...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
Bianca sejak tadi melihat apa yang dilakukan suaminya langsung pucat, perutnya juga merasa mual.
Marsel yang melihat wajah pucat nona nya itu sangat kasihan. Ia tidak tau apa maksud bosnya itu membawa dan memperlihatkan dirinya menyiksa orang didepan nona Bianca.
Yap Axel sekarang sedang menyiksa seorang pria yang disiksa Marsel sebelumnya. pria itu adalah seorang penyusup yang sengaja masuk ke perusahaan Axel untuk melakukan penggelapan uang. Dan sekarang Axel juga akan memaksa pria itu untuk mengaku dan menyebutkan siapa yang membayarnya.
"aaarrghhh..." rintih pria kesakitan yang tak henti hentinya disiksa sama Axel.
"hahaha...terus lah berteriak. rasanya sangat menyenangkan, hihihi..."
tawa Axel saat mendengar rintihan pria itu.
Bianca sudah tak tahan lagi melihat dan mendengar rintihan pria yang disiksa suaminya itu.
"huek...huek..." muntah Bianca.
Marsel yang melihat nona nya sampai muntah langsung membantu nya.
"lebih baik nona keluar saja, biar saya antar" saran Marsel yang sangat kasihan melihat nona nya itu.
Bianca langsung menurut saja karena emang sudah tak sanggup lagi melihat kekejaman suaminya itu.
Setelah keluar dari ruangan bawah tanah, Marsel mengantarkan nonanya kekamar bosnya dilantai atas biar nonanya bisa istirahat yang habis melihat yang seharusnya tak perlu dilihat nya.
"lebih baik nona masuk kamar bos saja"
"makasih kak"
"ya nona"
Lalu Bianca memasuki kamar Axel yang ternyata tak dikunci. Sebenarnya Bianca sedikit takut masuk kekamar suaminya itu. Tapi mau bagaimana lagi ia tidak mau berada diruangan itu lagi.
Kamarnya berwarna hitam putih tapi lebih banyak hitam makanya terlihat sedikit seram bagi Bianca.
Diruang bawah tanah, Axel masih menginterogasi pria itu sambil mencengkram kuat dagunya,
"sekarang kau sebutkan saja siapa yang menyuruh mu?" tegas Axel yang sudah sangat marah.
"a-aku t-idak a-k-an per-nah me-ny-e-but-nya s-a-mpai m-a-tipun..."
jawab pria itu kesusahan yang masih tak mau mengakui nya.
"sialan!" umpat Axel yang langsung menendang kuat perut pria itu.
"hahaha...baiklah kalau kau tidak mau mengakuinya maka terimalah kematian mu..."
Karena sudah muak Axel langsung menebas leher pria itu.
Slassh...
"kalian bersihkan semua nya dan kasih mayatnya ke Joy"
perintah Axel pada beberapa anggotanya yang berdiri tidak jauh dibelakang nya.
"baik bos"
patuh mereka dan langsung melaksanakan tugas nya.
"sel, mana Bianca?" tanya Axel yang baru sadar saat tak melihat istrinya itu disana.
"itu bos, saya bawa nona kekamar bos"
"ya sudah, kau boleh pulang"
"benaran bos"
"hmm"
Marsel tentu saja sangat bahagia karena ia sudah tak sabaran Ingin rebahan.
Lalu ia langsung pergi dari sana.
Axel juga pergi ke lantai atas untuk mengganti pakaiannya karena sudah banyak kena darah pria bajingan tadi.
Sampai dilantai atas, Axel langsung melangkahkan kakinya menuju kamar nya.
Untuk para anggota mafia Axel sebagian ada yang tinggal disini dan ada juga yang dirumahnya sendiri.
Setelah memasuki kamar, Axel melihat kearah tempat tidurnya, disana terlihat istrinya sudah tidur. Axel tidak terlalu memperdulikannya karena yang terpenting mengganti pakaiannya dulu.
Beberapa menit kemudian, Axel keluar dari kamar mandi dan dengan pakaian sudah berganti.
Lalu ia berjalan kearah ranjang nya, 'enak benar dia tidur di atas kasurku' batin Axel yang terlihat tak rela tempat tidurnya di tiduri oleh Bianca padahal istrinya sendiri.
"heii... bangun, kau mau tetap tidur disini atau pulang"
panggil Axel dengan kasar tak ada lembut nya sedikit pun.
Bianca yang mendengar suara berat dan kasar suaminya langsung terbangun.
"ada apa mas?" tanya Bianca yang belum sadar dengan tatapan jengkel Axel padanya.
"masih tanya lagi. Cepat turun dari tempat tidurku!"
bentak Axel.
