Part 18

" Hentikan pertengkaran kalian...!" teriak Hans.

Arvan dan Erina langsung terdiam melihat ada orang lain disana.

" Hans..." ucap Arvan.

" Kenapa kalian_..." Hans menggantungkan ucapannya saat menatap Rissa.

" Kau... bukankah kau Erina...?" ucap Hans terbata.

" Aku tidak peduli kalian itu siapa...!" teriak Erina.

" Erina, dengarkan aku dulu! Kita bisa bicarakan ini baik - baik..." ucap Arvan.

Situasi yang semakin memanas membuat pikiran mereka semakin kacau.

" Sudahlah, bisakah kita bicarakan masalah ini nanti? Ricko menunggu kita semua, dia tidak akan memulai pernikahannya tanpa kita bertiga..." ujar Hans menengahi pertengkaran mereka.

" Saya senang melihatmu Erina, lima tahun kami mencarimu ternyata kau bersembunyi di dalam rumah kami sendiri. Sungguh ini sebuah takdir atau hanya sebuah lelucon yang mencoba mempermainkan hati kalian..." Hans tersenyum datar.

" Erina, kita selesaikan masalah ini setelah pernikahan kak Ricko. Jangan membuat kacau kebahagiaan Ayah dan Ibu. Bersikaplah seperti dirimu yang biasanya, jangan tunjukkan kebencianmu di hadapan Ayah dan Ibu. Kamu sendiri tahu, betapa mereka sangat menyayangi dirimu dan juga Raka..." tutur Arvan sendu.

" Baiklah, untuk kali ini aku turuti keinginan kalian. Setelah pernikahan kak Ricko selesai, aku akan pergi dari sini...!" ucap Erina datar.

Hans, Arvan dan Erina segera masuk ke dalam mobil dengan diam. Tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka. Hanya hembusan nafas yang kadang terdengar kasar memecahkan keheningan.

Hingga sampai di perempatan jalan, Hans mengerem mendadak mobilnya setelah menepi.

" Astaga... kita melupakan sesuatu...!" pekik Hans.

" Ada apa? Ada barang yang ketinggalan...?" tanya Arvan heran.

" Bukan barang, tapi Raka...!" teriak Hans.

" Raka...!" pekik Arvan dan Erina bersamaan.

Mereka bertiga saling tatap dengan tajam. Mereka baru menyadari bahwa sedari tadi tak melihat Raka bersamanya.

" Raka dimana Kak...?" ucap Erina panik.

" Hans, kita kembali ke rumah. Pasti Raka masih di rumah..." perintah Arvan.

Tanpa menjawab, Hans langsung putar arah kembali ke rumah. Arvan dan Erina langsung berlari ke dalam rumah begitu mobil berhenti di halaman rumahnya.

" Rakaaa...!" teriak Erina.

" Rakaaa...!" Arvan berteriak seraya berlari menuju kamarnya.

Hans juga ikut mencari keberadaan Raka dengan menggeledah seluruh rumah. Bahkan semua pelayan dan penjaga rumah juga ikut mencari anak kecil itu.

" Van, cek dulu cctv..." kata Hans.

Arvan langsung masuk ke ruang kerjanya diikuti Hans dan Erina. Setelah membuka laptopnya, Arvan merasa sangat frustasi karena lagi - lagi Raka menghapus rekaman cctv_nya.

" Erina, anakmu itu kau kasih makan apa sampai bisa berbuat seperti ini. Bahkan kecerdasan papanya aja kalah kalau dalam hal meretas data..." ucap Hans.

" Apaan sih, makannya biasa saja..." ketus Erina.

" Hans, kenapa kau kembali ke rumah? Gimana dengan pernikahan kak Ricko...?" tanya Arvan.

" Tadi Raka mengirimkan pesan padaku kalau kalian sedang bertengkar, makanya aku langsung pulang..." jawab Hans datar.

Hans menyandarkan tubuhnya di sofa dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Diambilnya ponsel di dalam saku jasnya dan membaca beberapa pesan.

" Huft... gara - gara keegoisan kalian, Ricko menikah tanpa kehadiran satupun saudaranya. Puas kalian menyakiti kak Ricko...!" ucap Hans penuh amarah.

Hans keluar dari ruangan itu lalu pergi ke tempat acara resepsi Ricko. Hans merasa bersalah karena tidak bisa mendampingi hari bersejarah bagi kakak angkatnya itu.

Erina menangis bersimpuh di lantai meratapi kepergian anaknya. Bahkan dia sendiri tidak bisa melacak keberadaan Raka dari ponselnya. Biasanya ponsel mereka saling terhubung sehingga Erina bisa tahu keberadaan Raka walaupun dari jarak yang jauh.

" Raka, kenapa kamu meninggalkan Mama... kembalilah..." Erina tak mampu menopang tubuhnya sendiri.

" Erina, aku sudah mengerahkan seluruh anak buahku ke seluruh kota. Kamu tenang ya, sebaiknya kita menemui kak Ricko sebentar. Jangan membuat kakak bersedih di hari bahagianya karena kita..."

" Baiklah, tapi setelah itu kita harus mencari Raka..." ucap Erina.

" Iya, nanti kita cari Raka sama - sama..."

