Part 08

" Berisik! Apa yang harus kita lakukan sekarang...?" pekik Arvan.

" Tenang, kita sudah melihat wajahnya, sekarang kita cari alamat gadis itu..." ucap Hans.

" Gimana caranya kita bisa mendapatkan alamatnya...?"

" Shitt!!! Sejak kapan kau jadi bodoh seperti itu...!" umpat Hans kesal.

" Huft... aku tidak bisa berpikir jernih sejak bertemu gadis itu..." keluh Arvan.

" Apa kau mulai menyukai gadis itu? Ternyata kau terpikat dengan sentuhan satu malam itu..." ledek Hans.

" Diam kau! Atau ku ledakkan kepalamu sekarang juga...!" hardik Arvan siap dengan pistol di saku jaketnya.

" Hahahaa... makanya jangan terlalu bodoh...!"

Hans mengambil ponsel di saku celananya lalu menghubungi seseorang. Tak lama kemudian, seseorsng datang mengetuk pintu. Hans segera membukanya dan mempersilahkan orang itu masuk.

" Ada yang bisa saya bantu Tuan..."

Orang yang di telfon Hans barusan ternyata seorang kepala security di Apartement itu.

" Iya pak, kami membutuhkan bantuan Anda..." ucap Hans.

Arvan hanya diam memperhatikan Hans yang sedang berbicara dengan security itu.

" Maaf pak, apa kami boleh meminta rekaman cctv Apartement ini...? Saya ingin mencari seseorang di tempat parkir sekitar tiga minggu yang lalu..." kata Arvan sopan.

" Sebentar Tuan, saya akan mengambil flashdisk terlebih dahulu..."

Lima menit kemudian, security itu datang kembali dengan flashdisk di tangannya.

" Silahkan Tuan, ini rekaman selama satu bulan ini. Saya selalu menyimpan di flashdisk yang berbeda setiap satu bulan agar mudah mencarinya jika dibutuhkan...c

" Terimakasih pak..."

Arvan membuka flashdisk itu dengan laptopnya. Setelah mengutak - atik sebentar dia mencari tanggal dan jam saat Erina membawanya masuk ke dalam Apartement.

" Itu dia Van...!" pekik Hans.

" Catat nomor mobilnya dan cari tahu dimana rumah gadis itu...!" perintah Arvan.

" Siap Boss...!"

" Tunggu Tuan... bisa Anda perjelas wajah gadis itu...?" pinta security.

" Kenapa...? Kau mengenalnya...?" tanya Arvan.

" Tidak, tapi saya sepertinya pernah melihat gadis itu..."

Arvan memperbesar wajah gadis itu agar terlihat jelas. Namun hatinya semakin merasa bersalah ketika memandangi wajah gadis cantik itu.

" Apa Anda mengenalnya...?"

" Benar, wajahnya sangat mirip dengan gadis itu..."

" Dimana kau melihatnya...? Kapan...?"

" Kemarin sore di depan kamar Tuan ini. Dia mencari Tuan, sepertinya dari siang dia menunggu disini. Gadis itu membawa koper, pakaiannya lusuh penuh dengan tanah. Dia terus saja menangis saat saya bilang kalau Tuan sedang di luar negeri..."

" Dia datang kesini...?"

Arvan semakin frustasi mendengar cerita dari security itu. Arvan berpikir pasti telah terjadi sesuatu yang buruk dengan gadis itu.

" Apa bapak tahu dia pergi kemana...?"

" Tidak Tuan, saya hanya mengantarnya sampai depan Apartment..."

" Terimakasih bantuannya pak, Anda boleh keluar sekarang..." ucap Hans seraya memberikan sejumlah uang padanya.

" Kalau begitu saya permisi Tuan..."

Hans segera menutup kembali pintunya setelah security itu pergi. Dia menghampiri Arvan yang sedang bersandar di sofa sembari memejamkan matanya. Pikirannya melayang entah kemana, tak ada yang bisa ia lakukan sekarang.

Hans membereskan laptop di depan Arvan dan menyimpannya di ruang kerja. Setelah itu dia beranjak keluar Apartment untuk mencari makanan.

" Van, istirahatlah di kamar! Kau bisa sakit kalau seperti itu terus..." titah Hans.

" Hmmm..." sahut Arvan malas.

" Mau makan apa? Aku mau beli makanan dulu..."

" Terserah kau saja Hans..."

" Ok...!"

Hans keluar meninggalkan Arvan sendiri di dalam Apartment. Dia akan menemui seseorang untuk melacak pemilik mobil yang di pakai Erina. Harusnya Arvan yang lebih jago dalam hal meretas data, namun karena pikirannya sedang kacau dia tidak bisa memikirkan apapun.

