Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih

Setelah mengantar Seina pulang, Shohei singgah ke kantor Departemen Kepolisian Sumida untuk menanyakan kabar kelanjutan kasus tabrak lari semalam.

Shohei tergemap ketika salah satu polisi di Departemen Sumida itu mengatakan bahwa Kepala Kepolisian Nasional sendiri yang meminta mereka agar membebaskan si penabrak lari itu dan menutup kasus. Sebab, pelaku adalah anak dari wakil ketua Parlemen yang sangat dekat dengan Perdana Menteri dan juga berada di partai yang sama.

Mendengar hal itu, membuat kedua tangan Shohei mengepal kuat. Pelaku melakukan pelanggaran dengan kebut-kebutan di jalanan, mabuk saat berkendara, dan menabrak pengendara lainnya hingga tewas, tetapi dibebaskan begitu saja oleh petinggi kepolisian dengan alasan karena dia adalah anak dari wakil ketua Parlemen. Lebih parahnya lagi, kejadian tabrakan itu dilaporkan sebagai kecelakaan tunggal sehingga keluarga korban tidak mendapatkan uang pertanggung jawaban dari pelaku.

Bagaimana bisa seorang pimpinan kepolisian menerapkan hukum tebang pilih?

Keesokan harinya, Shohei memeriksa dashboard di mobilnya di mana tersimpan jejak rekaman pengemudi mobil putih saat sedang ugal-ugalan di jalan raya hingga menabrak pengendara motor. Ia menghentikan rekaman itu, untuk mengambil nomor plat mobil tersebut. Dari hasil lacakan, ternyata pengemudi itu bernama Fukamu Masae. Seorang mahasiswa di universitas Keio, dan anak dari Fukamu Hiromi—wakil ketua Parlemen.

Jadi, dia kuliah di kampus yang sama dengan Seina?

Sepasang mata Shohei tak mengerjap membaca deretan artikel yang membahas profil keluarga Fukamu Hiromi. Pria yang menjabat sebagai wakil ketua Parlemen itu memang tidak ada dalam daftar pejabat korupsi. Meski begitu, Shohei tampak memikirkan sesuatu. Jari telunjuk kanannya mengetuk-ngetuk meja dengan perlahan, sementara tangan kirinya digunakan untuk mengelus dagunya yang licin.

Di tengah pikirannya yang sedang terpusat, tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara dering telepon yang berasal dari Inspektur Heiji.

"Ada apa?"

"Cepatlah ke sini, Kepala Kepolisian Nasional mengadakan pertemuan pada seluruh detektif Metropolitan."

Mata Shohei terbuka lebar mendengar hal itu. Tak biasanya Kazuya Toda—Kepala Kepolisian Nasional—mengadakan rapat bersama para detektif. Apakah karena ada sebuah kasus besar? Berbicara tentang Kepala Kepolisian Nasional, Shohei baru saja geram sekaligus tak respek padanya setelah mengetahui pria itu memberi perintah kepada kepolisian Sumida agar membebaskan Fukamu Masae.

Shohei keluar dari ruangannya kemudian bertemu dengan Seto Tanaka dan beberapa detektif muda yang juga menuju ke ruangan pertemuan. Sebagai detektif senior yang telah memecahkan ratusan kasus per tahun, ia tentu dihormati dan dikagumi para detektif junior.

Shohei dan para detektif muda itu bersama-sama menuju ruang pertemuan. Setibanya di ruangan, terlihat beberapa pejabat tinggi Kepolisian duduk di depan sana.

"Kepolisian Metropolitan memiliki puluhan detektif elit terbaik, tetapi bagaimana bisa akhir-akhir ini kalian kalah cepat menangani kasus dari Black Shadow?" ucap Kazuya Toda dengan geram di sela-sela pidatonya.

Tampaknya, kasus penggelapan pajak dan pembohongan publik yang dilakukan Tomomi Fujimura, membuat malu dirinya. Bagaimana tidak, bukan hanya publik saja yang terkecoh atas kecelakaan palsu itu, tapi juga Kepolisian dan Kejaksaan. Dan lagi-lagi, Black Shadow berhasil mengungkap belang para pejabat hingga menjadikan pria bertopeng itu lebih unggul dan dipercaya masyarakat dibanding Kepolisian sendiri.

