...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
"Bii kamu benaran gak papa tinggal sendirian?" tanya Dinda yang akan memasuki mobilnya.
"gk papa, lagian masih banyak mahasiswa lainnya kok"
jawab Bianca.
"Bii aku antar aja ya, gak tega ninggalin kamu disini sendirian"
paksa Dinda karena gak rela meninggalkan sahabat nya itu.
"udah dibilangin gk papa Dinda ku sayang. bentar lagi taksi juga ada yang lewat"
"ya udah deh, kalo gitu aku duluan ya, bye"
"iya, hati hati dijalan"
Lalu mobil yang dinaikkan Dinda langsung jalan dari sana.
Bianca juga melangkahkan kakinya dekat halte menuggu taksi.
Cukup lama nungguin taksi tapi gak ada yang kosong, dari tadi yang lewat berisi semua.
"mana sih, apa aku naik angkot aja ya" pikir Bianca sudah mulai bosan.
Didepan Bianca tiba tiba saja sebuah mobil sport hitam berhenti.
Tapi Bianca tidak terlalu menghiraukan nya.
"heii..." panggil pemilik mobil itu yang sudah menurunkan kaca mobilnya.
Saat melihat wajah orang nya, Bianca sedikit kaget karena ternyata Axel suaminya.
"mas Axel"
"kau mau tetap berdiri disana atau mau naik"
Mendengar perkataan suaminya itu, dengan cepat Bianca memasuki mobil.
Tapi saat akan duduk Axel berkata lagi dengan sedikit kesal,
"kau pikir saya seorang sopir, cepat pindah kedepan"
ketus Axel karena melihat istrinya itu malah duduk di kursi belakang.
Akhirnya, Bianca menurut keinginan suaminya itu dan duduk di bangku depan disebelah suaminya itu.
Setelah itu, Axel langsung menjalankan mobilnya kembali.
"kak Marsel mana mas?"
tanya Bianca saat tak melihat Marsel karena biasanya suaminya pasti bersama asisten nya itu.
Axel yang mendengar pertanyaan Bianca sedikit heran tapi juga agak kesal.
"buat apa kau menanyakan asisten ku itu?" tanya Axel balik nada ketus nya.
"gk papa biasanya kan sama kamu terus mas?" jawab Bianca seadanya. Tapi Bianca tampak heran saat melihat wajah kesal suaminya itu, 'emang apa salahnya ia nanyain kak marsel' pikir Bianca.
Axel juga heran pada dirinya sendiri, 'ck, ngapain juga gue kesal sih' pikir Axel.
Tak lama setelah itu mereka sampai di depan apartemen.
Bianca langsung turun dari mobil Axel tak lupa mengucapkan terimakasih, padahal kan suaminya sendiri tapi masih seperti orang lain aja.
"kamu gak masuk mas?"
Saat melihat suaminya itu akan pergi lagi.
"gak" cuek Axel dan langsung menjalankan mobilnya kembali pergi dari sana.
Bianca hanya bisa menatap sedih saat melihat mobil suami itu pergi.
"hahh..." desah Bianca, lalu berjalan memasuki apartemen nya.
🌿🌿🌿
Axel sekarang sedang menuju rumah kakeknya.
Setengah jam kemudian, Axel baru sampai di rumah kakek Leon.
Lalu Axel melangkahkan kakinya kedalam rumah kakeknya itu, dan pastinya langsung disambut hangat oleh para pelayan disana.
"dimana kakek?" tanya Axel nada dingin nya.
"dibelakang tuan"
jawab salah satu pelayan itu.
Lalu Axel melangkahkan kakinya ditempat kakeknya itu berada.
Sampai disana terlihat kakek leon sedang asyik membaca koran tanpa menyadari keberadaan Axel.
"ehem..."
"ehem..."
Melihat sang kakek tak menghiraukan dehaman nya, Axel jadi kesal sendiri.
"kek...?" panggil Axel setelah duduk di kursi kosong dekat sang Kakek.
"ada apa? kangen ya sama kakek" jawab Kakek Leon sambil tersenyum menatap kearah cucunya itu.
"ck, bukan kek"
"teruus ada apa? wajah mu terlihat murung begitu, kenapa?"
"mantan keluarga Axel kek"
Saat mendengar perkataan Axel, Kakek Leon hanya menghela nafas berat.
