Part 09

" Jangan pergi, tetaplah bersamaku..." rintih Arvan.

Walaupun matanya terbuka, namun penglihatan Arvan buram. Kepalanya pusing ditambah demam membuatnya meracau tidak jelas.

Delia mengernyitkan dahinya, pasalnya selama ini Arvan tidak pernah dekat dengan seorang perempuan.

" Hans, apa yang terjadi dengan Arvan...?" tanya Delia.

" Saya juga tidak tahu Del, sejak kejadian tiga minggu yang lalu dia jadi tidak fokus dengan pekerjaannya..."

" Kenapa...?"

" Nanti saya ceritakan di luar, biar Arvan istirahat..."

Hans dan Delia duduk di ruang tamu sambil menulis resep obat untuk Arvan.

" Tadi Arvan sering muntah - muntah, katanya mual. Saya tidak tahu harus melakukan apa..." ucap Hans.

" Apa dia memiliki kekasih...?"

" Tidak, tapi kurasa dia mencintai seorang gadis..."

" Siapa...?"

" Entahlah, mereka hanya bertemu satu kali namun sangat berkesan..."

" Maksudnya mereka melakukan_..."

" Ya begitulah, Arvan dijebak oleh seseorang dengan obat itu sehingga dia melampiaskannya pada gadis yang menolongnya..."

" Astaga, bagaimana bisa itu terjadi...?"

" Huft, harusnya aku tak membiarkan Arvan pergi sendiri malam itu..." sesal Hans.

" Hans, apa mungkin gadis itu hamil? Mungkin saja Arvan ngidam karena dia selalu memikirkan gadis itu. Kau harus cepat menemukan gadis itu sebelum kejiwaan Arvan terguncang..."

" Saya sedang melacak mobil itu, semoga besok pagi gadis itu bisa ditemukan..."

" Ya sudah, aku harus kembali ke rumah sakit. Tebus obat ini di Apotek, paksa dia untuk makan agar badannya tidak sakit. Dan suruh dia untuk tenang serta tidak memikirkan hal - hal berat dulu..."

" Mau saya antar Nona Delia...?" goda Hans.

" Saya bawa mobil sendiri, sebaiknya jaga adikmu baik - baik..." sahut Delia.

" Ok, terimakasih sudah menyempatkan waktumu..."

" It's OK! Arvan orang yang sangat berjasa bagiku, saya akan melakukan apapun untuknya..."

" Really...? Bagaimana jika saya yang sakit...?" tanya Hans.

" Kamu itu kuat, tidak akan sakit..." Delia menepuk dada Hans sambil tersenyum.

Setelah Delia keluar, Hans menghubungi Apotek terdekat untuk mengantarkan obat yang dibutuhkan Arvan.

* * *

Satu minggu hanya berbaring di kamar, Arvan merasakan tubuhnya sangat sakit. Kini dia mencoba untuk bangun dan mencari keberadaan Erina.

" Hans...!" panggil Arvan dari dalam kamar.

Hans segera masuk ke dalam kamar saat mendengar panggilan dari Arvan.

" Ada apa Van...?" tanya Hans.

" Kamu sudah tahu keberadaan Erina...?"

" Maaf, saya tidak sempat mencarinya karena pekerjaan di kantor sangat banyak dan Ricko sedang berada di cabang luar kota..."

" Jadi kau tidak mencarinya...?!" bentak Arvan.

" Saya sudah menemukan alamat rumahnya, dia adalah anak dari Bagaskara. Dia pemilik Restoran cepat saji yang cukup terkenal di kota ini..."

" Antar saya ke rumahnya! Saya harus bertemu Erina secepatnya..."

" Baiklah, kita berangkat sekarang..." ucap Hans.

Sebenarnya Hans sedikit ragu untuk mengantar Arvan ke rumah Erina. Jika benar dugaan Delia bahwa Erina hamil, ada kemungkinan kedatangannya ke Apartment waktu itu dengan membawa koper karena telah diusir dari rumah.

Satu jam kemudian,

Arvan dan Hans sampai di depan rumah berlantai dua. Cukup mewah walaupun tak sebesar rumah miliknya. Arvan segera keluar dari mobil diikuti oleh Hans di belakangnya.

Setelah menekan bel beberapa kali, muncullah seorang pelayan yang membukakan pintu.

" Selamat pagi, saya ingin bertemu dengan pemilik rumah ini. Apa mereka ada di rumah...?" tanya Hans.

" Iya Tuan, semuanya masih di rumah. Silahkan masuk, saya akan memanggil Tuan dan Nyonya..."

" Terimakasih Bik..."

Arvan dan Hans duduk di ruang tamu menunggu Tuan rumah keluar. Derap langkah kaki mendekati mereka hingga dengan malas Arvan berdiri untuk menghormati pemilik rumah.

" Selamat pagi Tuan Bagaskara..." ucap Arvan.

" Selamat pagi, apa kita saling mengenal...?" tanya Bagas.

" Tidak, tapi saya mengenal putri Anda..."

" Oh... kau teman dari putriku? Sebentar saya panggilkan dia, tunggulah disini..."

Tak lama muncullah seorang gadis dengan pakaian seksinya di belakang Bagas. Arvan dan Bagas terlonjak kaget begitupun dengan gadis itu.

" Arvan...!" pekik Selly.

" Selly...!" Arvan dan Hans melotot dan syok melihat gadis di depannya.

Selly menghambur ke pelukan Arvan dengan senyum manjanya. Arvan sangat geram, ingin rasanya dia menghempaskan tubuh gadis itu ke lantai dengan keras.

" Selly... jaga sikapmu...!" titah Bagas.

