...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
Seperti yang dikatakan Axel sebelumnya, sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju kediaman kakeknya tentu saja ia juga membawa Bianca.
"mas...kamu belum maafin keluarga kandung kamu?" tanya Bianca sambil menatap lekat suaminya yang sedang menyetir.
Axel hanya diam tapi dari raut wajahnya terlihat tak enak dipandang dan Bianca merasakan itu.
"pasti marah lagi" batin Bianca.
Axel terlihat menghela nafas panjang tapi tidak menjawab sepatah katapun.
Bianca hanya menatap sedih, karena kalau ia yang berada diposisi Axel pasti sangat berat untuk memaafkan dan ia yakin sekarang pasti itu yang dirasakan suaminya itu.
Tak lama kemudian, akhirnya sampai juga di kediaman kakek Leon.
Dengan langkah santai mereka memasuki mansion itu, seperti biasa mereka pasti disapa oleh pelayan disana.
"akhirnya... kalian datang juga" seru kakek Leon baru turun dari lantai atas.
Kakek Leon terlihat senang sekali, lalu mengajak kedua cucunya itu keruangan keluarga.
"Bianca... bagaimana dengan Axel, apa dia masih bersikap dingin padamu" sambil melirik sekilas arah Axel yang duduk disebelah Bianca.
Axel tentu saja sadar, apalagi saat mendengar pertanyaan sang kakek, tapi hanya acuh saja.
Bianca hanya tersenyum kecil mendengar itu, lagian kakeknya itu nyinyir banget setiap bertemu pasti nanyain sikap Axel terus padanya.
"biasa aja kok kek, mas Axel gak dingin dingin amat" jawab Bianca seadanya sambil melirik sekilas pada Axel.
Kakek Leon terlihat kurang yakin, lalu ia menatap lekat wajah cucu kesayangan nya itu.
"apa benar xel?" sambil memicingkan matanya.
Axel hanya diam dengan muka datar plus dingin nya.
"astaga...tidak bereaksi sama sekali.. benar benar cucu kagak ada akhlak" batin Kakek Leon.
"lama lama aku bisa mati gara gara sikap cucu kesayangan ku ini, lihat lah kakeknya berbicara tapi dia malah diam, pakai pasang muka datar plus dingin lagi. Semoga saja Bianca bisa meluluhkan sikap dinginnya ini" oceh nya dalam hati.
Bianca hanya menutup mulut menahan tawa melihat kekesalan kakek Leon serta muka datar plus dingin suaminya.
"ck...sudah lah" kesal Leon mulai pasrah melihat tingkah cucunya.
"oiya...nanti kalian nginap disini saja, kakek masih kangen sama kalian"
Keduanya hanya mengiyakan saja karena tidak ingin membuat kakeknya sedih.
Beberapa jam kemudian, Axel terlihat masih ngobrol dengan kakeknya sedangkan, Bianca pergi ke dapur buat memasak walaupun dilarang pelayan disana tapi ia tetap bersikeras ingin memasak untuk suami dan kakeknya.
"pokoknya para bibi tenang aja, Bianca mau masak spesial buat mas Axel sama kakek"
" nona manis banget, kita kagak dibuatin non"
"tenang aja Bianca masak banyak"
Mereka terlihat antusias sekali melihat nonanya memasak, karena cukup lama gak makan masakan Bianca.
🌿🌿🌿
Jarum jam telah menunjukkan pukul 20.00 malam, Bianca memasuki kamar yang sebelumnya ia dan Axel tempati karena tidak mungkin mereka tidur berpisah bisa diceramahi oleh kakek.
"huff..." sambil merebahkan badannya atas tempat tidur.
drtt...drtt...
Mendengar deringan hpnya, Bianca langsung mengangkat nya,
"haloo..." jawabnya tanpa melihat siapa yang nelpon.
"hey..." mendengar suara laki laki, ia langsung terlonjak dan melihat namanya ternyata Faisal.
"ada apa telpon malam begini sal?" bingungnya sedikit merasa aneh.
"emng kenapa, gak boleh ya aku telpon kamu...udah lama loh aku gak telpon kamu...dikampus aja jarang ketemu"
"bukan gitu, tapi ini udah malam loh"
"kenapa? ada yang marah ya.."
