Pernikahan

...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...

...----------------...

Disebuah club terlihat seorang pria paruh baya sedang tertawa bahagia sambil mencumbui seorang wanita yang berpakaian seksi yang berada di atas pangkuan nya, pria itu adalah Denis papa tiri Bianca.

"sayaang ahh~ kau terlihat bahagia sekali, apa bisnismu berjalan dengan lancar, ahh~ahh~"

tanya wanita sambil mendesah yang sedang dicumbuinya itu.

"Ini lebih dari menyenangkan, kau tau aku berhasil mendapatkan uang miliaran hanya menjual anak tiriku"

jawab Denis masih sibuk mencumbui wanita nya itu.

Wanita itu hanya tersenyum mendengarnya yang masih mengeluarkan suara *******.

"Ahh~ sayang aku sudah tak tahan lagi lebih baik kita lanjutkan dirumah"

Mendengar permintaan Denis, wanita tentu saja langsung mengiyakan nya.

Setelah itu mereka pergi dari sana dengan nafsu yang sudah menggelora minta dilepaskan.

Didapur terlihat Bianca sedang sibuk memohon kepada para maid atau pelayan untuk memperbolehkannya memasak.

"Ayoo lah aku cuman mau masak untuk kakek, aku sudah biasa memasak jadi kalian gak usah cemas"

Bianca terus mencoba menyakinkan para pelayan itu.

"Bukan begitu nona, tapikan ini perintah tuan besar"

jawab salah satu pelayan disana.

"hahh...ya sudah lah"

Akhirnya, Bianca mengalah saja dan pergi dari sana.

Disini sangat beda jauh dari tinggal dirumah papa tirinya, disini ia terasa disayangi dan diperhatikan kalau dirumah papanya ia selalu disuruh kesana-kemari seperti pembantu.

Bianca tidak menyangka akan dijual paksa kepada orang baik bukan seperti cerita dalam novel yang sering ia baca.

Tapi Bianca juga sedikit terbebani karena ia akan dinikahkan dengan seorang Axel Alexander cucu sang kakek.

Karena dirinya merasa sangat tak cocok dengan Axel, Axel itu pria tampan, mapan, kaya raya dan banyak lagi lah pokoknya, tapi dirinya hanya seorang gadis lemah yang tak punya apa-apa sangat jauh sekali bedanya.

"eheem.."

Mendengar dehaman seseorang Bianca langsung tersadar dari lamunannya.

"Eh, kakek..." ucap Bianca.

"kamu kenapa? mikirin apa lagi?"

"Oiya besok pernikahan kamu sama Axel akan dilaksanakan"

Bianca yang mendengarnya langsung terlonjak kaget.

Saat Bianca akan protes langsung dipotong sama kakek leon,

"Begini saja setelah menikah dengan Axel, kau harus bisa membuat Axel jatuh hati padamu dan takut kehilanganmu selama 2 bulan kedepan, kalo tidak ada perubahan selama itu kau bisa memutuskan perceraian padanya, bagaimana apa kau setuju?"

Bianca langsung terdiam mendengarkan permintaan kakek Leon.

Melihat Bianca terdiam, Kakek Leon hanya tertawa pelan.

"haha...kakek hanya bercanda, mana mungkin tu anak gak jatuh hati pada gadis secantik kamu, tapi memang kakek punya permintaan kau harus bisa membuat perubahan pada diri Axel kapan pun itu kau harus buat dia tergila-gila sampai takut kehilangan"

"Hahh...tapi kek apa dia gak keberatan menikah dengan ku"

"Sudah dia mau menikah dengan mu karena itu permintaan kakek, kau tau dia itu sangat menyayangi kakek makanya dia menurutinya"

Dengan bangga nya Kakek Leon berkata seperti itu tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Bianca hanya tersenyum paksa saat melihat reaksi kakek leon.

Begitupun dengan Fino asistennya yang berdiri dibelakang tuannya itu.

"ya sudah, kakek keluar dulu ada urusan, Assalammualaikum"

"ya kek, waalaikumsalam"

Setelah melihat kakek Leon pergi bersama asisten Fino, Bianca pergi ke dapur kembali melihat masakan apa yang dibuat para pelayan itu. Karena Bianca sangat hobi sekali memasak makanya ia penasaran apa yang dibuat sama mereka.

🌿🌿🌿

"Sel, menurut mu apa saya harus menerima permintaan kakek?"

tanya Axel pada asistennya Marsel yang saat ini sedang berada di kantor.

"hmm...gimana ya bos, menurut saya sih bos terima saja soalnya saya liat nona Bianca itu cantik dan baik kok gak seperti para nona diluar sana"

jawab Marsel seadanya.

