Ch. 20 : Di Puncak Gedung

Tak terasa, lima hari telah berlalu dengan cepat. Hari ini, tepatnya di Universitas Keio, Seina dan kawan-kawannya berkumpul di kafetaria yang terletak dalam kampus setelah menyelesaikan mata kuliah mereka. Seina menceritakan pada teman-temannya tentang kencannya bersama Shohei Minggu lalu.

"Apa?! Kau menolak saat hendak dicium pacarmu?" Teman-temannya terkejut ketika Seina menceritakan hal itu.

Seina mengangguk dengan rasa bersalah yang menyelimutinya sampai sekarang. Bahkan, sejak kejadian itu dia menjadi segan menghubungi Shohei duluan. Padahal, sebelumnya dia sering menelepon pria itu hanya sekadar mencari tahu apa yang dikerjakannya.

"Apakah aku salah?" tanya Seina yang masih menunduk.

"Jelas saja itu salah! Dia akan menganggap kau tak tertarik dengan hubungan kalian karena kau tak menyambutnya," hardik salah satu temannya.

"Tunggu, sebenarnya apa alasanmu menolak berciuman dengannya?" tanya teman lainnya.

Seina terdiam. Sebenarnya, ia pun bingung dengan tindakannya saat itu. Padahal ia sudah siap berhubungan lebih jauh dengan kekasihnya. Namun, tiba-tiba sosok Black Shadow datang menghantui pikirannya dan juga mengacaukan perasaannya.

Melihat Seina yang terdiam lama, salah satu dari mereka memegang tangannya dan berkata, "Seina, kau pasti cuma gugup. Itu bukan hal besar. Ingat, dia adalah pria elit, tentu tak akan menjadi masalah untuknya. Jadi, jangan terlalu dipikirkan!"

Tiba-tiba pandangan mereka teralihkan pada banyaknya mahasiswa yang berlarian menuju ke arah gedung Fakultas Ilmu Politik.

"Ada apa?" tanya Seina kebingungan.

Salah satu kawannya, menahan satu mahasiswa yang sedang berlari. "Hei, ada apa? Kenapa kalian lari tergesa-gesa?"

"Apa kalian tidak melihat siaran langsung Black Shadow sekarang?" Mahasiswa itu balik bertanya.

"Hah?" Teman-teman Seina hanya bisa ternganga. Salah satu dari mereka yang begitu mengagumi Black Shadow, terburu-buru mengambil ponsel.

"Dia mengadakan siaran langsung di kampus kita sekarang, tepatnya di gedung Fakultas Ilmu Politik. Dia menyandera Fukamu Masae di atap gedung!" ucap mahasiswa itu dengan heboh.

Seina dan teman-temannya terbelalak. "Apa? Menyandera Fukamu Masae, si preman kampus itu?"

Tak berpikir panjang, Seina langsung berlari lebih dulu meninggalkan teman-temannya. Ia menuju ke gedung fakultas Ilmu Politik tempat Black Shadow akan melakukan aksinya. Benar, halaman gedung itu telah dipenuhi ratusan mahasiswa dan puluhan dosen.

Seina mendongakkan kepala. Ia bisa melihat jelas sesosok pria tinggi berpakaian serba hitam lengkap dengan topeng yang menutupi setengah wajahnya. Di samping Black Shadow, seorang mahasiswa yang bernama Fukamu Masae duduk di kursi roda dengan tubuh yang terlilit tali.

Sebuah kamera vlog lengkap dengan tongkatnya, tampak disangga di depan dada Fukamu Masae dan mengarah langsung ke wajahnya. Terdapat juga kamera kecil yang tertempel di dahinya, tetapi mengarah ke depan. Tak hanya itu, sebuah tali panjang diikat di kursi roda dan terhubung dengan katrol yang dikendalikan oleh Black Shadow. Apabila katrol itu ditarik kuat kemudian dilepaskan, maka kursi roda yang diduduki pria itu akan meluncur dan jatuh dari ketinggian gedung.

Para mahasiswa dan dosen berteriak heboh dan ketakutan. Mereka bertanya-tanya kenapa Fukamu Masae menjadi sasaran tindakan Black Shadow kali ini. Tak sedikit yang mengabadikan kedatangan Black Shadow dengan kamera ponsel mereka. Para petugas keamanan di universitas itu tak bisa melakukan apa-apa karena Black Shadow melarang mereka mendekat. Anehnya, lift di gedung itu tiba-tiba tak berfungsi.

"Apa yang terjadi?" Teman-teman Seina datang mengejutkannya. Mereka menengadah dan terkesiap melihat Black Shadow berdiri dengan gagah sambil memegang ujung tali.

"Hah, itu Black Shadow! Apa yang akan dia lakukan pada pria itu?" teriak teman-teman Seina.

Bukannya takut dengan tindakan Black shadow yang menyandera salah satu mahasiswa, teman-teman Seina malah kegirangan bisa melihat pria misterius itu secara langsung. Bahkan mereka melempar pujian karena ternyata pria itu memiliki postur tubuh yang bagus.