"Apa yang kalian lakukan selama ini? Kalian ada banyak jumlahnya dengan berbagai keahlian dan prestasi, kenapa bisa kalah dengan satu orang?! Black Shadow telah merusak citra Kepolisian Jepang sebagai polisi yang dikenal cepat dan tangkas. Kita tidak boleh membiarkan dia terus merebut hati masyarakat. Kita tidak boleh membiarkan kepercayaan masyarakat terhadap polisi menurun karena sosok misterius itu!" lanjutnya dengan menggebu-gebu.

Tiba-tiba, Shohei menggebrak meja hingga membuat semua mata tertuju padanya. Dia berdiri di tengah ratusan detektif kepolisian dengan berbagai jabatan. Wajahnya yang berang tercetak jelas tanpa berusaha ia tutupi.

"Maaf, menurutku bukan Black Shadow yang menurunkan citra Kepolisian Jepang, tapi polisi itu sendirilah yang telah merusak kepercayaan publik. Apa kita tidak berkaca, sudahkah kita benar-benar menegakkan hukum tanpa tebang pilih?" ucap Shohei dengan lantang.

Hal itu tentu membuat suasana rapat yang tadinya tenang menjadi sedikit bergemuruh. Kepala Kepolisian Metropolitan yang duduk di samping Kazuya Toda, tampak panik dengan pernyataan lugas yang dilontarkan Shohei. Ia berusaha memberi kode agar pria itu duduk dan berhenti bicara. Sementara para detektif lainnya saling berbisik dengan pandangan yang tertuju padanya.

"Hebat sekali! Dia berani membantah Kepala Kepolisian Nasional demi membela kita semua!" puji Inspektur Heiji sang kepala divisi kriminal dan investigasi yang duduk di samping detektif Shu.

"Tentu saja dia bisa selancang itu karena semua juga tahu dia anak Jendral Yamazaki yang begitu disegani," imbuh detektif Shu yang duduk bersedekap.

"Apa maksudmu dengan hukum tebang pilih?" tanya Kazuya Toda pada Shohei dengan wajah yang terlihat serius.

Shohei bergeming. Pasalnya, ia baru sadar atas tindakannya saat ini. Ia terlalu terbawa emosi atas kasus tabrak lari yang ditutup begitu saja tanpa keadilan. Menatap ke sekeliling ruangan yang menghening, Shohei pun membungkuk penuh.

"Mohon maafkan saya, maksud saya kenapa kita harus merasa tersaingi dengan keberadaan Black Shadow? Bukankah sejak ada dia, kita semua sedikit terbantu? Jika ingin merebut hati masyarakat, maka seharusnya polisi melakukan tugasnya dengan baik dan tidak diintervensi pihak manapun," ucap Shohei lalu duduk kembali.

Setelah rapat selesai, beberapa detektif muda tampak bergosip tentang ucapan Shohei tadi.

"Aku sangat mengidolakan Yamazaki-san, dia detektif panutanku dan aku banyak belajar darinya. Tapi ... aku juga sedikit setuju dengan apa yang dikatakan Kepala Kepolisian Nasional. Terus membiarkan Black Shadow eksis akan mengurangi citra Kepolisian," ucap Seto Tanaka. Ya, dia sedikit kesal karena kasus kecelakaan Tomomi Fujimura yang ditanganinya, lebih dulu berhasil diungkap oleh Black Shadow.

"Tapi ... kalau dipikir-pikir selama ini sasaran Black Shadow hanyalah kasus yang berhubungan dengan pejabat pemerintahan yang mungkin kita sendiri tak bisa melakukannya!" ucap salah satu polisi.

Tampaknya tak ada yang menyadari jika obrolan mereka didengar Shohei. Pria itu tersenyum masam, lalu berbalik dan berjalan lurus meninggalkan gedung.

Itulah yang kuinginkan, kalian terpacu untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi.

