Sebuah penyesalan

...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...

...----------------...

"hoaaam..." Terbangun dari tidurnya, Bianca langsung melihat kearah jam waker dan sudah menunjukkan waktu subuh.

Lalu Bianca beranjak dari tempat tidur dan keluar pergi ke kamar mandi.

Kamar Bianca tidak terlalu besar jadi tak ada kamar mandi didalam nya.

Selesai berwudhu, Bianca mencoba memanggil suaminya dulu, karena firasatnya mengatakan suami sudah berada di kamar.

Tapi saat akan memanggil langsung ia urungkan, karena takut suaminya itu malah memarahi nya.

Akhirnya, Anna kembali masuk kekamarnya untuk melaksanakan sholat subuh.

Beberapa menit selesai sholat, Bianca pergi ke dapur.

Untuk Axel sendiri sebenernya ia sudah bangun tapi belum keluar dari kamar.

Saat sudah jam 06.30 pagi, Axel baru keluar dari kamar dengan pakaian sudah rapi tapi bukan pakaian kantor.

Bianca yang melihat suaminya sudah keluar langsung tersenyum lebar, walaupun suaminya itu hanya menampilkan muka datarnya.

"mas mau sarapan dulu atau mau minum dulu"

tanya Bianca pada suaminya yang sudah duduk diatas sofa.

"teh hangat saja" jawab Axel masih nada dingin nya.

Lalu Bianca dengan senang hati membuat kan teh hangat untuk sang suami.

Setelah selesai Bianca langsung meletakkan di atas meja dekat suaminya itu duduk.

"umm, mas?" panggil Bianca sedikit menunduk.

"hmm"

"aku boleh lanjutin kuliah gak"

tanya Bianca lagi.

Axel hanya diam tapi dalam hatinya sedikit geram,

"terserah kau saja, bukan urusan ku" ketus Axel terlihat tak peduli sama sekali.

Mendengar jawaban ketus dan tak kepedulian suaminya itu Bianca tersenyum kecut.

Padahal niatannya hanya minta izin pada suaminya itu.

"mas a-ku aku boleh minjam uang kamu gak?"

gugup Bianca.

Axel terlihat mengusap kasar wajah nya mendengar perkataan istri nya itu.

Lalu Axel mengeluarkan dompetnya, mengambil satu black card dan menyodorkan pada Bianca.

Bianca yang melihat nya sedikit heran karena ia hanya minta uang bukan kartu nya.

Melihat istrinya itu tak kunjung mengambil nya, Axel langsung berkata,

"ini kau ambil, silahkan kau pakai saja untuk membeli kebutuhan mu"

"tapi mas, aku..."

"kau bisa tidak, tidak usah banyak tanya, sekarang kau ambil dan gunakan untuk kebutuhan mu"

geram Axel melihat tingkah polos istri nya itu.

Akhirnya, Bianca terpaksa mengambilnya walaupun sedikit berat. Mungkin kalo gadis diluar sana pasti langsung dengan senang hati menerima nya tapi tidak dengan Bianca, walaupun Axel suaminya sendiri.

"Dan ingat satu lagi, itu adalah nafkah dari ku dan gunakan dengan sebaik-baik mungkin, apa kau mengerti?"

jelas Axel lagi masih nada dingin nya.

"iya mas"

Jawab Bianca masih sedikit menunduk karena tak berani menatap tatapan tajam suaminya itu.

Setelah itu, Axel berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke pintu keluar.

"mas mau kemana? gak makan dulu" tanya Bianca saat melihat suaminya itu akan pergi.

Tapi Axel tak menjawab sepatah katapun, ia langsung pergi keluar tanpa mempedulikan panggilan sang istri.

Bianca hanya bisa mendesah pelan melihat kepergian suaminya itu.

Air tehnya pun belum dihabiskan, malah langsung pergi.

"sabar bi," ucap Bianca pada dirinya sendiri.

Lalu mengambil gelas teh tadi dan membawanya ke dapur.

Beberapa menit kemudian, Bianca sudah rapi akan pergi kekampus.

🌿🌿🌿

Axel sekarang sedang berada di mansion nya bersama Marsel.

"ada apa bos?"

tanya Marsel melihat wajah tak enak si bos.

"Bagaimana mana dengan keluarga itu? apa mereka masih berusaha mencari ku?"

Tanya Axel dengan suara tegas dan nada dingin nya.

