Part 05

" Ayah, maafkan Erina..."

Erina berlutut di hadapan ayahnya dengan airmata yang mengalir deras.

" Bangunlah...!" perintah Bagas.

Erina mendongakkan wajahnya menatap wajah sang ayah yang terlihat sembab. Erina berdiri dengan ragu lalu mendekat ke arah ayahnya.

" Maafkan Ayah, Nak..."

Bagas memeluk anaknya dengan erat. Rasa rindu yang selama ini terpendam dia curahkan di hari ia akan melihat anaknya terakhir kali menginjakkan kakinya di rumah itu.

" Ayah minta maaf Nak, Ayah tidak bisa menjadi orangtua yang baik untukmu. Ayah tidak bisa menjagamu sehingga semua ini terjadi. Ini semua salahku Nak..." ucap Ayah sambil menangis.

" Kenapa Ayah bicara seperti itu...?"

" Ayah sudah berlaku tidak adil padamu, harusnya Ayah lebih memperhatikan kamu sebagai anak kandung Ayah. Tapi karena tekanan dari ibumu, Ayah jadi terlalu memanjakan kakakmu..."

" Ayah tidak perlu minta maaf, ini semua takdir yang harus Erin jalani..."

" Jujurlah pada Ayah, siapa orang yang telah melakukan ini padamu...?"

" Erina tidak mengenalnya Yah, waktu itu Erina_..."

Erina menceritakan semua kejadian malam itu kepada Ayahnya. Dia kembali menangis dalam pelukan ayahnya.

" Kita harus kesana Rin, dia harus bertanggungjawab atas semua yang dia lakukan padamu..."

" Tidak Ayah, Erina takut dia tidak mengakui anak ini..."

" Bagaimanapun juga dia itu ayah dari anak dalam kandunganmu Nak...!"

" Erina akan mencari orang itu sendiri Yah, saya tidak mau Ayah ribut dengan Ibu karena membela Erina..."

" Ya sudah, tapi maafkan Ayah Nak, mulai sekarang Ayah tidak bisa mengijinkan kamu tinggal disini lagi. Kamu tahu sendiri seperti apa sifat ibu dan kakakmu. Ayah tidak bisa melihat mereka menyakitimu dan juga cucu Ayah..."

" Erina harus pergi kemana Yah, tidak ada siapapun yang mau menampung Erina..."

" Ini terimalah, pergilah dari kota ini jika laki - laki itu tidak mau bertanggungjawab padamu..."

Bagas menyerahkan amplop berisi uang untuk bekal hidup Erina selama beberapa bulan ini.

" Tapi Yah_..."

" Erin, Ayah mohon pergilah demi kebaikanmu..."

" Erina harus pergi kemana Yah...?"

" Ayah percaya kamu adalah wanita yang kuat seperti ibumu, pergilah Nak! Ayah yakin kamu akan bahagia di luar sana..."

Erina kembali terisak dalam dekapan sang Ayah. Mungkin ini adalah pelukan yang pertama dan terakhir untuk mereka. Sejak kecil Erina tak pernah mendapatkan kasih sayang kecuali dari bik Ina, pelayan yang mengurusnya sejak lahir.

Setelah berpamitan pada Ayahnya, Erina menyeret kopernya keluar dari rumah yang telah dia tempati sejak lahir. Sejenak dia berhenti, menatap rumah tempatnya bernaung selama ini. Rasa sedih menghinggapi seluruh jiwanya saat bik Ina memeluknya sambil menangis.

" Bik, tolong jaga Ayah. Erina tidak bisa lagi kembali ke rumah ini. Maafkan Erina sudah mengecewakan bibik..."

" Tidak Non, ijinkan bibik ikut dengan Non Erina..."

" Bik Ina tidak perlu khawatir, Erina bisa jaga diri..."

Erina segera memasukkan kopernya ke dalam taksi yang sudah di pesannya tadi. Dia tidak punya arah dan tujuan, hanya makam sang ibu yang bisa membuat hatinya merasa tenang.

" Pak, kita ke pemakaman dulu ya...?" kata Erina.

" Baik Non..." jawab sopir taksi.

Sampai di pemakaman, Erina menyuruh sopir taksi itu untuk menunggunya sebentar. Erina memasuki area pemakaman itu sendiri. Saat sampai di depan pusara sang ibu, tubuh Erina seketika luruh bersimpuh di makam ibunya. Hanya tangisan pilu yang bisa dia ungkapkan kali ini. Tak ada kata - kata yang mampu terucap dari mulutnya.

Kata maaf yang hanya menguar dari dalam hatinya membuat isakannya bagai sayatan sembilu. Siapapun yang melihatnya pasti tidak akan mampu menahan airmatanya.

" Ibu, maafkan Erin... Erin tidak bisa menjaga nama baik keluarga kita. Erin sudah kotor, tak bisa lagi meneruskan cita - cita Erin Bu. Apa yang harus Erin lakukan sekarang...?"

