Ch. 6 : Terus Dicurigai

Rai bergegas menyusul Yuriko, berusaha mensejajarkan langkah mereka. Pipinya mengembung melihat wajah Yuriko yang bagaikan kepiting rebus.

"Hei, kau kenapa? Santai saja, kadangkala hidup itu butuh pengakuan. Ya ... meskipun mengaku-ngaku yang bukan milik kita," celoteh Rai sambil terkekeh.

Yuriko menghentikan langkahnya secara tiba-tiba. Rai yang masih tertawa geli, langsung terdiam begitu melihat wajah geram gadis itu yang seakan hendak menelannya.

"Gomen, jika membuatmu marah. Aku benar-benar tidak bermaksud meledekmu. Aku justru memahamimu. Tokyo terlalu gemerlap untuk para pendatang sepertimu. Tuntutan gaya hidup di sini sangat tinggi. Jika kita tidak bisa seperti yang lain, maka kita akan disepelekan. Tapi, bukankah berteman dengan orang-orang seperti mereka membuatmu lelah? Kau harus memikirkan cara agar penampilanmu seperti mereka, juga agar kehidupanmu terlihat lebih baik dari mereka. Aku sudah pernah berada di posisimu, jadi aku sangat tahu," ucap Rai sambil tersenyum.

Rai berjalan meninggalkan Yuriko yang masih terpaku. Ia tersenyum tipis begitu mengetahui gadis itu berlari kecil menyusulnya. Ia malah sengaja menghentikan langkahnya hingga membuat Yuriko menabrak punggungnya. Tak pelak, ia pun langsung tertawa.

"Apa-apaan kau ini! Apa kau sengaja?!" sergah Yuriko kesal.

"Siapa suruh berjalan di belakangku? Kenapa tidak di sampingku saja? Karena kita tinggal di gedung yang sama, maka kita mungkin akan terbiasa pulang bersama-sama seperti ini."

Yuriko bergeming. Ia malah melengos. Saat melirik, ternyata lagi-lagi Rai berjalan meninggalkannya. Sunyinya jalanan menuju ke apartemen, membuatnya takut berjalan sendiri. Ia pun kembali berlari mengejar pria itu. Namun, nasib sial menimpanya kala salah satu hak sepatunya patah hingga membuatnya jatuh tersungkur.

"Arght!" jerit Yuriko, "Dasar sepatu sialan!" umpatnya begitu tahu hak sepatunya hampir copot.

Rai menoleh dan tersentak melihat Yuriko yang terduduk di jalanan. Dengan cepat, ia menghampiri gadis itu dan berjongkok tepat di hadapannya.

"Ah, ini sudah patah! Begini risikonya membeli barang tiruan," ucap Rai sambil menyempurnakan patahan hak sepatu itu hingga benar-benar terlepas. Sejenak, matanya teralihkan pada kaki Yuriko yang tampak lecet di bagian tumit.

Lagi-lagi wajah Yuriko memerah karena Rai mengetahui ia membeli sepatu tiruan dengan merek ternama. Ia terperanjat ketika Rai menarik paksa sebelah sepatunya yang masih dalam kondisi utuh, lalu turut mencopot haknya.

"Kau lebih cocok memakai jenis sepatu flat, kenapa harus memaksa diri memakai jenis high heels?" ucap Rai sambil memasang kembali sepasang sepatu di kaki Yuriko.

Untuk sekian kalinya Yuriko memilih diam. Namun, kali ini ia terus menatap wajah Rai. Lampu jalanan yang berpendar tepat di atas mereka, membuatnya bisa melihat wajah pria itu secara detail. Pria yang tinggal di sebelah apartemennya itu memiliki sepasang alis tebal dan tegas, hidung lancip bak sebuah pahatan, dan bibir yang terbentuk indah. Ketampanannya makin disempurnakan oleh bentuk wajah yang tirus dengan rahang tegas. Semakin ditatap, ia semakin menyadari jika pria itu benar-benar tampan dari segala sisi.

Apalagi Rai menunjukkan sisi manisnya dengan mau berjongkok hanya untuk memperbaiki sepatunya lalu memasangkan kembali di kakinya. Sebenarnya, ia terlalu malu berhadapan dengan pria itu. Bagaimana tidak, Rai seakan tahu sifat buruknya yang selalu memaksakan diri untuk terlihat elit di depan orang-orang.

Rai berdiri usai memasangkan sepatu. Ia mengulurkan tangan ke arah Yuriko, bermaksud membantunya berdiri.

"Aku bisa berdiri sendiri!" cetus gadis itu sambil bangkit.

Ketika berdiri, ia merasakan kenyamanan pada alas kakinya setelah Rai mencopot hak di sepasang sepatunya. Ia pun kembali berjalan di belakang pria itu. Jujur, dia merasa heran karena dari awal bertemu, Rai seperti mengetahui merek-merek terkenal yang harganya mahal. Pria itu juga bersikap santai meski mendapati dirinya tengah mencopet dan menipu teman-temannya.

Begitu tiba di apartemen, Rai terkejut mendapati seorang pria berdiri menunggunya di depan pintu. Dia adalah Ryo, adik kandungnya dan satu-satunya keluarga yang ia miliki di Tokyo. Mereka tidak tinggal bersama. Rai beralasan dia ingin tinggal di tempat yang dekat dengan lokasi kerjanya, padahal alasan sebenarnya adalah apartemen yang disewakan Shohei untuknya itu, digunakan mereka untuk membuat strategi.

"Oniichan!"