Bianca terlihat bingung menjawabnya,
"kok diam...aku benaran ganggu ya..ya udah, maaf deh... semoga mimpi indah, good night.."
Bianca tidak menjawab, lalu langsung meletakkan hpnya atas nakas.
Tempat Faisal, ia terlihat kesal sekali karena Bianca terkesan cuek padanya.
"susah banget sih ngomong sama cewek polos...bilang good night aja gak dijawab"
"tapi apa benar ya, dia udah punya pacar" pikirnya.
Kembali ketempat Bianca, semenjak ia ditelpon Faisal tadi ternyata ada sepasang mata memperhatikan balik pintu, dia siapa lagi kalo bukan Axel.
"dia bicara sama siapa" gumamnya tampak penasaran.
Lalu masuk kedalam, Bianca langsung duduk saat melihat suaminya.
"mas kamu gak pergi keluar" karena biasanya suaminya itu keluar malam begini dan Bianca yakin pasti pergi ke markas.
"kenapa kau seperti mengusir ku" sambil memicingkan matanya.
"eh...bukan gitu mas" bingungnya sedikit gelagapan karena gak bermaksud seperti itu.
"apa dia takut ketahuan lagi telpon dengan pacarnya, apa mungkin tadi yang telpon pacarnya" tebak Axel dalam hatinya sambil menatap lekat Bianca.
"kok kamu liatin aku begitu" merasa aneh melihat tatapan suaminya.
"kok aku merasa habis ketauan selingkuh saja" batin Bianca.
"apa jangan-jangan kau takut ketahuan olehku..."
"eh... ketauan apa maksud kamu?"
"sudah kau tidak perlu pura pura, aku tidak melarang mu pacaran sana telpon saja...anggap saja aku tidak ada" oceh Axel panjang lebar walaupun dalam hatinya tak terima.
Bianca hanya cengo mendengar ucapan suaminya, baru kalo ini ia mendengar kalimat sepanjang itu keluar dari mulutnya.
"mas...kepala kamu habis ke bentur ya...kok tumben ngomong panjang dan gak dingin"
Axel terlihat kesal, "kau pikir aku buta" ketusnya sambil duduk atas sofa.
"eh...apa hubungannya?" bingung Bianca mulai lemot.
"dasar gadis bodoh" batin Axel.
"mas, tadi kamu bilang pacar, emang siapa yang pacaran, aku...tapi aku gak punya pacar, kalo suami mah ada"
"setan" ketus Axel.
Bianca kembali berfikir, entah kenapa otaknya bisa lemot begini, padahal biasanya langsung tanggap.
"Astaga... kenapa gadis ini jadi bodoh begini... jangan jangan dia yang ke bentur" batinnya, lalu beranjak dari duduknya dan naik atas tempat tidur tanpa mempedulikan istrinya.
"astaghfirullah..." teriak Bianca setelah mengerti.
"kau bisa diam tidak" geram Axel karena tidurnya terganggu oleh suara Bianca.
Bianca langsung ciut, dengan pelan ia merebahkan badannya dengan jarak cukup jauh dari Axel. karena tempat tidurnya cukup besar.
"kenapa mas Axel menuduhku seperti itu..." batinnya bingung sambil berfikir.
"apa jangan-jangan..." kagetnya saat ingat tadi sempat ditelpon Faisal, apa mungkin suaminya itu mendengar.
"diam" dingin Axel.
Bianca yang tau kesalahan nya langsung menutup mulutnya.
"ck...galak banget sih" batinnya.
"eh...tapi mas Axel bisa berfikir begitu ya..." pikir Bianca lagi dalam hatinya.
"tunggu...kok aku jadi berani seperti tadi, hmm... kayaknya mas Axel mulai merubah sikapnya pada ku...eh, tapi tadi masih terdengar sama.." Bianca terus berkata dalam hatinya.
Posisi tidur mereka saling membelakangi, tidak ada peluk pelukan seperti pasangan lain.
Cukup lama setelah itu, Bianca terlelap memasuki alam mimpi. Untuk Axel, ia sudah terlebih dulu terlelap.
BERSAMBUNG...
Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
super duper novel lanjutkan thor
2023-01-30
1
Susiana
ko
2022-05-01
1
RyuuHae
udah mulai nih ad roma² bucin dihati axel
2022-02-11
1