Mendengar bentakan Axel Bianca dengan cepat beranjak dari tempat tidur suaminya itu.
Bianca sangat ingin sekali menangis tapi ia tahan saja karena gak mau melihat kan kelemahan nya dihadapan suaminya itu.
"kau mau tetap disini atau pulang hm..."
tanya Axel masih terdengar kasar.
"pulang mas" jawab Bianca sedikit menunduk.
Saat melihat suaminya itu berjalan keluar, Bianca langsung mengambil tasnya dan mengikuti langkah suaminya itu.
"bos" sapa beberapa anggota Axel dengan sopan. Axel hanya berdeham saja sebagai balasannya.
Saat sudah sampai di luar, Axel langsung memasuki mobilnya dan diikuti oleh Bianca.
Lalu langsung menjalankan mobilnya menuju apartemen biasanya karena masih belum ingin membawa istri nya itu ke rumahnya atau lebih tepatnya mansion pribadinya.
Selama dalam perjalanan pulang, Bianca hanya menatap keluar dari kaca mobil sambil melamun.
"mas Axel sangat kejam, saat menyiksa orang dia berubah seperti iblis. Aku gak nyangka mas Axel seorang mafia"
batin Bianca yang masih teringat kekejaman Axel menyiksa pria tadi.
Axel yang sedang menyetir melihat sekilas kearah Bianca dan langsung tersenyum licik.
"menyenangkan juga melihat wanita ini ketakutan. Pasti sekarang dia lagi memikirkan kekejaman seorang Axel Alexander, hehehe..."
batin Axel masih dengan senyuman licik dan jahatnya.
Mungkin kalo kakek Leon tau pasti sudah memukul kesal kepala cucu kesayangan nya itu.
🌿🌿🌿
Dikediaman keluarga Smith, terlihat sedang berkumpul di ruangan keluarga nya.
"mom, dad, apakah belum ada informasi tentang adik?" tanya seorang wanita yang bernama Angel Liona Smith.
"belum sayang, semua informasi tentang adik kamu seperti hilang ditelan bumi. Entah sengaja ditutupi Daddy gak tau. Tapi yang jelas adik kamu itu masih hidup daddy yakin sekali"
jawab sang Daddy yang bernama Reynand Smith.
"benar sayang. mommy gak tau harus bagaimana lagi, hiks hiks hiks.." tangis sang mommy yang bernama Alina Dianda Smith.
Angel juga sangat sedih mendengar nya, dia juga sangat menyesal karena sudah menyakiti dan membuat adiknya itu diusir rumah.
Seorang remaja yang mendengar semuanya dari tadi terlihat menangis dalam diamnya.
Karena ia belum pernah bertemu dengan abg nya itu, waktu itu kata mereka ia masih kecil berusia 1 tahun. Dia adalah anak bungsu yang bernama Daniel Arasya Smith.
Walaupun begitu ia juga sangat sedih dan marah pada mereka karena dengan kejamnya menyakiti dan mengusir anak kandungnya sendiri.
"oiya...bg wili mana dad?" tanya Daniel karena tak pernah melihat abg tertua itu dalam beberapa hari ini.
Mendengar pertanyaan si bungsu ketiganya baru tersadar.
"iya ya, aku gak pernah liat bg wili sejak beberapa hari ini, ditelpon juga gak diangkat"
sambung Angel terlihat kebingungan.
Reynand sama Alina langsung saling tatap, mereka juga kebingungan karena juga tidak tau kemana putra sulungnya itu.
"dad juga gak tau. kalian kan tau seperti apa sifat abg kalian itu. Padahal sudah tua masih saja suka menghilang entah kemana.
Di suruh menikah juga tidak mau. lama lama jadi perjaka tua"
jawab Reynand sambil mengomeli putra sulungnya yang entah kemana itu.
Mendengar omelan Daddy-nya, mereka hanya tersenyum saja. Karena itu memang kenyataannya.
"tapi mas, kenapa aku merasakan firasat buruk? apa yang dilakukan putra kita itu"
cemas Alina.
"sudah tidak usah dipikirkan. besok kita cari wiliam ke apartemen nya mungkin saja dia disana"
kata Reynand mencoba menenangkan istrinya itu.
Akhirnya, Alina hanya mengangguk saja, dan berusaha untuk tenang.
BERSAMBUNG...
...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁🌷...
Salam hangat dari author untuk semua nya😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
febby fadila
keluarga yg bodoh si heran
2024-12-24
0
Yunerty Blessa
salah kamu sendiri,,Napa anak sendiri diusir.. sekarang malah mencari kembali.. payah sekali keluarga Smith
2023-04-01
1
Imam Sutoto Suro
mantul thor lanjutkan
2023-01-30
0