Part 15

" Ah... Tuan ini bercanda..." kata pelayan itu tersenyum.

" Saya serius Bik, dari kemarin siang saya sama Arvan cari Raka tapi belum ketemu..." ucap Hans.

" Ya nggak mungkin Tuan, orang kemarin sore saja minta makan di dapur. Setelah itu Den Raka masuk kamar dan tidak keluar lagi..."

" Bibik nggak bohong kan...?" tanya Ricko.

" Apa untungnya buat bibik bohong Tuan..."

" Sebaiknya kita cek di kamar Arvan..." kata Ayah.

Semua orang berjalan menuju kamar Arvan untuk membuktikan ucapan pelayan bahwa Raka ada di rumah.

Hans langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Setelah pintu terbuka, semua orang tercengang melihat pemandangan di depannya. Arvan sedang memeluk Raka layaknya guling. Mereka berdua masih terlelap dalam mimpinya.

" Astaga... dari siang hingga tengah malam kita keliling kota hanya untuk cari tuh bocah, ternyata sedang enak - enakan disini..." geram Hans.

" Banguunnn...!" teriak Hans.

" Arvan... Rakaa...!" pekik Ricko.

Hans dan Ricko loncat ke atas kasur menindih Arvan dan Raka. Ayah dan Ibu hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah anaknya.

" Auwww... sakiittt...!" teriak Raka.

" Wooiii... kalian ngapain sih ganggu orang tidur saja...!" bentak Arvan dengan mata terpejam.

" Bangun, sudah siang! Kenapa nggak bilang kalau Raka ada di rumah...?" geram Ricko.

" Memangnya Raka sudah pulang...?" tanya Arvan.

" Eh... jangan berlagak bodoh kau, itu yang kau peluk siapa!" hardik Hans.

Arvan menggeliat karena masih mengantuk dan berusaha keras untuk membuka matanya.

" Astaga... Raka...? Sejak kapan kamu di kamar papa...?" tanya Arvan terkejut.

Arvan kembali memeluk Raka yang juga masih mengantuk.

" Maafin papa ya...? Jangan pergi lagi, papa sayang sama Raka..." ucap Arvan setelah mencium kening anak itu sekilas.

" Hmmm... lepasin Pa, Raka tidak bisa bernafas..." lenguh Raka yang masih mengantuk.

" Ya sudah, kita tidur lagi. Papa juga masih mengantuk..."

" Hei... bocil, kemarin kau pergi kemana...? Kenapa menghapus rekaman cctv...?"

" Cuma iseng aja Uncle..."

" Kau tidak lihat, semua orang panik mencarimu..." gerutu Hans.

" Maaf Uncle..."

Arvan mendekap tubuh anaknya yang cukup berisi walaupun tidak gemuk. Rasanya sangat nyaman seperti ada sesuatu yang membuat hati Arvan menghangat.

" Papa, ayo mandi... Raka pengen jalan - jalan..." rengek Raka.

" Iya, sebentar lagi sayang. Papa masih mengantuk..."

" Ayo Pa... Raka lapar! Kalau Papa nggak mau bangun, Raka telfon Mama biar Papa dimarahin..."

Kini Arvan dan Raka hanya berdua di dalam kamar karena Hans dan Ricko sudah keluar untuk sarapan.

" Telfon saja, biar kita semangat nanti beraktifitas setelah denger suara Mama..." sahut Arvan.

Arvan penasaran dengan suara ibunya Raka. Selama ini memang mereka tidak pernah berkomunikasi kecuali lewat pesan. Raka mengambil ponsel di bawah bantalnya lalu menekan nomor Mamanya.

" Hallo Ma..." sapa Raka.

[" Hai sayang... kamu sedang apa...?"] tanya Rissa di seberang telfon.

" Baru bangun tidur Ma, nih lagi sama Papa..."

Arvan hanya mendengarkan percakapan Raka dan ibunya. Namun karena Raka mengeraskan volume suaranya, Arvan bisa mendengar suara wanita itu di seberang sana.

[" Raka jangan ngrepotin Papa disana ya...? Nggak boleh nakal dan juga jangan meretas sembarangan..."]

" Iya Ma... tenang aja, Raka nggak nakal kok. Oh iya, Mama mau bicara sama Papa nggak...?"

Rissa mendengar suara berisik di seberang telfon sambil tertawa cekikikan.

[" Raka, kamu sedang apa...?"]

" Oh tidak Ma, ini Papa katanya kangen sama Mama. Cepetan pulang kesini..." celoteh Raka.

" Raka... apa yang kau katakan pada Mama...?" bisik Arvan namun masih terdengar jelas oleh Rissa.

[" Raka, Mama pulang saat hari pernikahan Uncle Ricko sayang..."]

