Part 19

" Tunggu...!" pekik Bu Sarah tiba - tiba.

" Ada apa Bu...?" tanya Ayah.

" Yah, dari tadi ibu tidak melihat Raka..."

Deg!

Arvan, Erina dan Hans saling berpandangan. Tidak ada yang berani menatap kedua orangtuanya.

" Benar juga, biasanya juga dia selalu bersama Ayah..." ucap Tuan Sebastian membenarkan ucapan istrinya.

" Bukannya tadi sama Arvan dan Rissa...?" sahut Ricko.

" Mungkin Raka main di luar, kita foto dulu baru cari Raka..." ucap Hans ragu.

" Baiklah, sebaiknya kita percepat sesi fotonya..." timpal Arvan.

" Bersikaplah sewajarnya, Ayah sangat mudah menebak raut wajah seseorang..." bisik Arvan pada Erina.

Erina hanya diam dan mengikuti kemauan Arvan. Laki - laki itu seperti mencari kesempatan dengan memeluk pinggangnya saat sesi foto.

Setelah puas mengambil foto keluarga, Tuan Sebastian langsung menarik lengan Rissa dan Arvan menuju tepian kolam di samping rumah Sandra. Disana nampak sepi karena acara resepsi dilakukan di dalam rumah dan halaman depan.

" Kalian tahu kenapa Ayah membawa kalian kemari...?" ujar Tuan Sebastian datar.

" Maaf Ayah, Rissa yang salah..." ucap Rissa pelan.

" Dimana Raka sekarang...!" bentak Ayah.

" Ayah, jangan marah pada Rissa. Ini semua salah Arvan yang tidak bisa menjaga Raka..." tutur Arvan tegas.

" Semua tetap salah Rissa karena dia ibunya...!"

" Tapi Arvan juga papanya Raka, Yah..."

" Cukup Kak! Raka itu anakku, akulah yang salah. Aku akan mencari Raka sampai dapat..."

" Tunggu Erina! Raka juga anakku, dia pergi juga karena kita...!" tegas Arvan.

Tuan Sebastian tercengang mendengar pengakuan Arvan. Dia berkali - kali menggelengkan kepalanya menguatkan pendengarannya. Apakah tadi dia salah dengar atau hanya karena Raka memang selalu menganggap Arvan papanya?

" Maksud kamu apa Van...?" tanya Ayah dengan tatapan tajam.

" Raka itu anak kandung Arvan, Yah..."

Plakk!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Arvan. Tuan Regan tahu tentang semua yang terjadi dengan Rissa selama ini. Mengetahui ini semua adalah perbuatan Arvan, sang ayah tentu saja sangat murka.

" Sejak kapan kau jadi orang tak bermoral seperti itu...!"

" Ayah, Arvan akan jelaskan semuanya setelah Raka ditemukan..." ucap Arvan.

Erina hanya bisa menangis memikirkan keberadaan anaknya yang tak kunjung ditemukan.

" Rissa, kira - kira dimana Raka suka menyendiri...?" tanya Arvan.

" Dia sering di taman jika sedang di rumah..." jawab Rissa.

" Kita cari Raka sekarang, pasti dia di taman dekat rumah..."

" Ayah, maafkan aku. Arvan pasti bisa menemukan Raka..." ucap Arvan lagi.

" Pergilah, Ayah hanya takut banyak musuh yang mengincar Raka karena dia bersamamu..." ucap Ayah sendu.

" Oh iya, jangan sampai ibumu tahu! Dia pasti sangat khawatir..." pesan Ayah sebelum mereka pergi.

" Iya Ayah, kami pasti akan menemukan Raka secepatnya..." ucap Rissa.

Arvan dan Rissa langsung ke parkiran untuk mengambil mobil lalu bergegas menuju ke taman paling dekat dengan rumah setelah mengajak William untuk ikut mencari.

" Rissa, boleh pinjam ponselmu sebentar...?" ucap William.

" Buat apa Kak...?" tanya Rissa.

" Kita harus membuka kunci penghubung ponselmu dengan ponsel Raka untuk melacaknya..." jawab William.

" Apa itu bisa Kak...?" tanya Arvan.

" Bukankah itu pekerjaanmu, Van..." sahut William.

" Iya, tapi untuk meretas ponsel Raka itu terlalu sulit..." ucap Arvan.

" Coba dulu, masa' kalah sama anak kecil. Sebenarnya apa yang terjadi...?"

" Nanti saja setelah Raka ketemu kita jelaskan semuanya..."

" Rissa, bisakah kamu mengemudi...?" tanya Arvan.

" Iya..."

Arvan bertukar tempat dengan Rissa, dia segera mengutak - atik ponsel Rissa untuk membuka akses ke ponsel Raka.

