Part 02

" Tuan, lepaskan saya...!" teriak Erina.

Meskipun berteriak dengan keras, namun tenaganya tak mampu untuk memberontak karena pria itu mencengkeram kedua tangannya dengan kuat.

" Maafkan saya Nona, saya pasti bertanggungjawab..." hanya kata maaf yang terucap dari mulut Arvan dengan suara tertahan.

Arvan terus menciumi bibir Erina hingga gadis itu sangat sulit untuk bernafas. Puas dengan bibirnya, Arvan menurunkan ciumannya pada leher jenjang dan mulus itu. Tangannya mulai tak terkendali, dia melepas paksa pakaian gadis itu hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Arvan tak ingin berlama - lama menyiksa gadis itu, diapun langsung menuntaskan hasratnya dengan sedikit memaksakan kehendak pada gadis yang tak berdaya itu.

Erina mengerang kesakitan saat mahkota yang paling berharga miliknya diambil paksa oleh lelaki yang tak dikenalnya. Laki - laki itu tampak mendesah keras saat berhasil menyemburkan benihnya ke dalam rahim gadis yang sama sekali tak bersalah itu.

Erina hanya bisa pasrah dan menangis saat lelaki itu ambruk menindihnya dengan keringat yang bercucuran. Namun baru beberapa menit berhenti, hasrat Arvan kembali bergejolak. Mungkin obat yang diberikan pada minumannya itu dosisnya sangat tinggi.

Berkali - kali mengucap maaf dan akan bertanggung jawab, Arvan melakukannya lagi untuk menghilangkan reaksi obat perangsang itu.

Hampir tiga jam, akhirnya Arvan menyudahinya dan terlelap di samping Erina. Mungkin pengaruh obat itu sudah mulai hilang hingga tubuh Arvan sangat lemah.

Erina merintih menahan sakit di sekujur tubuhnya terutama di area intinya. Dengan jalan tertatih, Erina mengambil bajunya di lantai dan membersihkan dirinya di kamar mandi sebentar lalu pergi meninggalkan Apartemen Arvan.

Dalam perjalanan pulang, Erina terus saja menangis merutuki nasibnya yang sangat buruk. Hampir tengah malam, Erina sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamarnya karena penghuni rumah pasti sudah lelap dalam tidurnya.

Erina kembali membersihkan dirinya yang sudah kotor itu. Walaupun sudah berkali - kali di bersihkan, tetap saja dia merasa bahwa dirinya sudah benar - benar kotor dan tak bisa dibersihkan lagi.

Selesai mandi, Erina segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dia masih menangisi nasibnya yang begitu buruk hari ini. Niatnya hanya ingin menolong, namun kebaikannya itu malah menghancurkan dirinya. Kini hilang sudah harapannya, dia tidak akan bisa melanjutkan kuliahnya lagi jika sampai orangtuanya tahu apa yang telah dialaminya saat ini.

* * *

Pagi hari Arvan terbangun dari tidurnya. Kepalanya masih pusing karena kejadian semalam. Dia ingat semalam membawa seorang gadis ke dalam kamarnya. Saat menyibak selimut yang dipakainya, terlihat bercak darah pada seprai putih di ranjangnya.

" Sial... gadis itu ternyata masih perawan...!" geram Arvan frustasi.

Arvan benar - benar merasa bersalah pada gadis yang telah menolongnya semalam. Dia juga akan membalas semua perbuatan wanita murahan yang telah menjebaknya.

" Aku pasti akan menghancurkanmu Selly...!" teriak Arvan.

Tak lama ada orang yang tiba - tiba masuk ke dalam kamar Arvan mengetuk pintu terlebih dahulu.

" Arvan, bangun...lah! Oh my God...! Apa yang terjadi? Kenapa kamarmu berantakan...?"

Yap, dia adalah sahabat Arvan yang selalu setia mendampinginya kemanapun dia pergi. Hans Wijaya, asisten di kantor dan juga rekan satu tim saat menjadi seorang detektif.

" Buang Selly dari negara ini, selamanya...!" perintah Arvan.

" Tapi kenapa? Apa kau menidurinya semalam...?" tanya Hans.

Hans berjalan ke arah tempat tidur dan menyibak selimut yang berada di depannya.

" Astaga, perempuan itu siapa Van? Tidak mungkin itu Selly, dia sudah puluhan kali tidur dengan banyak lelaki. Gadis mana yang telah kau rusak...?" cecar Hans.

Pasalnya Arvan bukanlah orang yang suka bermain dengan perempuan. Mana mungkin semalam dia bisa membawa seorang gadis ke Apartemennya.

Arvan berkali - kali menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya menceritakan kejadian yang dia alami semalam mulai dari ia bertemu Selly di cafe hingga seorang gadis yang menolongnya di jalanan.