Begitu berada di halaman gedung, ia berbalik pelan sambil menatap bangunan gedung kepolisian yang besar dan megah itu.

Meskipun sebenarnya, aku juga tak berani mengungkapnya sendiri, dan butuh orang lain melakukannya.

Untuk kesekian kalinya, ada hal yang masih abu-abu dan tak bisa ia ungkap secara langsung. Untuk itu, tentu saja ia butuh Black Shadow sebagai bayangannya yang akan memperjelas semuanya tanpa perlu ditutupi di depan publik.

Tak terasa, langit Tokyo telah menggelap. Rai membuka pintu ketika bel apartemennya terus berbunyi. Rupanya, Ryo datang mengunjunginya selepas pulang dari kantor. Dia memang sering mengunjungi kakaknya jika sedang tidak lembur.

"Oniichan, lihatlah yang kubawa!" Ryo menunjukkan kantongan plastik yang dibawanya. "Daging Wagyu segar dan anggur putih untuk makan malam kita!" serunya ceria seperti biasa.

Mendengar itu, Rai pun langsung bersorak, "Woah benarkah?" Ia merampas bawaan adiknya itu untuk mengecek secara langsung, "tapi ... tidakkah kau terlalu boros?"

"Tenang saja! Yamada Grup sangat menyejahterakan pegawainya. Gajiku naik lagi, jadi anggap saja ini perayaan atas kenaikan gajiku," jawab Ryo penuh semangat, "Bukankah kau sering bilang rindu makan daging Wagyu dan anggur putih?"

Rai menatap Ryo penuh haru. Pasalnya, sejak keluar dari penjara dan berhenti menipu, ia tak pernah lagi menyantap hidangan kelas atas seperti dulu.

"Kau membuatku ingin menangis."

"Kalau begitu menangislah di pelukanku!" ucap Ryo sambil membentangkan tangannya.

"Tidak mau. Kau bau keringat. Lagi pula menangis membuat ketampananku luntur!" celetuk Rai sambil menuju dapur. Ia menyiapkan pan lalu menyalakan kompor. "Baiklah, sekarang kita akan membuat steak Wagyu," ucap Rai sambil memasang apron di badannya.

"Tunggu, memangnya Oniichan bisa memasak?" tanya Ryo sambil ikut memasang apron dan memegang pan. Seingatnya, dulu Rai sering menyewa chef hotel di rumah mereka.

"Kau tidak tahu, ya? Sejak keluar dari penjara aku jadi pandai memasak. Lagi pula tidak ada yang sulit memasak daging Wagyu, hanya menambahkan garam dan lada saja." jawabnya sambil mulai memasak.

Lima belas menit kemudian, Rai membawa steak daging Wagyu ke meja makan. Sementara Ryo sibuk membuka botol anggur dan turut menyajikan di atas meja.

"Hhmm ... aku sudah tidak sabar menyantap daging Wagyu buatanmu." Ryo menghirup aroma steak sembari menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.

"Tunggu, aku baca pesan dulu!" Rai mengambil ponselnya yang membunyikan pemberitahuan pesan masuk. Matanya terbelalak kaget saat membaca pesan dari Shohei yang mengatakan sedang berada di lantai bawah dan akan menuju ke apartemennya. Ia yang sudah paham tujuan kedatangan Shohei, tentu saja mendadak panik karena Ryo ada di sini.

Gawat! Ryo tidak boleh tahu tentang apa yang akan kubahas dengan Shohei! Dia pasti juga akan curiga jika aku berhubungan dengan polisi.

"Ryo-chan, e ... sebaiknya kau pulang sekarang! Pacarku sedang menuju ke sini," ucap Rai yang tampak gelagapan.

"Hah? Kenapa aku harus pulang? Aku adikmu, bukankah tidak masalah jika aku kenalan dengan pacar barumu? Kita bisa makan malam bersama," balas Ryo yang menolak disuruh pulang.

Rai menggaruk-garuk kepalanya karena bingung memberi alasan pada Ryo agar dia mau pergi sekarang.

