Sepanjang malam Farhan tidak bisa tidur. Malam ini, malam pertama Farhan bersama Marla. Farhan sakit kepala, jika membayangkan apa yang tengah mereka lakukan. Yang tentu harus mereka lakukan secepatnya, karna dengan misi memiliki anak.
Sedari tadi pagi, Farhan hanya bertahan mengenggak air putih. Hanya itu makanan maupun minuman yang tidak terasa pahit di lidahnya, selainnya Farhan seakan mengunyah obat-obatan. Yang di indra pengecapnya, terasa begitu pahit dan Farhan tidak bisa menuntaskan rasa lapar dan dahaganya selain menggunakan air mineral.
Sebenarnya, Farhan ingin mengacaukan malam pertama Marla bersama Agustin. Membuat keributan, sebelum mereka berhubungan, Farhan akan menyuruh Agustin menalak Marla, dan membawa kembali penghulu dan mereka dinikahkan kembali.
Tapi ... sudahlah, semua itu hanya angan-angan Farhan. Mana bisa dia melakukannya, yang ada Marla benar-benar akan dilepaskan darinya karena desakan mertuanya karena mau bagaimanapun Farhan tetaplah lelaki mandul. Suami mandul! Marla pasti juga mendambakan menimang seorang bayi, setelah bertahun-tahun mereka hidup sendiri.
“Jangan terlalu dipikirkan, Farhan.” Ibunya melangkah mendekati, duduk menghadap Anaknya yang terlihat begitu frustrasi. “Maafkan Ibu selama ini,” Ibunya terlihat merasa bersalah, lalu menghembuskan napas letih.
“Tapi melihatmu sesedih ini, Ibu ikut sedih. Tapi jangan terlalu kamu pikirkan, setelah mengandung dan melahirkan anak untukmu meskipun darah-daging Agustin, bukannya tetap bagus dipihakmu?”
“Entahlah,” Farhan mendesah lelah. “A-aku ....” Kalimatnya terhenti lalu mendengkus kasar, “Hanya cemburu dan tidak terima.”
“Setidaknya tahan rasa cemburumu. Dan terima secara perlahan. Marla bukan milik Agustin, Agustin cuma benih bayaran, bukan seutuhnya suami untuk Marla.”
Farhan melirik Ibunya, lalu mengalah. “Baiklah, Ibu benar.”
“Makanlah, Han.” Oleh Ibunya, dibawakannya sepiring nasi dan lauk. Farhan menggeleng dan menggesernya menjauh, “tidak, Bu. Aku tidak lapar. Aku tidak bisa makan.”
“Kamu harus makan.” Tegas Ibunya.
Farhan menggelengkan kepala, “maaf, Bu. Mulutku pahit.”
Mendengus lelah, Ibunya turut mengalah. “Kenyataannya sekarang memang tengah pahit, Han.”
.
.
“Bagaimana semalam?” Farhan menanyai, saat melihat Agustin keluar dari kamar di pagi hari.
Agustin tersenyum kecut, lalu berdusta.
“Lancar.”
Lancar apanya? Paling tidak, Agustin hanya mendapatkan beberapa ciuman dan pelukan, itupun Marla berusaha kabur dari pelukannya. Tengah malam, tanpa sepengetahuan Agustin yang terlelap, Marla membentangkan selimut di lantai bawah dan rela tidur di sana dan kedinginan sendiri.
Seketika, wajah Farhan langsung keras. Tubuhnya tersentak letih, lalu tersenyum miris. “Kerja bagus, Tin.” Pujinya, meskipun hatinya bergejolak cemburu.
Tubuh Marla-nya ... kini telah dijamah lelaki selain dirinya. Tangannya, bibirnya dan tubuhnya ... yang menjadi candu Farhan, kini telah berganti tangan meskipun hanya untuk sementara, Farhan masih tidak terima.
“Sejauh mana semalam?” Farhan memaksakan kekehan. Dia tahu, kenyataannya membuatnya tersakiti, tapi malah meminta detailnya. Ternyata ingin telak disakiti, ya?
