Ayah dan Anak Sama Saja

Lebih dari dua malam, dari malam dan siang, Farhan hanya menghabiskan waktu di dalam kamar. Terduduk di depan layar laptop, mengerjakan dokumen tanpa henti, tidak makan maupun minum. Pandangan Farhan mulai kabur, bibirnya kering dan pucat, matanya terlihat layu. Gerakan tangannya di atas keyboard tidak lagi gesit, badannya lemas meskipun dipaksakan untuk tetap bertahan di tempat.

Leher Farhan kering kerontang, tapi indranya tidak menjerit kehuasan.

Perutnya kosong hanya berisi angin, tapi tidak mendengung kelaparan.

Kenyataan yang menyita habis pikirannya, membuat Farhan nyaris kehilangan separuh indranya. Rasa sakit yang ada di relung hati, lebih terasa daripada haus, lapar, dan denyutan sakit di kepala karena tidak tidur bermalam-malam, terus terjebak dalam keadaan stres.

“Farhan … Farhan ..! Farhan!” Gedoran gaduh terdengar dari pintu kamar yang dipukul oleh Fitra. Fitra memekik menyebut nama anaknya berkali-kali. Farhan tidak menghiraukannya, masih berkutat dengan layar di hadapan, tetap dengan pikiran kosong tapi rasa sakit yang bertambah di dadanya. “Farhan! Keluar kamu!”

Masih tidak ada sahutan dari dalam. Fitra kehilangan kesabaran, mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamar Farhan. Matanya membelalak melihat keadaan Farhan. Bahkan penampilannya, melebihi keadaan lelaki bangkrut yang dililit banyak hutang. Seputus asa itulah Farhan, bahkan saat Ibunya menghampiri, tidak kunjung menyadarinya Farhan tidak pernah menoleh, hingga Fitra sendiri yang menarik paksa wajahnya. Menangkup kedua pipi itu kuat, lalu menepuk-nepuknya.

“Ada apa denganmu, Farhan?”

Farhan hanya mendongak, tapi tidak menjawab.

“Hanya karena dipisahkan dengan Marla sementara, dan kamu yang divonis mandul sampai membuat kamu seperti ini?! Farhan ini kenyataannya! Tapi kamu tidak boleh larut dan terlalu meratapinya!”

Farhan menepis tangan Fitra dari wajahnya. Masih membisu, tidak ada respon bagus yang hendak dia berikan. Sekedar kebungkaman.

“Hanya sementara, Farhan! Setelah itu Marla akan kembali kepadamu! Anak Agustin yang dikandung Marla juga kamu yang akan mengurusnya, sesuai perjanjian kamu bersama Agustin! Karena kemandulanmu tetap tidak bisa dihindari, setidaknya darah-daging yang dikandung Agustin ‘lah yang akan menutupi kekuranganmu dan tetap memberikanmu peran sebagai seorang Ayah!”

“Solusinya sudah ada, kamu hanya diharuskan menunggu! Lalu kenapa kamu masih seterguncang ini, Farhan!” Fitra mengguncang wajah Farhan.

“Tapi tetap saja ‘kan …” Farhan akhirnya bersuara. “Aku hanyalah seorang lelaki mandul. Sekarang menduda, yang entah kapan istrinya akan dikembalikan. Apalagi, aku tidak menentukan batasan waktu, Agustin belum tentu bisa menjamin kehamilan Marla secepat mungkin. Jika anak Marla dan Agustin lahir, sekalipun anaknya ikut memanggil aku Ayah, tapi tetap saja nasabnya harus dihubungkan ke Agustin. Agustin lebih berhak mengurusnya, seseorang yang wajib menjadi wali di hari pernikahan anaknya kelak, dan aku samasekali tidak berhak. Sekalipun Agustin membuahi Marla untukku, tetap saja, berapapun anak yang akan Marla lahirkan. Sampai mati, aku bukanlah seorang Ayah. Dan takkan pernah mencicipi peran itu.”