Arvan masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang empuk itu. Namun baru saja memejamkan mata, dia teringat dengan gadis yang telah menemani malamnya waktu itu.

" Erina... aku pasti menemukanmu..." gumam Arvan.

Wajah Erina tak bisa lepas dari benak Arvan. Kecantikan wajahnya, suaranya... sungguh tak bisa ia lupakan.

" Shitt!!! Kenapa aku memikirkan dia terus...! Aakkhhh...!!!"

Arvan frustasi memikirkan gadis yang selalu datang dalam mimpinya setiap malam. Lamunannya buyar saat merasakan mual dan hendak muntah. Arvan langsung lari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Rasanya sangat pahit karena hanya cairan bening yang keluar dari mulutnya. Memang dari semalam dia belum makan apapun.

" Akhh... sial...! Kenapa tubuhku sangat lemah..." umpat Arvan.

Karena tubuhnya yang lemah, Arvan langsung berbaring di tempat tidur. Arvan memejamkan matanya agar bisa tidur dan segera sembuh dari sakitnya.

Tak lama Hans datang bersama dengan Ricko. Karena tak melihat Arvan, Hans langsung masuk ke dalam kamarnya.

" Sepertinya Arvan sangat lelah, apa kasus yang kalian hadapi begitu sulit...?" tanya Ricko seraya menatap Arvan yang terlihat pucat.

Ricko adalah yang paling tua umurnya, usianya 23 tahun. Sedangkan Arvan dan Hans seumuran hanya terpaut beberapa bulan saja, Hans lebih dulu lahir sehingga mereka menganggap Arvan sebagai anak kecil yang harus di lindungi.

" Bukan masalah kasus di London, tapi masalah disini..."

Hans mengajak Ricko keluar dari kamar Arvan lalu duduk di ruang tamu.

" Apa yang terjadi dengan Arvan...? Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya apa yang akan kita katakan pada Ibu...?" ucap Ricko.

" Biar saya yang urus semua ini, kau fokus saja dengan perusahaan kakak pertama... hahahaa..." kekeh Hans.

" Ish... kenapa kau selalu memanggilku seperti itu...!"

" Tentu saja, kau adalah kakakku..."

" Terserah kau saja, jika kau tak sanggup menangani masalah Arvan aku akan membantumu..."

" Terimakasih Kakak, kau sangat baik..."

" Oh iya, besok kalian harus ke kantor. Saya harus mengurus cabang di luar kota selama tiga hari. Untuk jadwal besok udah saya kirim ke email kamu..."

" Siap kakak..."

" Ya sudah, aku mau pulang dulu. Mmmm... sebaiknya kalian juga tinggal di rumah, tega sekali meninggalkan aku sendiri..."

" Iya Kak, nanti aku ajak Arvan pulang..."

# # #

Sore hari Arvan baru bangun dari tidurnya, namun kepalanya masih terasa pusing. Dia berusaha bangun, tapi rasa mual langsung terasa dari dalam tubuhnya. Dengan tenaga yang tersisa Arvan berlari ke kamar mandi.

Hans yang sedang berkutat dengan laptopnya kaget dengan suara gaduh di dalam kamar adik angkatnya itu. Dia segera menutup laptopnya dan berlari ke kamar Arvan.

Hans sangat terkejut melihat ada Vas bunga yang pecah di meja samping pintu kamar mandi. Hans juga mendengar Arvan muntah di dalam.

" Ar, kamu kenapa...? Boleh aku masuk...?" teriak Hans khawatir.

Tak lama Arvan membuka pintu lalu ambruk dihadapan Hans. Untung saja Hans langsung menangkap tubuh Arvan sehingga tidak tersungkur ke lantai.

" Van, kamu sakit...?"

Hans segera memapah Arvan ke tempat tidur lalu membaringkannya dan memasang selimut hingga sebatas dada. Setelah itu Hans menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan Arvan.

Dua puluh menit kemudian, seorang gadis cantik datang lengkap dengan baju dan tas kerjanya.

" Hey... apa yang terjadi dengan Tuan Muda...?" tanya Delia, dokter cantik incaran Hans.

" Saya tidak tahu, tiba - tiba saja dia hampir pingsan. Periksa dia cepat...!" perintah Hans.

Dokter Delia memeriksa keadaan Arvan sebentar lalu duduk di sampingnya. Tak lama Arvan pun bangun dan menatap Delia dengan tajam.

" Jangan pergi, tetaplah bersamaku_..."

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Itha Fitra

Itha Fitra

arvan ngidam

2022-11-24

1

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!