Mendengar pertanyaan si bos, Marsel langsung mendesah pelan dan berkata,

"masih bos, mereka masih melakukannya walaupun tak pernah berhasil, umm...gimana bos? apa bos akan mengungkapkan semua nya kalo bos adalah yang mereka cari selama ini"

"biarkan saja, akan ku liat sampai kapan mereka berusaha terus mencari ku. Dan untuk mengungkapkan nya tidak sekarang tunggu saja sampai mereka bosan dan frustasi mencari informasi tentang ku dan satu lagi akan ku buat mereka menderita seperti apa yang mereka lakukan dulu padaku"

jelas Axel dengan senyuman liciknya.

Marsel hanya mengangguk saja mendengar penjelasan bosnya itu, karena itu memang pantas mereka dapatkan.

"oiya bos, terus harus kita apakan Wiliam itu, apa kita siksa saja dia?" tanya Marsel saat teringat sama Wiliam yang masih disekap di markas.

"biarkan saja dulu, nanti saya sendiri yang akan menyiksanya"

seringai Axel.

Marsel juga ikutan tersenyum licik seperti bos nya.

...----------------...

Di kampus, Bianca sekarang sudah di tanyain terus sama sahabat nya Dinda.

"Bi, kamu kemana aja? aku khawatir banget sama kamu? kata om Denis kamu udah gak tinggal disana lagi? sekarang kamu bilang sama aku, kamu tinggal dimana dan sama siapa?"

cerocos Dinda yang sudah tak sabaran.

"ayo bi, kamu harus bilang sama sahabat kamu ini"

paksa Dinda sambil menatap lekat sahabatnya itu.

Bianca hanya diam, dia tidak tau mau bilang apa sama sahabatnya itu, ia belum siap menyebutkan semuanya.

Melihat Bianca hanya diam, Dinda terlihat mulai kesal.

"bi, kamu kenapa diam aja sih? ayo ngomong"

"umm, din kamu gak usah khawatir sama aku, aku baik baik aja kok, malahan lebih baik dari pada tinggal bersama papa denis" jawab Bianca sambil tersenyum hangat pada Dinda.

"dan soal aku tinggal dimana nanti aku bilang sama kamu? jadi kamu gak usah cemas lagi"

sambung Bianca.

Akhirnya, Dinda bisa tenang walaupun Bianca belum menyebutkan ia tinggal dimana.

"bagus kalo gitu, aku jadi tenang dengarnya"

lega Dinda sambil memeluk sayang sahabat nya itu.

"oiya, kamu tau gak, itu si Faisal nanya in kamu terus"

kata Dinda sambil tersenyum menggoda Bianca.

"yang benar, teruus sekarang dia mana?"

"gak tau mungkin sama teman-teman dia"

Bianca sebenarnya tau kalau Faisal itu sudah sejak lama menyukai nya tapi belum berani mengungkapkan nya, dan walaupun diungkapkan dia Bianca tidak akan bisa menerima karena ia hanya menganggap Faisal cuman sebagai teman, apalagi sekarang Bianca sudah menikah jadi tidak mungkin lah ia pacaran sama lelaki lain.

"oiya, untung aja kamu masuk tepat waktu bi, kalo gak mungkin kamu terpaksa mengulang dari awal"

"iya Din,"

Lalu mereka melanjutkan obrolan nya sampai menunggu dosen masuk.

...

Disebuah rumah mewah terlihat seorang wanita paruh baya menangis dalam pelukan suaminya.

"mas aku sangat menyesal karena udah ngusir anak kita sendiri, hiks hiks hiks.."

tangis wanita dengan dengan penuh penyesalan yang mendalam.

"bukan kamu aja sayang, aku sebagai Daddy juga sangat menyesal atas apa yang aku lakukan sama putra kita itu"

sambung pria paruh baya itu juga dengan muka sedih penuh penyesalan nya.

"selama 17 belas tahun ini kita mencari nya tapi tidak pernah menemukan informasi sedikit pun tentang putra kita itu mas, apa mungkin dia masih hidup atau tidak"

"tidak sayang putra kita pasti masih hidup, aku yakin sekarang dia sudah menjadi pria yang sangat tampan"

Keduanya adalah tuan Smith dan nyonya Smith. Mereka terus bersedih dalam penyesalan yang telah mereka lakukan terhadap salah satu putra mereka 18 tahun yang lalu.

BERSAMBUNG...

...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁🌷...