"Aku bisa membayangkan wajahnya dari balik topeng yang dia pakai. Pasti sangat tampan seperti aktor hollywood!" teriak teman-teman Seina kembali dengan tingkah yang tidak terkendali.

Seina masih menatap jauh pria itu. Dibanding teman-temannya yang baru kali ini melihat Black Shadow secara langsung, ia justru telah dua kali bertemu pria itu. Entah kenapa ia kembali membayangkan saat pria itu mendekap dan mencium paksa bibirnya di setiap pertemuan mereka.

Berbeda dengan mahasiswa lainnya yang terus berdatangan ke tempat itu, Yuriko malah tak tertarik sama sekali untuk menyaksikan aksi Black Shadow. Padahal gedung fakultasnya hanya bersebelahan dengan gedung fakultas Ilmu Politik yang sedang ramai itu. Gadis berpenampilan kasual itu malah berjalan santai menuju atap gedung fakultas Sains dan Teknologi, seraya mendengarkan musik lewat earphone yang terpasang di telinganya.

Masih di lokasi yang sama, Mr. White tengah berdiri di puncak gedung fakultas Sains dan Teknologi. Ia memegang tabletnya sembari memasang earpiece yang langsung terhubung dengan Black Shadow.

"Lakukan sekarang, ingat jangan ceroboh! Jangan bertindak yang membahayakan, dan jangan melukainya!" tegas Mr. White yang siap mengendalikan Black Shadow sekaligus memantau aksinya dari jarak yang cukup dekat dari biasanya. Sebelah tangannya ia selipkan dalam saku celana.

"Baiklah! Bermain-main dengannya sedikit tidak apa-apa, kan?" Suara Black Shadow terdengar dari saluran earpiece.

Mr. White tak menjawab, ia justru membuka sebuah aplikasi. Dalam hitungan detik, saluran khusus Black Shadow telah terhubung ke seluruh siaran televisi, layanan aplikasi streaming, dan berbagai sosial media.

"Mina-san (semuanya), Black Shadow hadir kembali untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi dalam kegelapan. Mari kita perjelas, sejelas hitam dan putih!" ucap pria itu tepat di hadapan kamera yang tertempel di dahi Fukamu Masae.

Black Shadow tak hanya menggemparkan seisi universitas, tetapi juga publik yang sedang menonton siarannya. Bahkan, gedung parlemen turut gempar dengan aksinya kali ini. Ayah Fukamu Masae yang sedang memimpin rapat, ikut terlonjak ketika layar proyektor di belakangnya justru menunjukkan wajah anaknya yang sedang terikat di kursi roda.

Kei yang juga menyaksikan siaran itu, langsung memerintahkan kameraman untuk segera ikut bersamanya.

"Ayo kita ke Universitas Keio! Kita akan mengadakan siaran langsung di sana," ucapnya terburu-buru sambil mengambil tas dan mic reporter.

Raut tegang memenuhi seluruh wajah Fukamu Masae. Keringat dingin membasahi dahi dan telapak tangannya. Bagaimana tidak, jika tali yang dipegang pria bertopeng itu terlepas, maka ia akan terjun bebas dari lantai itu. Ia terus menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berteriak agar orang-orang segera menolongnya.

Black Shadow kembali menyapa penonton. "Mina-san, pasti kalian bertanya-tanya kenapa aku melakukan ini padanya? Aku sedang bosan berurusan dengan para tikus berdasi. Jadi, kurasa aku butuh hiburan seru yang memacu adrenalin. Seperti yang kalian lihat, inilah caraku menghibur diri. Aku akan bermain-main dengan nyawa seseorang. Menarik, bukan?" ucap diiringi gelak tawa.

Seina terkesiap mendengar perkataan Black Shadow. Perhatiannya teralihkan ketika salah seorang berpendapat bahwa mungkin Black Shadow akan menjatuhkan Fukamu Masae karena berhubungan dengan kasus yang mungkin melibatkan ayahnya. Mendengar hal itu, Seina pun menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tidak! Dia tidak boleh melakukan itu!"

Seina langsung berlari kencang meninggalkan kerumunan. Namun, ia malah masuk ke gedung itu dan berusaha naik ke tangga darurat untuk mencapai puncak tertinggi di mana Black Shadow dan Fukamu Masae saat ini berpijak.

Apa pun kasus yang berhubungan dengan Fukamu Masae, kau tidak boleh main hakim sendiri dengan mengambil nyawanya! Tidak boleh! Kumohon hentikan!

.

.

.

Terpopuler

Comments

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

seina ni minta dikasih lebih dar ciuman sepertinya...terlalu pengen tau sih

2023-03-15

0

Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ

Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ

Shohei suka Reina
Reina suka Rai
Rai suka Yuri
Yuri suka Shohei 🤔

waadaaw ikut bingung aku 😂

2022-06-28

1

Tri

Tri

aduh ini seina kalo sampai diatas bs hancur berNtakan rencana black shadow.
thoor karya u selalu baut q nagih dan penasaran.semngat thoor 💪💪😘😘

2021-12-28

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!