Shohei mendatangi lokasi kecelakaan anggota senator Tomomi Fujimura yang terletak di jalanan penghubung antara Kota Tokyo dan Narita. Terlihat beberapa detektif muda berada lebih dulu di sana. Ada juga beberapa wartawan yang datang meliput secara langsung. Mereka membungkuk hormat saat Shohei mendekat.
Shohei melihat mobil yang digunakan senator Tomomi Fujimura. Tampaknya, mobil itu mengalami kerusakan yang sangat parah setelah sempat meledak. Garis polisi juga telah mengelilingi area kecelakaan hebat itu.
"Kenapa Tomomi-san lewat ke arah sini? Bukankah rumahnya terletak di arah selatan dari kantor kejaksaan?" tanya Shohei pada anggota kepolisian yang sedang menyelidiki.
"Kata sekretaris pribadinya, semalam dia berada di Narita. Saat mendengar info penggelapan pajak yang dituduhkan padanya, ia buru-buru pulang ke Tokyo untuk melakukan konferensi pers. Sayangnya, dia malah mengalami kecelakaan di perjalanan," ucap Seto Tanaka, seorang detektif muda yang juga menjadi sekretaris Shohei di tim penyidik. Dia dipercayakan untuk menangani kasus kecelakaan itu.
"Lalu, bagaimana dengan korban lainnya?"
"Katanya dia dia mengendarai mobilnya sendiri. Sekretarisnya memakai mobil yang berbeda," jawab Seto Tanaka.
"Bagaimana dengan dashboard yang ada di mobilnya?"
"Sudah kami amankan untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Namun, sepertinya dashboard-nya juga mengalami kerusakan akibat meledaknya mobil. Mohon bantuannya, Yamazaki-san," ucap Seto Tanaka sambil menunduk.
Shohei mendekat ke arah mobil Yang telah hangus itu, lalu melihat plat nomornya. Ia mengambil ponsel kemudian mencatat plat nomor mobil tersebut.
"Di mana dia dirawat sekarang?" tanya Shohei kembali pada Seto Tanaka.
"Di rumah sakit st. Lukes Internasional."
"Ketua penyidik Yamazaki-san!" panggil seseorang dari arah belakang.
Shohei berbalik pelan. Terlihat Kei dan timnya baru saja tiba di tempat itu untuk meliput secara langsung. Pria yang merupakan kakak sepupu Seina itu datang mendekat ke arahnya.
"Bisakah saya mewawancarai Anda sekarang mengenai keterkaitan antara kecelakaan ini dan kasus penggelapan pajak yang ditemukan Black Shadow semalam?" tanya Kei.
"Kami masih menyelidiki dan mendalami dua kasus tersebut. Jadi, belum ada yang bisa saya sampaikan di depan publik," ujar Shohei yang langsung meninggalkan tempat itu.
Kei tersenyum kecil lalu berbalik pelan. "Sepertinya sejak kemunculan Black Shadow di publik, Anda tak bertaring seperti dulu, ya?" sindirnya yang sukses membuat langkah Shohei terhenti.
Wajar saja Kei mengatakan hal itu, karena dulunya Shohei terkenal tangkas dalam mengusut kasus hingga membuat pelaku tak bisa berkelit. Dia juga salah satu detektif terbaik yang dimiliki kepolisian. Namun sekarang, Shohei terkesan lamban menghadapi isu yang hangat di negara itu, terutama untuk kasus yang menimpa pejabat.
Dua hari setelah kecelakaan tragis yang dialami Tomomi Fujimura, banyak mendatangkan simpati masyarakat karena pria yang duduk di kursi senat itu dikabarkan mengalami luka bakar tingkat tiga hingga membuatnya harus dioperasi. Bahkan seluruh tubuhnya dililit perban. Ia tak bisa bergerak apalagi bersuara. Foto-fotonya yang sedang dalam perawatan dan menggunakan ventilator, tersebar di jejaring sosial.
"Saya turut prihatin atas apa yang menimpa Tuan Tomomi Fujimura." Shohei membungkuk di hadapan istri Tuan Tomomi kemudian memberikan buket bunga yang dibawanya.