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

semangat bi lanjut kulia biar nggak stres hadapin suami kamu yg dingin itu

2024-12-24

0

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

luar biasa thor lanjutkan seruuuu banget

2023-01-30

1

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

luar biasa thor lanjutkan seruuuu

2023-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bianca & Axel
2 Merasa takut
3 Pernikahan
4 Di bentak
5 kekejaman Axel
6 Sebuah penyesalan
7 Bianca malu
8 Ketakutan
9 Kesedihan Keluarga Smith
10 Dinda kaget
11 Apa kau yakin?
12 Penyerangan
13 Tentang perasaan
14 Tak sanggup
15 Apa dia mulai gila?
16 Kanker otak stadium awal
17 Flashback
18 Gak mungkin
19 Asisten matre
20 Astaghfirullah
21 Kakek Leon minta cicit
22 Penyesalan sang mantan
23 Dicuekin
24 Dijemput suami
25 Liana sang mantan
26 Kemarahan Axel
27 Kaget
28 Cerewet
29 Masih perawan
30 Di ajak suami
31 Seperti kerbau
32 Yang penting nona bahagia
33 Meminta warisan
34 Eric Sanjaya
35 Tuduhan Bianca
36 Mengerjai istri
37 Berita heboh
38 Membantu keluarga Smith
39 Kakek Leon merajuk
40 Merasa bersalah
41 Apa dia marah padaku!!
42 Apa kau tuli!
43 Jaga ucapanmu!!
44 Malam pertama yang tertunda
45 Kekesalan Faisal
46 Kekhawatiran Axel
47 Pertanyaan konyol sang kakek
48 Lepasin!
49 Bianca kesal
50 Aneh
51 Cengeng
52 Axel jengah
53 Dasar Omes!
54 Bangga
55 Daniel Cengeng
56 Kagak! cari aja sendiri!
57 Hamil
58 Apa yang terjadi!
59 Maaf
60 Karena kau bajingan!
61 Kabar buruk
62 Memaafkan
63 Wiliam iri
64 Harus Sekarang
65 Penyiksaan Raditya
66 Dicurigai Istri Sendiri
67 Mantan Mafia Tapi Penakut
68 Rencana Liana
69 Hilang Sudah
70 Bimo
71 Tangisan Bianca
72 Marah
73 Minuman spesial
74 Bianca kecelakaan
75 Penyesalan Liana
76 Wiliam si perjaka tua
77 Arkansa Leon Alexander (END)
78 Pengumuman
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bianca & Axel
2
Merasa takut
3
Pernikahan
4
Di bentak
5
kekejaman Axel
6
Sebuah penyesalan
7
Bianca malu
8
Ketakutan
9
Kesedihan Keluarga Smith
10
Dinda kaget
11
Apa kau yakin?
12
Penyerangan
13
Tentang perasaan
14
Tak sanggup
15
Apa dia mulai gila?
16
Kanker otak stadium awal
17
Flashback
18
Gak mungkin
19
Asisten matre
20
Astaghfirullah
21
Kakek Leon minta cicit
22
Penyesalan sang mantan
23
Dicuekin
24
Dijemput suami
25
Liana sang mantan
26
Kemarahan Axel
27
Kaget
28
Cerewet
29
Masih perawan
30
Di ajak suami
31
Seperti kerbau
32
Yang penting nona bahagia
33
Meminta warisan
34
Eric Sanjaya
35
Tuduhan Bianca
36
Mengerjai istri
37
Berita heboh
38
Membantu keluarga Smith
39
Kakek Leon merajuk
40
Merasa bersalah
41
Apa dia marah padaku!!
42
Apa kau tuli!
43
Jaga ucapanmu!!
44
Malam pertama yang tertunda
45
Kekesalan Faisal
46
Kekhawatiran Axel
47
Pertanyaan konyol sang kakek
48
Lepasin!
49
Bianca kesal
50
Aneh
51
Cengeng
52
Axel jengah
53
Dasar Omes!
54
Bangga
55
Daniel Cengeng
56
Kagak! cari aja sendiri!
57
Hamil
58
Apa yang terjadi!
59
Maaf
60
Karena kau bajingan!
61
Kabar buruk
62
Memaafkan
63
Wiliam iri
64
Harus Sekarang
65
Penyiksaan Raditya
66
Dicurigai Istri Sendiri
67
Mantan Mafia Tapi Penakut
68
Rencana Liana
69
Hilang Sudah
70
Bimo
71
Tangisan Bianca
72
Marah
73
Minuman spesial
74
Bianca kecelakaan
75
Penyesalan Liana
76
Wiliam si perjaka tua
77
Arkansa Leon Alexander (END)
78
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!