih untuk tak menuntut mereka. Ia juga tetap berhubungan baik dengan adiknya.

Kini, giliran Yuriko yang terdiam membeku sambil menatap Rai. Meskipun begitu ia masih tak percaya dengan segala pengakuan Rai. Baginya, pria itu seperti dirinya yang selalu membuat cerita mengada-ada pada orang lain, hanya untuk memuaskan diri sendiri dan mendapat pengakuan orang banyak. Mendadak, ia terhenyak ketika Rai kembali berjalan sambil menarik tangannya.

"Sepertinya salju makin lebat. Kita harus segera pulang."

"Apa-apaan kau ini." Yuriko berusaha melepas genggaman tangan Rai.

Bukannya melepas, Rai justru menautkan jari-jemari mereka lebih erat. "Kau tidak memakai sarung tangan. Lihat, tanganmu sampai dingin begini," ucapnya sambil terus berjalan.

Di sisi lain, Shohei dan Seina baru saja tiba di tempat liburan mereka yang berlokasi di gunung Takao dengan jarak lima puluh menit dari stasiun Shinjuku, Tokyo. Rumah-rumah yang beratapkan salju serta pohon-pohon kering yang dililit lampu warna-warni menjadi pemandangan indah yang menyapu pandangan mereka setiba di tempat itu. Karena ini sudah sangat larut, mereka pun memutuskan untuk segera ke penginapan yang terhitung dalam paket liburan.

"Ini kunci kamarnya," ucap pelayan yang berpakaian kimono.

"Arigatou gozaimasu." Shohei membuka pintu kamar tersebut, dan matanya membesar seketika ketika melihat kamar itu hanya terdapat satu tempat tidur berukuran besar. Ia pun berbalik cepat dengan napas yang tertahan.

.

.

.

sumber foto : Shutter shock

suka Yuriko yang agak tomboi, atau Seina yang feminin?

Terpopuler

Comments

Mayyuzira

Mayyuzira

hahahaha,yg berhubungan dgn ray,gakda yg bagus Dimata Yuriko😂😂😂

2024-11-27

0

Nadya

Nadya

tolong aku ngakak 😂

2024-09-19

0

liesae

liesae

suka semua yuriko sm seina,, yuriko nggk mempan sm perkataan rai yah, tidak gmpang percaya orangnya ,ini mah kebalikannya mayu ichihara yg polos

2024-06-18

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!