" Shitt...! Kenapa kau tidak menelfonku? Aku pasti bisa membantumu dengan membawa wanita malam kesini..." ketus Hans.

" Kau pikir aku juga mau melakukan itu! Pastikan perusahaan orangtua Selly hancur secepatnya...!" geram Arvan.

" Sudahlah, semua sudah terjadi. Sebaiknya kau bersiap - siap sekarang. Satu jam lagi kita terbang ke London, Ayah membutuhkan bantuan kita lagi..."

" Huft... aku harus mencari gadis itu Hans..." lirih Arvan.

" Kita tidak punya waktu sekarang Ar, kita bisa mencarinya setelah pulang dari London..."

" Berapa hari kita di London...?"

" Belum tahu, Ayah tidak memberitahukan kasus yang akan kita tangani..."

" Hhh... gimana dengan perusahaan...?"

" Tenang saja, Ricko yang akan mengurus semuanya. Dia adalah sekretaris yang handal..."

" Benar juga, kalian memang sangat bisa diandalkan..."

" Cepatlah mandi, privat jet sudah menunggu dari tadi..."

" Kenapa nggak pakai penerbangan umum saja, Ayah terlalu berlebihan..."

" Beliau itu sayang padamu bukannya berlebihan..."

" Huft... siapkan pakaianku...!"

" Siap Boss..."

Arvan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun saat hendak menyalakan shower, Arvan seperti menginjak suatu benda. Arvan segera berjongkok untuk mengambil benda itu.

" ERINA..." gumam Arvan saat memungut benda yang ternyata sebuah kalung berlian dengan liontin bertuliskan ' ERINA '.

" Ini pasti kalung milik gadis itu..." gumam Arvan.

Selesai mandi, Arvan segera bersiap - siap untuk pergi. Tak lupa kalung milik gadis itu dia pakai di lehernya dan di masukkan ke dalam bajunya agar tak terlihat orang lain.

" Aku pasti akan mencarimu dan bertanggungjawab Erina..." batin Arvan.

Arvan dan Hans segera menuju Bandara untuk pergi ke London menemui Ayah Arvan. Perjalanan panjang membuat Arvan merasa lelah sehingga diapun tertidur.

Baru sebentar memejamkan mata, bayangan Erina melintas di pikirannya. Rasa bersalah menyeruak di dalam hatinya, membuat Arvan terlihat sangat pucat dan tak bersemangat melakukan apapun.

" Van, apa yang kau fikirkan...?" tanya Hans membuyarkan lamunan Arvan.

" Erina..." ucap Arvan tanpa sadar.

" Hah... siapa Erina...?" Hans menutup laptopnya dan berjalan mendekati Arvan.

" Gadis malang itu Hans, tadi aku menemukan kalung ini di kamar mandi..."

Arvan memperlihatkan kalung berlian dengan liontin bertuliskan ' Erina ' dari lehernya.

" Kau masih ingat wajahnya...?"

" Aku tidak yakin Hans, tapi jika bertemu pasti aku mengenalinya..."

" Oh iya, bukannya di Apartement ada cctv? Kita bisa cari dia dari situ..."

" Kau benar Hans, di basement juga pasti ada cctv. Gadis itu memarkirkan mobilnya disana..."

" Kau harus semangat Van, pasti sangat mudah mencari gadis itu. Penjahat kelas kakap saja bisa kita tangkap, apalagi hanya gadis malang itu..."

" Gimana kerjaan Ricko...?"

" Beres, aku baru kirimkan berkas via email untuk meeting lusa. Tapi sepertinya Ricko harus mengerjakannya sendiri karena kita bisa seminggu lebih berada di London..."

" Apa gadis itu mau memaafkanku Hans...? Aku merasa sangat bersalah padanya..."

" Memangnya ada gadis yang menolak pesona Arvan Sebastian...?" ledek Hans.

" Cihh... mereka itu hanya wanita jal*ng yang cuma membutuhkan uang saja...!" cibir Arvan.

" Tidak perlu kau fikirkan gadis itu sekarang Van, fokus dengan tugas dari Ayah..."

" Aku lagi nggak mood, pergilah! Aku mau tidur dulu, bangunkan saat sudah mendarat...!"

" Siap Boss...!"

Arvan merebahkan tubuhnya di tempat tidur untuk menghilangkan rasa penat dalam pikirannya. Pikirannya melayang kemana - mana seperti privat jet yang dia naiki sekarang, menari di atas awan dengan indahnya.

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Dewi Dj

Dewi Dj

andalan seorang gadis di perkosa oleh org mabuk adoow

2022-11-23

2

Martini Ayat

Martini Ayat

Maaf thor, kn baju nya dirobek ya?
Gimana make bujannya lagi.?

2022-11-20

1

Titis Pindo Arty

Titis Pindo Arty

nyimak

2021-11-06

0

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!