Erina mencurahkan seluruh isi hatinya di depan pusara sang ibu. Tangisannya terasa pilu dan menyesakkan dada. Dia hampir saja pingsan jika saja sopir taksi itu tak menghampirinya.

" Nona, apa yang terjadi...? Anda baik - baik saja...?" tanya sopir itu panik.

" Saya tidak apa - apa Pak..." jawab Erina pelan.

" Sebaiknya kita pergi dari sini Nona..."

" Iya pak, saya harus menemui seseorang..."

Sopir taksi itu memapah tubuh Erina yang lemah melewati beberapa makam hingga akhirnya sampai di mobil.

" Nona, apa kita perlu ke rumah sakit...?"

" Tidak pak, antarkan saya ke alamat ini..."

" Baik Nona..."

Erina terus saja menangis di sepanjang perjalanannya. Setengah jam kemudian, dia sampai di sebuah Apartment mewah.

" Nona, kita sudah sampai. Apa perlu saya antar keatas...?"

" Tidak pak, saya bisa sendiri. Terimakasih bantuannya..."

Erina memberikan ongkos taksi lalu turun dan menyeret kopernya menuju lift. Penyesalan terdalam dari dirinya mengingat tempat ini. Apartment mewah ini bagaikan neraka baginya. Saat menekan tombol nomor lantai paling atas, dadanya begitu sesak. Ada keraguan untuk melakukan semua itu. Berbagai pikiran buruk bersarang dalam benaknya. Bagaimana jika lelaki itu tidak mengakui perbuatannya? Apa yang akan terjadi dengan kehidupannya nanti bersama anaknya tanpa seorang ayah?

Sampai di lantai paling atas, Erina menyeret kopernya menuju sebuah pintu dengan nomor 150 yang terpampang jelas di depannya. Dengan ragu, Erina menekan bel itu berulang kali.

Erina semakin gelisah saat pintu di depannya tak kunjung terbuka. Hatinya semakin tak karuan ketika lelaki itu tak kunjung keluar dari kamarnya. Karena lelah, Erina duduk bersandar pada pintu itu lalu tertidur karena tubuhnya sangat lemah.

" Nona... bangunlah...!" seseorang menggoyangkan pelan tubuh Erina.

Erina mengerjabkan matanya beberapa kali untuk menetralkan penglihatannya. Tubuhnya terasa sakit semua karena tertidur terlalu lama sembari duduk. Dia melirik jam tangannya, ternyata sudah jam enam sore.

" Eh... maaf pak, saya ketiduran disini..."

Ternyata seorang security menghampirinya dan membangunkan dari tidurnya.

" Kenapa Anda disini Nona? Anda bukan penghuni Apartment ini..."

" Maaf pak, saya menunggu seseorang..."

" Siapa yang Anda tunggu...?"

" Saya... saya menunggu penghuni kamar ini..."

" Huft... sepertinya Anda datang di waktu yang salah Nona..."

Melihat pakaian lusuh yang dikenakan Erina, security itu merasa curiga pada wanita itu. Tapi saat wajahnya yang sembab, orang itu jadi tidak tega.

" Maksud bapak apa...?"

" Maaf Nona, penghuni kamar ini belum pulang semenjak tiga minggu yang lalu..."

" Bapak tidak bohongkan? Dia pergi kemana pak...?"

" Saya tidak tahu Nona, sepertinya beliau berada di luar negeri..."

Tubuh Erina kembali tersungkur ke lantai. Kini dia sudah tak punya harapan lagi. Tak ada siapapun yang peduli padanya. Erina merasa dirinya seperti sampah yang telah terbuang dan tak akan pernah ada yang mau memungutnya lagi. Hanya tangisan yang kembali dapat ia lakukan. Merutuki nasibnya yang begitu buruk dan juga harus menanggung janin dalam rahimnya seorang diri.

" Terimakasih pak, kalau begitu saya permisi..."

" Silahkan Nona, mari saya bawakan koper Anda sampai ke bawah..." ucap security itu menawarkan bantuan.

" Sekali terimakasih pak, maaf merepotkan..."

Sampai di bawah, Erina berjalan menyusuri jalan raya dengan menyeret kopernya perlahan. Tenaganya terkuras habis karena dari siang dia belum makan apapun juga. Dengan sempoyongan dia jalan tanpa arah hingga tak sengaja dia berjalan sampai ke tengah jalan.

Ciiitttt!!!

" Aaaakhhhh...!!!"

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Dewi Dj

Dewi Dj

moga ktemuan m Arvan berkat bantuan thor

2022-11-23

1

ANAA K

ANAA K

Boomlike hadir thor😉👍🏾 jangan lupa mampir yah😉🙏🏿

2021-10-15

0

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!