Part 07

" Nama kamu siapa...?" tanya Sarah.

" Saya... saya Erina Clarissa Bu..." jawab Erina.

" Oh Erina... nama yang cantik, sama seperti orangnya..."

" Ibu bisa panggil saya Rissa saja..."

" Bukankah lebih bagus Erina...?"

" Saya ingin suasana baru saja Bu, tapi kenapa saya ada di rumah sakit ya? Saya di rumah sakit mana...?"

" Tenanglah, sekarang ini kita di Inggris, tepatnya di kota London..."

" Apaa...? London...? Ibu tidak bercanda kan...?" pekik Erina.

" Rissa, maaf... karena terburu - buru, saya ajak kamu kesini. Jika memang kamu mau kembali kepada keluargamu, Ibu akan mengantarkanmu kembali ke Jakarta..."

" Tidak, saya tidak mempunyai siapapun. Saya tidak punya tempat tinggal..."

" Bagaimana dengan suamimu...?"

Mendengar kata 'suami' sudah bisa Rissa tebak jika wanita di depannya itu sudah tahu tentang kehamilannya.

" Mmmm... tidak ada Bu..."

" Maksud kamu...?"

Erina menceritakan masa lalunya hingga dia diusir oleh ibu tirinya karena kehamilannya. Jika mengenang semua itu, Erina tidak bisa menahan airmatanya.

" Sabar ya Nak, jika kamu tidak punya tujuan tinggallah bersama saya..."

" Saya tidak mau merepotkan Bu Sarah..."

" Kamu tidak merepotkan saya Rissa, di rumah saya hanya berdua dengan suami. Saya mempunyai satu anak kandung dan dua anak angkat. Semuanya laki - laki dan kini mereka menetap di Indonesia..."

" Apa suami Ibu mengijinkan...?"

" Nanti Ibu akan bilang padanya, kamu tidak usah khawatir. Tadi juga kedua anak Ibu kesini, tapi karena terburu - buru jadi batal menemui kamu..."

" Terima kasih Ibu sudah berbaik hati menolong saya..."

" Ya sudah, Ibu selesaikan administrasinya dulu setelah itu kita pulang..."

" Iya Bu..."

# # #

Erina sudah sampai di kediaman Nyonya Sarah. Disana sudah ada beberapa pelayan yang menyambut kedatangannya.

" Rissa, semoga kamu betah tinggal disini ya...? Nanti kalau kamu sudah sehat, Ibu ajak ke toko bunga milik Ibu..."

" Terima kasih Bu..."

" Pelayan, antar Rissa ke kamar atas di samping kamar Arvan. Mulai sekarang Rissa akan tinggal disini..."

" Baik Nyonya..."

" Mari Nona, kami akan membawakan koper Anda..."

" Terimakasih, siapa namamu...?" tanya Rissa.

" Nama saya Ella..."

" Terimakasih Ella, maaf merepotkan..."

" Ini sudah menjadi tugas saya Nona..."

Rissa memasuki kamar yang sangat luas dan mewah. Interiornya juga indah sehingga membuat siapapun akan merasa nyaman di tempat itu.

" Nona, ijinkan saya merapikan pakaian Anda ke dalam lemari..." ucap Ella.

" Tidak perlu Ella, biar nanti saya sendiri yang membereskannya. Kamu boleh keluar dan mengerjakan yang lainnya..."

" Baik Nona, kalau begitu saya permisi dulu..."

Setelah pelayan pergi, Rissa merebahkan tubuhnya di tempat tidur karena tubuhnya masih sedikit lemah. Tak lama, diapun tertidur dengan nyaman.

Sore hari Tuan Regan Sebastian pulang bersama istrinya, Nyonya Sarah. Rissa yang sedang duduk di taman samping rumah langsung menghampiri mereka. Dia sedikit canggung dan takut karena Tuan Sebastian menatapnya dengan tajam.

" Jangan menatapnya seperti itu! Kebiasaan..." gerutu Sarah.

" Maaf Tuan, saya_..." ucap Rissa terbata.

" Kamu sangat cantik, Ayah menyukaimu. Ayo masuk, sebemtar lagi petang. Tidak baik untuk cucu Ayah..." ucap Tuan Sebastian tersenyum.

Sarah dan Rissa terkejut dengan ucapan Tuan Sebastian. Pasalnya, Tuan Sebastian tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenalnya.

" Mas Regan mengijinkan Rissa tinggal disini...?" ucap Sarah bahagia. Bahkan dia memeluk suaminya dengan erat.

" Tuan mengijinkankan saya tinggal disini...?" tanya Rissa memastikan.

" Iya, tapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi..." tutur Tuan Regan.

" Saya akan melakukan apapun yang Tuan perintahkan..."

" Baiklah, mulai sekarang panggil saya dengan sebutan 'Ayah'..."

" Suamiku... aku bahagia sekali..."

Sarah menarik lengan Rissa dan mereka berpelukan bertiga.

" Mulai saat ini kamu adalah anak kami, kamu tidak boleh pergi dari rumah ini..." ucap Tuan Sebastian.

Tadi sewaktu perjalanan pulang, Sarah sudah menceritakan semua kisah tentang kehidupan Rissa hingga akhirnya bertemu dengannya.

" Terimakasih Ayah, Ibu..."