"kau seperti kenal lama dengan dia saja"

"bukan begitu bos, dari penampilan dan gayanya sudah terlihat.

ckck...bos lupa ya saya ini lebih tua dari bos makanya saya lebih mengerti daripada bos"

Axel langsung melemparkan pulpen yang dipegangnya pada Marsel karena merasa kesal.

"bos kau ini kejam sekali, Untung gak kena mata kalo kena bagaimana saya kerja lagi"

dramatis Marsel saat berhasil menangkap pulpen yang dilemparkan bosnya itu.

"Sudah sana kau keluar dan bilang pada kakek acara pernikahan nya harus tertutup dan gak usah pakai resepsi an kalo tidak batalkan saja"

"baik bos, kalo gitu saya permisi dulu"

"hmm..."

Setelah Marsel keluar, Axel melanjutkan pekerjaan nya kembali.

Keesokan harinya, Bianca terlihat sedang didandan kan karena hari ini hari pernikahan nya dengan Axel.

Dari raut wajah nya tak ada menunjukkan bahagia sedikit pun yang ada hanya kesedihan.

Berbeda dengan Axel dia bukan sedih tapi masih jengkel terhadap kakeknya.

"gak usah pasang wajah jengkel begitu, harusnya kau itu bahagia bisa menikah dengan gadis pilihan kakek mu ini"

Kata kakek Leon dengan bangga.

"untung sayang, ckck... menyebalkan" batin Axel.

Pernikahan mereka diadakan dirumah kakek Leon yang dihadiri dengan orang terdekat saja.

Sekarang keduanya sudah duduk berdampingan didepan penghulu.

Bertanya soal walinya Bianca sudah ada tapi mereka tidak tau siapa karena kakek Leon yang mengurusnya.

Sebenarnya Bianca punya seorang paman tapi tidak tau dimana ia sekarang wajahnya pun Bianca lupa karena sudah terlalu lama.

Beberapa menit kemudian, acara pernikahan baru selesai, status kedua nya sudah berubah menjadi suami istri.

Karena pernikahannya tertutup jadi resepsi nya tidak diadakan sesuai permintaan Axel.

...

Bianca sudah berada dalam kamar nya atau lebih tepatnya kamarnya bersama Axel yang sekarang sudah berstatus suaminya itu.

Ia masih berpakaian gaun pengantin nya sambil duduk termenung duduk di depan meja rias.

Tak lama setelah itu, masuk Axel dengan wajah datarnya tanpa melihat kearah Bianca ia langsung pergi masuk ke kamar mandi.

Bianca yang melihat nya lewat kaca hanya mendesah lemah.

Malam harinya, Bianca terlihat sedang sibuk membantu para pelayan menghidangkan makanan diatas meja.

Para pelayan disana tentu saja senang melihat sifat nonanya yang baik, ramah dan tak sombong.

"hmm kayaknya enak nih"

ucap kakek Leon yang baru saja tiba disana.

Bianca hanya tersenyum mendengar sang kakek.

"ya udah, yuk makan kek"

ajak Bianca.

Bertanya soal Axel dia sekarang tidak ada disana, padahal baru selesai menikah tadi siang tapi sekarang malah menghilangkan entah kemana.

Didalam sebuah ruangan terlihat seorang pria menatap sebuah foto yang terpampang besar didinding. Dia tidak lain adalah Axel.

Wajahnya masih terlihat datar tapi dari sorot matanya seperti menyimpan sebuah kesedihan saat menatap foto dihadapan nya.

Dalamnya terlihat pasangan suami istri sambil mengendong bayi dan dua bocah lelaki serta perempuan sedang tersenyum bahagia.

"ck, sialan!" umpat Axel sambil melemparkan sebuah pisau kearah foto itu.

Lalu pergi dari ruangan itu dengan wajah datarnya dengan tangan mengepal sambil menahan amarahnya.

"bos" sapa para anggotanya saat melihat bosnya.

"hmm"

Setelah itu, Axel langsung memanggil Marsel.

Marsel yang selalu siap langsung meluncur dan keluar mengikuti bos nya itu.

"kita kemana bos?"

tanya Marsel yang sekarang sudah bersiap menjalankan mobil.

"tempat kakek" dingin Axel yang sedang fokus sama tablet ditangannya.

"owh iya, bos gak ada niat beli sesuatu gitu buat nona"

tanya Marsel mulai cerewet.

"ck...dasar batu" gumam Marsel karena pertanyaan nya tak dihiraukan oleh Axel.

"bagaimana dengan nona Bianca nanti ya yang punya suami dingin dan datar kek gini, kasihan amat" gumam Marsel lagi.

BERSAMBUNG...

...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁🌷...

