Ch. 8 : Black Shadow Comeback

"Hei, kalian saling kenal, ya?"

Pertanyaan Rai membuat Shohei dan Yuri sontak menoleh.

"Hum." Shohei mengangguk. "Kemarin saat membeli bunga, dompetku tiba-tiba hilang. Untungnya Nona ini menemukannya," tuturnya menjelaskan.

"Mwo?" Mulut Rai membentuk huruf O. "Dia menemukan dompetmu?" tanyanya tak percaya.

Shohei mengangguk.

"Dan dia mengembalikannya padamu?"

Shohei kembali mengangguk.

"Apa uangmu utuh saat dia mengembalikannya?"

Alis Shohei nyaris tersambung karena bingung dengan pertanyaan Rai.

"Apa-apaan, apa kau pikir aku mengambil uangnya?!" Yuriko yang dari tadi menahan napas, kini tak terima dengan kecurigaan Rai.

Rai tak membalas, justru melempar senyum mengejek padanya. Ia lalu memalingkan wajah ke arah Shohei. "Aku sudah menunggumu dari tadi. Ayo masuk, aku sudah tidak sabar!"

"Aku membawakan suplemen agar kau bisa menjaga stamina selama musim dingin." Shohei mengangkat bag paper yang dibawanya. Ia menoleh sebentar pada Yuriko hanya untuk melempar senyum seraya menunduk sopan, sebelum akhirnya masuk ke apartemen Rai.

Kini, hanya ada Yuriko yang berdiri bodoh di depan pintu. Ia terdiam selama beberapa detik dan menyadari sesuatu yang aneh.

"Ayo masuk, aku sudah tidak sabar!"

Ucapan Rai barusan kembali menggaung di telinga Yuriko. Tak hanya itu, balasan Shohei yang menunjukkan sebuah perhatian tak biasa terhadap sesama kaum lelaki seakan menggiringnya untuk berpikiran negatif.

Tunggu! Mereka berdua saling kenal? Tidak! Tidak! Kurasa bukan hanya saling kenal. Mereka mungkin sangat dekat.

Yuriko kembali menatap pintu apartemen Rai. Matanya yang bulat, semakin membulat. Ia mengangkat jari telunjuk kirinya perlahan, lalu diikuti dengan mengangkat jari telunjuk kanan. Mengibaratkan kedua telunjuk itu adalah Rai dan Shohei.

Dua orang pria dewasa berada dalam satu ruangan sepagi ini?

Yuriko menggeleng-gelengkan kepalanya diikuti wajah yang menahan ngeri. Tak mau berpikir yang tidak-tidak, ia pun buru-buru masuk ke apartemennya. Ternyata yang ia lakukan adalah menempelkan telinga di dinding pembatas ruangan yang bersebelahan langsung dengan apartemen Rai. Gadis itu bagaikan seekor cicak yang merayap di dinding, demi untuk menguping apa yang tengah dibicarakan kedua lelaki itu di dalam sana.

Kenapa tidak ada suara? Tidak mungkin apartemen ini kedap suara.

Yuriko sungguh penasaran. Namun, tiba-tiba ia teringat tentang yang hendak Rai lakukan kepadanya semalam. Ia pun bersandar di dinding seraya bernapas lega.

Kurasa aku terlalu berlebihan. Mana mungkin mereka bermain 'pedang-pedangan' di dalam sana.

Entah kenapa, tiba-tiba wajah Shohei yang tersenyum lembut kembali muncul di benaknya. Dia benar-benar terpesona dengan pria itu sampai-sampai wajahnya terus bergerilya di pikirannya.

Oh, pak polisi yang tampan, ramah dan kaya!

Tersadar jika ini sebuah kesempatan untuk mengenal pria itu lebih jauh, Yuriko pun bergegas menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Ia sibuk memilih baju yang cocok untuknya. Ia bahkan sampai melepaskan plester yang merekat di pipi. Ternyata bekas luka cakaran masih terlihat jelas. Hal itu tentu membuatnya kesal.

"Mungkin jika aku mengoleskan alas bedak lukanya akan tersamarkan." Yuriko mulai mengaplikasikan foundation dan beberapa alat makeup lainnya di wajahnya. Ia juga membentuk rambutnya agar sedikit bergelombang. Semua yang ia lakukan tentu untuk membuat pria berprofesi polisi itu tertarik padanya.

