Ch. 10 : Dokter Menakutkan

Shohei mendatangi lokasi kecelakaan anggota senator Tomomi Fujimura yang terletak di jalanan penghubung antara Kota Tokyo dan Narita. Terlihat beberapa detektif muda berada lebih dulu di sana. Ada juga beberapa wartawan yang datang meliput secara langsung. Mereka membungkuk hormat saat Shohei mendekat.

Shohei melihat mobil yang digunakan senator Tomomi Fujimura. Tampaknya, mobil itu mengalami kerusakan yang sangat parah setelah sempat meledak. Garis polisi juga telah mengelilingi area kecelakaan hebat itu.

"Kenapa Tomomi-san lewat ke arah sini? Bukankah rumahnya terletak di arah selatan dari kantor kejaksaan?" tanya Shohei pada anggota kepolisian yang sedang menyelidiki.

"Kata sekretaris pribadinya, semalam dia berada di Narita. Saat mendengar info penggelapan pajak yang dituduhkan padanya, ia buru-buru pulang ke Tokyo untuk melakukan konferensi pers. Sayangnya, dia malah mengalami kecelakaan di perjalanan," ucap Seto Tanaka, seorang detektif muda yang juga menjadi sekretaris Shohei di tim penyidik. Dia dipercayakan untuk menangani kasus kecelakaan itu.

"Lalu, bagaimana dengan korban lainnya?"

"Katanya dia dia mengendarai mobilnya sendiri. Sekretarisnya memakai mobil yang berbeda," jawab Seto Tanaka.

"Bagaimana dengan dashboard yang ada di mobilnya?"

"Sudah kami amankan untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Namun, sepertinya dashboard-nya juga mengalami kerusakan akibat meledaknya mobil. Mohon bantuannya, Yamazaki-san," ucap Seto Tanaka sambil menunduk.

Shohei mendekat ke arah mobil Yang telah hangus itu, lalu melihat plat nomornya. Ia mengambil ponsel kemudian mencatat plat nomor mobil tersebut.

"Di mana dia dirawat sekarang?" tanya Shohei kembali pada Seto Tanaka.

"Di rumah sakit st. Lukes Internasional."

"Ketua penyidik Yamazaki-san!" panggil seseorang dari arah belakang.

Shohei berbalik pelan. Terlihat Kei dan timnya baru saja tiba di tempat itu untuk meliput secara langsung. Pria yang merupakan kakak sepupu Seina itu datang mendekat ke arahnya.

"Bisakah saya mewawancarai Anda sekarang mengenai keterkaitan antara kecelakaan ini dan kasus penggelapan pajak yang ditemukan Black Shadow semalam?" tanya Kei.

"Kami masih menyelidiki dan mendalami dua kasus tersebut. Jadi, belum ada yang bisa saya sampaikan di depan publik," ujar Shohei yang langsung meninggalkan tempat itu.

Kei tersenyum kecil lalu berbalik pelan. "Sepertinya sejak kemunculan Black Shadow di publik, Anda tak bertaring seperti dulu, ya?" sindirnya yang sukses membuat langkah Shohei terhenti.

Wajar saja Kei mengatakan hal itu, karena dulunya Shohei terkenal tangkas dalam mengusut kasus hingga membuat pelaku tak bisa berkelit. Dia juga salah satu detektif terbaik yang dimiliki kepolisian. Namun sekarang, Shohei terkesan lamban menghadapi isu yang hangat di negara itu, terutama untuk kasus yang menimpa pejabat.

Dua hari setelah kecelakaan tragis yang dialami Tomomi Fujimura, banyak mendatangkan simpati masyarakat karena pria yang duduk di kursi senat itu dikabarkan mengalami luka bakar tingkat tiga hingga membuatnya harus dioperasi. Bahkan seluruh tubuhnya dililit perban. Ia tak bisa bergerak apalagi bersuara. Foto-fotonya yang sedang dalam perawatan dan menggunakan ventilator, tersebar di jejaring sosial.

"Saya turut prihatin atas apa yang menimpa Tuan Tomomi Fujimura." Shohei membungkuk di hadapan istri Tuan Tomomi kemudian memberikan buket bunga yang dibawanya.

