Part 04

Tiga minggu berada di London, Arvan segera menyelesaikan kasusnya dengan cepat. Dia ingin segera mencari keberadaan Erina. Arvan ingin bertanggungjawab dengan semua yang telah diperbuatnya.

" Hans, kapan kasus ini selesai...?"

" Sebentar lagi Van, kasus ini hampir selesai. Tinggal kita tangkap tersangka utama pembunuhan ini..."

" Ternyata kasus ini hanya sepele tapi sangat rumit. Kita tangkap dia malam ini, jangan sampai lolos..."

Ya, setelah menyelidiki kasus ini selama tiga minggu ternyata ini hanya kasus cinta segitiga yang berujung kematian. Mantan kekasih dari korban ternyata seorang psikopat makanya dia bisa merencanakan pembunuhan dengan sangat rapi.

* * *

Sementara itu, di kediaman keluarga Bagaskara. Erina yang sedang membantu ART menyiapkan makan siang tiba - tiba merasa mual dan pusing.

Erina berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya. Tubuhnya terasa sangat lemah dan akhirnya tergeletak di lantai saat dia hendak berpegangan meja dapur. Erina tak sadarkan diri dan membuat para pelayan kaget.

" Nona... bangunlah...!" teriak salah satu pelayan.

" Cepat panggil Tuan kesini...!" ucap pelayan yang tadi pada temannya.

Pelayan itu berlari menuju kamar Tuan Bagaskara dengan tergesa - gesa.

" Tuan... Nyonya...!" pelayan itu mengetuk pintu seraya berteriak.

" Ada apa kau berteriak seperti itu...?!" bentak Nyonya Bagaskara.

" Maaf Nyonya, itu... Non Erina pingsan di dapur..."

" Kenapa dengan Erina...?" Tuan Bagas tiba - tiba merasa sangat khawatir.

" Saya tidak tahu Tuan..."

Bagaskara segera berlari menghampiri anaknya yang tergeletak di lantai dapur.

" Erina...? Bangunlah Nak...!" ucap Tuan Bagas khawatir.

" Tuan, sebaiknya Non Erina dibawa ke rumah sakit saja..." saran pelayan di sampingnya.

Pelayan itu sudah bekerja pada keluarga Bagaskara sejak Erina lahir. Semenjak ibunya Erina meninggal saat melahirkannya, dialah yang merawat Erina hingga sekarang.

Bagaskara segera mengangkat tubuh Erina keluar dari rumah diikuti istri dan pelayan yang merawat Erina. Setelah semua masuk ke dalam mobil, Bagaskara segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

Erina langsung dibawa ke ruang IGD dan ditangani dengan cepat. Lima belas menit kemudian, dokter keluar untuk menemui keluarga pasien.

" Keluarga Erina Bagaskara...?" panggil dokter yang menangani Erina.

" Saya Ayahnya Dokter, apa yang terjadi pada anak saya...?"

" Anak Anda baik - baik saja Tuan, dia hanya kelelahan saja dan kurang asupan gizi. Jaga baik - baik, kehamilannya sangat rentan di usianya yang masih muda..."

" Apaa...?! Dokter bilang anak saya hamil...?"

Bagaskara membeku seketika, tubuhnya seakan mati rasa. Ini sangat mengejutkan untuknya, putrinya yang terlihat selalu santun dan bertutur kata dengan lembut itu telah mencoreng mukanya. Ini sebuah penghinaan yang tak dapat untuk dilupakan.

" Benar Tuan, usia kehamilan anak Anda sekitar tiga minggu. Mohon dijaga dengan baik kondisi kesehatannya. Saya permisi dulu, masih ada pasien lain yang harus saya tangani..."

Setelah dokter pergi, Yona istri Bagas malah mencibir anak tirinya itu dengan sinis.

" Ayah lihat sekarang kelakuan anak tidak tahu diri itu! Dia tak lebih hanya seorang wanita j*l*ng..." cibir Yona.

" Diam kau! Tidak bisakah kau tidak mengusikku sebentar saja...!" bentak Bagaskara.

Bik Ina yang sedari tadi diam hanya bisa menangis meratapi nasib gadis yang selama ini dirawatnya.

" Harusnya kau sadar Bagas, anak itu kelakuannya sama dengan ibunya...!" pekik Yona.

Bagas tak menanggapi ucapan istrinya, dia lebih memilih melihat kondisi anaknya.

" Hey... anak sampah ini sudah sadar ternyata..." cibir Yona.

" Erina, bilang pada Ayah sekarang! Siapa ayah dari anak yang kau kandung itu...!"

" Maksud Ayah apa...?" tanya Erina bingung.

" Tidak usah kau berpura - pura Erin! Semua sudah tahu kalau kau itu sedang mengandung entah anak dari laki - laki yang mana..." timpal Yona.

" Tapi Bu, bagaimana mungkin Erina hamil...?" Erina mulai terisak.

" Jangan b*d*h kamu, katakan siapa ayah dari anakmu itu...!"

" Erin tidak tahu Bu..."

Erina menangis tersedu, dia baru ingat dengan kejadian yang menimpanya tiga minggu yang lalu. Laki - laki di Apartment itu telah merenggut dengan paksa kesuciannya

Setelah menyelesaikan administrasinya, Ayah membawa Erina pulang. Dia sangat kecewa dengan putri semata wayangnya itu. Walaupun terkesan tidak pernah peduli, namun sebenarnya Bagas sangat menyayangi anaknya. Dia hanya takut jika terlalu dekat dengan anaknya itu, Yona akan menyakitinya.