Sementara di dalam apartemen Rai, kedua pria itu tengah merencanakan misi selanjutnya untuk menjebak anggota senator dan juga wakil kepala Departemen Inspeksi Biro Perpajakan Nasional Tokyo. Pasalnya, dari hasil penemuan data yang pernah diretas Rai, Shohei menemukan adanya dugaan pelanggaran undang-undang pajak penghasilan yang dilakukan salah satu anggota senator atas perusahaannya.

"Lakukan malam ini!" ucap Shohei sambil memberi sebuah alamat. Usai membuat strategi, ia pun memutuskan untuk pulang.

Rai mengantar kepergian Shohei sampai di depan pintu. Baru saja hendak masuk untuk melanjutkan tidurnya, ia malah tertegun melihat Yuriko yang tiba-tiba keluar dengan penampilan berbeda dari sebelumnya. Sebaliknya, melihat Rai berdiri sambil bersandar di tiang pintu, membuat Yuriko terhenyak.

"Masih pagi begini mau ke mana?" tanya Rai seraya menatap penuh ke arah gadis itu.

"Ma–mana pak polisi?" Yuriko mencoba menengok ke dalam apartemen Rai.

"Dia baru saja pulang."

"Apa?!" Yuriko terlonjak seketika.

"Kenapa?"

Yuriko terdiam seketika. Ia menyeret langkahnya sedikit demi sedikit ke arah Rai sambil memasang wajah manis bak anak kecil yang mencari perhatian.

"Hei, ada hubungan apa antara kau dan polisi itu?" tanya Yuriko setengah berbisik.

"Kenapa mau mencari tahu?" ketus Rai sambil bersedekap dan menaikkan dagunya ke atas.

Bibir Yuriko membentuk senyuman lebar hingga sepasang matanya menyipit. "Jika kalian sangat dekat, tolong kenalkan aku padanya!" bujuk gadis itu masih memasang wajah manis.

"Kau menyukainya?" tanya Rai datar.

Yuriko mengangguk cepat. "Dia sangat tampan, dan juga terlihat baik hati."

Tak mau kalah, Rai justru berkata, "Kurasa aku lebih tampan darinya!"

"Berhubung kau miskin, jadi kau kurang tampan di mataku."

Pernyataan jujur Yuriko membuat Rai termegap-megap. Sambil mengeronyotkan bibir, ia lantas berkata, "Aku dulu juga lebih kaya darinya. Bahkan aku memiliki rumah di kawasan Azabu."

"Ah, sudah ... sudah! Berhenti mendongeng." Yuriko mengibaskan sebelah tangannya ke arah Rai, menyuruhnya untuk berhenti bersuara. "Jadi bagaimana? Kau mau dekatkan kami berdua, 'kan?"

"Ti-dak!" tolak Rai penuh penekanan. Ia malah langsung masuk ke apartemennya.

Yuriko turut mengikuti Rai masuk. Ia tak menyerah untuk membujuk pria itu.

"Ayolah! Dia benar-benar sesuai dengan kriteria pria idamanku selama ini. Andaikan saja dia menjadi kekasihku ...." Yuriko menangkup kedua tangannya seraya kembali membayangkan wajah Shohei.

"Bagaimana kalau kau bayangkan saja aku yang jadi kekasihmu," ujar Rai sambil mengangkat alisnya. Ia mengelus dagu sambil kembali berkata, "Kurasa aku jauh lebih tampan darinya jika disuruh memakai seragam polisi."

"Berhenti mempromosikan dirimu sendiri!" ketus Yuriko kesal.

Bukannya diam, Rai justru kembali berkata, "Benar kau tidak menyukaiku? Aku ini pemain hebat dan tahan lama loh!" Kali ini Rai memasang ekspresi nakal sambil mengangkat sedikit kausnya, sengaja memperlihatkan pahatan indah di perutnya.

Hal itu tentu membuat Yuriko melempar tatapan kesal. "Satu hal yang tidak kusuka darimu adalah tingkat percaya dirimu yang tinggi, wajahmu yang genit, dan sikapmu yang pemaksa!"

"Katanya hanya satu hal, tapi kenapa banyak sekali," imbuh Rai diiringi dengusan napas kasar.

"Karena begitulah penilaianku tentangmu!"