Panjang-lebar Farhan meratap dengan nada lirih. Fitra bisa berimpati. Tidak mudah menempuh jalan yang Farhan lalui. Tapi selain itu, tidak ada pilihan lain, bukan? Hanya itu jalan yang bisa Farhan tapaki. Dan menerimanya, adalah satu-satunya solusinya.

“Kamu mandul, Farhan.” Fitra berterus-terang, sekalipun menyakiti perasaan anaknya.

“Sampai kapanpun, peran Ayah tidak akan pernah sepenuhnya kamu rasakan. Tapi setidaknya, kamu bisa meniru-niru peran tersebut ‘kan? Sekalipun, anak yang kelak kamu pangku adalah darah-daging  orang lain? Darah-daging adikmu sendiri, yang dikandung dan dilahirkan oleh istrimu?”

“Sebenarnya, apa yang meresahkanmu, Farhan?”

Fitra mengulangi pertanyaannya. Dalam kalimat yang berbeda, namun sedari sebelumnya memiliki berbagai arti yang sama.

“Marla lagi?” Fitra bisa menebaknya.

Sama seperti Ayahnya. Untuk Fardi, Maria lagi, Maria lagi. Dan sekarang Farhan. Marla lagi. Marla lagi. Benar-benar Ayah dan anak. Penyebabnya juga Ibu dan anak.

“Sepertinya kamu memang membutuhkan wanita lain untuk memenuhi kekosongan hatimu.”

Farhan menggeleng, “Aku tidak butuh siapapun, Ma.”

“Ayolah, Farhan.” Fitra terlihat lelah. “Mama akan memilihkan perempuan lain selagi Marla jauh darimu.”

“Aku tidak membutuhkannya, Ma.”

“Pasti di seberang sana, Marla bersama Agustin kini tengah bermesra-mesraan. Apalagi kamu sendiri yang menuntut keduanya untuk segera membuat Marla hamil. Marla sudah kegatelan dan pastinya lebih senang diraba-raba pria muda, kenapa kamu tidak bisa melakukan sebaliknya?”

Farhan meliriknya tajam. “Jangan menjelek-jelekkan Marla, Ma!” Bentaknya, dengan intonasi suara yang meninggi.

“Mama hanya mengutarakan isi kepala Mama. Sekali-kali datanglah berkunjung ke tempat mereka, kamu akan menyaksikannya sendiri.”

Fitra berbalik, sebelum beranjak keluar dari kamar kembali mengingatkan niatnya kepada Farhan. “Mama tidak mau, Marla enak sendiri bermain-main dengan pria muda. Mama akan mencarikanmu wanita muda juga. Barangkali nanti kamu bisa berubah pikiran. Dan merelakan Marla itu!” Fitra hilang dari ambang pintu ke luar ruangan.

Terpopuler

Comments

Uniie Gentra

Uniie Gentra

namanya aga mirip² ya jadi kalo typo lumayan pusing

2022-06-06

0

@Secrets_Cha

@Secrets_Cha

next Thor

2021-10-15

1

Tia ahmad jaini dachlan

Tia ahmad jaini dachlan

saat farhan beneran berhubungan dgn wanita lain maka kesempatan agistin makin lebar bwt dapetin marla dan emaknya farhan akan jd penyebab hancurnya farhan