Agustin mengangkat sebelah alis. “Detail yang seperti apa?”
“Yah ...” Farhan terlihat lelah, “sedetail apa kalian melakukannya. Tidak terlalu mesra ‘kan?”
Agustin menyadarinya. Farhan cemburu. Kemarahan samar terlihat di maniknya yang memandang sendu. Agustin menghela napas, demi menjaga perasaan Kakaknya, terpaksa dia berkata jujur dan mengakuinya.
Semalam, mereka berhenti di tengah jalan. Dan belum melakukan hal yang lebih. Ciuman darinya saja, Marla selalu menolak. “Sebenarnya, kami menundanya semalam.”
Benar saja, Farhan langsung berbinar. “Benarkah?” Sahutnya, terlihat begitu senang.
Agustin mengangguk, “benar. Sepertinya, Marla enggan disentuh olehku.”
Agustin tersenyum miris. Lihatlah wajah Farhan, menundanya sama saja mengundur-ngundur waktu, tapi Farhan malah terlihat sangat senang. Senyum lebarnya benar-benar tersungging selebar mungkin.
“Begitu, ya?”
Di dalam hati, Farhan asyik menjabarkan fakta. Marla ... wajahnya, bibirnya, tangannya berserta tubuhnya ... masih milik Farhan. Belum terjamah oleh lelaki manapun, selain dirinya. Tak ada alasan bagi Farhan untuk bersedih saat ini, entah kedepannya, tapi untuk saat ini Farhan tidak perlu--
“Bahkan, saat aku menciumnya, dia tidak membalas ciumanku.”
Angan Farhan ambyar. Ciuman? Berarti bibir Marla ....
Agustin tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin menyenangkan Farhan karena penolakan Marla atas sentuhannya. Tapi berdampak lain, raut wajah Farhan berubah.
“Kalian berciuman?” Farhan bertanya miris.
Agustin mengangguk. “Em, aku bisa merasakan cokelat dari mulutnya.”
Farhan membuang muka ke lantai bawah, menjawab tanpa nada. “Marla memang suka makan cokelat.”
Agustin melirik wajah Farhan. Meremas tangannya, sadar telah salah bicara.
“Ciuman seperti apa?” Farhan menuntut lebih lanjut. “Ciuman biasa? Ciuman sekilas? Ciuman perlahan? Ciuman liar?”
Agustin terlihat keberatan. “Kamu terlalu detail menanyakannya, Kak.”
“Aku perlu tahu.” Farhan menjawab sinis, “aku harus tahu.”
Agustin mendesah pasrah. “Ciuman biasa.”
Meskipun begitu, Farhan masih tidak terima. “Pakai lidah?”
Agustin terlihat tidak nyaman, kali ini keberatan menjawab. “Kak ... tidak harus kuceritakan semuanya ‘kan?”
“Aku harus tahu semuanya! Jangan lupa, aku yang membayarmu untuk melakukan ini semua!” Tandas Farhan, mengungkit perjanjian. Kalimatnya meninggi, dengan manik merah.
“Ya.”
Agustin menjawab singkat dan seadanya.
“Oh.”
Farhan berbalik badan.
Tentu terluka. Setelah itu Farhan berbalik pergi, setelah mengingatkan Agustin.
“Lakukan tugas yang kusuruh sesuai bayaranmu. Buat Marla secepatnya hamil, agar dia bisa secepatnya kembali padaku setelah melahirkan.” Langkah lebar Farhan melangkah menjauh, meninggalkan Agustin yang tergugu di tempat sambil mengacak-ngacak rambut dengan kesepuluh jemari.
“Argh," Agustin frustrasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Juliha
kenapa nga di madu 😁😁😁😁sekali2 cowo di madu 😂😂😂
2022-01-09
2
Sitimusmiroh
farhan mempermainkan ikatan suci pernikahan
2021-12-23
1
Sitimusmiroh
farhan egois
2021-12-23
0