"Gomen, tapi ... kekasih baruku ini sangat pemalu. Dia juga alergi orang baru. Dan lagi ... kami akan bercinta malam ini. Aku tidak mau kehadiranmu di sini, membuatnya batal memberiku jatah." Kata-kata itu menyembul secara tiba-tiba dari mulut Rai. Ia lalu mengangkat lengan adiknya seraya menyuruhnya untuk segera keluar.

"Ta–tapi setidaknya aku mau mencicipi masakanmu dulu! Aku ingin tahu rasanya," ucap Ryo sambil berusaha kembali ke meja makan.

"Tenang saja, nanti akan kuceritakan rasanya," balas Rai sambil mendorong Ryo agar segera pulang.

"Lalu, setelah kau ceritakan rasanya apa itu bisa membuatku kenyang?"

Terus menggiring adiknya menuju pintu keluar, Rai kembali berkata, "Kau kan baru saja naik gaji, jadi belilah makanan enak di restoran. Oke? Jaa mata (sampai jumpa)."

Rai menutup pintu apartemennya seraya bernapas lega. Sementara Ryo hanya bisa mengernyit dengan ekspresi berlebihan kakaknya. Ia pun melangkah pergi meninggalkan apartemen Rai.

Selang lima menit kemudian, Shohei tiba di lantai apartemen Rai. Ia mengetuk pintu, dan Rai langsung menyambut kedatangannya.

"Apa aku mengganggumu?"

"Tentu saja tidak."

"Ada orang?" tanya Shohei seraya mengintip ke dalam ruangan.

"Tadi ada adikku tapi dia sudah pulang. Masuklah!"

Begitu Shohei masuk, Rai bergegas menutup pintu. Namun sebelumnya, ia sempat menengok ke kiri dan kanan koridor apartemen untuk memastikan adiknya telah benar-benar pulang.

Tepat saat pintu apartemen itu tertutup, Ryo yang ternyata sedang bersembunyi di balik dinding, hanya bisa terdiam kaku dengan mata melotot yang tak berkedip. Sejenak, ia teringat kembali ucapan Rai yang mengatakan pacarnya akan datang dan bercinta dengannya malam ini.

"Pa–pacarnya seorang pria? Se–sejak kapan Oniichan mengubah seleranya?" gumamnya dengan wajah menahan ngeri seakan sedang menonton film horor.

.

.

.

.

.

para detektif kece yang akan eksis di chapter-chapter mendatang

Inspektur Heiji.

ada yang masih ingat ga momen pas Shohei dan Heiji rebutan teropong di GA 🤣🤣

detektif Shu yang terkenal songong masih ingat, gak?

Megumi Jun.

di chapter awal udah dijelasin ya dia lagi ngambil gelar profesor hukum jadi lagi cuti kerja gays.

Detektif Seto Tanaka.

ada yang kenal visualnya, gak 🤣

.

.

.

Jejak kaki 🦶🦶🦶

Daging Wagyu itu daging sapi Jepang yang memiliki kualitas tinggi dari segi rasa dan gizi. ini daging sapi termahal di dunia gays dan hanya ada di Jepang.

Jangan lupa tunjukkan cinta kalian pada karya ini, jika mau karya ini terus di NT hingga akhir 😎

Terpopuler

Comments

༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉

༄ⁱᵐ᭄✿ΛLєKƬΉΛ࿐🌴 🍉

Profesor bknnya itu gelar akademisi yak? BUKAN gelar dr jenjang pendidikan? setau ku sih... jenjang pendidikan hanya sampe S3 dg gelar DR (doktor). Gelar Profesor di berikan utk org yg sering mengisi pembahasan ilmiah...

maaf kalo salah..

