Ch. 11 : Penguntit

Setelah berkata, Mr. White langsung mengendarai mobilnya menuju Tokyo Skytree, di mana ia dan Black Shadow selalu bertemu di puncak gedung itu usai menyelesaikan misi. Di waktu yang bersamaan, Kei melajukan motornya menuju Rumah Sakit untuk mengejar Black Shadow.

Keadaan Rumah Sakit tempat Tomomi Fujimura dirawat mendadak dipenuhi wartawan. Terlihat, polisi membawa anggota senator itu keluar dari gedung setelah kebohongannya dibongkar oleh Black Shadow. Kei berlari ke sana-kemari menyusuri koridor Rumah Sakit. Ia lebih tertarik untuk memburu Black Shadow dibanding kasus pembohongan publik yang dilakukan Tomomi Fujimura. Sayangnya, lagi-lagi ia kehilangan jejak pria bertopeng itu.

Di sebuah ruangan besar dengan cahaya lampu yang remang, seorang pria paruh baya duduk tenang di kursi kebesarannya sambil menonton siaran jemput paksa yang dilakukan pihak kejaksaan terhadap Tomomi Fujimura. Sudut-sudut bibir pria itu tampak bergetar, dan giginya menggertak geram. Bagaimana tidak, untuk kesekian kalinya Black Shadow berhasil menjadikan para pejabat korupsi sebagai tontonan yang memalukan laksana badut di hadapan publik.

"Apakah kau sudah mencari tahu identitas Black Shadow?" tanyanya pada seseorang yang berdiri tegap di samping mejanya.

"Maafkan saya, Tuan. Sangat sulit untuk mengetahui identitas pria itu. Dia sangat misterius. Kemunculannya tak dapat diprediksi. Apalagi dia tak memiliki ciri khas menonjol seperti tato atau tahi lalat yang memudahkan kita mengidentifikasi. Bahkan dia tidak meninggalkan sidik jari di setiap aksi. Satu-satunya yang menjadi ciri khasnya adalah tebaran kelopak bunga camelia di tempat yang ia tinggalkan," tutur pria itu.

Dengan mata yang seperti serigala dan kedua tangan yang mengepal kuat, pria tua itu berkata, "Siapapun dia ... akan menjadi ancaman bagi kita."

Di sisi lain, Seina baru saja turun dari taksi yang mengantarnya ke Tokyo Skytree, sesuai isi pesan Shohei yang memintanya menunggu di sana. Saat memasuki menara pemancar sinyal mandiri nomor satu di dunia itu, matanya lantas berkeliling memerhatikan suasana gedung yang tak seramai biasanya. Bahkan cenderung sunyi.

Seina mengambil ponsel bermaksud untuk mengabari Shohei jika dia telah berada di tempat itu. Namun, sesosok pria yang melintas tepat di hadapannya mendadak mengalihkan perhatiannya. Pupil matanya membesar tatkala perasaan familiar muncul dalam dirinya. Ia seperti mengenal kostum pria yang berjalan lurus membelakanginya itu.

Berpikir sejenak sembari menatap ke sembarang arah, ingatannya malah terkilas pada sosok pria asing yang pernah menciumnya di gedung dekat menara ini. Ya, pria yang memakai kostum serba hitam lengkap dengan topeng di wajahnya. Dia yang disebut-sebut sebagai Black Shadow!

Mata Seina yang bulat, makin membulat saat menyadari ada persamaan antara Black Shadow dengan pria yang sekarang berjalan tak jauh darinya itu. Pasalnya, meskipun tak melihat wajah Black Shadow secara utuh, tetapi ia masih mengingat betul bentuk tubuhnya, tinggi badannya, pakaian yang digunakan, hingga aroma bunga camelia yang melekat kuat di tubuh pria itu. Apalagi, kejadian saat pria bertopeng itu melepaskan ciumannya, lalu menebarkan kelopak bunga camelia diiringi senyum yang mematikan masih begitu membekas di benaknya. Dan sekarang, seseorang dengan postur tubuh dan kostum yang sama sedang berada di gedung ini.

Mungkinkah dia Black Shadow?

Seina menoleh cepat ke arah pria yang baru saja masuk ke dalam lift. Tanpa berpikir lagi, ia pun mengejar pria itu dengan menaiki lift yang berada di sebelahnya. Sayangnya, ia tak tahu lantai tujuan pria itu. Untung saja lift di menara itu didesain transparan untuk setiap sisinya sehingga memudahkan ia menebak lantai tujuan pria itu.

Dari lift yang berbeda, mata Seina tak lepas memandang pria yang diduganya sebagai Black Shadow. Ia makin penasaran karena pria itu tak kunjung berbalik ataupun menoleh dan itu membuat wajahnya tak terlihat.

Seina terus menebak arah tujuan pria itu. Apakah ke ruang observotarium? Ataukah ke tembo galleria? Ia hanya bisa menduga dua tempat itu karena sering dikunjungi orang-orang.

Saat mendongak ke atas, ia tersentak melihat pria itu sudah keluar dari lift. Ia pun bergegas keluar di lantai yang sama dengan pemberhentian pria itu, yaitu ruang observotarium sesuai dugaannya.

Seina mulai mengendap-endap dan mengitari ruangan yang berada di ketinggian 350 meter itu. Sunyi. Hanya terdengar suara langkah kakinya sendiri. Hingga hampir seluruh seluk-beluk ruangan itu dijelajahinya, ia belum menemukan tanda-tanda sosok pria itu ada di sana.