Rai berjalan mendekat ke arah Yuriko hingga membuat gadis itu sedikit memundurkan badannya ke belakang. Rai malah membungkuk untuk mensejajarkan tinggi badan mereka. Yuriko hanya mampu menunduk ketika pria itu mulai mendekatkan wajahnya.

"Apa yang ingin kau lakukan! Cepat menjauh!"

"Aku cuma ingin bertanya, kapan kau akan kembali ke apartemenmu?"

Yuriko terhenyak seketika. Matanya refleks berkeliling menatap sekitar ruangan. Sungguh ia baru menyadari jika sedang berada di apartemen pria itu.

"Aku akan kembali sekarang!" ketusnya seraya mendorong tubuh Rai dan bergegas keluar dari apartemen pria itu.

Rai tersenyum kecil sambil mengusap bibirnya. "Tak tertarik padaku? Mana boleh seperti itu," gumamnya sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.

Malam pekat yang dingin pun tiba, Seina bersama kawan-kawannya sedang asyik berkumpul di sebuah kafe yang menawarkan hidangan udon khas musim dingin. Seina menceritakan tentang hubungan yang baru ia jalani bersama seorang detektif ternama dari Kepolisian Metropolitan.

"Ini pertama kalinya aku menjalin hubungan dengan pria matang. Dia sangat berwibawa dan cerdas. Kurasa aku perlu bersikap dewasa untuk mengimbanginya," ucap Seina sambil menyantap mie udon.

"Kau salah Seina. Pria matang justru menyukai gadis muda seperti kita karena mereka ingin kita bermanja-manja di depan mereka," seru salah satu temannya.

"Benarkah seperti itu?" Seina meragukan saran temannya.

"Benar. Percayalah jika kau bersikap dewasa itu membuatnya berpikir kalau kalian seumuran. Jadi, sebaiknya bermanja-manjalah dengannya. Sikap kita yang seperti itu juga bisa membuatnya melepas kepenatan di kala sibuk bekerja," sambung teman lainnya.

Di saat mereka semakin larut dalam obrolan. Salah satu teman Seina yang sibuk memegang ponselnya tiba-tiba berseru, "Black Shadow comeback! Dia kembali beraksi!"

Wanita itu menunjukkan ponselnya di mana sebuah video streaming akan menampilkan channel khusus Black Shadow. Siaran televisi di kafe itu juga tiba-tiba teracak, menandakan jika seluruh saluran televisi sebentar lagi akan dikuasai oleh Black Shadow. Ya, seperti diketahui, Black Shadow selalu menayangkan aksinya secara langsung. Ia akan meretas seluruh stasiun televisi, videotron, dan layanan streaming di beberapa aplikasi online sehingga seluruh publik bisa melihatnya.

Meskipun begitu, aksinya selalu menjadi tontonan yang ditunggu-tunggu seluruh lapisan masyarakat. Para pejalan kaki serempak menengok ke arah videotron. Orang-orang yang berada di kafe langsung berhenti makan dan fokus menunggu saluran khusus Black Shadow. Para pekerja yang sibuk, lantas berhenti sejenak lalu mengambil ponsel mereka masing-masing bersiap untuk menonton pria yang kerap memakai pakaian serba hitam itu.

Di sebuah ruangan tertutup, Mr. White duduk santai sembari memantau siaran yang sedang berlangsung di laptopnya. Pria berkacamata itu memasang earpiece di telinganya, lalu berkata, "Silakan dimulai, Black!"

Seina mendadak berdiri ketika sesosok pria bertopeng yang pernah mencuri ciumannya, muncul di layar televisi menyapa seluruh penonton layaknya seorang reporter.

Sambil memegang mic, Black Shadow mengumandangkan semboyannya dengan penuh semangat. "Mina-san (semuanya), Black Shadow hadir kembali untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi dalam kegelapan. Mari kita perjelas, sejelas hitam dan putih!"

Terpopuler

Comments

༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉

༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉

ahahaahaaaa... iya ya.. mereka mau main pedang²an itu kan isi otakmu yuri... /Facepalm//Facepalm/

2024-09-23

0

🐥Yay

🐥Yay

wkwkwk waduh

2024-09-18

0

ᏉᎨᎾᏁᎯ

ᏉᎨᎾᏁᎯ

auto illfeel.. disangka merekaaa.... 🤭🤣🤣🤣

2023-09-24

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!