" Nama kamu siapa...?" tanya Sarah.
" Saya... saya Erina Clarissa Bu..." jawab Erina.
" Oh Erina... nama yang cantik, sama seperti orangnya..."
" Ibu bisa panggil saya Rissa saja..."
" Bukankah lebih bagus Erina...?"
" Saya ingin suasana baru saja Bu, tapi kenapa saya ada di rumah sakit ya? Saya di rumah sakit mana...?"
" Tenanglah, sekarang ini kita di Inggris, tepatnya di kota London..."
" Apaa...? London...? Ibu tidak bercanda kan...?" pekik Erina.
" Rissa, maaf... karena terburu - buru, saya ajak kamu kesini. Jika memang kamu mau kembali kepada keluargamu, Ibu akan mengantarkanmu kembali ke Jakarta..."
" Tidak, saya tidak mempunyai siapapun. Saya tidak punya tempat tinggal..."
" Bagaimana dengan suamimu...?"
Mendengar kata 'suami' sudah bisa Rissa tebak jika wanita di depannya itu sudah tahu tentang kehamilannya.
" Mmmm... tidak ada Bu..."
" Maksud kamu...?"
Erina menceritakan masa lalunya hingga dia diusir oleh ibu tirinya karena kehamilannya. Jika mengenang semua itu, Erina tidak bisa menahan airmatanya.
" Sabar ya Nak, jika kamu tidak punya tujuan tinggallah bersama saya..."
" Saya tidak mau merepotkan Bu Sarah..."
" Kamu tidak merepotkan saya Rissa, di rumah saya hanya berdua dengan suami. Saya mempunyai satu anak kandung dan dua anak angkat. Semuanya laki - laki dan kini mereka menetap di Indonesia..."
" Apa suami Ibu mengijinkan...?"
" Nanti Ibu akan bilang padanya, kamu tidak usah khawatir. Tadi juga kedua anak Ibu kesini, tapi karena terburu - buru jadi batal menemui kamu..."
" Terima kasih Ibu sudah berbaik hati menolong saya..."
" Ya sudah, Ibu selesaikan administrasinya dulu setelah itu kita pulang..."
" Iya Bu..."
# # #
Erina sudah sampai di kediaman Nyonya Sarah. Disana sudah ada beberapa pelayan yang menyambut kedatangannya.
" Rissa, semoga kamu betah tinggal disini ya...? Nanti kalau kamu sudah sehat, Ibu ajak ke toko bunga milik Ibu..."
" Terima kasih Bu..."
" Pelayan, antar Rissa ke kamar atas di samping kamar Arvan. Mulai sekarang Rissa akan tinggal disini..."
" Baik Nyonya..."
" Mari Nona, kami akan membawakan koper Anda..."
" Terimakasih, siapa namamu...?" tanya Rissa.
" Nama saya Ella..."
" Terimakasih Ella, maaf merepotkan..."
" Ini sudah menjadi tugas saya Nona..."
Rissa memasuki kamar yang sangat luas dan mewah. Interiornya juga indah sehingga membuat siapapun akan merasa nyaman di tempat itu.
" Nona, ijinkan saya merapikan pakaian Anda ke dalam lemari..." ucap Ella.
" Tidak perlu Ella, biar nanti saya sendiri yang membereskannya. Kamu boleh keluar dan mengerjakan yang lainnya..."
" Baik Nona, kalau begitu saya permisi dulu..."
Setelah pelayan pergi, Rissa merebahkan tubuhnya di tempat tidur karena tubuhnya masih sedikit lemah. Tak lama, diapun tertidur dengan nyaman.
Sore hari Tuan Regan Sebastian pulang bersama istrinya, Nyonya Sarah. Rissa yang sedang duduk di taman samping rumah langsung menghampiri mereka. Dia sedikit canggung dan takut karena Tuan Sebastian menatapnya dengan tajam.
" Jangan menatapnya seperti itu! Kebiasaan..." gerutu Sarah.
" Maaf Tuan, saya_..." ucap Rissa terbata.
" Kamu sangat cantik, Ayah menyukaimu. Ayo masuk, sebemtar lagi petang. Tidak baik untuk cucu Ayah..." ucap Tuan Sebastian tersenyum.
Sarah dan Rissa terkejut dengan ucapan Tuan Sebastian. Pasalnya, Tuan Sebastian tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenalnya.
" Mas Regan mengijinkan Rissa tinggal disini...?" ucap Sarah bahagia. Bahkan dia memeluk suaminya dengan erat.
" Tuan mengijinkankan saya tinggal disini...?" tanya Rissa memastikan.
" Iya, tapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi..." tutur Tuan Regan.
" Saya akan melakukan apapun yang Tuan perintahkan..."
" Baiklah, mulai sekarang panggil saya dengan sebutan 'Ayah'..."
" Suamiku... aku bahagia sekali..."
Sarah menarik lengan Rissa dan mereka berpelukan bertiga.
" Mulai saat ini kamu adalah anak kami, kamu tidak boleh pergi dari rumah ini..." ucap Tuan Sebastian.
Tadi sewaktu perjalanan pulang, Sarah sudah menceritakan semua kisah tentang kehidupan Rissa hingga akhirnya bertemu dengannya.
" Terimakasih Ayah, Ibu..."
