Tak terasa, lima hari telah berlalu dengan cepat. Hari ini, tepatnya di Universitas Keio, Seina dan kawan-kawannya berkumpul di kafetaria yang terletak dalam kampus setelah menyelesaikan mata kuliah mereka. Seina menceritakan pada teman-temannya tentang kencannya bersama Shohei Minggu lalu.
"Apa?! Kau menolak saat hendak dicium pacarmu?" Teman-temannya terkejut ketika Seina menceritakan hal itu.
Seina mengangguk dengan rasa bersalah yang menyelimutinya sampai sekarang. Bahkan, sejak kejadian itu dia menjadi segan menghubungi Shohei duluan. Padahal, sebelumnya dia sering menelepon pria itu hanya sekadar mencari tahu apa yang dikerjakannya.
"Apakah aku salah?" tanya Seina yang masih menunduk.
"Jelas saja itu salah! Dia akan menganggap kau tak tertarik dengan hubungan kalian karena kau tak menyambutnya," hardik salah satu temannya.
"Tunggu, sebenarnya apa alasanmu menolak berciuman dengannya?" tanya teman lainnya.
Seina terdiam. Sebenarnya, ia pun bingung dengan tindakannya saat itu. Padahal ia sudah siap berhubungan lebih jauh dengan kekasihnya. Namun, tiba-tiba sosok Black Shadow datang menghantui pikirannya dan juga mengacaukan perasaannya.
Melihat Seina yang terdiam lama, salah satu dari mereka memegang tangannya dan berkata, "Seina, kau pasti cuma gugup. Itu bukan hal besar. Ingat, dia adalah pria elit, tentu tak akan menjadi masalah untuknya. Jadi, jangan terlalu dipikirkan!"
Tiba-tiba pandangan mereka teralihkan pada banyaknya mahasiswa yang berlarian menuju ke arah gedung Fakultas Ilmu Politik.
"Ada apa?" tanya Seina kebingungan.
Salah satu kawannya, menahan satu mahasiswa yang sedang berlari. "Hei, ada apa? Kenapa kalian lari tergesa-gesa?"
"Apa kalian tidak melihat siaran langsung Black Shadow sekarang?" Mahasiswa itu balik bertanya.
"Hah?" Teman-teman Seina hanya bisa ternganga. Salah satu dari mereka yang begitu mengagumi Black Shadow, terburu-buru mengambil ponsel.
"Dia mengadakan siaran langsung di kampus kita sekarang, tepatnya di gedung Fakultas Ilmu Politik. Dia menyandera Fukamu Masae di atap gedung!" ucap mahasiswa itu dengan heboh.
Seina dan teman-temannya terbelalak. "Apa? Menyandera Fukamu Masae, si preman kampus itu?"
Tak berpikir panjang, Seina langsung berlari lebih dulu meninggalkan teman-temannya. Ia menuju ke gedung fakultas Ilmu Politik tempat Black Shadow akan melakukan aksinya. Benar, halaman gedung itu telah dipenuhi ratusan mahasiswa dan puluhan dosen.
Seina mendongakkan kepala. Ia bisa melihat jelas sesosok pria tinggi berpakaian serba hitam lengkap dengan topeng yang menutupi setengah wajahnya. Di samping Black Shadow, seorang mahasiswa yang bernama Fukamu Masae duduk di kursi roda dengan tubuh yang terlilit tali.
Sebuah kamera vlog lengkap dengan tongkatnya, tampak disangga di depan dada Fukamu Masae dan mengarah langsung ke wajahnya. Terdapat juga kamera kecil yang tertempel di dahinya, tetapi mengarah ke depan. Tak hanya itu, sebuah tali panjang diikat di kursi roda dan terhubung dengan katrol yang dikendalikan oleh Black Shadow. Apabila katrol itu ditarik kuat kemudian dilepaskan, maka kursi roda yang diduduki pria itu akan meluncur dan jatuh dari ketinggian gedung.
Para mahasiswa dan dosen berteriak heboh dan ketakutan. Mereka bertanya-tanya kenapa Fukamu Masae menjadi sasaran tindakan Black Shadow kali ini. Tak sedikit yang mengabadikan kedatangan Black Shadow dengan kamera ponsel mereka. Para petugas keamanan di universitas itu tak bisa melakukan apa-apa karena Black Shadow melarang mereka mendekat. Anehnya, lift di gedung itu tiba-tiba tak berfungsi.
"Apa yang terjadi?" Teman-teman Seina datang mengejutkannya. Mereka menengadah dan terkesiap melihat Black Shadow berdiri dengan gagah sambil memegang ujung tali.
"Hah, itu Black Shadow! Apa yang akan dia lakukan pada pria itu?" teriak teman-teman Seina.
Bukannya takut dengan tindakan Black shadow yang menyandera salah satu mahasiswa, teman-teman Seina malah kegirangan bisa melihat pria misterius itu secara langsung. Bahkan mereka melempar pujian karena ternyata pria itu memiliki postur tubuh yang bagus.