" Mama pulang sama siapa...?"

[" Sama Uncle Willy, memangnya kenapa sayang...?"]

" Tidak apa - apa Ma, Raka sama Papa mau mandi dulu. Bye Mama, I love you..."

[" Love you too, sayang..."]

" Love you juga dari papa..." teriak Raka lalu mematikan sambungan telfonnya.

" Raka, Papa tidak bilang begitu...!" ucap Arvan kesal.

" Hehehee... sorry Papa..." sahut Raka nyengir.

" Dasar anak bandel..."

Arvan menggelitik tubuh Raka hingga anak itu meronta minta ampun.

" Udah Pa, Raka mau mandi...!" teriak Raka kesal.

" Ya udah, kita mandi sekarang tapi Raka harus janji tidak akan marah lagi sama Papa..."

" Janji...!" Raka menautkan jari kelingkingnya pada Arvan.

Arvan dan Raka masuk ke dalam kamar mandi lalu berendam bersama sambil bercanda. Mereka memang sangat cocok sebagai bapak dan anak.

# # #

Satu hari sebelum acara pernikahan, semua keluarga sudah berkumpul tinggal menunggu Rissa dan William. Mereka akan sampai malam hari karena memakai penerbangan umum.

Rissa dan William kini sedang berada di dalam pesawat tujuan Jakarta. Rissa sedari tadi hanya diam menatap awan di luar kaca pesawat. Ada keraguan dalam hatinya untuk menginjak tanah kelahirannya yang sudah lima tahun ditinggalkan.

" Rissa... kamu baik - baik saja...?" tanya William.

" Eh... iya Kak. Kenapa...?" ucap Rissa kaget.

" Kamu kenapa tegang Ris...?"

" Tidak apa - apa Kak, saya hanya sedikit ragu saja kembali ke Indonesia. Sudah lama saya tidak mengunjungi makam ibu, lima tahun berlalu tapi kenangan itu belum bisa aku lupakan..."

" Apa kamu masih mengingat wajah laki - laki itu...?"

" Aku tidak akan bisa melupakan orang itu. Aku sangat membencinya..."

" Bagaimana jika nanti kamu bertemu dengannya...?"

" Aku berharap tidak akan bertemu dengannya lagi..."

" Tapi kau tahu sendiri seperti apa Raka, jika dia tahu Arvan bukan ayah kandungnya pasti anak itu akan mencari sendiri siapa ayahnya..."

" Semoga saja tidak Kak, aku belum siap untuk bertemu dia..."

" Kamu tidak berusaha untuk mencarinya kan...?"

" Awalnya aku ingin mencarinya, namun sekarang aku ingin melupakannya..."

" Bagaimana dengan keluargamu...?"

" Mereka tidak pernah menganggapku ada dan sangat membenciku..."

" Apa sekarang kamu bahagia tinggal bersama keluarga Sebastian...?"

" Tentu saja, mereka sangat tulus menyayangiku tanpa memandang asal usulku. Aku menemukan sosok ibu dalam diri Bu Sarah. Dia membuat aku merasakan hangatnya dekapan seorang ibu..."

" Istirahatlah, perjalanan kita masih panjang..."

" Iya Kak..."

Rissa menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi lalu berusaha untuk memejamkan matanya. Berusaha membuang masa lalunya bersama awan - awan yang bertebaran di angkasa.

Namun baru beberapa menit, Rissa merasa hatinya gundah. Dia memikirkan tentang anaknya, Raka. Bagaimana jika nanti tanpa sengaja Raka bertemu dengan ayah kandungnya? Apa yang harus Rissa lakukan jika laki - laki itu masih mengenalinya?

Pikiran Rissa melayang jauh ke masa lalu dimana ia bertemu dengan laki - laki itu. Karena kebaikan dan kepolosannya kala itu, hidupnya menjadi hancur dan semakin dibenci oleh keluarganya sendiri. Hanya pusara sang ibu yang selalu membuat hatinya merasa tenang.

" Ibu, aku sangat merindukanmu. Maafkan aku tidak mengunjungimu selama lima tahun ini. Erina janji, mulai sekarang Erina akan sesering mungkin mengunjungi Ibu. Erina akan memperkenalkan Raka, cucu ibu. Aku sayang padamu Bu, engkau yang selalu membuatku bertahan dalam keterpurukanku..." batin Rissa.

Tanpa sadar, airmata mengalir deras dari pelupuk matanya. Sungguh saat ini, hanya ibunya yang paling dia rindukan.

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Dewi Dj

Dewi Dj

moga saat ktemuan erina senang adany

2022-11-24

0

Itin

Itin

Kayaknya Raka dah tau kalo Arvan itu ayahnya...

2021-11-29

1

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!