Ini adalah pertama kalinya ia merasakan dekapan hangat orangtua. Dari lahir, Ayah dan Ibu kandungnya tidak pernah mendekapnya sehangat ini. Dua puluh tahun hidup di dunia, baru kemarin dia mendapatkan pelukan hangat dari Ayah kandungnya untuk yang pertama kali dan mungkin juga terakhir kalinya.
" Ayo masuk, kita bicara di dalam..." ajak Ayah.
Kini mereka duduk di ruang keluarga sambil berbincang - bincang.
" Rissa, kenapa kamu menangis...?" tanya Bu Sarah.
" Ini pertama kalinya dalam hidup Rissa mendapatkan kasih sayang dari orangtua dengan tulus. Rissa merasa bahagia saat ini, hanya dari pelukan kalian saja saya bisa merasakan ketulusan hati yang belum pernah saya rasakan seumur hidup..."
" Sayang, Ayah dan Ibu akan menyayangimu dengan setulus hati. Kamu adalah putri kami satu - satunya, mulai hari ini tidak boleh ada airmata kesedihan pada dirimu..." ucap Sarah.
" Rissa, Ayah akan mencari laki - laki yang telah menghancurkan hidupmu itu hidup ataupun mati..."
" Tidak Ayah, Rissa tidak mau mengingat tentang dia lagi apalagi bertemu dengannya..."
" Tapi Nak_..."
" Ayah, Rissa mohon... Rissa hanya ingin hidup tenang dan melupakan masa lalu..."
" Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu, Ayah tidak akan mengusik masa lalumu..."
Mereka kembali berpelukan dengan penuh suka cita. Ayah sangat bahagia karena sedari dulu memang menginginkan anak perempuan.
" Kalau begitu Ayah mandi dulu, gerah seharian bekerja..."
" Ibu juga mau mandi Yah..." sahut Ibu.
" Rissa, kembalilah ke kamar. Nanti turun saat makan malam tiba..." titah Ayah.
" Iya Yah..."
# # #
Pagi hari, Rissa bersiap - siap untuk ikut ke toko bunga milik Bu Sarah. Mereka diantar oleh Tuan Sebastian karena William sang asisten sedang ada tugas di luar kota.
" Ayah kerjanya apa...?" tanya Rissa.
" Apa kamu mau bantu Ayah bekerja...?" sahut Ayah.
" Jangan, lebih baik bantu Ibu saja merawat tanaman nggak usah ikut mencampuri urusan orang lain...!" timpal Ibu.
" Maksud Ibu apa...? Rissa bisa membagi waktu untuk membantu Ayah dan Ibu..."
" Nah begitu lebih baik, kamu memang putri Ayah yang terbaik..." ucap Ayah bangga.
Tiba - tiba Rissa terdiam dan mengusap airmata yang lolos begitu saja dari mata indahnya.
" Rissa, kenapa menangis? Apa Ayah salah bicara...?" tanya Sarah khawatir.
" Tidak Bu, itu adalah kata yang paling indah yang pernah Rissa dengar. Seandainya kata itu terucap dari Ayah kandung Rissa, mungkin kehidupanku tidak akan buruk seperti ini..."
" Sudah Nak, anggap saja kami ini orangtua kandungmu..."
" Terimakasih..."
Tak lama, mereka sampai di toko bunga yang bertuliskan 'SARAH FLORIST' .
Rissa memandangi tempat itu dengan takjub. Tempatnya sangat rapi dan bunganya tersusun dengan indah.
" Ayah pergi dulu ya, nanti sore akan Ayah jemput lagi kalian disini..." pamit Ayah.
" Hati - hati Yah..." ucap Rissa.
Ayah memeluk istri dan anaknya secara bergantian. Mereka seperti keluarga harmonis yang penuh dengan kebahagiaan. Sarah bisa merasakan kebahagiaan di wajah suaminya setelah bertemu dengan Rissa. Tuan Sebastian memang sangat mendambakan seorang anak perempuan, namun karena kecelakaan setahun setelah kelahiran Arvan membuat rahim Sarah harus diangkat karena benturan keras diperutnya saat mereka sedang di kejar musuh. Saat itu Tuan Sebastian sangat terpuruk dan merasa bersalah karena telah melibatkan istrinya dalam resiko pekerjaannya.
" Kalian jaga diri baik - baik. Jika ada apa - apa cepat hubungi Ayah. Di depan sudah ada dua pengawal yang akan melindungi kalian..."
" Iya, Mas pergi saja... Ibu bisa menjaga anak dan cucu kita..." sahut Ibu Sarah.
# # #
Indonesia,
Arvan dan Hans kini sedang berada di Apartement. Mereka akan menyelidiki tentang gadis yang bernama Erina itu. Arvan membuka laptopnya dan menyambungkannya dengan cctv di ruang tamu kamarnya.
" Hans, itu gadis yang bernama Erina...!" tunjuk Arvan pada laptopnya.
" Wow... cantik sekali gadis itu. Pantas saja kau gencar mencarinya..." ledek Hans.
" Berisik! Sekarang apa yang harus kita lakukan...?"
.
.
TBC
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Itha Fitra
kok hamil ny erina gk mabok atau ngidam y?
2022-11-24
0
Dewi Dj
waw Erina akhirany ktemuan ma camer ny moga aj si arvan cepat kelondon biar bertemu ma erina
2022-11-23
0
Hiatus
jejak lg ya thor. mlm2 kubaca pelan2
semangat
2021-10-13
11