Part 03

Privat jet sudah mendarat, Arvan dan Hans langsung di sambut oleh anak buahnya di Bandara. Mereka langsung pergi ke Markas sang Ayah.

" Kalian sudah datang..." Ayah Arvan, Regan Sebastian pimpinan detektif swasta yang sangat terkenal karena beliau sering membantu pekerjaan polisi di negara itu.

" Iya Yah, Ibu tidak disini...?" tanya Arvan setelah memeluk Ayahnya.

" Tidak, Ibumu tidak suka tempat ini. Dia lebih suka berada di toko bunga miliknya..."

" Tidak apa - apa Yah, yang penting Ibu bahagia..."

" Ya sudah, kalian istirahat dulu. Besok kita bahas tentang tugas yang akan kalian tangani..." ucap Ayah.

" Baik Yah, besok Arvan akan ke rumah menemui Ibu..."

" Ibumu sangat berharap kau menetap disini..."

" Ayah kan tahu sendiri, pekerjaan Arvan lebih banyak di Indonesia..."

" Iya, Ayah percaya padamu. Tapi Ayah masih berharap kamu bisa melanjutkan bisnis Ayah ini..."

" Ayah tenang saja, Arvan akan memberikan penerus buat Ayah yang banyak..." gurau Arvan.

" Dasar anak nakal! Bahkan kekasihpun kau tak punya..." ledek Ayah.

"Ayah, Hans mau ke kamar duluan..." pamit Hans pada Ayah angkatnya.

" Oh iya, istirahatlah Nak. Kau pasti lelah mengurus Arvan..."

Hans segera masuk ke dalam kamar karena sangat lelah dan ingin cepat - cepat merebahkan tubuhnya di kasur. Dia sangat bersyukur karena bisa di pungut oleh keluarga Sebastian yang sangat kaya raya dan baik hati.

* * *

Pagi hari, Arvan mengunjungi ibunya di kediaman pribadi keluarga Sebastian.

" Ibuu..." teriak Arvan.

" Anak Ibu akhirnya pulang juga, kapan datang...?"

" Semalam Bu, Arvan menginap di tempat kerja Ayah..."

" Hans dan Ricko tidak ikut...?"

" Hans masih di tempat kerja Ayah, kalau Ricko ngurus pekerjaan di Indonesia..."

" Apa kau tidak bawa calon istri...?"

" Arvan itu masih muda Bu, baru 20 tahun. Tapi ada yang ingin Arvan bicarakan dengan Ibu..."

" Ada apa...?"

" Kita bicara di toko bunga aja, Arvan rindu pada bunga - bunga milik Ibu..."

" Ya sudah, kita berangkat sekarang..." ajak Ibu.

Arvan dan ibunya segera berangkat menuju toko bunga yang tidak terlalu jauh dari rumah utama. Sampai disana, Arvan berkeliling menikmati indahnya bunga bermekaran di kebun belakang toko sang Ibu.

Saat menatap bunga - bunga itu, Arvan teringat wajah Erina yang selalu mengusik pikirannya. Arvan berjanji pada dirinya sendiri untuk bertanggungjawab pada gadis yang telah dia sakiti itu.

" Van, kenapa kamu melamun? Apa ada masalah dengan pekerjaanmu...?" Ibu menghampiri Arvan yang sedang memetik setangkai bunga mawar putih.

" Oh tidak Bu, ini bukan masalah pekerjaan..."

Arvan menghirup aroma mawar itu cukup lama. Sepertinya aroma bunga itu tak asing untuknya. Dia berusaha mengingat sesuatu dan pikirannya langsung tertuju pada wangi tubuh gadis itu.

" Erina..." desis Arvan.

" Siapa Erina...?" tiba - tiba sang ibu menepuk bahunya.

" Mmmm... bukan siapa - siapa Bu, lupakan saja. Arvan harus segera menemui Ayah..."

" Kau tidak boleh pergi sebelum cerita pada Ibu...!"

" Bu, lain kali Arvan pasti cerita. Sekarang hanya pelukan Ibu yang Arvan butuhkan..."

Arvan mengurungkan niatnya untuk menceritakan masalahnya kepada sang ibu. Dia tidak mau ibunya berpikir bahwa dirinya adalah laki - laki yang tidak bermoral. Setelah cukup puas memeluk sang ibu, Arvan berpamitan untuk kembali ke markas ayahnya.

Lima belas menit kemudian, Arvan memasuki halaman markas Ayahnya dan melihat sekilas beberapa orang sedang berlatih bela diri.

" Selamat pagi Yah..." sapa Arvan.

" Selamat siang..." cibir Ayah.

Pasalnya sekarang sudah pukul sepuluh dan Arvan dengan santainya duduk di samping Ayahnya.