Seina masih berjalan. Pelan. Mengabaikan rasa takut di ruangan yang besar dan sepi itu. Ia berbalik cepat ketika merasa bayangan hitam melintas di belakangnya. Sayangnya, tak ada siapapun di belakangnya. Baru saja hendak melangkah, tiba-tiba ia merasakan seseorang kembali melintas tepat di sampingnya. Ia memalingkan tubuhnya dengan segera dan kembali menyapukan pandangan. Kosong. Masih tak ada siapapun. Aneh, bukannya berhenti, ia malah tak menyerah untuk mencari keberadaannya.

Pria itu seperti hantu. Namun, itu membuatnya makin yakin jika dia adalah Black Shadow, si pencuri ciumannya.

Seina berbalik tiba-tiba. Ia tersentak melihat pria itu masuk kembali ke dalam lift. Seperti paparazi yang tak bosan menguntit idola, ia pun turut masuk di lift yang berbeda untuk mengejarnya.

"Ke mana lantai tujuannya?" gumam Seina yang bingung menekan tombol tujuan. Ia menengok ke atas, memantau pemberhentian pria itu. Tampaknya pria itu berhenti di Tembo Galleria yang berada di ketinggian 450 meter.

Masih membuntutinya, kini Seina berjalan di koridor spiral berlapis kaca yang memiliki kemiringan. Keindahan salju yang terpantul dari kaca koridor seakan tak menarik baginya. Ia terus mencari jejak keberadaan pria itu, hanya untuk memuaskan rasa penasarannya. Namun, sepertinya lagi-lagi ia kehilangan jejaknya.

Tiba-tiba Seina berhenti melangkah ketika tersadar akan sesuatu. Bukankah ia ke sini untuk menunggu Shohei? Bagaimana kalau kekasihnya itu ternyata sudah datang dan sedang mencarinya?

Baru saja berbalik pergi, seseorang menariknya dengan kuat hingga membuatnya memekik pelan. Tak hanya menarik paksa, tubuhnya juga disandarkan ke dinding kaca.

Sepasang mata Seina menatap tak berkedip saat sesosok pria bertopeng berdiri tepat di hadapannya. Aroma bunga camelia yang menempel di tubuh pria itu langsung memenuhi rongga penciumannya. Jarak mereka yang begitu dekat, membuat Napas hangatnya turut menghujam.

"Kenapa kau membuntutiku?" tanya pria itu dengan nada suara dingin, sedingin salju yang membeku.

Seina masih tak mengerjap. Ia benar-benar kembali bertemu pria yang menamakan dirinya sebagai Black Shadow itu. Entah kenapa tiba-tiba ia menjadi sangat gugup. Seluruh tubuhnya gemetar. Padahal, tak pernah seperti ini sebelumnya.

"Apa kau mengingatku?" tanya gadis itu dengan pelan dan ragu.

Black shadow terdiam dengan kepala yang sedikit dimiringkan.

Melihat ekspresi pria itu, Seina kembali berkata, "Kita bertemu di gedung RCH. Kau tiba-tiba masuk ke kamarku dan ...."

"Oh, jadi karena itu kau membuntutiku?" potong Black Shadow yang terdengar remeh. Ia lalu berbisik tepat di telinga gadis itu, "Apa durasi saat kita berciuman terlalu singkat? Kau mau mengulangnya lebih lama lagi, 'kan?"

Ucapan Black Shadow membuat Seina terlonjak. Dengan wajah memerah dan mata yang berkibar, ia langsung melayangkan tamparan. Sayangnya, Black Shadow langsung menangkap pergelangan tangannya dan menghimpit tubuhnya.

Di detik yang sama, bibir dingin pria itu menyusup masuk ke celah bibirnya. Memagutnya penuh gairah, menggebu, dan menuntut. Membuat manik mata gadis itu melebar seketika karena dipenuhi rasa keterkejutan.

Seina mencoba memberontak dan melepaskan diri. Namun, kekuatannya tak sebanding dengan pria itu. Semakin ia berusaha melepaskan diri, pria itu semakin bersemangat menguasai mulutnya. Membuat bibir mereka saling menempel dan bergesekan kasar. Hingga tercipta suara peraduan dua daging tak bertulang itu.

Ciuman yang dipimpin Black Shadow terlalu kuat, gila, dan haus. Terus mengunci bibir gadis itu dengan pagutan-pagutan yang tak berjeda. Jelas, ia sangat ahli melakukan ini. Dia adalah penakluk setiap gadis manapun yang diinginkannya.

Perjuangan Seina untuk melepaskan diri dari Black Shadow kian menipis. Namun, di waktu yang sama pria itu malah melepaskan ciumannya. Jari-jari ramping Black Shadow bergerak pelan ke wajah gadis itu, lalu mengusap lembut di bibirnya yang basah.

"Ciuman pertama hukuman karena kau sangat berisik. Ciuman kedua hukuman karena kau berani menguntitku. Jika kita dipertemukan kembali, aku akan melakukannya lagi atau mungkin lebih dari ini. Jadi, sebaiknya jangan sampai bertemu denganku lagi!" Perkataan itu meloncat keluar dari bibirnya yang seksi. Ia menebarkan kelopak bunga camelia di hadapan gadis itu, sebelum akhirnya menghilang dari pandangannya.

.

.

.

Sumber gambar: thegate12.com

kalian dukung couple siapa, gays?

Terpopuler

Comments

liesae

liesae

gimana kalo sosok black shadow n mister white ini ada di indonesia ya,, pasti keren sat set membrantas kejahatan2 tingkt tinggi ...

2024-06-18

2

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

gimana ya kalau Shohei menyaksikannya?

2023-11-20

1

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

woy...itu pacar bosmu🤪 kasihan sekali shohei...astaga nagaaa
dapet bekasan bayangannya sendiri,gimana ceritanya🤭

2023-03-14

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!