"Itu terserah kamu, kakek gak larang kamu membalas dendam tapi jangan terlalu berlebihan, mau gimana pun mereka tetap keluarga kandungan kamu"
jelas kakek Leon menasehati cucu kesayangan nya itu.
"tapi kek, mereka sudah keterlaluan, rasanya sangat sakit sekali kek, tidak ada maaf untuk mereka"
bantah Axel dengan tatapan tajam nya sambil mengepal kuat tangannya.
"Iya kakek tau itu, tapi kakek cuman minta sama kamu, jangan terlalu berlebihan membalas mereka atau nanti kau bisa menyesal melakukan nya"
nasehat kakek Leon lagi dengan manatap lembut cucu kesayangan nya itu.
"aku tidak akan menyesal kek, karena itu karma untuk mereka"
bantah Axel tatapan membunuh nya.
Mendengar bantahan dan tatapan cucunya itu, kakek Leon hanya bisa pasrah saja.
"baiklah kakek tidak akan melarang mu lagi tapi ingat jangan terlalu kejam apalagi sampai membunuh mereka"
pasrah kakek Leon karena sudah tau bagaimana sifat cucunya itu.
"hmm..."
Axel langsung menyeringai iblis.
Kakek Leon yang melihat seringai sang cucu sedikit merinding.
"astaga, punya cucu gini amat" batin Kakek Leon.
"oiya, Bianca mana? kau tidak membawa nya?"
tanya Kakek Leon saat baru sadar tak melihat Bianca.
"tidak" jawab Axel cuek bebek.
"kakek yakin kau pasti sering berkata kasar pada istri mu itu"
ujar kakek Leon mulai curiga.
"gak, siapa bilang"
elak Axel.
"Ck, Axel Kakek mohon bersikap lembut lah sedikit pada istrinya mu itu jangan sering bersikap dingin dan kasar. Kakek tidak suka seorang suami kasar pada istri nya walaupun belum ada rasa cinta dan kasih sayang diantara kalian dan suatu saat kakek yakin rasa itu pasti akan muncul sendiri nya"
cerocos kakek Leon berusaha menasehati Axel.
Berbeda dengan Axel, ia hanya memutar matanya melas mendengar perkataan sang kakek.
"apa kau mendengar nya?"
tanya Kakek Leon setelah selesai berbicara panjang lebar dan menatap Axel yang terlihat tak terlalu menghiraukan nya.
"hmm,," hanya itu jawaban dari Axel.
Kakek Leon rasanya pengen sekali menampar gemes wajah tampan cucunya itu.
"sabar Leon, dia itu cucumu jadi tidak usah berpikir begitu" batin Kakek Leon sambil mengusap ngusap dadanya.
Melihat apa yang dilakukan sang kakek, Axel hanya mengerutkan dahi nya keheranan tapi tidak terlalu dihiraukan nya.
"ya sudah kek, Axel balik dulu" pamit Axel setelah melihat jam ditangannya menunjukkan pukul empat sore.
"ya ya, hati hati dijalan"
jawab Kakek Leon masih sedikit kesal.
"hmm"
Lalu Axel pergi dari sana.
"ck, untung sayang, dasar cucu gak ada akhlak"
gumam kakek Leon saat melihat cucunya itu sudah pergi.
...
Pulang dari rumah kakek Leon, Axel langsung pergi ke apartemen nya.
Saat memasuki apartemen, Axel sedikit kaget saat melihat kalakuan istrinya sedang menari nari didepan tv tanpa menyadari Axel berada didekat pintu.
"ehem..." deham Axel berusaha menyadarkan istri nya itu.
Bianca yang mendengarnya suara dehaman seseorang langsung berbalik, saat melihat itu suaminya Bianca jadi malu sendiri.
"eh, udah pulang mas?" tanya Bianca sambil tersenyum kikuk dan sedikit malu.
"hmm"
Lalu Axel melangkahkan kakinya menuju kamar nya.
"ya Allah, malu banget" gumam Bianca saat melihat suaminya sudah memasuki kamar.
Bianca yakin dalam hati suaminya itu pasti sedang menertawakannya, walaupun tak terlihat dari wajah datarnya.
BERSAMBUNG...
...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁🌷...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
febby fadila
jangan terllu datar xel kasihan juga sama istri kamu
2024-12-24
0
Yunerty Blessa
mula² tak suka tapi lama² bisa jatuh cinta juga
2023-04-01
1
Imam Sutoto Suro
beneran super duper novel lanjutkan thor
2023-01-30
0