Part 10

" Temui saya nanti sore di taman kota jam lima..." ucap seorang pelayan kepada Arvan yang hendak masuk ke dalam mobil.

" Untuk apa...?" tanya Arvan.

Pelayan itu langsung masuk tanpa menjawab pertanyaan Arvan.

" Kenapa Van...?" tanya Hans.

" Ayo pergi...!" ucap Arvan datar.

Keluar dari halaman rumah Erina, Arvan nampak frustasi. Berkali - kali Arvan mengumpat karena tidak berhasil menemukan gadis itu.

" Pelayan tadi bicara apa padamu Van...?" tanya Hans.

" Dia memintaku menemuinya di taman kota nanti sore..." jawab Arvan malas.

" Mungkin dia punya informasi tentang Erina..."

" Entahlah! Sepertinya keluarga itu memang bermasalah. Aku tidak menyangka Erina adalah adik dari Selly, perempuan iblis itu..."

" Jadi secara tidak langsung Selly sudah menghancurkan hidup adiknya sendiri..." ucap Hans.

# # #

Tepat pukul lima sore, seorang wanita paruh baya duduk di sebuah bangku panjang di taman kota. Dia berharap laki - laki itu datang menemuinya.

Arvan yang tadinya enggan untuk datang dipaksa oleh Hans. Siapa tahu pelayan itu punya informasi penting tentang gadis yang dicarinya.

" Bibik..." panggil Hans.

" Eh Tuan... bibik kira kalian tidak datang..."

" Kenapa bibik menyuruh kami kesini...?" tanya Arvan.

" Saya hanya ingin memastikan jika salah satu dari kalian adalah orang yang bertanggungjawab dengan kehamilan Non Erina..."

" Iya Bik, itu anak saya..." jawab Arvan.

" Lalu, kenapa Non Erina tidak bersamamu sekarang...?"

" Saya juga sedang mencarinya Bik..."

" Tapi waktu itu Nona bilang mau mencari Tuan..."

" Benar, tapi waktu itu saya sedang berada di luar negeri. Saya tidak sempat bertemu dengannya..."

" Tolong cari dia Tuan, saya tidak mau terjadi sesuatu yang buruk menimpa anak malang itu. Jangan sampai Non Erina bertemu dengan Nyonya dan Non Selly, saya tidak sanggup melihat non Erina menderita..."

" Apa Selly sering menyakiti Erina...?"

" Sering, bahkan sejak kecil sudah seperti itu..."

" Mungkin bibik tahu tempat yang sering didatangi Erina...?"

" Dia kuliah di Universitas XX dan juga sering mengunjungi makam ibunya di pemakaman dekat kompleks..."

" Cuma itu...? Mungkin bibik tahu teman dekat Erina...?"

" Yang bibik tahu, dia hanya dekat dengan seorang laki - laki teman sejak masih SMP namanya Samuel. Mereka kuliah di kampus yang sama tapi beda Fakultas..."

" Terimakasih Bik, saya akan mencari Erina sampai dapat..."

" Tolong jaga dia Tuan, sejak lahir gadis malang itu tak pernah lepas dari saya. Tapi saat ini, Nona melarang saya untuk mengikutinya. Saya sangat khawatir..."

" Saya akan berusaha untuk menemukannya secepatnya Bik, jangan khawatir. Hubungi saya jika suatu saat Erina menghubungi bibik..."

" Baik Tuan..."

" Saya harus pergi sekarang, permisi..." ucap Arvan.

" Silahkan Tuan..."

# # #

Satu bulan berlalu, Arvan belum juga menemukan jejak Erina. Erina sudah tidak datang ke kampus sejak mendatangi Apartement Arvan waktu itu. Bahkan orang suruhannya yang disuruh berjaga - jaga di pemakaman ibunya Erina juga tak mendapati gadis itu mengunjungi pusara sang Ibu.

Arvan semakin frustasi dan juga mual di pagi hari seakan merontokkan seluruh tulangnya. Dia tidak bisa mencium bau yang menyengat di hidungnya. Bahkan dia beberapa kali meninggalkan klien begitu saja hanya karena mencium aroma parfum mereka yang menurutnya sangat menyengat dan membuatnya muntah.

" Van, kau dari pagi belum makan. Ini aku belikan makanan untukmu..." ucap Ricko.

" Terimakasih Kak, tapi saya sedang tidak berselera untuk makan..."

Setiap hari Arvan hanya makan buah - buahan segar dan sedikit asam agar tidak mual dan muntah.

" Kamu juga harus makan Van, kalau Ibu tahu kamu sakit pasti beliau khawatir..."

" Asal kak Ricko dan Hans tidak bilang, Ibu tidak akan tahu..."

" Huft... susah ngomong sama kamu...!"

Hans yang baru datang langsung meletakkan paper bag di depan Arvan dengan tersenyum.

" Apa itu Hans...?" tanya Ricko.

" Oh ini makanan dari rumah Erina, masakan bik Ina pelayan di rumah Tuan Bagas..."