"Aku bisa membayangkan wajahnya dari balik topeng yang dia pakai. Pasti sangat tampan seperti aktor hollywood!" teriak teman-teman Seina kembali dengan tingkah yang tidak terkendali.
Seina masih menatap jauh pria itu. Dibanding teman-temannya yang baru kali ini melihat Black Shadow secara langsung, ia justru telah dua kali bertemu pria itu. Entah kenapa ia kembali membayangkan saat pria itu mendekap dan mencium paksa bibirnya di setiap pertemuan mereka.
Berbeda dengan mahasiswa lainnya yang terus berdatangan ke tempat itu, Yuriko malah tak tertarik sama sekali untuk menyaksikan aksi Black Shadow. Padahal gedung fakultasnya hanya bersebelahan dengan gedung fakultas Ilmu Politik yang sedang ramai itu. Gadis berpenampilan kasual itu malah berjalan santai menuju atap gedung fakultas Sains dan Teknologi, seraya mendengarkan musik lewat earphone yang terpasang di telinganya.
Masih di lokasi yang sama, Mr. White tengah berdiri di puncak gedung fakultas Sains dan Teknologi. Ia memegang tabletnya sembari memasang earpiece yang langsung terhubung dengan Black Shadow.
"Lakukan sekarang, ingat jangan ceroboh! Jangan bertindak yang membahayakan, dan jangan melukainya!" tegas Mr. White yang siap mengendalikan Black Shadow sekaligus memantau aksinya dari jarak yang cukup dekat dari biasanya. Sebelah tangannya ia selipkan dalam saku celana.
"Baiklah! Bermain-main dengannya sedikit tidak apa-apa, kan?" Suara Black Shadow terdengar dari saluran earpiece.
Mr. White tak menjawab, ia justru membuka sebuah aplikasi. Dalam hitungan detik, saluran khusus Black Shadow telah terhubung ke seluruh siaran televisi, layanan aplikasi streaming, dan berbagai sosial media.
"Mina-san (semuanya), Black Shadow hadir kembali untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi dalam kegelapan. Mari kita perjelas, sejelas hitam dan putih!" ucap pria itu tepat di hadapan kamera yang tertempel di dahi Fukamu Masae.
Black Shadow tak hanya menggemparkan seisi universitas, tetapi juga publik yang sedang menonton siarannya. Bahkan, gedung parlemen turut gempar dengan aksinya kali ini. Ayah Fukamu Masae yang sedang memimpin rapat, ikut terlonjak ketika layar proyektor di belakangnya justru menunjukkan wajah anaknya yang sedang terikat di kursi roda.
Kei yang juga menyaksikan siaran itu, langsung memerintahkan kameraman untuk segera ikut bersamanya.
"Ayo kita ke Universitas Keio! Kita akan mengadakan siaran langsung di sana," ucapnya terburu-buru sambil mengambil tas dan mic reporter.
Raut tegang memenuhi seluruh wajah Fukamu Masae. Keringat dingin membasahi dahi dan telapak tangannya. Bagaimana tidak, jika tali yang dipegang pria bertopeng itu terlepas, maka ia akan terjun bebas dari lantai itu. Ia terus menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berteriak agar orang-orang segera menolongnya.
Black Shadow kembali menyapa penonton. "Mina-san, pasti kalian bertanya-tanya kenapa aku melakukan ini padanya? Aku sedang bosan berurusan dengan para tikus berdasi. Jadi, kurasa aku butuh hiburan seru yang memacu adrenalin. Seperti yang kalian lihat, inilah caraku menghibur diri. Aku akan bermain-main dengan nyawa seseorang. Menarik, bukan?" ucap diiringi gelak tawa.
Seina terkesiap mendengar perkataan Black Shadow. Perhatiannya teralihkan ketika salah seorang berpendapat bahwa mungkin Black Shadow akan menjatuhkan Fukamu Masae karena berhubungan dengan kasus yang mungkin melibatkan ayahnya. Mendengar hal itu, Seina pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tidak! Dia tidak boleh melakukan itu!"
Seina langsung berlari kencang meninggalkan kerumunan. Namun, ia malah masuk ke gedung itu dan berusaha naik ke tangga darurat untuk mencapai puncak tertinggi di mana Black Shadow dan Fukamu Masae saat ini berpijak.
Apa pun kasus yang berhubungan dengan Fukamu Masae, kau tidak boleh main hakim sendiri dengan mengambil nyawanya! Tidak boleh! Kumohon hentikan!
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
sakura🇵🇸
seina ni minta dikasih lebih dar ciuman sepertinya...terlalu pengen tau sih
2023-03-15
0
Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ
Shohei suka Reina
Reina suka Rai
Rai suka Yuri
Yuri suka Shohei 🤔
waadaaw ikut bingung aku 😂
2022-06-28
1
Tri
aduh ini seina kalo sampai diatas bs hancur berNtakan rencana black shadow.
thoor karya u selalu baut q nagih dan penasaran.semngat thoor 💪💪😘😘
2021-12-28
1