Berkenan atau Tidak Berkenan

Farhan jelas tidak merelakan kepergian Marla. Tubuhnya melemas saat menyorot mantan istrinya membawa tas besar dibantu oleh Agustin beranjak keluar rumah.

Taxi menunggu di depan gerbang, tadi Agustin yang memesannya. Dia menolak tawaran Farhan yang berniat mengantar mereka sampai ke apartemen Agustin, Agustin tidak mau mendengar ocehan merendahkan Kakaknya lagi terutama komplainnya tentang tempat tinggal Agustin. Sebobrok apapun apartemennya, Agustin tetap tidak mau direndahkan.

Agustin mengambil alih tas dan barang-barang Marla, membawanya menuju taxi dan memasukkannya ke dalam bagasi. Marla baru saja hendak menyusul, Farhan seketika menahan lengannya yang segera ditarik.

“Ada apa, Mas?” Marla menatap Farhan, semenjak bercerai mereka sedikit canggung jika bertemu satusama lain.

Farhan berusaha menahan gejolak dalam dirinya, kalimatnya terdengar grogi.

Dikeluarkannya kartu kredit dari saku celana, “jika ternyata Agustin tidak bisa menafkahimu secara maksimal, gunakan ini.”

Katanya, membuat Marla melirik kartu tipis yang menyimpan banyak nominal uang.

Marla menggeleng, “tidak perlu, Mas. Sekalipun Agustin tidak bisa menafkahiku secara maksimal, aku akan berusaha mencukupkan berapapun uang pemberiannya.”

Farhan terlihat tidak setuju. “Aku tidak mau kamu kesusahan dalam ekonomi, Marla,” ujarnya, terlihat cemas.

“Tidak apa-apa, Mas. Sekali-kali aku harus merasakan pahitnya hidup hemat, agar menjadi pelajaran penting untuk pernikahan kita nanti.” Marla menolak halus.

Farhan dibuat terenyuh. Dari kalimat Marla, berarti Marla masih begitu mengharapkan pernikahan mereka ‘kan terulang kembali. Dan kalimat menyentuh itu membangkitkan satu sisi berbahaya dalam diri Farhan. Ditatapnya wajah Marla sendu, tangannya bergerak sendiri hendak meraih pipinya.

Marla langsung memalingkan pipi. “Mas, kita bukan lagi sepasang suami-istri.” Jelasnya, mengulang peringatan.

Farhan tertunduk lemas, lalu mengangguk letih.

Dari depan bagasi taxi di hadapan gerbang, Agustin menyorot mereka dingin. Lalu menghela napas lelah. Entah cemburu, atau kesal melihat Farhan masih saja mengusik dan meragukan kemampuan finansialnya. Sampai-sampai tanpa mempertimbangkan perasaan Agustin, menyodorkan kartu kredit kepada Marla begitu saja. Farhan tahu, Agustin menyaksikannya langsung. Imbasnya membuat Agustin emosi dengan kepalan mengerat.

“Aku pergi dulu, ya Mas. Assala--”

“Tunggu!” Keburu Marla berbalik, Farhan kembali membawanya menghadapnya. Farhan menelan saliva, bertanya dengan nada gemetar. “Kamu akan merindukanku ... ’kan?”

Marla tegang lalu tertunduk. Dengan letih mengangguk antusias. “Tentu, Mas. Aku akan selalu merindukanmu. Sampai kita di satukan kembali nanti.”

Farhan tersenyum lebar. “Aku mencintaimu, Marla ... jawabanmu takkan berubah ‘kan? Sampai kapanpun?”

Marla mendongak, dan mengangguk kuat.

“Aku mencintaimu, Mas. Jawabanku takkan berubah, sampai kapanpun.”

.

.

Taxi yang ditumpangi Agustin dan Marla sudah melaju. Marla seperti tercenung selama perjalanan, pastinya memikirkan Farhan. Sedangkan Agustin menyorot istrinya yang melamun, lalu menyadarkannya dengan tepukan di pipi.

“Apa yang kamu pikirkan? Kak Farhan?” Tudingnya dengan manik menyorot tajam.

Marla gelagapan, “b-bukan.”

Agustin berdecak tidak suka. “Jangan bohong! Kalau denganku jujur saja, aku tahu posisiku di sini.”

Dengusannya terdengar kasar.

Akhirnya Marla jujur dengan anggukan lemah. Dan Agustin terlihat cemburu.

Mendadak Agustin menangkup kepala Marla, meremuk kedua belah pipinya, menyatakan pelan, “a

ku mau menciummu.”

Marla terlihat kaget, dari gerakannya seperti menghindar tidak nyaman. “Jangan disini--”

Jelas jawaban Marla ialah penolakan, Agustin malah mendesaknya. “Berkenan atau tidak berkenan?”

“Tidak berkenan--”

Agustin langsung menyambar kalimat, “aku ganti akan mencium perutmu.”

Marla melirik supir taxi yang mulai memperhatikan mereka dari kaca spion. “Jangan didepan orang lain--”

Agustin kembali memotong penolakannya, “berkenan atau tidak berkenan? Jika tidak berkenan, aku akan ganti mencium perutmu, sekalipun supir taxi menyaksikan perutmu yang terbuka.”

Akhirnya Marla mengangguk lemah, “aku berkenan.”

Seketika Agustin langsung menyambar bibirnya, mendorong tubuh Marla dan kepalanya ke kaca pintu mobil. Supir Taxi hanya berlagak pura-pura tidak tahu, berusaha memaklumi, barangkali mereka pengantin baru? Pikirnya, sambil fokus dengan jalanan.

Marla berusaha menghentikan pergerakan Agustin, keantusiasan lelaki tersebut terlalu menggebu-gebu. Apalagi tangannya yang tak bisa diam. Agustin menarik kepala, napas hangatnya menerpa wajah manis Marla. Melihat wajah mungil itu, Agustin tergugah untuk kembali berkuasa atasnya.