Saat ini, ia berada di ruang VIP tempat Tomomi Fujimura dirawat. Dia datang bersama ayahnya untuk melihat langsung kondisi anggota senator itu. Di hadapannya sekarang, tuan Tomomi Fujimura terbaring lemah dengan perban yang melekat di hampir seluruh tubuhnya. Dia benar-benar terlihat seperti mumi. Dengan keadaannya separah itu, tentu membutuhkan proses penyembuhan yang lama.
Setelah berkunjung, Shohei dan ayahnya memutuskan pulang karena waktu besuk dibatasi tidak lebih dari lima menit. Mengingat, tuan Tomomi Fujimura adalah seorang pengusaha sekaligus politisi sehingga cukup banyak yang datang membesuknya.
Warna langit sudah menggelap menandakan malam telah tiba. Di kediaman Matsumoto, Seina sedang memasukkan barang-barang yang akan dibawa berlibur dengan kekasihnya. Demi efisiensi waktu, mereka sepakat berangkat malam ini. Tampaknya, gadis berwajah bulat itu begitu senang dan tak sabar untuk kencan pertama dengan kekasih barunya yang seorang polisi.
Sedang sibuk mengemas, pemberitahuan pesan masuk di ponselnya mendadak berbunyi. Seina segera mengambil ponsel dan mengecek isi pesan. Ternyata itu berasal dari Shohei yang memintanya agar menunggu di gedung Tokyo Skytree. Pria itu beralasan ingin menyelesaikan pekerjaannya sebelum pergi.
Usai mengirim pesan pada Seina, Shohei memasang earpiece di telinga lalu mengambil tabletnya. Berdiri di tepi jalan utama distrik Shibuya, sepasang matanya yang jeli menatap ke arah videotron yang tengah memutar promosi film yang akan tayang di bioskop. Detik berikutnya, Videotron itu langsung teracak bertepatan saat ia menghidupkan sebuah aplikasi live streaming di tablet.
Pengguna jalan tiba-tiba berkumpul tepat di belakang Shohei begitu melihat Black Shadow muncul di layar videotron sambil menyapa seluruh penonton seperti biasa.
"Itu Black Shadow! Dia muncul lagi!" seru orang-orang sambil menunjuk ke layar videotron. Beberapa dari mereka langsung mengambil ponsel untuk melihat tayangan itu lebih dekat.
"Mina-san (semuanya), Black Shadow hadir kembali untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi dalam kegelapan. Mari kita perjelas, sejelas hitam dan putih!" ucap pria itu dengan sudut bibir yang tertarik ke atas.
Ada yang aneh dengan penampilan Black Shadow malam ini. Ia terlihat berbeda dari biasanya. Memakai jas putih panjang lengkap dengan stetoskop yang menggantung di lehernya, meskipun tetap memasang topeng di wajah. Dari lokasi tempat siaran langsung, terlihat seperti sedang berada di koridor Rumah Sakit.
"Mina-san, beberapa hari ini pemberitaan media terus memberitakan kecelakaan salah satu anggota senator. Aku turut prihatin atas apa yang menimpanya," ucap Black Shadow meletakkan tangannya di dada seraya memasang wajah sedih yang dibuat-buat. Namun, detik berikutnya ia kembali berkata dengan penuh semangat, "Oleh karena itu, aku memutuskan menjadi dokter agar bisa segera menyembuhkan anggota senator tersebut. Aku sudah membawa beberapa peralatan medis."
Black shadow menunjukkan tas medis yang dibawanya. "Mau tahu caraku menyembuhkannya? Ayo ikut!" ucap Black Shadow sambil berjalan.
Ketika ia berjalan mendekati ruang VIP tempat Tomomi Fujimura dirawat, dua bodyguard yang berdiri di depan pintu langsung menghadangnya.
"Apa-apaan kalian ini? Aku ini dokter, kenapa kalian menghalangiku masuk," ujar pria bertopeng itu sambil berusaha menerobos pintu. Namun, hal itu tak bisa ia lakukan ketika kedua bodyguard itu malah memegang lengannya, lalu mengangkat paksa tubuhnya agar segera menjauh. Bahkan, kamera di tangannya terlepas dan jatuh hingga siaran kembali terhenti.
Tak tinggal diam, Black Shadow melayangkan tendangan ke arah dua bodyguard itu. Begitu tubuhnya terlepas dari jeratan mereka, perkelahian pun tak bisa dihindari. Mereka langsung menyerangnya secara serempak. Black Shadow membungkuk dan berlari ke depan untuk menghalau pukulan mereka. Ia memuntir tangan pria berkepala botak yang menyerangnya dari depan dan menyikut dada berambut cokelat yang menyerangnya dari samping.
