“Jika Marla sudah hamil, kalian tidak boleh lagi berhubungan badan, perjanjian kita sudah terpenuhi saat Marla mengandung tinggal menunggu lahiran.”
Agustin manggut-manggut, masih dengan tampang menyebalkannya. “Sebelum Marla hamil, untuk hasil akurat butuh berapa kali kami berhubungan badan?”
“Jangan dibahas.” Farhan menolak meratapi kenyataan.
“Pertimbangkan sendiri oleh kalian nanti.” Lalu membuang muka, berusaha menahan gejolak cemburu yang berkoar tidak terima.
“Boleh setiap malam?” Dengan tampang mesum, Agustin menambahkan.
“Kamu kira Marla Love Doll apa, bisa kamu perlakukan seenaknya! Setiap malam? Jangan gila! Perjaka sepertimu, bisa-bisanya memiliki hasrat ngelantur seperti itu!”
Agustin tersenyum simpul, “aku mengagungkannya, karena ini akan menjadi pengalaman pertamaku.” Memperbaiki posisi duduk menjadi lebih rileks, Agustin menatap Farhan intens. Entah kenapa terhibur sendiri melihat Farhan kesusahan menahan diri.
“Setidaknya pertimbangkan perasaan Marla, dia siap atau tidak. Tidak berselera atau sebaliknya.”
“Tentu saja,” Agustin menyanggupi.
.
.
“Bersiaplah, kemasi barangmu.”
Agustin berkata kepada Marla yang sedari tadi hanya duduk bersimpuh di tepian ranjang. Marla mengangguk lemah, seperti tidak rela mulai membuka lemari dan mengemasi barang-barangnya. Selagi Marla berkemas, Agustin memperhatikan pakaian dan perhiasan yang melekat di tubuh istrinya tersebut.
Menyadari kastanya dengan Farhan jauh berbeda, membuat Agustin pesimis.
Farhan bisa membelikan Marla pakaian bagus yang bermerk, seperti yang Marla kenakan. Perhiasan mahal yang berkilauan, seperti yang Marla kenakan. Dan kulit putih terawat, karna kosmetik dan skincare mahal yang Marla pakai dari uang pemberian Farhan yang nominalnya tentu tidak kecil.
Uang bulanan Marla yang diberikan Farhan pasti jauh lebih besar daripada gaji Agustin perbulan, apalagi nominal penghasilan Farhan perminggu. Yang entah harus bagaimana, agar Agustin bisa menyainginya.
Agustin mengurut kening.
Entah kenapa dia begitu kepikiran dan merasa direndahkan di bawah kaki Farhan yang lebih segala-galanya darinya. Uang, jabatan, perusahaan dan penghasilan. Farhan benar, dia jauh lebih mampu menghidupi Marla daripada dirinya.
Agustin mendekat, duduk bersimpuh di balik punggung Marla lalu memeluk istrinya.
“Agustin--” Marla menegur.
“Kupeluk seperti ini, berkenan atau tidak berkenan? Jika tidak berkenan, dorong aku lalu tendang wajahku. Jika berkenan, biarkan aku memelukmu seperti ini sebentar saja.”
Marla diam, yang Agustin anggap sebagai jawaban.
“Kemarikan perutmu.” Pinta Agustin.
Marla menggeleng, kali ini bersuara. “Aku tidak berkenan.”
Mendengarnya, entah kenapa Agustin tergelitik untuk tertawa. Lalu tanpa izin menyingkap perut Marla dan mendaratkan bibir di sana.
“Hanya satu aturan di antara kita yang aku tidak membutuhkan kesediaanmu. Tempat favoritku ini,” Agustin mengusap perut Marla, lalu mendaratkan ciuman bertubi. “Terserah aku mau apa di perutmu. Hanya di perut, kamu tidak boleh menolak.”
“Jangan di perut,” Marla memelas. “Terlalu intim.”
“Kalau begitu, di bahu.”
Marla menggeleng tegas, bahunya hanya untuk Farhan-nya.
Ya, ya.
Agustin sedariawal tahu itu.
“Di tempat lain,” pinta Marla.
“Di dada?”
“Terlalu intim!”
“Di bagian bawahmu?”
“Itu lebih intim lagi!”
“Di bokong?”
“Kenapa semua pilihanmu vulgar!”
“Em,” Agustin berlagak berpikir. “Di ketiak?”
“Bau!”
“Masa’, sih?” Agustin mendekat dan mengendus ketiak Marla. Ditariknya satu lengan istrinya, hingga ketiaknya terbuka, lalu mendekatkan hidung. “Ih, nggak loh. Bau rexona.”
“Jangan di sana, pokoknya!”
“Lalu di mana?”
“Pokoknya, di tempat lain.”
“Lubang hidung?”
“Jorok, ah!”
“Lubang telinga?”
“Ih, jorok!”
“Kalau begitu mulutmu saja.” Agustin mencium Marla tanpa izin.
“Setuju di mulut?”
Marla membuang muka, “nggak.”
Agustin gemas, lalu mencium perut Marla. “Kalau begitu, fix diperut. Jangan diganggu gugat.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Yunita Poetra Daus Pratama
Marla Sok Jual Mahal tapi mau jugaDiCium sama Agustin😡😡😠😠Dsarrr Plin Plan Sih Marla😒😒😓😓
2021-08-17
1
Yunita Poetra Daus Pratama
Kok Cuma 7 Episode ceritanya there,,,DiLink FB Bnyak Halamannya😭😭😭😭
2021-08-17
4
Merry Dara Santika
Lanjut
2021-08-16
0