Saat ini, ia berada di ruang VIP tempat Tomomi Fujimura dirawat. Dia datang bersama ayahnya untuk melihat langsung kondisi anggota senator itu. Di hadapannya sekarang, tuan Tomomi Fujimura terbaring lemah dengan perban yang melekat di hampir seluruh tubuhnya. Dia benar-benar terlihat seperti mumi. Dengan keadaannya separah itu, tentu membutuhkan proses penyembuhan yang lama.

Setelah berkunjung, Shohei dan ayahnya memutuskan pulang karena waktu besuk dibatasi tidak lebih dari lima menit. Mengingat, tuan Tomomi Fujimura adalah seorang pengusaha sekaligus politisi sehingga cukup banyak yang datang membesuknya.

Warna langit sudah menggelap menandakan malam telah tiba. Di kediaman Matsumoto, Seina sedang memasukkan barang-barang yang akan dibawa berlibur dengan kekasihnya. Demi efisiensi waktu, mereka sepakat berangkat malam ini. Tampaknya, gadis berwajah bulat itu begitu senang dan tak sabar untuk kencan pertama dengan kekasih barunya yang seorang polisi.

Sedang sibuk mengemas, pemberitahuan pesan masuk di ponselnya mendadak berbunyi. Seina segera mengambil ponsel dan mengecek isi pesan. Ternyata itu berasal dari Shohei yang memintanya agar menunggu di gedung Tokyo Skytree. Pria itu beralasan ingin menyelesaikan pekerjaannya sebelum pergi.

Usai mengirim pesan pada Seina, Shohei memasang earpiece di telinga lalu mengambil tabletnya. Berdiri di tepi jalan utama distrik Shibuya, sepasang matanya yang jeli menatap ke arah videotron yang tengah memutar promosi film yang akan tayang di bioskop. Detik berikutnya, Videotron itu langsung teracak bertepatan saat ia menghidupkan sebuah aplikasi live streaming di tablet.

Pengguna jalan tiba-tiba berkumpul tepat di belakang Shohei begitu melihat Black Shadow muncul di layar videotron sambil menyapa seluruh penonton seperti biasa.

"Itu Black Shadow! Dia muncul lagi!" seru orang-orang sambil menunjuk ke layar videotron. Beberapa dari mereka langsung mengambil ponsel untuk melihat tayangan itu lebih dekat.

"Mina-san (semuanya), Black Shadow hadir kembali untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi dalam kegelapan. Mari kita perjelas, sejelas hitam dan putih!" ucap pria itu dengan sudut bibir yang tertarik ke atas.

Ada yang aneh dengan penampilan Black Shadow malam ini. Ia terlihat berbeda dari biasanya. Memakai jas putih panjang lengkap dengan stetoskop yang menggantung di lehernya, meskipun tetap memasang topeng di wajah. Dari lokasi tempat siaran langsung, terlihat seperti sedang berada di koridor Rumah Sakit.

"Mina-san, beberapa hari ini pemberitaan media terus memberitakan kecelakaan salah satu anggota senator. Aku turut prihatin atas apa yang menimpanya," ucap Black Shadow meletakkan tangannya di dada seraya memasang wajah sedih yang dibuat-buat. Namun, detik berikutnya ia kembali berkata dengan penuh semangat, "Oleh karena itu, aku memutuskan menjadi dokter agar bisa segera menyembuhkan anggota senator tersebut. Aku sudah membawa beberapa peralatan medis."

Black shadow menunjukkan tas medis yang dibawanya. "Mau tahu caraku menyembuhkannya? Ayo ikut!" ucap Black Shadow sambil berjalan.

Ketika ia berjalan mendekati ruang VIP tempat Tomomi Fujimura dirawat, dua bodyguard yang berdiri di depan pintu langsung menghadangnya.

"Apa-apaan kalian ini? Aku ini dokter, kenapa kalian menghalangiku masuk," ujar pria bertopeng itu sambil berusaha menerobos pintu. Namun, hal itu tak bisa ia lakukan ketika kedua bodyguard itu malah memegang lengannya, lalu mengangkat paksa tubuhnya agar segera menjauh. Bahkan, kamera di tangannya terlepas dan jatuh hingga siaran kembali terhenti.

Tak tinggal diam, Black Shadow melayangkan tendangan ke arah dua bodyguard itu. Begitu tubuhnya terlepas dari jeratan mereka, perkelahian pun tak bisa dihindari. Mereka langsung menyerangnya secara serempak. Black Shadow membungkuk dan berlari ke depan untuk menghalau pukulan mereka. Ia memuntir tangan pria berkepala botak yang menyerangnya dari depan dan menyikut dada berambut cokelat yang menyerangnya dari samping.

