Part 12

Lima tahun kemudian,

" Rakaaa...!" pekik Rissa lantang.

Raka Sebastian, anak berusia empat tahun itu memiliki kemampuan di atas rata - rata. Sejak berusia dua tahun, William secara diam - diam mengajarinya berbagai macam alat komunikasi hingga cara kerja sebagai detektif. Anak yang belum mengenal huruf dan angka itupun perlahan mulai terbiasa menekan satu demi satu tombol di keyboard laptop yang dibelikan oleh William.

Saat usianya tiga tahun, Raka sudah pintar dalam hal membaca dan menulis hasil didikan William. Tanpa sepengetahuan Rissa, bahkan William mulai mengajarkan cara kerja detektif dengan komputer dan alat elektronik yang lain.

" Rissa... kamu pagi - pagi teriak seperti ada kebakaran saja..." sahut Sarah dari dapur.

" Raka dimana Bu...?"

" Lagi sama Opa mungkin di ruang kerja. Memangnya ada apa...?"

" Dia meretas data klien Bu, kalau sampai mereka bisa melacaknya gimana...?" keluh Rissa.

" Ya seperti itu hasil didikan Ayah kamu, lama - lama sifat Raka itu mirip dengan anak Ibu yang ketiga, Arvan..."

Rissa memang tidak pernah melihat anak - anak Nyonya Sarah kecuali Ricko yang beberapa kali datang berkunjung. Mereka juga tidak memajang foto keluarga sama sekali karena resiko pekerjaan sebagai detektif bisa membahayakan keluarganya kapan saja.

Arvan dan Hans juga sempat berkunjung namun bertepatan saat Rissa sedang perjalanan bisnis ke luar negeri. Mereka hanya bertemu dengan Raka, anak Rissa yang selalu membuat Arvan seperti melihat masa kecilnya. Saat pertama kali bertemu, Raka langsung memanggilnya dengan sebutan Papa, sehingga semua orang menyuruh Arvan bersedia untuk berpura - pura menjadi orangtuanya.

" Mamaaa...!" teriak Raka dengan senyumnya yang terkembang sempurna.

" Cepat kesini...!" perintah Rissa.

" Ada apa Ma...?" tanya Raka melihat amarah di mata Mamanya.

Raka, di depan sang Mama selalu terlihat sopan dan manis. Namun jika sedang membantu pekerjaan William, dia sangat serius bahkan kemampuan William saja berada dibawahnya.

" Kenapa kamu meretas data klien Mama...?" hardik Rissa.

" Maaf Ma..." ucap Raka sendu.

" Rissa... jangan memarahi anakmu seperti itu..." Tuan Regan membawa Raka duduk dalam pangkuannya.

" Ayah... jangan membela seperti itu! Semakin hari dia jadi tidak terkendali..." kesal Rissa.

" Namanya juga anak kecil, sudah jangan diributkan..."

" Maafin Raka ya Ma...? Soalnya perusahaan itu mengambil data dari kantor Mama..." ucap Raka.

" Maksud kamu apa...?" tanya Rissa sedikit terkejut.

" Sepertinya ada yang yang memberikan data perusahaan pada klien Mama, jadi Raka mengunci data perusahaan itu untuk mengambilnya kembali. Setelah menghapusnya, Raka akan mengembalikan sistem perusahaan itu seperti semula..."

" Maksud kamu ada yang berkhianat dalam kantor Mama...?"

" Iya Ma, sebentar Raka akan memindahkan file Mama yang dicuri itu ke file pribadi Mama dan akan menghapusnya. Semuanya beres sebelum mereka menyadarinya..." ucap Raka menjelaskan.

Ponsel Raka memang terhubung langsung dengan milik Rissa agar anak itu bisa terpantau walaupun mereka berjauhan. Rissa bisa tahu apa saja yang dilakukan Raka dengan ponsel pintarnya itu. Disaat teman yang lain asyik mobil - mobilan, Raka justru berkutat dengan laptop dan sejenisnya.

" Sudah selesai...!" ucap Raka dengan sumringah.

" Yakin kamu tidak meninggalkan jejak...?" tanya Rissa.

" Mama tenang saja, semua aman..."

" Siapa yang bikin kamu kayak gini...?"

" Papa yang mengajarkannya, ternyata Papa itu juga sangat pintar ya Opa...?" celoteh Raka.

" Iya, Papamu memang sangat pintar sayang..."

" Kapan Papa pulang...? Apa pekerjaannya sangat banyak disana...?"

" Mungkin, nanti kalau sudah tidak sibuk pasti Papa pulang..." ucap Tuan Regan.

" Ma, nanti kalau Papa pulang kita jalan - jalan bareng ya...?" rengek Raka dengan wajah memelasnya.

" Pergi dengan Uncle Willy juga bisa, kenapa harus nungguin papa Arvan...?" tanya Rissa.

" Kita bikin foto bertiga Ma, kalau Uncle Willy udah punya foto sendiri dengan kak Monica dan Aunty Clara..."

" Kita foto aja dengan Opa dan Oma...?"

" Tidak! Raka maunya sama Papa...!"

" Iya, nanti Raka foto sama papa dan mama..." ucap Tuan Regan melerai.

Rissa hanya menghela nafas panjang mendengar permintaan konyol anaknya. Bahkan melihat foto Arvan saja belum pernah. Mereka pasti akan sangat canggung saat bertemu nanti.