Arvan memeluk tubuh Erina yang masih menangis. Mereka sejenak melupakan masalah yang berakibat dengan menghilangnya Raka.

Arvan menghapus airmata di wajah Erina dengan lembut. Kemudian mereka bergegas pergi ke acara resepsi Ricko dan Sandra.

" Maafkan aku Erina, seharusnya dulu kau tidak menolongku. Aku sungguh menyesali semuanya..." ucap Arvan.

" Sudahlah Kak, aku hanya ingin Raka kembali..."

" Raka pasti kembali Rin, percayalah padaku..."

Setengah jam kemudian, mereka sampai di tempat resepsi pernikahan Ricko dan Sandra.

" Kalian darimana saja...? Kenapa baru datang...?" tanya Ibu.

" Maaf Bu, tadi Arvan tiba - tiba sakit perut jadi terlambat kesini..." jawab Arvan berbohong.

" Ya sudah, sekarang kalian temui Ricko dan Sandra. Mereka sudah menunggu kalian dari tadi..." kata Ayah.

Arvan dan Erina menghampiri kedua mempelai ke atas pelaminan. Disana juga ada Hans yang menatap dengan datar.

" Kak Ricko, kak Sandra... selamat untuk pernikahan kalian, maaf kami terlambat datang..." ucap Rissa merasa bersalah.

" Tidak apa - apa, aku senang kalian datang. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada kalian..." jawab Ricko tersenyum.

" Oh iya, Raka mana...? Dia bersama kalian kan...?" tanya Sandra.

" Itu kak, Raka... Raka ada di luar. Dia tidak suka keramaian..." jawab Rissa gugup.

" Ya sudah kak, saya akan mengajak Rissa berkeliling sebentar..." ucap Arvan.

" Baiklah, bersenang - senanglah hari ini..." sahut Ricko.

Arvan mengajak Hans dan Erina menjauh dari keramaian. Kini mereka duduk di taman depan lalu duduk berjejer di sebuah bangku panjang.

" Erina, bagaimana kamu bisa tinggal di rumah keluarga Sebastian...? Kami mencarimu tiada henti, bahkan kami beberapa kali berkunjung kesana tapi tidak pernah melihatmu..." tanya Hans.

" Nyonya Sarah yang membawaku ke rumahnya karena merasa kasihan padaku..." jawab Erina.

" Seandainya waktu itu aku melihatmu di rumah sakit, pasti kita sudah hidup bersama sejak dulu..." ucap Arvan.

" Memangnya siapa yang mau hidup dengan lelaki tidak bertanggungjawab sepertimu..." ketus Erina.

" Terimakasih sudah menjaga orangtuaku, sebagai anak aku menyadari jika aku kurang memperhatikan mereka terutama Ibu. Semenjak ada kamu dan Raka, sepertinya Ayah dan Ibu memperoleh kebahagiaan yang baru..." ucap Arvan tulus.

" Hey... kalian dicari oleh Tuan dan Nyonya..." teriak William.

" Ada apa kak Willy...?" tanya Rissa.

" Semua disuruh berkumpul untuk foto keluarga..." jawab William.

" Sebentar lagi kita kesana kak..." sahut Hans.

" Baiklah, saya masuk duluan..."

William kembali ke dalam dan bergabung bersama Tuan Sebastian.

Erina sedari tadi mengutak - atik ponselnya untuk mengecek apakah ponsel Raka aktif kembali. Namun usahanya sia - sia karena anak itu benar - benar tak ingin ditemukan oleh siapapun. Bahkan sistem penghubung ponsel keduanya diputus oleh Raka. Sepertinya anak itu sangat marah sehingga semua akses penghubung dimatikan olehnya.

" Kenapa kamu diam Rin...?" tanya Hans.

" Raka menutup semua sistem penghubung di ponsel kami. Semarah apapun dia, tidak pernah sampai seperti ini. Biasanya dia hanya bisa luluh oleh bujukan Ayah..."

" Kemana kita harus mencarinya? Seluruh orang yang aku kerahkan belum juga menemukan keberadaan Raka..." ucap Arvan.

" Sebaiknya kita masuk dulu biar Ayah dan Ibu tidak curiga dengan hilangnya Raka..." ujar Hans.

" Ini semua salahku, seharusnya aku tidak kembali ke negara ini. Seandainya aku tidak bertemu denganmu, Raka tidak akan pergi dariku..." ucap Erina lirih.

" Jangan salahkan dirimu Erina, mungkin sudah waktunya Raka tahu tentang kita. Cepat atau lambat, Raka juga pasti tahu asal usulnya..." tutur Arvan seraya memeluk Erina dengan erat.

" Ayo masuk, setelah acara ini selesai kita cari Raka lagi..." ucap Hans.

Ketiganya segera masuk setelah Erina memperbaiki riasan diwajahnya.

" Ayo kita foto bareng semuanya..." ajak Ibu.

" Iya Bu..." jawab anak - anaknya serempak.

Semua sudah berjejer dengan rapi dan senyum yang terkembang sempurna.

" Tunggu...!"

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Dewi Dj

Dewi Dj

what Raka kemana lagi masa sih anak balita kog bisa kegini?

2022-11-24

0

pat_pat

pat_pat

semangat Thor 🔥
mampir yuk ke Broken Angel

2021-09-04

2

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!