" Ayah, dia ini calon menantu Ayah..." ucap Selly manja.

Yona, ibu Selly juga ikut bergabung dengan mereka. Dia tersenyum melihat putrinya memiliki kekasih yang sangat tampan.

" Maaf Selly... bisakah kau melepaskan pelukanmu...?" ucap Arvan menahan amarah.

" Duduklah dulu, kita bisa mengobrol dengan santai..." ucap Bagas.

" Maaf Tuan Bagas, kedatangan saya kemari_..." ucapan Arvan terpotong oleh pekikan Selly.

" Honey... kau mau melamarku...?" mata Selly berbinar menatap Arvan.

" Cihh... menjijikkan sekali wanita ini! Apa mungkin Hans salah alamat...?" batin Arvan geram.

" Astaga, apa aku salah alamat ya...? Perasaan alamatnya sesuai dengan mobil yang dipakai Erina..." batin Hans.

Arvan menatap tajam ke arah Hans untuk memberikan penjelasan.

" Begini Tuan, maksud kami berdua datang kemari adalah untuk mencari Erina..." ucap Hans tegas.

" Erina...?" ucap keluarga Bagaskara serentak.

" Iya, bukankah Anda memiliki anak bernama Erina? Atau mungkin kami salah alamat..." ucap Arvan menegaskan.

" Untuk apa kalian mencari gadis pembawa sial itu...?" ucap Nyonya Bagas.

" Bu, jaga ucapanmu...!" bentak Bagas.

Arvan dan Hans saling berpandangan lalu menatap keluarga itu penuh curiga.

" Maaf, Tuan... ada apa kalian mencari Erina...?" tanya Bagas.

" Kami ada urusan yang belum selesai..." jawab Hans.

" Tapi Erina sedang tidak ada di rumah..." ucap Bagas.

" Untuk apa kau mencari perempuan murahan itu Van? Mungkin sekarang dia tinggal dengan Ayah dari anak yang di kandungnya..." ucap Selly sinis.

" Itu kalau dia tahu Ayahnya yang mana..." timpal ibunya Selly.

" Cukup...! Apa kalian tidak puas sudah mengusir Erina dari rumah ini...!" bentak Bagas.

" Ayah, kami hanya tidak ingin Erina membawa kesialan dalam rumah ini..." ucap Selly.

" Van, sepertinya ada yang tidak beres dengan keluarga ini..." bisik Hans.

" Kita dengarkan saja dulu..." balas Arvan pelan.

Arvan dan Hans hanya melihat drama keluarga yang memekakkan telinga itu. Arvan sangat geram karena Selly menyebut Erina sebagai perempuan murahan.

" Maaf Tuan, Anda melihat kekacauan di rumah kami..." ucap Bagas merasa tidak enak hati.

" Tidak masalah, teruskan saja jika belum selesai..." jawab Arvan dengan tersenyum.

" Tidak... bukan begitu. Sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja..."

" Baiklah..."

Bagaskara beranjak menuju ruang kerjanya diikuti Arvan dan Hans. Sampai di dalam, Bagas menutup pintunya dengan rapat.

" Tuan... sebenarnya kalian ini siapa...?" tanya Bagas.

" Saya Arvan Sebastian dan ini asisten saya Hans. Saya kesini untuk mencari Erina..." ucap Arvan.

" Apakah putri saya membuat kesalahan kepada Anda? Saya sebagai ayahnya minta maaf, mungkin anak saya membuat kesalahan yang besar. Maklum saja di usianya yang masih 18 tahun itu dia masih labil..."

" Tidak Tuan Bagas, saya hanya menanyakan keberadaan Erina sekarang..."

Bagas menghela nafas panjang lalu membuangnya kasar. Dia menundukkan kepalanya dan beberapa tetes airmata lolos begitu saja membasahi pipinya.

" Ini semua salah saya, saya tidak bisa mendidiknya dengan baik. Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dengan layak. Jika memang Erina berbuat salah, saya bersedia menanggung semuanya..."

" Kenapa kalian mengusir Erina...?" Arvan mulai geram.

" Istri dan anak tiri saya, Selly tidak pernah menyukai Erina. Sejak lahir Erina selalu mendapatkan perlakuan buruk dari mereka. Saya tidak berani berbuat apa - apa untuk membela anak kandung saya sendiri. Saya memang seorang pecundang..."

" Masalahnya apa sampai Erina harus diusir...?"

" Erina hamil dan dia tidak bisa menyebutkan siapa yang bertanggungjawab untuk janinnya. Saya tidak bisa melihat dia tersiksa jika tetap berada di rumah ini. Bagaimanapun ada cucuku di rahim Erina. Saya tidak mau Selly menyakiti mereka berdua. Saya menyuruh Erina pergi untuk meminta pertanggungjawaban pria itu. Semoga saja mereka bertemu dan bisa memulai kehidupan baru dengan kebahagiaan..."

Arvan nampak frustasi dan mengacak rambutnya dengan kasar. Saat Bik Ina masuk membawa minuman itu, Arvan langsung meminumnya dalam sekali teguk. Bik Ina memperhatikan saat Arvan selalu bertanya soal Erina lalu dia keluar kembali ke dapur.

Lima belas menit kemudian, Arvan dan Hans keluar dari rumah Bagas tanpa hasil. Saat ingin masuk ke dalam mobil, seseorang memanggilnya.

" Temui saya nanti sore di taman kota jam lima..."

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Dewi Dj

Dewi Dj

tenang aj Van Erina berada PD org ygbtepat yaitu ortu kandung mu

2022-11-23

1

Mpok Nana

Mpok Nana

Sedih banget,, tpi suka.

2022-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!