2024-09-25

1

Nadya

Nadya

bisa-bisanya 😂

2024-09-19

0

ulala ❤️❤️

ulala ❤️❤️

jd salah sangka ya Rio 🤣

2024-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2 Ch. 2 : Kencan Buta
3 Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4 Ch. 4 : Gadis Pencopet
5 Ch. 5 : Pendongeng Handal
6 Ch. 6 : Terus Dicurigai
7 Ch. 7 : Terbawa Suasana
8 Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9 Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10 Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11 Ch. 11 : Penguntit
12 Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13 Ch. 13 : Tak Dipercaya
14 Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15 Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16 Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17 Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18 Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19 Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20 Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21 Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22 Ch. 22 : The Phantom of Love
23 Ch. 23 : Berganti Selera
24 Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25 Ch. 25 : Siap Bertunangan
26 Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27 Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28 Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29 Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30 Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31 Ch. 31 : Camelia Berdarah
32 Ch. 32 : Shohei Kritis?
33 Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34 Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35 Ch. 35 : Konfrontasi
36 Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37 Ch. 37 : Kilas Balik
38 Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39 Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40 Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41 Ch. 41 : Saling Memendam
42 Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43 Ch. 43 : Makanan Kemasan
44 Ch. 44 : Polisi Pindahan
45 Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46 Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47 Ch. 47 : Target Selanjutnya
48 Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49 Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50 Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51 Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52 Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53 Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54 Ch. 54 : Menonton Bersama
55 Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56 Ch. 56 : Rai Tergoda?
57 Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58 Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59 Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60 Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61 Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62 Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63 Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64 Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65 Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66 Ch. 66 : Gagal Romantis
67 Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68 Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69 Ch. 69 : Tujuan Hidup
70 Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71 Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72 Ch. 72 : Target Kesembilan
73 Ch. 73 : Pemandu Kencan
74 Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75 Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76 Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77 Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78 Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79 Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80 Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81 Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82 Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83 Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84 Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85 Ch. 85 : Cecaran Kei
86 Ch. 86 : Topeng
87 Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88 Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89 Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90 Ch. 90 : Arti Keadilan
91 Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92 Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93 Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94 Ch. 94 : Konspirasi!
95 Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96 Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97 Ch. 97 : Rai Pergi
98 Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99 Ch. 99 : Tangisan Seina
100 Ch. 100 : Ke mana Rai?
101 Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102 Ch. 102 : Kejujuran Rai
103 Ch. 103 : Megumi Jun
104 Ch. 104 : Terungkap!
105 Ch. 105 : Membentuk Tim
106 Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107 Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108 Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109 Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110 Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111 Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112 Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113 Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114 Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115 Ch. 115 : Menenangkan Hati
116 Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117 Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118 Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119 Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120 PENGUMUMAN
121 ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122 Ch. 121 : Secret File
123 Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124 Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125 Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126 Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127 Ch. 126 : Kilas Balik
128 Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129 Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130 Ch. 129 : Tumbal Politik?
131 Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132 Ch. 131 : Negosiasi
133 Ch. 132 : Keputusan Shohei
134 Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135 Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136 Intermezzo Karakter Tokoh
137 Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138 Ch. 136 : Meninggal Dunia
139 Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140 Ch. 138 : Yuta Menyadari
141 Ch. 139 : Aishiteru
142 Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143 ch. 141: Suki Desu
144 ch. 142 : Tertembak
145 Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146 Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147 Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148 ch. 146 : Saatnya Bangkit
149 Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150 Ch. 148 : Reaksi Publik
151 Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152 Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153 Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154 Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155 Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156 Ch. 154 : Memulai dari Awal
157 Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158 Sayonara!
159 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161 Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162 Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163 Pengumuman novel
Episodes