Pria berambut cokelat itu kembali menyerang dari arah belakang. Untungnya, ekor mata Black Shadow dapat menangkap pergerakannya. Ia bergegas menahan pergelangan tangan pria itu lalu menendang selangkangannya. Pria itu meringis kesakitan sambil membungkuk. Black Shadow kembali menyikut punggungnya, kemudian menempelkan obat bius tepat di tekuk lehernya. Dalam hitungan detik pria itu langsung terbaring lemas dalam keadaan tak sadarkan diri. Hal yang sama ia lakukan terhadap pria botak yang masih berada di kungkungannya.
Black Shadow buru-buru mengambil kamera vlog dan memasangnya di pergelangan tangan, lalu menghidupkannya kembali. "Mina-san, gomen, terdapat sedikit gangguan. Tapi, aku sudah bisa mengatasinya. Ayo, kita lihat perkembangan pasien sekarang!" seru Black Shadow yang kembali menyapa penonton.
Begitu pintu terbuka, Tomomi Fujimura tampak terperanjat melihat kehadiran Black Shadow di ruang rawatnya. Mata pria itu melotot tajam saat Black Shadow mendekat dan memosisikan berdiri di sisi ranjangnya. Tampaknya, sudah tidak ada lagi selang ventilator yang terpasang di mulutnya.
"Konbanwa, Tomomi-san. Kudengar kau mengalami luka bakar yang sangat parah hingga membuatmu tak bisa bergerak, dan juga berbicara. Tapi tenanglah, aku datang untuk menyembuhkan!"
Black Shadow lalu membuka tas medisnya. Anehnya, isi tas tersebut bukanlah peralatan medis, melainkan berisi pisau daging, kapak kecil, gunting besi, hingga racun tikus. Tomomi Fujimura hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala dengan raut wajah menahan ketakutan. Bukan hanya Tomomi Fujimura yang bereaksi, bahkan publik yang menonton aksinya pun merasa ngeri. Sebagian dari mereka mengecam aksi Black Shadow karena terlihat tengah mengolok-olok orang sakit.
"Untuk pengobatan pertama, sebaiknya kau meminum racun tikus agar syaraf-syaraf di wajahmu bisa lebih rileks dan kau dapat berbicara." Black Shadow mengambil racun tikus dari tas medisnya lalu mendekatkan ke mulut Tomomi Fujimura.
Tomomi Fujimura menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mata yang melotot tajam. Ketika racun tikus itu akan dimasukkan ke mulutnya, secara tiba-tiba dia bersuara, "Jangan! Jangan lakukan itu! Seseorang di luar sana, tolong aku! Orang ini akan membunuhku!"
"Wow! Lihat, padahal aku baru saja ingin mengobatinya agar bisa bicara, tapi dia langsung sembuh begitu saja. Bahkan suaranya sangat jelas." Black Shadow melaporkan di depan kamera. Ia lalu menoleh ke arah kaki Tomomi yang digantung dengan perban yang melilit. "Baiklah, karena suaramu telah kembali pulih, maka aku akan mengobati kakimu agar segara berjalan."
Black Shadow mengambil pisau pemotong daging, tetapi tak lama kemudian dia menggantinya dengan kapak. Melihat itu, tentu membuat Tomomi bergidik ketakutan.
"Apa yang ingin kau lakukan?! Jangan! Jangan!" teriak Tomomi.
Ketika kapak itu di dekatkan ke kakinya, anggota senator itu refleks beranjak dari tempat tidur untuk menghindar. Ia bahkan berlari menjauh sepanjang tiga meter. Namun, ia tak menyadari saat turun dari ranjang, kakinya sempat ditahan Black Shadow hingga membuat seluruh perbannya terlepas.
Hal itu tentu saja mengejutkan semua orang. Bahkan para kepolisian, dan kejaksaan yang tengah menonton aksi Black Shadow ikut tercengang. Pasalnya, di balik perban yang melilit tubuhnya tak satu pun terdapat luka bakar.