Setelah menarik diri, Agustin bertanya. Entah kenapa, kali ini nafsunya lebih menggebu. “Mbak, mau kita percepat malam ini?”

Dengan senyum tipis, Agustin mengulangi pertanyaannya yang akan menjadi kebiasaan mereka, “berkenan atau tidak berkenan?”

Marla terlihat keberatan, “A-aku tidak berkenan ... belum s-siap ...”

Agustin tersenyum tipis, sadar dirinya terlalu gegabah. Didaratkannya kecupan di puncak kepala Marla, lalu berbisik. “jadi, kutunggu kamu berkenan.”

Terpopuler

Comments

@Secrets_Cha

@Secrets_Cha

Semangat Thor
Salam dari ANAK GENIUS - BEYOND RECOLLECTION
❤️🥰🥰🥰

2021-10-15

0

niartin suni

niartin suni

mmsh menyimak

2021-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 Kemandulan Farhan
2 Sang Benih Bayaran
3 Malam Pertama Pengantin
4 Cemburu Dan Tidak Terima
5 Bukan Lagi Sepasang Suami-istri
6 Masalah Finansial Yang Tak Setara
7 Tempat Favorit Agustin
8 Berkenan atau Tidak Berkenan
9 'Terlalu Sederhana'
10 Membuat Daftar Pengeluaran
11 Perpaduan Rasa Yang Sempurna
12 Rasa Yang Dikenali
13 Anggap Saja Saya Mampu
14 Bukan Menantu Kesayangan Mario
15 Menantu Idaman Mario
16 Mencari Kebahagiaan Lain
17 Kejutan Dari Agustin
18 Perlakukan Aku Selayaknya Yang Kamu Inginkan
19 Ayah dan Anak Sama Saja
20 Menolak Istri Baru
21 Karena Agustin Bukan Farhan
22 Lihat Hasilnya Kelak
23 Jalan-Jalan Malam
24 Perpaduan Rasa Es Krim dan Mulut Bau Agustin
25 Anggap Aku Farhan
26 Anggap Aku Farhan (2)
27 Agustin Takkan Mengkhianati?
28 Saran Rio
29 Antara Farhan dan Agustin?
30 Dalam Pengaruh Alkohol
31 Mr. Merci
32 Bukan Ini Yang Farhan Mau
33 Agustin Yang Egois
34 Nggak Ada Rasa
35 Pewaris Mr. Merci
36 Hanya Dipinjamkan
37 Di Tepi Pantai
38 Ceroboh
39 Bukan Pahlawan
40 Salah Masuk Kamar
41 Salahpaham Ala Agustin
42 Sudah 4 Bulan
43 Mengingatkan Agustin
44 Berhenti Melalaikan Kewajiban
45 Bukan Tergila-gila
46 Testpack Kelima
47 Ayah dan Suami Terbaik
48 Membawa Pergi Marla
49 Agustina
50 Malam Pertama Di Rumah Mertua
51 Belldi Luce
52 Karena Marla
53 Bukan Marla Yang Memilih
54 Marla?
55 Marla? (2)
56 Doa Agustin
57 Agustin Bukan Tidak Peka
58 Penerbangan Pertama
59 Kediaman Belldi Pusat
60 END
61 PENGUMUMAN SEASON 2
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Kemandulan Farhan
2
Sang Benih Bayaran
3
Malam Pertama Pengantin
4
Cemburu Dan Tidak Terima
5
Bukan Lagi Sepasang Suami-istri
6
Masalah Finansial Yang Tak Setara
7
Tempat Favorit Agustin
8
Berkenan atau Tidak Berkenan
9
'Terlalu Sederhana'
10
Membuat Daftar Pengeluaran
11
Perpaduan Rasa Yang Sempurna
12
Rasa Yang Dikenali
13
Anggap Saja Saya Mampu
14
Bukan Menantu Kesayangan Mario
15
Menantu Idaman Mario
16
Mencari Kebahagiaan Lain
17
Kejutan Dari Agustin
18
Perlakukan Aku Selayaknya Yang Kamu Inginkan
19
Ayah dan Anak Sama Saja
20
Menolak Istri Baru
21
Karena Agustin Bukan Farhan
22
Lihat Hasilnya Kelak
23
Jalan-Jalan Malam
24
Perpaduan Rasa Es Krim dan Mulut Bau Agustin
25
Anggap Aku Farhan
26
Anggap Aku Farhan (2)
27
Agustin Takkan Mengkhianati?
28
Saran Rio
29
Antara Farhan dan Agustin?
30
Dalam Pengaruh Alkohol
31
Mr. Merci
32
Bukan Ini Yang Farhan Mau
33
Agustin Yang Egois
34
Nggak Ada Rasa
35
Pewaris Mr. Merci
36
Hanya Dipinjamkan
37
Di Tepi Pantai
38
Ceroboh
39
Bukan Pahlawan
40
Salah Masuk Kamar
41
Salahpaham Ala Agustin
42
Sudah 4 Bulan
43
Mengingatkan Agustin
44
Berhenti Melalaikan Kewajiban
45
Bukan Tergila-gila
46
Testpack Kelima
47
Ayah dan Suami Terbaik
48
Membawa Pergi Marla
49
Agustina
50
Malam Pertama Di Rumah Mertua
51
Belldi Luce
52
Karena Marla
53
Bukan Marla Yang Memilih
54
Marla?
55
Marla? (2)
56
Doa Agustin
57
Agustin Bukan Tidak Peka
58
Penerbangan Pertama
59
Kediaman Belldi Pusat
60
END
61
PENGUMUMAN SEASON 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!