Part 06

Ciiittt!!!

" Aaakhhhh...!!!"

Erina menutup kedua matanya dengan tubuh gemetaran. Erina sangat takut sehingga terduduk di atas aspal dengan jantung yang hampir copot.

" Kamu tidak apa - apa...?"

Seorang perempuan mendekati Erina dan menepuk bahunya pelan. Erina yang kaget, langsung mendongakkan wajahnya kepada perempuan yang tadi hampir menabraknya.

" Nak, kamu dengar Ibu...?"

Wanita itu mengguncang tubuh Erina sedikit keras agar gadis itu merespon panggilannya.

" Nyonya, kita harus segera ke Bandara. Sebentar lagi privat jet Anda berangkat..." ucap pengawal pribadinya.

" Bagaimana dengan gadis ini? Saya tidak tega meninggalkannya sendiri disini..."

" Tapi waktu kita tidak banyak Nyonya kalau harus mengantarnya ke rumah sakit..."

" Ya sudah, bawa dia masuk ke dalam mobil. Saya akan membawanya ke London..."

" Tapi Nyonya_..."

" Cepatlah! Jangan membantah perintahku...!"

" Baik Nyonya..."

Setelah memapah Erina masuk ke dalam mobil, mereka langsung pergi ke Bandara. Hanya butuh waktu beberapa menit, mereka memasuki privat jet itu dan terbang ke London. Di dalam pesawat, Wanita paruh baya itu berusaha mengajak Erina berkomunikasi.

" Nak, kenalkan... saya Sarah, panggil saja ibu Sarah. Nama kamu siapa...?"

Erina menatapnya sendu, mungkin kesadarannya hampir menghilang.

" Ibu, kenapa kau meninggalkanku...?"

Tubuh lemah Erina ambruk ke dalam dekapan Bu Sarah. Kesadarannya hilang bersama angannya menggapai pelukan ibu yang sangat dirindukannya.

" Nak, bangunlah...!"

Sarah menggoncang tubuh Erina dengan kuat, namun gadis itu tetap tak bergeming. Sarah berteriak memanggil pengawalnya agar membantunya mengangkat tubuh Erina ke tempat tidur.

Sarah memeriksa keadaan gadis itu yang ternyata demam. Dengan telaten wanita paruh baya yang berumur sekitar 45 tahun itu merawat Erina.

" Ibu... Ibu..."

Erina selalu mengigau menyebut kata ' Ibu ' membuat Sarah semakin khawatir. Dia terus menjaga gadis itu sepanjang perjalanan menuju London.

" Kamu cantik Nak, tapi sepertinya hidupmu penuh dengan masalah..." gumam Sarah.

* * *

Setelah sampai di London, Nyonya Sarah langsung membawa Erina ke rumah sakit. Dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada gadis yang baru dibawanya itu. Entah mengapa, Nyonya Sarah merasa iba dan juga seperti ada ikatan batin diantara mereka.

" Semoga kamu baik - baik saja Nak..." gumam Sarah.

Lima belas menit menunggu, dokter yang memeriksa Erina keluar dari ruang IGD.

" Dokter, apa gadis itu baik - baik saja...?"

" Dia baik - baik saja Nyonya. Hanya saja tubuhnya sangat lemah, dehidrasi dan asupan nutrisinya sangat lemah. Jika dibiarkan, janin dalam kandungannya bisa tak terselamatkan..."

" Jadi gadis itu sedang hamil, Dok...?"

" Benar Nyonya, jaga dia baik - baik. Jangan biarkan dia mengalami stress dan memikirkan hal - hal yang berat..."

" Baik Dokter, terimakasih..."

" Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya, masih banyak pasien yang harus saya tangani..."

" Silahkan Dokter..."

Setelah dokter pergi, Sarah berniat untuk melihat keadaan Erina di ruang IGD. Namun saat hendak membuka pintu, ponsel di dalam tasnya berdering.

" Hallo... Ada apa Nak...?" ucap Sarah.

[ " Bu, aku mau pulang ke Indonesia sekarang. Ibu dimana...?" ]

" Ibu sedang menunggu seseorang yang sedang sakit di rumah sakit. Datanglah kesini sebelum ke Bandara..."

[ " Sejak kapan Ibu di London...?" ]

" Belum lama, cepatlah kesini. Ibu tunggu di depan ruang IGD..."

[ " Ok, anak Ibu yang paling tampan ini segera meluncur..." ]

" Ya udah, Ibu tutup dulu telfonnya..."

Setelah menutup telfonnya, Nyonya Sarah mengurungkan niatnya untuk menghampiri Erina. Dia duduk di ruang tunggu, menunggu putra kesayangannya.

Lima belas menit kemudian, sang anak datang menghampiri ibunda tercintanya.

" Ibu...!!!"

" Ish... jangan teriak - teriak ini di rumah sakit...!" tegur Bu Sarah.

" Sorry Bu, Arvan masih rindu sama Ibu..." rengek Arvan.

" Kau ini, kelakuan kayak bocah...! Hans... jaga Arvan disana yaa Jangan sampai dia berbuat ulah..."

