Part 16

Rissa dan William sampai di Bandara Soetta malam hari. Keduanya naik taksi karena tidak ingin merepotkan keluarga Sebastian yang sedang sibuk mempersiapkan acara untuk esok hari.

" Kak Willy sudah pernah ke rumah kak Arvan...?" tanya Rissa di dalam taksi.

" Sudah, saya sering datang kesini Rissa. Kamu akan senang saat bertemu dengan mereka bertiga..."

" Mudah - mudahan mereka bisa menerima Rissa ya kak...?"

" Itu pasti Ris, mereka juga sangat antusias pengen ketemu denganmu..."

Mobil yang ditumpangi Rissa dan William tiba - tiba berhenti karena ternyata ada beberapa orang yang menghadang di depan taksinya.

" Ada apa pak...?" tanya Rissa.

" Aduh Non... sepertinya mereka rampok, kita harus bagaimana...?" ucap supir taksi itu ketakutan.

" Tenang saja pak, biar kami yang membereskannya..." jawab William.

" Bapak tetap di dalam mobil, jangan kemana - mana...!" peringat Rissa.

" Baik Non..."

Rissa dan William segera keluar dari dalam mobil untuk menghadapi para perampok yang berjumlah lima orang itu. Rissa berdiri di samping William sambil tersenyum.

" Mereka hanya pengacau kecil Kak, Rissa bisa hadapi mereka sendiri..." ucap Rissa santai.

" Benar juga, tapi ini sudah malam. Sebaiknya kita selesaikan dengan cepat..." sahut William.

" Baiklah..."

Perampok itu mendekati William dan Rissa dengan mengacungkan sebilah golok di tangannya.

" Hey... serahkan barang - barang kalian jika ingin selamat...!" teriak perampok itu.

" Kami tidak membawa apapun, apa yang ingin kalian ambil...?" sahut Rissa tersenyum.

" Kurang ajar! Berani sekali kau menantangku...!"

" Kau hanyalah tikus kecil yang mencari jalan berlumpur Tuan, sebaiknya pulang dan cari pekerjaan yang baik..."

" Sial... kau menghinaku! Hajar mereka...!" teriak pimpinan perampok.

Rissa dan William akhirnya berkelahi dengan lima perampok itu. Walaupun lawan mereka lebih banyak, namun kemampuan Rissa dan William tidak bisa di remehkan. Di balik keanggunan Rissa dan ketampanan William, mereka adalah seorang detektif yang sering berurusan dengan para mafia kelas kakap.

Rissa menghajar dua orang perampok itu dengan membabi buta hingga mereka tak berdaya. Begitupun dengan Willy, dia menghajar tiga perampok itu dengan lebih sadis.

Rissa dan William bisa dengan mudah mengalahkan para musuh dengan cepat. Mereka semua babak belur terutama di bagian kakinya.

" Apa kalian masih mau lanjut...?" seringai Willy.

" Tidak Tuan, maafkan kami..." ucap salah satu preman.

" Lebih baik kalian pulang dan cari pekerjaan yang lain daripada pekerjaan kotor seperti ini..." ucap Rissa santai.

Rissa kembali ke dalam mobil dan mengambil sesuatu di dalam tas kecilnya lalu kembali berdiri di samping William.

" Ini buat kalian berlima, manfaatkan sebaik mungkin hidup kalian..."

Rissa memberikan sebuah amplop coklat berisi sejumlah uang agar mereka bisa berobat.

" Minggir kalian! Kami tidak mau melihat kalian merampok lagi! Jika sampai kita bertemu lagi masih seperti ini, kupastikan kalian semua hanya tinggal nama...!" teriak Willy.

" Sudah Kak, sebaiknya kita pulang sekarang..." ucap Rissa.

" Baiklah, tapi kita makan dulu ya? Saya lapar sekali..." keluh Willy.

" Iya Kak..."

Mereka berdua kembali masuk ke dalam taksi setelah baku hantam selesai.

" Pak, kita mampir ke Restoran dulu ya? Kami ingin makan dulu sebelum sampai rumah..." ucap Rissa sopan.

" Oh iya Non, dekat sini ada restoran yang cukup terkenal..."

" Dimana pak...?"

" Di perempatan depan, namanya 'Selly Resto'. Sebenarnya itu restoran lama, tapi sudah satu bulan ini berganti nama..."

Rissa jadi teringat jika Ayahnya dulu memiliki Restoran di daerah perempatan itu. Dan nama 'Selly Resto' mengingatkan dia dengan nama kakak tirinya.

" Apa restoran itu yang dulu bernama 'Bagas Resto' pak...?" tanya Rissa berharap tebakannya salah.

" Benar Nona, pemilik restoran yang lama meninggal satu minggu sebelum nama resto itu diganti. Sekarang resto itu milik anak tunggalnya sebagai pewaris satu - satunya..."

" Bapak sangat tahu banyak tentang resto itu...?"

" Saya bekerja disana empat tahun yang lalu, namun setelah Tuan Bagas wafat semua karyawan lama diganti dengan yang baru..."