" Kalian dari tadi ribut terus, ayo sarapan..." ucap Nyonya Sarah yang baru keluar dari dapur.

" Tau tuh, mereka berdua hanya akur saat memejamkan mata saja..." keluh Ayah.

" Mama nakal Opa, masa' kemarin Raka dibelikan mainan balon warna pink..." sungut Raka yang merasa selalu dijahili mamanya.

" Hahahaaa... itu biar hatimu bisa sedikit lembut, nggak arogan. Anak kecil tapi tatapannya tajam seperti angry bird..." ledek Rissa.

" Mamaaa...!" teriak Raka.

" Oh iya Yah, satu bulan lagi Ricko akan menikah di Indonesia. Kita kesana kapan...?" tanya Ibu.

" Nanti Ayah atur jadwal dulu Ma, supaya tidak mengecewakan klien..."

" Rissa, kamu juga harus ikut. Ini acara yang sangat penting untuk kakak pertamamu..."

" Iya Bu, nanti Rissa usahakan. Tapi kan udah ada wakilnya nih yang bisa menghadiri acara kak Ricko..."

Rissa mengacak - acak rambut Raka hingga anak itu memanyunkan bibirnya.

" Kamu ini semakin lama srmakin sibuk saja di kantor. Dulu sibuk siang malam, sekarang sudah lulus kuliah masih sibuk aja..." gerutu Ibu.

" Rissa tidak mau Ayah lelah Bu, biar Rissa saja yang bekerja keras..."

" Ternyata anak perempuan Ayah ini paling pengertian..." ucap Ayah memuji.

" Lebay..." cibir Raka pelan namun masih bisa di dengar olah Rissa.

" Siapa yang mengajari kamu kata seperti itu...?" tanya Rissa seraya melayangkan tatapan tajamnya.

" Hehehee... Uncle Hans, Ma..." jawab Raka nyengir.

" Astaga... apa yang mereka lakukan pada Raka..." keluh Rissa.

Sekarang mereka semua diam karena sedang sarapan. Raka yang tidak mau makan harus dipaksa dulu. Tentu saja itu hanyalah sebuah kejahilan agar disuapi oleh mamanya.

Raka adalah anak yang mandiri, namun kadang kala sifat kekanakannya sering muncul di saat mamanya jarang di rumah. Dia sering menelfon dan merengek hanya sekedar minta di peluk.

Seperti saat ini, baru dua hari lalu Rissa pulang dari Kanada untuk bisnisnya Raka langsung minta tidur dengannya. Padahal biasanya Raka selalu tidur sendiri di kamar Arvan.

Setelah selesai sarapan, seperti biasa Ibu pergi ke toko bunga. Sedangkan Rissa ke kantor dan Raka ikut dengan Opanya ke Markas untuk bekerja.

" Hey... Uncle Willy, good morning..." sapa Raka yang melihat William masuk rumah.

" Good morning Boy, how are you to day...?" sahut Willy.

" I'm fine. Hehehee... sini Uncle..." bisik Raka.

" Rakaa... what are you doing...?" teriak Rissa.

Rissa merasa curiga dengan tingkah anaknya jika sudah bersama dengan Willy.

" No Mom... Raka hanya ingin ajak Uncle jalan - jalan..." ucap Raka berbohong.

" Really...? Jangan bohong sama Mama...!"

" Iya mama yang cantik di seluruh negeri ini..." seloroh Raka.

" Udah ah, Mama mau berangkat kerja dulu. Kak Willy tolong jaga Raka ya...? Jangan biarkan dia berbuat yang aneh - aneh lagi. Dan juga, jangan sampai dia meretas sembarangan data orang lain tanpa ijin...!"

" Baik Nona..." ucap Willy.

" Ibu berangkat bareng Rissa saja ya...?" ajak Rissa pada ibunya.

" Tidak usah, kita kan beda arah. Ibu udah punya supir sendiri..." tolak Nyonya Sarah.

" Ya sudah, Rissa duluan. Raka... Jangan nakal atau semua Mama sita...!"

" Ok Boss...!" ucap Raka tersenyum.

# # #

Dalam perjalanan ke kantor, ponsel Rissa berdering tanda ada panggilan masuk. Ternyata itu video call dari Ricko. Rissa menepikan mobilnya di pinggir jalan untuk menjawab panggilan dari kakak pertama.

" Hai Kak Ricko..." ucap Rissa.

[ " Hai Rissa... apa kabar...?"] tanya Ricko.

" Baik Kak, tumben VC... ada apa...?"

[ " Ini kakak kedua dan ketiga pengen bicara sama kamu. Tuh mereka lagi disana..." ]

Ricko mengarahkan ponselnya ke tempat Arvan dan Hans sedang duduk.

.

.

TBC

.

.

Apakah Erina sudah siap bertemu Arvan...?

Tunggu kelanjutannya yah...

.

.

Terpopuler

Comments

Itha Fitra

Itha Fitra

skli ny ktemu langsung ijab😀

2022-11-24

0

Gendhuk sri

Gendhuk sri

aneh bngt 5 thn gk ketemu padahal 1 keluarga

2022-11-06

3

@Putri.a

@Putri.a

mulai seru...

2021-11-09

1

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!