Pria berambut cokelat itu kembali menyerang dari arah belakang. Untungnya, ekor mata Black Shadow dapat menangkap pergerakannya. Ia bergegas menahan pergelangan tangan pria itu lalu menendang selangkangannya. Pria itu meringis kesakitan sambil membungkuk. Black Shadow kembali menyikut punggungnya, kemudian menempelkan obat bius tepat di tekuk lehernya. Dalam hitungan detik pria itu langsung terbaring lemas dalam keadaan tak sadarkan diri. Hal yang sama ia lakukan terhadap pria botak yang masih berada di kungkungannya.

Black Shadow buru-buru mengambil kamera vlog dan memasangnya di pergelangan tangan, lalu menghidupkannya kembali. "Mina-san, gomen, terdapat sedikit gangguan. Tapi, aku sudah bisa mengatasinya. Ayo, kita lihat perkembangan pasien sekarang!" seru Black Shadow yang kembali menyapa penonton.

Begitu pintu terbuka, Tomomi Fujimura tampak terperanjat melihat kehadiran Black Shadow di ruang rawatnya. Mata pria itu melotot tajam saat Black Shadow mendekat dan memosisikan berdiri di sisi ranjangnya. Tampaknya, sudah tidak ada lagi selang ventilator yang terpasang di mulutnya.

"Konbanwa, Tomomi-san. Kudengar kau mengalami luka bakar yang sangat parah hingga membuatmu tak bisa bergerak, dan juga berbicara. Tapi tenanglah, aku datang untuk menyembuhkan!"

Black Shadow lalu membuka tas medisnya. Anehnya, isi tas tersebut bukanlah peralatan medis, melainkan berisi pisau daging, kapak kecil, gunting besi, hingga racun tikus. Tomomi Fujimura hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala dengan raut wajah menahan ketakutan. Bukan hanya Tomomi Fujimura yang bereaksi, bahkan publik yang menonton aksinya pun merasa ngeri. Sebagian dari mereka mengecam aksi Black Shadow karena terlihat tengah mengolok-olok orang sakit.

"Untuk pengobatan pertama, sebaiknya kau meminum racun tikus agar syaraf-syaraf di wajahmu bisa lebih rileks dan kau dapat berbicara." Black Shadow mengambil racun tikus dari tas medisnya lalu mendekatkan ke mulut Tomomi Fujimura.

Tomomi Fujimura menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mata yang melotot tajam. Ketika racun tikus itu akan dimasukkan ke mulutnya, secara tiba-tiba dia bersuara, "Jangan! Jangan lakukan itu! Seseorang di luar sana, tolong aku! Orang ini akan membunuhku!"

"Wow! Lihat, padahal aku baru saja ingin mengobatinya agar bisa bicara, tapi dia langsung sembuh begitu saja. Bahkan suaranya sangat jelas." Black Shadow melaporkan di depan kamera. Ia lalu menoleh ke arah kaki Tomomi yang digantung dengan perban yang melilit. "Baiklah, karena suaramu telah kembali pulih, maka aku akan mengobati kakimu agar segara berjalan."

Black Shadow mengambil pisau pemotong daging, tetapi tak lama kemudian dia menggantinya dengan kapak. Melihat itu, tentu membuat Tomomi bergidik ketakutan.

"Apa yang ingin kau lakukan?! Jangan! Jangan!" teriak Tomomi.

Ketika kapak itu di dekatkan ke kakinya, anggota senator itu refleks beranjak dari tempat tidur untuk menghindar. Ia bahkan berlari menjauh sepanjang tiga meter. Namun, ia tak menyadari saat turun dari ranjang, kakinya sempat ditahan Black Shadow hingga membuat seluruh perbannya terlepas.

Hal itu tentu saja mengejutkan semua orang. Bahkan para kepolisian, dan kejaksaan yang tengah menonton aksi Black Shadow ikut tercengang. Pasalnya, di balik perban yang melilit tubuhnya tak satu pun terdapat luka bakar.