Dari penampilan Ryo yang masih memakai setelan jas, tampaknya ia baru saja pulang kerja. Raut wajahnya berubah seketika, saat menoleh ke arah Yuriko yang berjalan tepat di belakang Rai.

"Apakah kehadiranku kurang tepat?" tanyanya kikuk, "sepertinya aku harus segera pulang," ucap Ryo terburu-buru sambil melangkah hendak pergi.

Rai langsung menahan lengan Ryo. "Sudah datang jauh-jauh kenapa langsung pulang!"

"E ... tidak apa-apa! Lagi pula aku tidak ingin mengganggu kalian." Tepat saat Ryo mengatakan itu, Yuriko langsung membuka pintu sebelah apartemen Rai dan masuk ke dalam. Hal itu membuat Ryo melongo bodoh. Pasalnya, ia berpikir Yuriko adalah kekasih baru kakaknya yang datang menginap di situ.

"Masih mau pulang?" tanya Rai seraya mengangkat bibir atasnya.

Ryo menggeleng pelan, lalu ikut masuk ke apartemen kakaknya.

"Oniichan, lihatlah aku membawa sup kepiting untukmu. Ini masih hangat!" ucap Ryo sambil berjalan ke dapur untuk menyalin makanan yang ia bawa.

"Atur saja. Aku mau mandi dulu!" Rai mengambil handuk lalu ke kamar mandi.

Sepuluh menit kemudian Rai keluar dari kamar mandi sambil menggosok kepalanya yang basah. Ia tertegun mendapati Ryo yang berada di kamarnya sambil memegang jam tangan mahal yang merupakan hadiah dari Shohei saat ia pertama kali menjalankan misinya dengan baik.

"Oniichan, apa ini!" tanya Ryo menunjukkan jam tangan tersebut.

"Kau bisa lihat sendiri itu apa!" ketus Rai kembali mengeringkan rambutnya.

"Bukan! Maksudku ... bagaimana kau bisa membeli barang mewah ini," selidik Ryo sambil melempar tatapan curiga.

"Seseorang memberikannya padaku."

"Siapa? Jangan berbohong! Kau tidak kembali menipu orang, kan?" Ryo berjalan menghampiri Rai yang membelakanginya. Sebagai adik yang juga pernah tergabung dalam geng penipu yang dibentuk Rai, tentu Ryo tahu kemampuan manipulatif kakaknya yang tak pernah padam. Namun, ia benar-benar berharap kakaknya itu bisa meninggalkan dunia penipuan selepas keluar dari penjara.

Rai mengembuskan napas kasar. "Tentu saja tidak! Bukankah sudah kubilang aku tidak lagi menipu?!"

"Lalu bagaimana kau bisa mendapatkan jam Rolex ini!"

"Sudah kubilang aku dikasih seseorang."

"Siapa orang itu?" Pertanyaan Ryo malah beranak-pinak.

"Pacarku. Aku berpacaran dengan tante-tante kaya raya. Dia menghidupiku dan memberikan apa yang aku mau," jawab Rai asal-asalan sambil tertawa.

"Kalau begitu kau benar-benar masih menipu!"

"Apa maksudmu?!" Rai mulai kesal.

"Kau tidak mungkin serius dengan wanita lebih tua, kan? Kau pasti berpacaran hanya untuk memanfaatkannya. Itu sudah termasuk salah satu penipuan. Penipuan berkedok cinta!" cetus Ryo.

Tak tahan terus dicurigai adiknya, Rai pun berkata, "Oke-oke. Aku akan cerita sejujurnya padamu. Sebenarnya aku adalah Black Shadow yang viral itu! Dan barang-barang mewah yang kumiliki adalah hadiah atas keberhasilanku menangkap para koruptor. Kau puas?!"

Perkataan Rai tentu membuat Ryo tercengang. Sebaliknya, Rai baru menyadari ia tak sadar telah membocorkan rahasianya bersama Shohei yang tidak boleh diketahui oleh orang-orang.

Hening menyingsing tiba-tiba. Kedua orang itu tampak sama-sama dikuasai keterkejutan. Napas Rai tertahan saat Ryo memandanginya dengan tatapan penuh. Tak hanya itu, adiknya pun mendekat lalu menggenggam tangannya dengan erat.

"Oniichan, ayo kita ke psikiater! Kurasa mentalmu sedang tidak baik. Bicaramu mulai tidak jelas."

Mendengar perkataan Ryo membuat mata Rai membulat seketika diikuti hidung yang mengembang.

"A–apa maksudmu? Kau kira aku ini stress?"

Ryo buru-buru berkata, "Bukan begitu. Aku mengerti beberapa orang yang baru keluar dari penjara terkadang akan mengalami penurunan kesehatan mental. Dan mungkin ... itu yang sedang kau alami saat ini, sehingga kau mudah berhalusinasi yang tidak-tidak."

Rai menepis tangan Ryo dengan kesal dan langsung berbalik sambil mengusap rambutnya ke belakang.

Sialan! Kalau seperti ini aku menyesal sudah mengatakan padanya!

.

.

.

Terpopuler

Comments

༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉

༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉

yaa ampoon setelah tahan nafas sm reaksi ryo... malah terpingkal² setelah ryo buka mulut.. /Facepalm/

2024-09-23

0

🐥Yay

🐥Yay

lebih baik dianggap stress lah, drpd Ryo tau🤣

2024-09-18

0

liesae

liesae

rai kaget sendiri krna keceplosan udah jujur,, untungnya ryo nggk percaya mlh ngira kka nya ada gangguan setres.... beruntunglah rai😅

2024-05-18

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!