Part 13

Ricko mengarahkan ponselnya ke tempat Arvan dan Hans yang sedang duduk.

" Maaf ya kak, lain kali saja ya...? Rissa sedang di jalan mau ke kantor ada meeting pagi..."

[ " Oh begitu, ya udah. Kirain nggak sibuk, selamat bekerja adik kecilku..." ]

" Iya Kak, bye..."

Setelah mematikan panggilan telfonnya, Rissa kembali menjalankan mobilnya menuju kantor.

# # #

Hari ini Ricko, Arvan dan Hans sedang mempersiapkan acara pernikahan Ricko yang hanya tinggal satu minggu lagi. Mereka menunggu kedatangan keluarga dari London karena sebentar sampai.

" Van, siapa yang jemput Ayah dan Ibu...?" tanya Ricko.

" Sopir kantor tadi aku suruh jemput Kak, soalnya kita sedang sibuk disini..." jawab Arvan.

" Hai semua..." sapa gadis cantik yang berjalan mendekati mereka.

Gadis itu adalah Sandra, calon istri Ricko. Seorang model terkenal yang juga anak seorang pengusaha.

" Eh... kakak ipar, silahkan duduk..." sahut Hans.

" Sayang, kamu ngapain kesini...?" tanya Ricko.

" Memangnya nggak boleh aku datang kesini...?!" jawab Sandra ketus.

" Bukan begitu, tapi kan aku lagi sibuk mempersiapkan semuanya..." ucap Ricko.

" Aku kesini bukan buat kamu...!"

" Terus buat siapa dong...?"

" Mau ketemu adik ipar yang imut itu..." Sandra melirik ke arah Arvan yang sedari tadi diam sambil memainkan bunga mawar putih di tangannya.

" Kak Sandra mau ngapain ketemu aku...?" tanya Arvan.

Mereka semua terlihat sangat akrab karena tiga tahun menjalin hubungan dengan Ricko, Sandra juga sangat akrab dengan Arvan dan Hans.

" Van, memangnya benar kamu menjalin hubungan special dengan Selly...?"

" Siapa yang bilang...?"

" Salah satu temanku mengenal Selly, dia bilang kamu akan segera menikahinya..."

" Cihh... harusnya aku bunuh saja dia dari dulu...!" geram Arvan.

" Apa perlu kita buang dia di Club Reymond...?" usul Hans.

" Jangan sekejam itu..." ucap Sandra.

" Tapi dia sudah keterlaluan Kak, dia sudah menjebak Arvan lima tahun yang lalu..." sahut Hans.

" Dia minta pertanggungjawaban pada Arvan...?"

" Tidak, tapi adiknya Selly yang jadi korban..."

" Terus kemana gadis itu...?"

" Entahlah, dia pergi dan tak bisa dilacak..."

" Pasti dia sangat menderita..." ucap Sandra sendu.

" Sudahlah, sebentar lagi Ibu datang. Sambut dengan senyuman..." tegur Ricko.

Tak lama orang tua Arvan datang bersama seorang anak kecil. Mereka hanya bertiga sehingga Ricko mencari - cari seseorang di belakang mereka.

" Yah, Rissa mana...?" tanya Ricko.

" Dia belum bisa datang hari ini, katanya pas hari H baru pulang. Kalian tahu sendiri kalau adik perempuan kalian itu sangat hebat dalam berbisnis..." jawab Ayah dengan bangga.

" Anak itu nggak capek apa ya...?" gerutu Ricko.

" Papa... nanti Raka tidur di kamar Papa ya...?"

Raka menghampiri Arvan dan langsung duduk di pangkuannya.

" Iya, nanti Raka tidur sama Papa..."

Arvan menciumi pipi gembul Raka dengan gemas. Di gendongnya anak itu menuju ke kamarnya di lantai atas.

" Harusnya kau diet biar tubuhnya kelihatan atletis..." Arvan kembali menggelitiki tubuh anak dalam gendongannya itu.

" Papaa... hentikan...!" teriak Raka.

" Sebaiknya ganti dulu bajumu, baru nanti kita main..." ucap Arvan.

Sandra memperhatikan keduanya dengan tatapan tajam. Kemiripan wajah keduanya, senyumnya, tingkahnya, tatapan matanya sungguh tak dapat dipercaya.

" Sandra, kamu kenapa...?" tanya Ibu.

" Eh... tidak Bu, Sandra hanya sedang memperhatikan Arvan..." jawab Sandra tanpa sadar.

" Maksud kamu apa...?" sahut Ricko ketus.

" Apa kakak ipar lebih suka sama Arvan daripada kakak pertama...?" goda Hans.

" Ish... jangan ngaco kamu Hans! Coba deh perhatikan mereka..." geram Sandra.