"Wow, lihat, kakinya langsung bisa berjalan! Bahkan luka bakar di tubuhnya langsung hilang. Padahal aku belum memulai pengobatan sama sekali," ucap Black Shadow dengan heboh. Ia menoleh ke arah kamera sambil berkata, "Mina-san, bukankah aku ini dokter yang hebat? Pasienku langsung sembuh hanya karena aku mengunjunginya!"

Mr. White masih terus memantau di tempat berbeda. Sejak berita kecelakaan itu, ia sudah bisa mencium keganjalan. Hal itu diperkuat saat ia mendatangi lokasi tempat kejadian kecelakaan itu berlangsung, yang mana tidak ada keberadaan bekas rem di sekitar jalur kecelakaan. Dari hasil lacakan plat nomor, diketahui mobil tersebut berasal dari sebuah bengkel di Narita yang memang sudah dalam kondisi rusak.

Kemudian, saat menjenguk Tomomi Fujimura, ia melihat pria itu memakai bantal yang sebenarnya tidak disarankan untuk pasien kecelakaan yang menderita cedera parah. Lucunya, tidak ada catatan medis dari ruang IGD, padahal setiap pasien kecelakaan harus melalui prosedur IGD terlebih dahulu.

Kericuhan terjadi di jalanan utama Shibuya tempat Mr. White berdiri saat ini. Publik yang sedari tadi menonton kini melayangkan hujatan.

"Hah, dia tidak terluka sama sekali!"

"Orang itu berbohong! Dia memalsukan kecelakaannya!

"Dasar licik! Ini pembohongan publik!"

Seluruh hujatan-hujatan itu masuk di pendengaran Mr. White yang masih berdiri sambil ikut menonton lewat videotron. Bibir pria itu tertarik kecil, menciptakan senyum tipis. Ia mematikan siaran, lalu menghidupkan earpiece di telinga sambil berjalan penuh kharisma melewati Zebra cross.

"Tuan Tomomi Fujimura, Anda terbukti melakukan penggelapan pajak dengan memalsukan data penghasilan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Anda juga menyuap kepala Biro Perpajakan Nasional agar bisa memanipulasi data yang membuktikan kalau Anda telah membayar pajak. Tak hanya itu, Anda melakukan pembohongan publik dengan membuat kecelakaan palsu, memilih lokasi yang jauh dari pemukiman warga dan CCTV, lalu menyogok pihak Rumah Sakit untuk mengadakan konferensi pers sebagai penguat bukti sehingga dapat menunda panggilan pemeriksaan dari petugas hukum," ucap Mr. White dengan efek suara Chipmunk sambil terus berjalan menuju tempat mobilnya terparkir.

"Si–siapa kau?" tanya tuan Tomomi Fujimura sambil menoleh ke sekitar ruangan di mana hanya ada dia dan Black Shadow di sana.

Mr. White masuk ke mobil dan langsung memasang sabuk pengaman. Ia mengerjap lembut dengan kedua tangan yang berada di setir mobil, bersiap untuk melaju.

"Aku Mr. White. Sang pengendali Black Shadow," ucapnya sambil tersenyum halus.

.

.

.

sumber gambar : japantrips.co

catatan author:

10 chapter awal gimana gays, suka gak? Oia, untuk kasus ini ada kemiripan dengan kasus e-KTP yang pernah heboh di negeri kita ya. yang itu loh, tersangkanya ngedrama kecelakaan buat menghindari pemeriksaan. aku terinspirasi dari kasus itu 😂

oh iya, efek suara Chipmunk tahu gak? itu suara tupai yang biasa dipakai buat menyamarkan suara asli. Jadi Mr. white selalu pake suara itu untuk mengungkap kasus.

ini belom ada konflik ya, masih seputar petualang Mr. white dan black shadow. konfliknya nanti akan kalian tahu sendiri seperti apa.

oh, iya, ini dua chapter ya. tadi mau di pisah, tapi kayaknya ga asyik kalo bacanya terpotong. jadi, aku sambung aja. baik, kan aku? emang 😉🤣

Terpopuler

Comments

novita setya

novita setya

oiya..sekian tahun silam. kasian tiang listriknya. q dengar si tiang listrik jd pincang..eh

2025-01-18

0

🐥Yay

🐥Yay

totalitas sampe mau dipasangkan ventilator

2024-09-19

1

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

suka banget malah...dibawa kesana kemarin belum ketebak tp penasaran😍

2023-03-14

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!