"Wow, lihat, kakinya langsung bisa berjalan! Bahkan luka bakar di tubuhnya langsung hilang. Padahal aku belum memulai pengobatan sama sekali," ucap Black Shadow dengan heboh. Ia menoleh ke arah kamera sambil berkata, "Mina-san, bukankah aku ini dokter yang hebat? Pasienku langsung sembuh hanya karena aku mengunjunginya!"
Mr. White masih terus memantau di tempat berbeda. Sejak berita kecelakaan itu, ia sudah bisa mencium keganjalan. Hal itu diperkuat saat ia mendatangi lokasi tempat kejadian kecelakaan itu berlangsung, yang mana tidak ada keberadaan bekas rem di sekitar jalur kecelakaan. Dari hasil lacakan plat nomor, diketahui mobil tersebut berasal dari sebuah bengkel di Narita yang memang sudah dalam kondisi rusak.
Kemudian, saat menjenguk Tomomi Fujimura, ia melihat pria itu memakai bantal yang sebenarnya tidak disarankan untuk pasien kecelakaan yang menderita cedera parah. Lucunya, tidak ada catatan medis dari ruang IGD, padahal setiap pasien kecelakaan harus melalui prosedur IGD terlebih dahulu.
Kericuhan terjadi di jalanan utama Shibuya tempat Mr. White berdiri saat ini. Publik yang sedari tadi menonton kini melayangkan hujatan.
"Hah, dia tidak terluka sama sekali!"
"Orang itu berbohong! Dia memalsukan kecelakaannya!
"Dasar licik! Ini pembohongan publik!"
Seluruh hujatan-hujatan itu masuk di pendengaran Mr. White yang masih berdiri sambil ikut menonton lewat videotron. Bibir pria itu tertarik kecil, menciptakan senyum tipis. Ia mematikan siaran, lalu menghidupkan earpiece di telinga sambil berjalan penuh kharisma melewati Zebra cross.
"Tuan Tomomi Fujimura, Anda terbukti melakukan penggelapan pajak dengan memalsukan data penghasilan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Anda juga menyuap kepala Biro Perpajakan Nasional agar bisa memanipulasi data yang membuktikan kalau Anda telah membayar pajak. Tak hanya itu, Anda melakukan pembohongan publik dengan membuat kecelakaan palsu, memilih lokasi yang jauh dari pemukiman warga dan CCTV, lalu menyogok pihak Rumah Sakit untuk mengadakan konferensi pers sebagai penguat bukti sehingga dapat menunda panggilan pemeriksaan dari petugas hukum," ucap Mr. White dengan efek suara Chipmunk sambil terus berjalan menuju tempat mobilnya terparkir.
"Si–siapa kau?" tanya tuan Tomomi Fujimura sambil menoleh ke sekitar ruangan di mana hanya ada dia dan Black Shadow di sana.
Mr. White masuk ke mobil dan langsung memasang sabuk pengaman. Ia mengerjap lembut dengan kedua tangan yang berada di setir mobil, bersiap untuk melaju.
"Aku Mr. White. Sang pengendali Black Shadow," ucapnya sambil tersenyum halus.
.
.
.
sumber gambar : japantrips.co
catatan author:
10 chapter awal gimana gays, suka gak? Oia, untuk kasus ini ada kemiripan dengan kasus e-KTP yang pernah heboh di negeri kita ya. yang itu loh, tersangkanya ngedrama kecelakaan buat menghindari pemeriksaan. aku terinspirasi dari kasus itu 😂
oh iya, efek suara Chipmunk tahu gak? itu suara tupai yang biasa dipakai buat menyamarkan suara asli. Jadi Mr. white selalu pake suara itu untuk mengungkap kasus.
ini belom ada konflik ya, masih seputar petualang Mr. white dan black shadow. konfliknya nanti akan kalian tahu sendiri seperti apa.
oh, iya, ini dua chapter ya. tadi mau di pisah, tapi kayaknya ga asyik kalo bacanya terpotong. jadi, aku sambung aja. baik, kan aku? emang 😉🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
novita setya
oiya..sekian tahun silam. kasian tiang listriknya. q dengar si tiang listrik jd pincang..eh
2025-01-18
0
🐥Yay
totalitas sampe mau dipasangkan ventilator
2024-09-19
1
sakura🇵🇸
suka banget malah...dibawa kesana kemarin belum ketebak tp penasaran😍
2023-03-14
0