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

bukan cuman bianca sj yg takut sama axel akupun sama siapa yg betah punya suami kek kutub es

2024-12-24

1

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

semangat thor lanjutkan

2023-01-30

1

Wulan

Wulan

biar Jo nnti juga klepek2

2022-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bianca & Axel
2 Merasa takut
3 Pernikahan
4 Di bentak
5 kekejaman Axel
6 Sebuah penyesalan
7 Bianca malu
8 Ketakutan
9 Kesedihan Keluarga Smith
10 Dinda kaget
11 Apa kau yakin?
12 Penyerangan
13 Tentang perasaan
14 Tak sanggup
15 Apa dia mulai gila?
16 Kanker otak stadium awal
17 Flashback
18 Gak mungkin
19 Asisten matre
20 Astaghfirullah
21 Kakek Leon minta cicit
22 Penyesalan sang mantan
23 Dicuekin
24 Dijemput suami
25 Liana sang mantan
26 Kemarahan Axel
27 Kaget
28 Cerewet
29 Masih perawan
30 Di ajak suami
31 Seperti kerbau
32 Yang penting nona bahagia
33 Meminta warisan
34 Eric Sanjaya
35 Tuduhan Bianca
36 Mengerjai istri
37 Berita heboh
38 Membantu keluarga Smith
39 Kakek Leon merajuk
40 Merasa bersalah
41 Apa dia marah padaku!!
42 Apa kau tuli!
43 Jaga ucapanmu!!
44 Malam pertama yang tertunda
45 Kekesalan Faisal
46 Kekhawatiran Axel
47 Pertanyaan konyol sang kakek
48 Lepasin!
49 Bianca kesal
50 Aneh
51 Cengeng
52 Axel jengah
53 Dasar Omes!
54 Bangga
55 Daniel Cengeng
56 Kagak! cari aja sendiri!
57 Hamil
58 Apa yang terjadi!
59 Maaf
60 Karena kau bajingan!
61 Kabar buruk
62 Memaafkan
63 Wiliam iri
64 Harus Sekarang
65 Penyiksaan Raditya
66 Dicurigai Istri Sendiri
67 Mantan Mafia Tapi Penakut
68 Rencana Liana
69 Hilang Sudah
70 Bimo
71 Tangisan Bianca
72 Marah
73 Minuman spesial
74 Bianca kecelakaan
75 Penyesalan Liana
76 Wiliam si perjaka tua
77 Arkansa Leon Alexander (END)
78 Pengumuman
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bianca & Axel
2
Merasa takut
3
Pernikahan
4
Di bentak
5
kekejaman Axel
6
Sebuah penyesalan
7
Bianca malu
8
Ketakutan
9
Kesedihan Keluarga Smith
10
Dinda kaget
11
Apa kau yakin?
12
Penyerangan
13
Tentang perasaan
14
Tak sanggup
15
Apa dia mulai gila?
16
Kanker otak stadium awal
17
Flashback
18
Gak mungkin
19
Asisten matre
20
Astaghfirullah
21
Kakek Leon minta cicit
22
Penyesalan sang mantan
23
Dicuekin
24
Dijemput suami
25
Liana sang mantan
26
Kemarahan Axel
27
Kaget
28
Cerewet
29
Masih perawan
30
Di ajak suami
31
Seperti kerbau
32
Yang penting nona bahagia
33
Meminta warisan
34
Eric Sanjaya
35
Tuduhan Bianca
36
Mengerjai istri
37
Berita heboh
38
Membantu keluarga Smith
39
Kakek Leon merajuk
40
Merasa bersalah
41
Apa dia marah padaku!!
42
Apa kau tuli!
43
Jaga ucapanmu!!
44
Malam pertama yang tertunda
45
Kekesalan Faisal
46
Kekhawatiran Axel
47
Pertanyaan konyol sang kakek
48
Lepasin!
49
Bianca kesal
50
Aneh
51
Cengeng
52
Axel jengah
53
Dasar Omes!
54
Bangga
55
Daniel Cengeng
56
Kagak! cari aja sendiri!
57
Hamil
58
Apa yang terjadi!
59
Maaf
60
Karena kau bajingan!
61
Kabar buruk
62
Memaafkan
63
Wiliam iri
64
Harus Sekarang
65
Penyiksaan Raditya
66
Dicurigai Istri Sendiri
67
Mantan Mafia Tapi Penakut
68
Rencana Liana
69
Hilang Sudah
70
Bimo
71
Tangisan Bianca
72
Marah
73
Minuman spesial
74
Bianca kecelakaan
75
Penyesalan Liana
76
Wiliam si perjaka tua
77
Arkansa Leon Alexander (END)
78
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!