" Huft... akhirnya bisa terbuka juga..." ucap Arvan lega.

" Cepat lacak lokasinya, kita harus cepat sebelum Raka menyadari kita telah menemukan lokasinya..."

" Raka di taman XX dekat jalan raya...!" ucap Arvan.

" Aku tahu tempat itu..." Rissa segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga membuat Arvan dan William terkejut.

" Erina, hati - hati! Jangan ngebut seperti ini...!" ujar Arvan khawatir.

" Diam! Aku tak butuh nasehatmu...!" pekik Rissa.

" Sudah! Kenapa kalian malah bertengkar...!" bentak William.

William merasa aneh dengan sikap Arvan dan Rissa. Mereka seperti sudah lama saling mengenal. William berpikir mereka berdua punya masa lalu yang buruk. Dari sikap Rissa yang terlihat begitu membenci Arvan, William berusaha untuk menengahi perseteruan keduanya.

Dalam waktu lima belas menit, mereka sampai di taman tempat Raka berada. Rissa menepikan mobilnya di tempat parkir taman. Arvan dan William sudah keluar dari mobil, namun Rissa malah tetap pada posisi semula berdiam diri seraya meneteskan airmata.

Arvan dan William yang sudah berjalan agak jauh segera berhenti karena Rissa masih diam di dalam mobil.

" Rissa...!" teriak William.

" Kak Willy pergilah duluan, Arvan mau bicara sebentar dengan Rissa..." ucap Arvan.

" Apa kalian sudah saling kenal sejak lama...?"

" Iya Kak, kami memang pernah bertemu sebelumnya..."

" Huft... ya sudah, saya cari Raka dulu di dalam..."

" Iya Kak..."

Arvan segera menghampiri Erina yang masih di dalam mobil. Arvan menarik nafas dalam - dalam sebelum masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Erina.

" Erina, kenapa tidak turun? Kita harus mencari Raka..." ucap Arvan lembut.

Rissa mendongakkanwajahnya lalu menatap Arvan dengan tatapan kesedihan.

" Apa kau pernah seperti itu waktu kecil...?" Rissa kembali menatap ke depan melihat pasangan suami istri yang menggandeng seorang anak kecil di tengah - tengah mereka.

" Iya, Ayah dan Ibu selalu mengajakku ke taman setiap akhir pekan. Bahkan Ibu sampai membuat toko bunga karena beliau sangat menyukai bunga..." jawab Arvan.

" Apa kau bahagia...?" airmata Rissa kembali menetes.

" Menangislah jika itu bisa membuatmu lebih tenang. Tapi jangan pernah menangis di depan anak kita..."

Arvan menarik tubuh Erina ke dalam dekapannya. Erina menangis kencang dalam pelukan Arvan. Beban yang selama ini terpendam, pecah seketika saat ini juga. Ia tumpahkan segala kepedihannya pada lelaki yang telah membuat impiannya hancur.

Namun saat ini, hanya dalam dekapan pria itu hati Erina merasa tenang dan nyaman. Dia mengesampingkan rasa bencinya sejenak untuk menenangkan perasaannya.

" Kenapa kau lakukan itu padaku...?" ucap Erina sambil terisak.

" Aku minta maaf, ini semua diluar kendaliku Erina. Aku tidak berdaya waktu itu..." sahut Arvan dengan segala rasa bersalahnya.

" Kau tahu kenapa Raka ke tempat ini...?"

" Tidak Erina, aku bahkan belum pernah mengajak Raka kesini sebelumnya..."

" Dulu aku sering ke tempat ini saat hatiku sedang sedih. Aku merindukan Ibu, merindukan sebuah keluarga yang utuh dan harmonis..."

" Maksud kamu, Raka_..."

" Raka juga menginginkan hal sama seperti aku dulu. Dia menginginkan orangtua yang utuh yang selama ini tidak pernah dia dapatkan..."

" Maafkan aku, seandainya waktu itu aku tidak terlambat mencarimu mungkin hidup Raka tidak akan sesedih ini. Semua ini adalah kesalahanku, seandainya waktu di rumah sakit itu aku punya waktu untuk melihatmu bersama Ibu, mungkin Raka bisa memiliki orangtua yang utuh..."

" Apa kau mencariku...?"

Erina mengurai pelukannya lalu menatap wajah Arvan dengan lekat.

" Iya Erina, aku mencarimu. Aku bahkan sudah bertemu dengan Ayahmu..."

" Sudahlah, sekarang sudah tidak ada gunanya lagi. Aku mau mencari Raka sekarang..."

" Tunggu Erina_..."

.

.

TBC

.

.

Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!