" Huft... benar - benar keterlaluan mereka...!" geram Rissa.

" Apa kau mengenalnya...?" tanya William melihat amarah di wajah Rissa.

" Lain kali Rissa cerita sama kakak..."

" Ok, saya tunggu..."

" Pak, kita cari Resto yang lain saja..." ucap Rissa pada sopir taksi.

" Baik Non..."

Mobil kembali melaju di jalanan yang sudah nampak agak lengang. Mungkin karena sekarang sudah hampir jam sebelas.

" Bapak rumahnya tidak kejauhan kan dari daerah sini...?" tanya Rissa.

" Tidak Non, satu arah dengan tujuan Nona..."

" Baiklah, karena ini terlalu malam sebaiknya bapak kabari keluarga di rumah biar mereka tidak menunggu..."

" Iya Non..."

Mereka bertiga sampai di depan Restoran yang buka 24 jam. Rissa memaksa supir taksi itu untuk ikut makan di dalam Resto.

" Pak, ayo turun! Kita makan dulu..." ajak Rissa.

" Tidak usah Non, saya tunggu di mobil saja..." tolak supir taksi.

" Ini sudah malam, pasti bapak juga sudah lapar..." timpal William.

" Tapi Tuan_..."

" Jangan sampai bapak saya bikin remuk seperti preman tadi..." ancam William.

Rissa yang mendengarnya malah terkekeh lalu keluar dari mobil.

" Pak, apa perlu saya gendong masuk resto...?" goda Rissa.

" Eh... tidak Nona... sa... saya akan ikut..." ucap supir taksi itu takut.

Begitu masuk ke dalam restoran, Rissa langsung memesan makanan untuk mereka bertiga. Sambil menunggu pesanan, Rissa mengajak supir taksi itu berbincang.

" Bapak di rumah tinggal dengan siapa saja...?"

" Saya bersama istri, mertua perempuan dan juga dua anak saya yang masih sekolah SD..."

" Ramai juga ya pak, pasti anak - anak senang saat menyambut bapak pulang kerja..."

" Iya Non, apalagi kalau saya bawakan makanan yang sekiranya jarang mereka makan, pancaran kebahagiaan jelas tergambar di wajah mereka..." ucap supir taksi itu tersenyum bahagia.

" Walaupun sederhana, ternyata bapak ini lebih bahagia dari aku dulu..." batin Rissa.

Saat pesanan datang, Rissa kembali memesan makanan untuk dibungkus kemudian mereka makan dengan tenang tak ada pembicaraan apapun.

Selesai makan, Willy segera membayar makanannya. Rissa mengambil bungkusan makanan yang dipesannya tadi.

" Itu makanan buat siapa Ris...?" tanya William heran.

" Ini buat anak - anak bapak di rumah, semoga bermanfaat..." ucap Rissa tersenyum sambil menyerahkan makanan dalam paper bag itu kepada supir taksinya.

" Maaf Nona, apa ini tidak terlalu berlebihan...?"

" Terima saja pak, ini rejeki untuk anak - anak di rumah..."

" Terimakasih Tuan, Nona..." supir taksi itu membungkukkan badannya.

" Sama - sama pak, saya senang bisa membuat orang lain bahagia..." sahut Rissa tersenyum.

# # #

Kini Rissa dan William sudah berada di halaman gerbang rumah Arvan. Karena sudah hampir jam satu, rumah sudah terlihat sepi. Semua sudah terlelap karena besok pagi adalah acara pernikahan Ricko.

Setelah penjaga rumah membuka pintu utama, William dan Rissa segera masuk karena sangat lelah.

" Kak, aku tidur dimana...?" tanya Rissa.

" Oh iya, gimana ya...? Saya juga tidak tahu nih, sudah larut malam mau cari kamar dimana...?" sahut William juga bingung.

" Kita tidur di sofa ruang tamu saja, aku udah capek banget Kak..."

" Ya udah, saya juga ngantuk banget..."

Rissa dan William langsung merebahkan tubuh mereka di sofa dan memejamkan matanya dengan cepat.

Pagi hari semua sudah bersiap untuk sarapan sebelum berangkat ke rumah pengantin wanita.

" Bu, Rissa sama kak William belum datang...?" tanya Ricko.

" Nggak tahu, Ibu belum melihatnya..." jawab Bu Sarah.

" Mama belum datang ya Pa...?" tanya Raka sedih.

" Mungkin sebentar lagi..."

Arvan sudah selesai sarapan hendak keluar untuk mengecek mobilnya sebelum berangkat. Namun, saat melewati ruang tamu dia terkejut melihat sesuatu yang aneh di ruangan itu.

" Apa itu...?"

.

.

TBC

.

.

# Siap - siap Arvan jantungan nih...!!!

Dukung karya Author terus ya... Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, coment & vote...🙏🙏🙏

.

.

Terpopuler

Comments

Dewi Dj

Dewi Dj

adoow arvan siapkan jantungmu say hahaa

2022-11-24

1

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!