Updated 163 Episodes

1
Ch. 1 : Mr. White and Black Shadow
2
Ch. 2 : Kencan Buta
3
Ch. 3 : Akan Bertunangan?
4
Ch. 4 : Gadis Pencopet
5
Ch. 5 : Pendongeng Handal
6
Ch. 6 : Terus Dicurigai
7
Ch. 7 : Terbawa Suasana
8
Ch. 8 : Black Shadow Comeback
9
Ch. 9 : Pencarian Harta Karun
10
Ch. 10 : Dokter Menakutkan
11
Ch. 11 : Penguntit
12
Ch. 12 : Tak Takut Jatuh Hati
13
Ch. 13 : Tak Dipercaya
14
Ch. 14 : Terus Disangka Pembual
15
Ch. 15 : Melancarkan Serangan
16
Ch. 16 : Beruntung Memilikinya
17
Ch. 17 : Hukum Tebang Pilih
18
Ch. 18 : Cara Memanggil yang Tepat
19
Ch. 19 : Hati yang Seakan Terbakar
20
Ch. 20 : Di Puncak Gedung
21
Ch. 21 : Aksi Kali Ini, Berhasilkah?
22
Ch. 22 : The Phantom of Love
23
Ch. 23 : Berganti Selera
24
Ch. 24 : Salah Paham Berkelanjutan
25
Ch. 25 : Siap Bertunangan
26
Ch. 26 : Kasus di Balik Kasus
27
Ch. 27 : Dihantui Rasa Bersalah
28
Ch. 28 : Tak Ingin Bersaing Dengannya
29
Ch. 29 : Perempuan di Kehidupan Mereka
30
Ch. 30 : Mencintai dan Dicintai
31
Ch. 31 : Camelia Berdarah
32
Ch. 32 : Shohei Kritis?
33
Ch. 33 : Black Shadow Tanpa Mr. White?
34
Ch. 34 : Lawan yang Kuat
35
Ch. 35 : Konfrontasi
36
Ch. 36 : Black Shadow disekap?
37
Ch. 37 : Kilas Balik
38
Ch. 38 : Menjebak dengan Cara yang Menyenangkan
39
Ch. 39 : Tak Kuasa Menahan Geliat Hati
40
Ch. 40 : Unpredictable Kiss
41
Ch. 41 : Saling Memendam
42
Ch. 42 : Nama yang Tak Terdeteksi
43
Ch. 43 : Makanan Kemasan
44
Ch. 44 : Polisi Pindahan
45
Ch. 45 : Mencicipi Makanan
46
Ch. 46 : Suara yang Tak Asing
47
Ch. 47 : Target Selanjutnya
48
Ch. 48 : Pertemuan Rai dan Seina
49
Ch. 49 : Apa yang Dilihat Kei?
50
Ch. 50 : Aksi Kejar-kejaran
51
Ch. 51 : Belajar Teknik Berciuman
52
Ch. 52 : Nasib Shohei di Tangan Kei?
53
Ch. 53 : Apa Tujuan Kei?
54
Ch. 54 : Menonton Bersama
55
Ch. 55 : Terjebak Dalam Kamar
56
Ch. 56 : Rai Tergoda?
57
Ch. 57 : Regu Penembak Jitu
58
Ch. 58 : Siapa Musuh Sebenarnya?
59
Ch. 59 : Siapa Target Kesepuluh?
60
Ch. 60 : Pria Perusak Jantung
61
Ch. 61 : Membatalkan Pertunangan?
62
Ch. 62 : Peringatan dari Kei
63
Ch. 63 : Memastikan Perasaan
64
Ch. 64 : Black Shadow adalah Bayangan Shohei
65
Ch. 65 : Pergi Membawa Rasa Bersalah
66
Ch. 66 : Gagal Romantis
67
Ch. 67 : Misteri Sarung Tangan
68
Ch. 68 : Sulit Untuk Dimaafkan
69
Ch. 69 : Tujuan Hidup
70
Ch. 70 : Reaksi Tuan Matsumoto
71
Ch. 71 : Masih Tanda Tanya
72
Ch. 72 : Target Kesembilan
73
Ch. 73 : Pemandu Kencan
74
Ch. 74 : Pemandu Kencan part 2
75
Ch. 75 : Tak Sesuai Skenario
76
Ch. 76 : Ingin Lebih Lama Bersama
77
Ch. 77 : Pandanganku Hanya Tertuju Padamu
78
Ch. 78 : Tangisan Pilu Untuk Pria Lain
79
Ch. 79 : Kasus yang Tak Terungkap
80
Ch. 80 : Apakah Menteri Kehakiman Terlibat?
81
Ch. 81 : Siapa Pembunuh Gadis Perawat?
82
Ch. 82 : Memikirkan Strategi
83
Ch. 83 : Teka-Teki Black Shadow
84
Ch. 84 : Black Shadow Terluka