Ini adalah pertama kalinya ia merasakan dekapan hangat orangtua. Dari lahir, Ayah dan Ibu kandungnya tidak pernah mendekapnya sehangat ini. Dua puluh tahun hidup di dunia, baru kemarin dia mendapatkan pelukan hangat dari Ayah kandungnya untuk yang pertama kali dan mungkin juga terakhir kalinya.

" Ayo masuk, kita bicara di dalam..." ajak Ayah.

Kini mereka duduk di ruang keluarga sambil berbincang - bincang.

" Rissa, kenapa kamu menangis...?" tanya Bu Sarah.

" Ini pertama kalinya dalam hidup Rissa mendapatkan kasih sayang dari orangtua dengan tulus. Rissa merasa bahagia saat ini, hanya dari pelukan kalian saja saya bisa merasakan ketulusan hati yang belum pernah saya rasakan seumur hidup..."

" Sayang, Ayah dan Ibu akan menyayangimu dengan setulus hati. Kamu adalah putri kami satu - satunya, mulai hari ini tidak boleh ada airmata kesedihan pada dirimu..." ucap Sarah.

" Rissa, Ayah akan mencari laki - laki yang telah menghancurkan hidupmu itu hidup ataupun mati..."

" Tidak Ayah, Rissa tidak mau mengingat tentang dia lagi apalagi bertemu dengannya..."

" Tapi Nak_..."

" Ayah, Rissa mohon... Rissa hanya ingin hidup tenang dan melupakan masa lalu..."

" Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu, Ayah tidak akan mengusik masa lalumu..."

Mereka kembali berpelukan dengan penuh suka cita. Ayah sangat bahagia karena sedari dulu memang menginginkan anak perempuan.

" Kalau begitu Ayah mandi dulu, gerah seharian bekerja..."

" Ibu juga mau mandi Yah..." sahut Ibu.

" Rissa, kembalilah ke kamar. Nanti turun saat makan malam tiba..." titah Ayah.

" Iya Yah..."

# # #

Pagi hari, Rissa bersiap - siap untuk ikut ke toko bunga milik Bu Sarah. Mereka diantar oleh Tuan Sebastian karena William sang asisten sedang ada tugas di luar kota.

" Ayah kerjanya apa...?" tanya Rissa.

" Apa kamu mau bantu Ayah bekerja...?" sahut Ayah.

" Jangan, lebih baik bantu Ibu saja merawat tanaman nggak usah ikut mencampuri urusan orang lain...!" timpal Ibu.

" Maksud Ibu apa...? Rissa bisa membagi waktu untuk membantu Ayah dan Ibu..."

" Nah begitu lebih baik, kamu memang putri Ayah yang terbaik..." ucap Ayah bangga.

Tiba - tiba Rissa terdiam dan mengusap airmata yang lolos begitu saja dari mata indahnya.

" Rissa, kenapa menangis? Apa Ayah salah bicara...?" tanya Sarah khawatir.

" Tidak Bu, itu adalah kata yang paling indah yang pernah Rissa dengar. Seandainya kata itu terucap dari Ayah kandung Rissa, mungkin kehidupanku tidak akan buruk seperti ini..."

" Sudah Nak, anggap saja kami ini orangtua kandungmu..."

" Terimakasih..."

Tak lama, mereka sampai di toko bunga yang bertuliskan 'SARAH FLORIST' .

Rissa memandangi tempat itu dengan takjub. Tempatnya sangat rapi dan bunganya tersusun dengan indah.

" Ayah pergi dulu ya, nanti sore akan Ayah jemput lagi kalian disini..." pamit Ayah.

" Hati - hati Yah..." ucap Rissa.

Ayah memeluk istri dan anaknya secara bergantian. Mereka seperti keluarga harmonis yang penuh dengan kebahagiaan. Sarah bisa merasakan kebahagiaan di wajah suaminya setelah bertemu dengan Rissa. Tuan Sebastian memang sangat mendambakan seorang anak perempuan, namun karena kecelakaan setahun setelah kelahiran Arvan membuat rahim Sarah harus diangkat karena benturan keras diperutnya saat mereka sedang di kejar musuh. Saat itu Tuan Sebastian sangat terpuruk dan merasa bersalah karena telah melibatkan istrinya dalam resiko pekerjaannya.

" Kalian jaga diri baik - baik. Jika ada apa - apa cepat hubungi Ayah. Di depan sudah ada dua pengawal yang akan melindungi kalian..."

" Iya, Mas pergi saja... Ibu bisa menjaga anak dan cucu kita..." sahut Ibu Sarah.

# # #

Indonesia,

Arvan dan Hans kini sedang berada di Apartement. Mereka akan menyelidiki tentang gadis yang bernama Erina itu. Arvan membuka laptopnya dan menyambungkannya dengan cctv di ruang tamu kamarnya.

" Hans, itu gadis yang bernama Erina...!" tunjuk Arvan pada laptopnya.

" Wow... cantik sekali gadis itu. Pantas saja kau gencar mencarinya..." ledek Hans.

" Berisik! Sekarang apa yang harus kita lakukan...?"

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Itha Fitra

Itha Fitra

kok hamil ny erina gk mabok atau ngidam y?

2022-11-24

0

Dewi Dj

Dewi Dj

waw Erina akhirany ktemuan ma camer ny moga aj si arvan cepat kelondon biar bertemu ma erina

2022-11-23

0

Hiatus

Hiatus

jejak lg ya thor. mlm2 kubaca pelan2
semangat

2021-10-13

11

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!