Sebelum Bagas menikahinya, Yona adalah janda satu anak yaitu Selly. Usianya terpaut dua tahun dengan Erina. Ibu Erina jadi istri kedua lantaran Yona tak bisa lagi memiliki keturunan setelah melahirkan Selly.

Sampai di rumah, Selly yang sedang membaca majalah fashion di ruang keluarga kaget dengan teriakan ibunya di luar.

" Ibu, kenapa marah - marah? Ada apa lagi...?" tanya Selly.

" Tanya saja sama anak pembawa sial itu...!" pekik Yona penuh amarah.

" Erin, apa yang kau lakukan pada ibuku... hah...!" teriak Selly.

Erina hanya bisa menangis dalam pelukan bik Ina. Tak ada kata - kata yang bisa keluar dari mulutnya.

" Cukup...!" hardik Bagas.

" Apanya yang cukup Mas, anak ini telah membuat kita malu. Dia sudah mencoreng muka kita dengan kelakuan bejatnya. Aku tidak mau lagi melihat dia di rumah ini...!"

Selly menatap tajam pada adik tirinya itu. Dia berpikir pasti sudah terjadi sesuatu yang membuat kedua orangtuanya murka.

" Ibu, apa yang sudah Erin lakukan hingga Ibu murka seperti ini...?" tanya Selly.

" Hhh... dia hamil dan tidak tahu siapa yang bertanggungjawab..." sahut Yona.

" Apaa...?! Erin... Dengan berapa pria kau melakukan itu? Harusnya kau ingat siapa saja yang menidurimu...?" kata - kata Selly membuat Erin semakin hancur.

Erina hanya bisa pasrah dengan nasibnya, dia sendiri tidak tahu siapa pria yang telah menghamilinya itu.

" Mas, kau harus mengusir anak pembawa sial ini...!" pekik Yona.

" Maafkan Erin Bu, jangan usir Erin dari rumah ini..." Erina berlutut di kaki ibu tirinya.

" Ayah, Erina mohon jangan usir Erin dari sini. Cuma Ayah yang Erina miliki saat ini..."

Erina menghiba di depan Ayahnya, ini adalah pertama kalinya Erina memohon kepada Ayahnya. Sebelumnya, Erina tidak pernah meminta apapun dari sang Ayah walaupun hanya sekedar pelukan.

" Pergi kau dari sini...! Ayah tidak sudi melihatmu lagi...!" bentak Bagas.

Walaupun dalam hati ingin rasanya Bagas memeluk anaknya yang sedang terpuruk itu, namun dia tidak bisa melakukannya. Mungkin dengan Erina meninggalkan rumah, anaknya itu bisa memperoleh kebahagiaan di luar.

Ayah langsung meninggalkan mereka semua dan langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. Setelah mengunci pintunya, Bagas langsung jatuh ke lantai dengan deraian airmata yang tak bisa di bendung lagi. Dia merasa jadi orang yang patut disalahkan dengan kejadian yang menimpa Erina. Selama ini Bagas tidak pernah mendidik dan memberikannya kasih sayang yang layak untuk anaknya. Dia lebih memilih memanjakan anak yang jelas - jelas bukan darah dagingnya sendiri.

Kini penyesalan bersemayam di dalam lubuk hati Bagas yang paling dalam. Harusnya dia bisa bersikap adil kepada dua anaknya.

" Maafkan Ayah Erin, Ayah memang pengecut. Seharusnya Ayah tidak menelantarkanmu..."

" Semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan di luar sana Nak, tetap berada di rumah ini hanya menambah luka dihatimu dengan cacian dan hinaan dari Yona dan Selly. Ayah tidak mau melihatmu tersiksa lagi, cukup sampai disini kau menderita..." gumam Bagas.

Sementara di luar, Yona dan Selly melempar koper milik Erina lalu menyuruh gadis itu keluar dari rumah.

" Pergi kau...! Jangan pernah injakkan kakimu di rumah ini...!" bentak Selly.

" Kak, aku mohon... biarkan aku bertemu Ayah untuk terakhir kalinya..." pinta Erina.

Selly melirik ke arah ibunya yang tersenyum sinis menatap anak tirinya itu.

" Belum tentu ayahmu itu mau bertemu denganmu...!" cibir Yona.

" Erin mohon Bu, sekali saja Erin ingin bertemu dengan Ayah..."

" Baiklah..."

Erina mengetuk pintu ruang kerja Ayahnya, berharap bisa memeluknya untuk yang terakhir kalinya sebelum dia pergi.

" Ayah, biarkan Erin masuk. Erin hanya ingin berpamitan pada Ayah..." teriak Erina.

Ceklek!

Pintu terbuka dan Bagas membiarkan Erina masuk lalu mengunci pintu itu kembali.

" Ayah, maafkan Erina..."

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Itha Fitra

Itha Fitra

ortu yg egois

2022-11-24

1

Mpok Nana

Mpok Nana

Sedih,,😭😭😭

2022-02-07

0

Titis Pindo Arty

Titis Pindo Arty

😭😭

2021-11-06

0

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!