" Apa tugas yang harus Arvan kerjakan...? Pekerjaan di kantor sangat banyak, jadi Arvan nggak bisa lama stay disini..."

" Ikut Ayah ke ruang kerja, Hans sudah menunggu dari tadi..."

Arvan berjalan mengikuti sang Ayah di belakang. Tugas ini pasti sangat sulit sehingga Arvan harus terjun langsung ke lapangan. Biasanya William, orang kepercayaan Ayah Arvan yang akan turun tangan sendiri bersama anak buahnya.

Di ruang kerja itu, ada Hans dan William yang telah lama menunggu. Arvan segera duduk bersama keduanya.

" Ini kasus yang sangat rumit..." tutur Ayah.

" Maksud Ayah...?"

" Tentang pembunuhan seorang putri Pejabat negeri yang sangat terkenal. Pembunuhan ini dilakukan dengan sangat rapi dan tidak meninggalkan jejak sama sekali..."

" Apa ini soal pribadi atau perkerjaan orangtuanya Yah...?"

" Itulah yang harus kalian selidiki, tapi kalian harus hati - hati. Klien kita adalah orang terpandang, mungkin saja ini ulah para mafia atau pemberontak yang tak menyukai posisinya saat ini..."

" Baiklah, kami akan mempelajari berkas - berkas ini dulu..." ucap Arvan.

Setelah mempelajari berkas pembunuhan itu, Arvan dan Hans mulai bergerak menyelidiki di mulai dari tempat ditemukannya mayat korban yang berada di taman.

" Hans, retas cctv yang ada di ujung jalan itu...!" perintah Arvan.

" Tapi itu terlalu jauh Van, apa kau yakin...? Sistem keamanan di negara ini sangat ketat, cukup sulit untuk meretasnya..."

" Kita pulang sekarang, kita akan meretasnya di rumah..."

" Baiklah..."

Arvan masuk ke ruang kerjanya lalu membuka laptop untuk mencari jejak sang pembunuh. Ternyata benar, walaupun bukanlah tempat yang penting tapi sistem keamanannya memang sulit diretas.

" Huft... aku tidak bisa fokus..." keluh Arvan.

" Kenapa Van...?" tanya Hans.

" Di pikiranku hanya ada Erina saja, sepertinya aku sudah mulai gila...!" geram Arvan.

" Kau ini, apa ada rasa cinta yang mulai tumbuh dihatimu...?"

" Tidak mungkin, kami baru sekali bertemu..."

" Walaupun begitu, kau pernah melewati malam bersamanya..." cibir Hans.

" Aku merasa sangat bersalah padanya Hans, dia perempuan baik - baik yang telah kuhancurkan masa depannya..."

" Tenanglah, kita pasti akan menemukannya..." hibur Hans.

" Huft... kita lanjutkan nanti saja, pikiranku sedang kacau hari ini..."

Arvan melenggang masuk ke dalam kamarnya dan segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya.

* * *

Di tempat yang berbeda, Erina kini sedang berada di kampus barunya. Dia sedang duduk sendirian menatap orang - orang yang berlalu lalang di hadapannya.

" Woiii... bengong aja dari tadi...?" Sam datang membuyarkan lamunan Erina.

" Ish... ngagetin aja sih Sam...!" gerutu Erina kesal.

" Apa terjadi masalah Rin...? Kau boleh berbagi suka dukamu padaku..." tutur Sam lembut.

" Aku hanya lelah Sam, tidak perlu khawatir..." sahut Erina pelan.

"Mau aku antar pulang...?"

" Tidak usah Sam, aku bawa mobil sendiri..."

" Ok! Tapi kita makan dulu yuk di cafe depan, aku sangat lapar..." rengek Sam.

" Iya, tapi kamu yang traktir ya...?"

" Siap Nona...!"

Akhirnya mereka berdua berjalan menuju kafe yang hanya berseberangan dengan gerbang kampus. Sampai di dalam cafe, Sam memesan beberapa makanan untuk mereka berdua.

" Sam, kenapa pesan makanan sebanyak ini? Kita cuma berdua loh...?"

" Tidak apa - apa, makanlah yang banyak biar cepet gede..." gurau Samuel.

" Memangnya aku anak kecil..." cibir Erina.

" Sudah, makan saja Rin... keburu makanannya dingin..."

" Iya, terimakasih ya Sam... kamu selalu baik padaku, kamu sahabat terbaikku..." ucap Erina tulus.

Samuel menyunggingkan senyumnya walau dengan terpaksa. Sebenarnya dia ingin mengungkapkan perasaannya pada Erina sekarang, namun gadis itu malah menganggapnya hanya sebatas sahabat saja.

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Olan

Olan

mampir thor😍 salam dari hate but love

2021-11-02

1

ANAA K

ANAA K

Semangat yah thor🙏🏿

2021-10-15

0

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!