Semua mata tertuju pada Arvan dan Raka yang sedang berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

" Apanya yang aneh Kak...?" tanya Hans polos.

" Ah... kalian ini, coba lihat mereka baik - baik! Wajahnya mirip, senyumnya, tingkah lakunya, tatapan matanya... Mereka itu memang seperti keluarga yang sebenarnya. Apa itu anak kandung Arvan...?"

" Bukanlah sayang, tidak mungkin. Raka itu anaknya Rissa..." sahut Ricko.

" Sudahlah, kita istirahat dulu. Ibu sudah lelah pengen tidur..." ucap Sarah.

" Kalau begitu Sandra juga sekalian pamit, tadi cuma pengen ketemu ibu dan Ayah saja..." pamit Sandra.

" Aku antar ya sayang...?" kata Ricko.

" Tidak usah, aku bawa mobil sendiri..." tolak Sandra.

Di dalam kamar, Arvan sedang mandi bersama Raka. Mereka terlihat bersenang - senang dengan bermain air di dalam bathup.

" Pa, apa pekerjaan Papa sama seperti Mama...? Mama sering sekali nggak pulang. Kata Opa, Mama lagi banyak kerjaan..."

" Mungkin Mama memang lagi sibuk Raka, nanti kalau tidak sibuk pasti temenin Raka..." jawab Arvan lembut.

" Papa kenapa tidak tinggal dengan Mama...? Apa Papa membenci Mama...? Atau Mama yang pergi dari Papa...? Apa Papa menyakiti Mama...?" tanya Raka bertubi - tubi.

Arvan tidak tahu harus menjawab apa pada anak kecil di hadapannya sekarang. Bahkan melihat wajah ibunya Raka pun Arvan belum pernah.

" Hmmm... nanti saat pernikahan Uncle Ricko, Papa dan Mama pasti bersama lagi..." ucap Arvan sambil tersenyum.

" Papa jangan berpisah lagi dengan Mama ya...? Raka sering melihat Mama tiba - tiba menangis saat tengah malam, tapi Raka tidak berani bertanya. Mama sangat kuat saat di luar, tapi sangat rapuh saat sendiri..."

" Sudah, tidak perlu memikirkan Mama. Mama pasti bahagia memiliki kamu..."

" Bukan aku Pa, tapi kita..." ucap Raka tegas.

" Iya sayang..." Arvan menarik hidung mancung anaknya.

" Oh iya Boy, boleh Papa tanya sesuatu...?"

" Tanya apa Pa...?"

" Kenapa waktu pertama kali bertemu, kamu bisa memilih saya sebagai Papa kamu...?"

" Karena kau memang Papaku..." jawab Raka sarkas.

" Kenapa tidak memilih Uncle Ricko atau Uncle Hans...?" cecar Arvan.

" Apa Papa tidak mau mengakui Raka sebagai anak Papa...?" ucap Raka sendu.

Seperti ada yang mengusik hati anak kecil itu, diapun langsung keluar dari bathup dan membilas tubuhnya pada shower. Setelah itu, Raka keluar dengan handuk yang sudah melekat di tubuhnya.

" Apa aku salah bicara...? Mengapa dia terlihat sedih...? Kenapa hatiku sakit melihat matanya berkaca - kaca seperti itu...?"

Arvan segera membersihkan diri, lalu menyusul Raka ke dalam kamar. Namun saat membuka pintu kamar mandi, Arvan tak melihat keberadaan anak kecil itu.

Setelah memakai baju, Arvan segera keluar kamar mencari Raka. Arvan mencari anak itu di lantai bawah namun tidak ada. Hingga mengelilingi seluruh rumah, namun batang hidung anak itu tetap tak terlihat.

" Kemana sih anak itu pergi? Apa dia marah padaku...?" gumam Arvan.

Arvan mencari Raka ke dalam semua kamar yang ada di dalam rumah itu. Dia mulai frustasi dan meminta bantuan pada Hans yang masih tidur.

" Hans... bangun...!" teriak Arvan.

" Hmmm... kenapa sih Van...? Ganggu orang tidur aja...!" gerutu Hans kesal.

" Raka tidak ada Hans...!" pekik Arvan.

Arvan khawatir Raka hilang karena ulahnya. Tiba - tiba dia teringat dengan Erina yang menghilang akibat ulahnya pula.

" Apaa...? Maksudmu tidak ada apa Van...?" Hans mencoba untuk menepis rasa kantuknya.

" Tadi dia mandi bersamaku tapi keluar duluan dari kamar mandi dan saat aku keluar dia sudah tidak ada. Aku sudah mencari ke seluruh rumah tapi tidak ada..."

" Ish... sejak kapan kepalamu itu tidak bisa berfikir...?" tanya Hans mengejek.

" Apa maksudmu...?"

.

.

TBC

.

.

Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!