85
Ch. 85 : Cecaran Kei
86
Ch. 86 : Topeng
87
Ch. 87 : Jawaban Atas Teka-Teki
88
Ch. 88 : Menanti Black Shadow
89
Ch. 89 : Konflik Sesungguhnya akan Dimulai
90
Ch. 90 : Arti Keadilan
91
Ch. 91 : Mr. White Terendus?
92
Ch. 92 : Terungkap, Black Shadow adalah Rai?
93
Ch. 93 : Apa yang Sebenarnya Terjadi?
94
Ch. 94 : Konspirasi!
95
Ch. 95 : Kepolisian Bertindak
96
Ch. 96 : Pencarian Tuan Matsumoto
97
Ch. 97 : Rai Pergi
98
Ch. 98 : Black Shadow vs Black Shadow Palsu
99
Ch. 99 : Tangisan Seina
100
Ch. 100 : Ke mana Rai?
101
Ch. 101 : Menambah Kekuatan
102
Ch. 102 : Kejujuran Rai
103
Ch. 103 : Megumi Jun
104
Ch. 104 : Terungkap!
105
Ch. 105 : Membentuk Tim
106
Ch. 106 : Sepakat Bergabung
107
Ch. 107 : Bagaimana Nasib Yuta?
108
Ch. 108 : Membuka Tabir Misteri
109
Ch. 109 : Dihadapkan Sebuah Pilihan
110
Ch. 110 : Setangkai Camelia Kering
111
Ch. 111 : Dari Balik Jendela
112
Ch. 112 : Mr. White dan Black Shadow Bubar?
113
Ch. 113 : Dikhianati Kemudian Mengkhianati
114
Ch. 114 : Menjadi Obat Penawar Luka
115
Ch. 115 : Menenangkan Hati
116
Ch. 116 : Kembali Menjadi Rai yang Dulu?
117
Ch. 117 : Love, be Loved. Leave, be Left
118
Ch. 118 : Siapakah Target Tim Rai?
119
Ch. 119 : Belajarlah dari Kerang!
120
PENGUMUMAN
121
ch. 120 : Aku Sudah Terbiasa
122
Ch. 121 : Secret File
123
Ch. 122 : Kubu Shohei vs Kubu Rai
124
Ch. 123 : Pelaku yang Sama?
125
Ch. 124 : Tokyo Kacau!
126
Ch. 125 : Apa yang Terjadi di Safe Room?
127
Ch. 126 : Kilas Balik
128
Ch. 127 : Situasi yang Terbaca
129
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow
130
Ch. 129 : Tumbal Politik?
131
Ch. 130 : Serangan Balik dari Kazuya Toda
132
Ch. 131 : Negosiasi
133
Ch. 132 : Keputusan Shohei
134
Ch. 133 : Untuk Sebentar Saja ....
135
Ch. 134 : Apa Peran Ai Otaka?
136
Intermezzo Karakter Tokoh
137
Ch. 135 : Mengungkap Misteri
138
Ch. 136 : Meninggal Dunia
139
Ch. 137 : Saksi Kunci Terakhir
140
Ch. 138 : Yuta Menyadari
141
Ch. 139 : Aishiteru
142
Ch. 140 : Aku Akan Kembali
143
ch. 141: Suki Desu
144
ch. 142 : Tertembak
145
Ch. 143: Laptop dan Flashdisk
146
Ch. 144 : Apa isi flashdisk?
147
Ch. 145 : Kejadian Sebenarnya
148
ch. 146 : Saatnya Bangkit
149
Ch. 147 : Perjuangan Terakhir. Berhasilkah?
150
Ch. 148 : Reaksi Publik
151
Ch. 149 : Menilik Aksi di Belakang Layar
152
Ch. 150 : Ketika Kehancuran Datang
153
Ch. 151 : Bagaimana Nasib Rai dan Shohei Setelah ini?
154
Ch. 152 : Akan Ada Masanya
155
Ch. 153 : Senja di Musim Gugur
156
Ch. 154 : Memulai dari Awal
157
Ch 155 : Tak Seperti Bunga Camelia
158
Sayonara!
159
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 1
160
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 2
161
Kei Ayano : Sang Jurnalis part 3
162
Kei Ayano : Sang Jurnalis Part 4
163
Pengumuman novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!