" Iya Bu, Hans pastikan kalau Arvan akan tetap jadi bayi mungil kesayangan Ibu..." ledek Hans.

" Ish... sialan! Awas saja kau nanti...!" sungut Arvan.

" Salam buat Ricko, kalau ada waktu suruh dia pulang. Sudah satu tahun dia nggak pulang. Kemarin Ibu ke kantor, Ricko lagi meeting di luar kota..."

" Iya nanti Arvan suruh dia pulang Bu..."

" Eh... Bu, sebenarnya siapa yang sakit? Kenapa Ibu menemaninya disini...?" tanya Hans.

" Ibu juga tidak mengenalnya, kemarin dia hampir tertabrak mobil Ibu sewaktu di Jakarta. Karena tak sempat membawanya ke rumah sakit, Ibu bawa sekalian kesini..."

" Bu, kenapa Ibu bisa mengambil keputusan seperti itu...? Kalau dia orang jahat gimana...?"

" Kalian tenang saja, dia sepertinya gadis yang baik..."

" Gadis...?" ucap Arvan dan Hans serentak.

" Iya, Ibu kasihan padanya. Dia sedang hamil dan sepertinya hidupnya sebatangkara..."

" Kalau dia punya suami dan keluarga gimana Bu? Pasti mereka bingung mencari gadis itu..." ucap Arvan khawatir.

" Begini saja, jika nanti gadis itu sudah sadar Ibu akan mengantarkannya pulang ke rumahnya..."

" Arvan hanya khawatir kalau gadis itu bermasalah dan nantinya akan mempersulit Ibu..."

" Tapi naluriku sebagai seorang ibu mengatakan kalau gadis itu membutuhkan pertolongan..."

" Terserah Ibu, tapi Arvan akan membuat perhitungan kalau sampai dia macam - macam sama Ibu..."

Mereka bertiga saling diam dengan pikirannya masing - masing. Arvan tidak mudah percaya pada orang baru. Tatapannya yang tajam mirip seperti sifat Ayahnya. Dia bisa melihat pergerakan lawan dengan cepat. Kemampuan IQ_nya memang diatas rata - rata sehingga dia menjadi orang yang sangat cerdas.

Arvan, Hans dan Ibunya berbincang dengan hangat sebelum akhirnya Arvan berpamitan untuk kembali ke Indonesia bersama Hans.

" Kalian tidak ingin melihat gadis itu dulu? Mungkin dia sudah sadar..."

" Cantik nggak Bu...? Hans jadi penasaran..." gurau Hans.

" Kau ini, perempuan itu sedang hamil masih mau kau ganggu...!" ketus Arvan.

" Hehehee... cuma bercanda Boss..." sahut Hans nyengir.

Mereka membuka pintu ruang IGD untuk melihat keadaan gadis itu. Namun baru melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu, Hans mendapatkan telfon supaya mereka cepat ke Bandara.

" Ar, itu yang diujung gadis yang Ibu ceritakan..."

" Ayo kita lihat Bu..."

" Tunggu Ar, kita harus cepat ke Bandara..." ucap Hans.

" Kita lihat dulu sebentar Hans..."

" Tak ada waktu lagi Ar, jadwal penerbangan kita 20 menit lagi..."

" Ah sial... ya udah Bu, kalau begitu kami pamit dulu. Jaga kesehatan Ibu, jangan terlalu lelah di toko bunga..."

" Iya, kalian hati - hati. Jaga diri disana, jangan berbuat aneh - aneh yang nantinya membuat keluarga kita malu..."

" Siap Boss...!" ucap Arvan dan Hans kompak.

Setelah berpelukan dengan kedua anaknya, Ibu mengantar mereka sampai ke lobby rumah sakit. Melihat Arvan dan Hans sudah memasuki mobilnya, Nyonya Sarah kembali ke ruang IGD untuk melihat keadaan Erina.

" Nak, kau sudah bangun...?" Sarah duduk di samping Erina.

" Nyonya siapa...?" tanya Erina.

" Saya adalah orang yang hampir menabrakmu semalam. Maaf ya, sopir saya lalai dalam berkendara..."

" Tidak apa - apa Nyonya, maaf merepotkan Anda..."

" Tidak Nak, kenalkan... nama saya Sarah, panggil saja Ibu jika kamu mau. Nama kamu siapa...?"

" Saya_..."

.

.

TBC

.

.

Terpopuler

Comments

Yatima Mauluddin

Yatima Mauluddin

wow...main boyong aja horang kaya g main² London punya...
pastix Erina dah punya paspor & visa tp klo liat dari awal kayake nggak

2022-11-27

2

Itha Fitra

Itha Fitra

sejak kpn ibu sarah kembali ke indonesia n brngkt ke london?

2022-11-24

0

Yani Cuhayanih

Yani Cuhayanih

Ini rasa penasaran sudah di ujung mata hadech thor arvan gk jdnengok erina.keseeeeel akoh huuh

2022-11-08

0

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 04
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 VISUAL
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 04
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
VISUAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!