" Untuk apa...?" tanya Arvan heran.

Bisa - bisanya Hans minta makan di rumah orang, apakah uang yang dia berikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya? Pikir Arvan.

" Ini buat kamu Van, kata bik Ina jika seorang istri sedang hamil dan yang ngidam itu suaminya mungkin makanan yang sukai sang istri membuat suaminya tidak merasa mual. Coba deh kamu makan..." tutur Hans.

" Aturan dari mana itu? Selera tiap orang kan berbeda...?" sahut Arvan.

" Coba dulu baru komentar...!" kesal Hans.

Ricko mengambil piring dan sendok untuk Arvan. Layaknya anak kecil, Si Boss itu dapat pelayanan khusus dari dua saudaranya.

" Wah... sepertinya ini enak, ayo cobain..." ucap Hans menyodorkan sendok ke mulut Arvan.

Dengan terpaksa Arvan membuka mulutnya dan menerima suapan dari Hans, kakak kedua.

" Gimana? Enak nggak...?" tanya Ricko.

" Lumayan sih Kak..." jawab Arvan tersenyum.

" Ya udah, makan sendiri! Aku masih banyak pekerjaan...!" ujar Hans meletakkan sendok di piring.

" Memangnya siapa yang minta disuapi...?" elak Arvan sambil menyuap makanan ke mulutnya.

" Oh iya Van, Ayah minta kita untuk menangani kasus di Malaysia. Apa kau bisa...?" tanya Hans.

" Kasus apalagi...?"

" Aku belum terima datanya, nanti saya minta sama Willy supaya dikirimkan..."

" Arvan kan masih sering sakit, apa bisa menangani kasus? Nanti kalau ada kontak fisik gimana...?" tegur Ricko.

" Tidak apa - apa Kak, nanti Hans yang akan jagain Arvan..."

" Saya juga ikut...!" ucap Ricko tegas.

" Kantor gimana...?"

" Saya bisa mengaturnya nanti, saya akan menyusul kalian di hari Sabtu. Kalian harus bisa memecahkan kasus itu sebelum saya datang..."

" Siap kakak pertama...!" ucap Arvan nyengir.

Tanpa terasa, makanan di dalam piringnya telah kandas tak tersisa. Ini pertama kalinya Arvan tidak memuntahkan makanannya. Dia merasa sangat senang dan berterimakasih pada Hans.

" Hans, terimakasih untuk makanannya. Lain kali minta bik Ina untuk mengirimkan makanan kesini..."

" Iya, tapi untuk bisnis Bagas gimana...? Katanya kau mau menghancurkan keluarga Selly..."

" Tapi mereka juga keluarga Erina, Hans...!"

" Ah... benar juga..."

" Biarkan saja, tapi tetap suruh orang untuk mengawasi gerak - gerik Selly..."

" Siap Boss...!"

# # #

Di London, Inggris.

Hari ini, di pagi yang cerah seorang gadis sedang tersenyum bersama bunga - bunga yang bermekaran. Hatinya begitu nyaman saat menatap mawar putih dalam genggamannya.

" Rissa...!"

Sarah yang berada di ujung pintu memanggil anak angkatnya itu dengan tersenyum.

" Eh Ibu... Ada apa Bu...?"

" Kamu sedang apa disitu...? Tersenyum sendirian..."

" Hehehee... Rissa hanya sedang menatap mawar putih yang sangat cantik ini..."

" Kamu itu sama kayak anak Ibu, dia juga menyukai mawar putih..."

" Oh ya, apa mungkin kami akan cocok saat bertemu nanti...?"

" Semua anak Ibu itu sangat ramah, mereka pasti bisa menerima kamu dengan tangan terbuka. Oh ya, sepertinya kamu sudah tidak pernah mual lagi Nak...?"

" Iya Bu, cuma pas awal - awal disini saja setelah itu sudah nggak mual lagi sampai sekarang..."

" Syukurlah, jaga cucu Ibu baik - baik. Kita akan merawatnya bersama - sama.

" Iya Bu, Rissa akan merawat anak ini dengan baik walaupun dia tidak tahu siapa bapaknya..."

" Sudah, tidak perlu difikirkan. Kita semua akan menyayangi anak ini dengan setulus hati..."

Ibu Sarah dan Rissa bercengkrama di antara bunga - bunga yang bermekaran. Mereka berdua nampak bahagia hingga seseorang mengejutkan keduanya.

" Kalian bersenang - senang rupanya..."

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Dewi Dj

Dewi Dj

semangat ya Rissa moga ktemuan ma. arvan

2022-11-24

0

Farida Wahyuni

Farida Wahyuni

aku saya... tolong kata2nya kalau pakai kata "aku", aku saja kaka, ga usah pakai kata "saya" , aku jadi kurang enak bacanya,padahal ceritanya bagus.

2022-01-10

1

Itin

Itin

sudah gantian bapaknya yg mual tiap hari 😂😂

2021-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!