2021-09-13

5

lihat semua
Episodes
1 Kemandulan Farhan
2 Sang Benih Bayaran
3 Malam Pertama Pengantin
4 Cemburu Dan Tidak Terima
5 Bukan Lagi Sepasang Suami-istri
6 Masalah Finansial Yang Tak Setara
7 Tempat Favorit Agustin
8 Berkenan atau Tidak Berkenan
9 'Terlalu Sederhana'
10 Membuat Daftar Pengeluaran
11 Perpaduan Rasa Yang Sempurna
12 Rasa Yang Dikenali
13 Anggap Saja Saya Mampu
14 Bukan Menantu Kesayangan Mario
15 Menantu Idaman Mario
16 Mencari Kebahagiaan Lain
17 Kejutan Dari Agustin
18 Perlakukan Aku Selayaknya Yang Kamu Inginkan
19 Ayah dan Anak Sama Saja
20 Menolak Istri Baru
21 Karena Agustin Bukan Farhan
22 Lihat Hasilnya Kelak
23 Jalan-Jalan Malam
24 Perpaduan Rasa Es Krim dan Mulut Bau Agustin
25 Anggap Aku Farhan
26 Anggap Aku Farhan (2)
27 Agustin Takkan Mengkhianati?
28 Saran Rio
29 Antara Farhan dan Agustin?
30 Dalam Pengaruh Alkohol
31 Mr. Merci
32 Bukan Ini Yang Farhan Mau
33 Agustin Yang Egois
34 Nggak Ada Rasa
35 Pewaris Mr. Merci
36 Hanya Dipinjamkan
37 Di Tepi Pantai
38 Ceroboh
39 Bukan Pahlawan
40 Salah Masuk Kamar
41 Salahpaham Ala Agustin
42 Sudah 4 Bulan
43 Mengingatkan Agustin
44 Berhenti Melalaikan Kewajiban
45 Bukan Tergila-gila
46 Testpack Kelima
47 Ayah dan Suami Terbaik
48 Membawa Pergi Marla
49 Agustina
50 Malam Pertama Di Rumah Mertua
51 Belldi Luce
52 Karena Marla
53 Bukan Marla Yang Memilih
54 Marla?
55 Marla? (2)
56 Doa Agustin
57 Agustin Bukan Tidak Peka
58 Penerbangan Pertama
59 Kediaman Belldi Pusat
60 END
61 PENGUMUMAN SEASON 2
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Kemandulan Farhan
2
Sang Benih Bayaran
3
Malam Pertama Pengantin
4
Cemburu Dan Tidak Terima
5
Bukan Lagi Sepasang Suami-istri
6
Masalah Finansial Yang Tak Setara
7
Tempat Favorit Agustin
8
Berkenan atau Tidak Berkenan
9
'Terlalu Sederhana'
10
Membuat Daftar Pengeluaran
11
Perpaduan Rasa Yang Sempurna
12
Rasa Yang Dikenali
13
Anggap Saja Saya Mampu
14
Bukan Menantu Kesayangan Mario
15
Menantu Idaman Mario
16
Mencari Kebahagiaan Lain
17
Kejutan Dari Agustin
18
Perlakukan Aku Selayaknya Yang Kamu Inginkan
19
Ayah dan Anak Sama Saja
20
Menolak Istri Baru
21
Karena Agustin Bukan Farhan
22
Lihat Hasilnya Kelak
23
Jalan-Jalan Malam
24
Perpaduan Rasa Es Krim dan Mulut Bau Agustin
25
Anggap Aku Farhan
26
Anggap Aku Farhan (2)
27
Agustin Takkan Mengkhianati?
28
Saran Rio
29
Antara Farhan dan Agustin?
30
Dalam Pengaruh Alkohol
31
Mr. Merci
32
Bukan Ini Yang Farhan Mau
33
Agustin Yang Egois
34
Nggak Ada Rasa
35
Pewaris Mr. Merci
36
Hanya Dipinjamkan
37
Di Tepi Pantai
38
Ceroboh
39
Bukan Pahlawan
40
Salah Masuk Kamar
41
Salahpaham Ala Agustin
42
Sudah 4 Bulan
43
Mengingatkan Agustin
44
Berhenti Melalaikan Kewajiban
45
Bukan Tergila-gila
46
Testpack Kelima
47
Ayah dan Suami Terbaik
48
Membawa Pergi Marla
49
Agustina
50
Malam Pertama Di Rumah Mertua
51
Belldi Luce
52
Karena Marla
53
Bukan Marla Yang Memilih
54
Marla?
55
Marla? (2)
56
Doa Agustin
57
Agustin Bukan Tidak Peka
58
Penerbangan Pertama
59
Kediaman Belldi Pusat
60
END
61
PENGUMUMAN SEASON 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!