...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
Flashback on ( 18 tahun yang lalu)...
Di taman belakang kediaman keluarga Smith, terlihat dua bocah laki-laki sedang bermain.
Mereka tidak lain adalah Rafa dan sepupunya bernama Michael.
Mereka terlihat sangat asyik sekali bermain kejar-kejaran sampai tertawa terbahak bahak.
"ayoo...kejar aku" ledek Rafa pada Michael yang terlihat ngos-ngosan habis mengejarnya.
"hah...hah...kamu kencang banget larinya, aku udah gak sanggup lagi" keluh Michael yang sudah tak sanggup lagi mengejar sepupunya itu.
"dasar lambat, gitu aja kamu udah nyerah" cibir Rafa.
Michael tentu saja tak terima di bilang lambat dan kembali mengejar Rafa yang telah berlari duluan sambil meledek ledek Michael.
Rafa yang keasyikan berlari tanpa menoleh kebelakang, mulai keheranan karena tak mendengar suara Michael.
Karena penasaran akhirnya Rafa menoleh kebelakang saat melihat mata Rafa langsung melotot seperti mau keluar dari tempatnya.
"mic-hael" kaget Rafa dan langsung berlari mendekatinya Michael yang sedang tergeletak di atas rumput dengan darah mengalir dari perutnya.
Saat telah dekat Rafa juga melihat sebuah pisau tertancap di perut Michael.
Rafa terlihat sangat syok sekali, untuk Michael sendiri dia telah tak sadarkan diri.
"cel...cel...kamu dengar aku gak" cemas Rafa yang sudah mulai menangis karena tak tau harus ngapain sambil mencabut pisau itu. Lalu Rafa melihat ke kanan-kiri ingin melihat siapa yang melakukan ini karena sebelumnya tidak seorang pun disini.
Dan tanpa sengaja Rafa melihat seseorang berdiri tak jauh dari sana tapi saat akan mendekati orang itu langsung menghilang.
Rafa sendiri sangat yakin sekali pasti orang itu pelakunya tapi ada dendam apa dia terhadap Michael. Padahal mereka masih kecil.
Rafa hanya kebingungan sambil menangis yang tak tau harus berbuat apa.
Tak lama setelah itu datang dua pasang suami istri bersama dua anak kecil sedikit lebih tua dari Rafa dan Michael.
Saat melihat Michael tergeletak mereka langsung kaget dan histeris.
"putra ku..." histeris seorang wanita yang tidak lain adalah bundanya Michael. Yang lain juga sama.
Lalu Alina dan Reynand melihat kearah putranya yaitu Rafa yang terlihat terdiam kaku, tapi yang bikin mereka kaget adalah saat melihat putranya itu memegang sebuah pisau yang telah berlumuran darah.
"ra-fa apa yang kau lakukan?" bentak Reynand yang terlihat tak percaya apa yang dilihatnya.
"hiks...bukan Rafa dad, mom, ta-di aku liat Michael sudah be-gini dan i-ni..." tangis Rafa berusaha menjelaskan semuanya sambil menjatuhkan pisau itu dari tangan nya.
"siapa yang mengajar kamu jadi begini hah...apa salah Michael sampai kamu ingin membunuhnya, hiks...hiks..." itu bukan Alina atau Reynand yang berbicara tapi Amanda bunda Michael.
Rafa hanya menggeleng geleng kan kepala sambil menangis karena melihat semuanya menuduh nya termasuk keluarga nya sendiri.
"tidak usah hiraukan bocah ini, lebih baik sekarang kita bawa Michael kerumah sakit" kata pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah dari Michael.
Semuanya langsung pergi hanya tinggal Rafa tapi beberapa saat setelah itu Wiliam sama Angel kembali, disana mereka menatap tajam Rafa. Mereka tak menyangka adiknya itu melakukan hal semacam itu kepada Michael.
"bg, kak, kalian percaya kan sama Rafa, bukan Rafa yang melakukan ini" Rengek Rafa yang masih menangis.
"kalau bukan kamu yang melakukan terus siapa? dari tadi hanya kamu dan Michael yang ada disini. Kita juga liat kalau kamu yang memegang pisau nya. Sekarang kamu mau ngelak lagi hah... semuanya sudah jelas"
bentak Wiliam terlihat marah sekali kepada adiknya itu, begitu pun Angel, walaupun dia diam tapi dimata nya terlihat kecewa sekali.
"itu benar den, bibi juga melihat kalau den Rafa yang melakukan nya" ucap seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba saja telah berada dibelakang Wiliam dan Angel yang tidak lain adalah pembantu disana.
Mereka tentu saja sangat kaget mendengar ucapan pembantu itu.
"bibi serius" selidik Wiliam.
"benar den. sebenarnya tadi bibi mau bilang pada tuan dan nyonya tapi bibi takut nanti mereka tak percaya dan memarahi bibi"
Berbeda dengan Rafa, ia tentu saja sangat kaget mendengarnya, entah apa maksud pembantu nya berkata seperti itu, padahal bukan dirinya yang melakukan.
Tapi mau sekeras apapun Rafa mengelak tidak ada yang mempercayai nya, mereka tetap menuduh Rafa.
Semenjak hari itu, Rafa dianggap seperti orang asing dirumah itu, kedua orangtuanya, wiliam dan Angel pun selalu kasar padanya dan kadang mereka juga mengurung Rafa dalam sebuah gudang.
Mereka selalu menyiksa Rafa, tidak ada yang membelanya. Apalagi saat Rafa ingin mendekati adiknya yang masih berusia setahun itu, mereka langsung marah marah karena berfikir Rafa akan melakukan hal buruk terhadap anaknya.
Rafa sendiri hanya dapat menangis dan meratapi nasibnya.
Dan keadaan Michael dia dinyatakan koma, tak pernah sadar kan diri. Mungkin kalau sadar ia akan marah saat tau Rafa di perlakukan seperti itu.
Tak berapa lama setelah itu, mereka juga mengusir Rafa karena sebelumnya Rafa tak sengaja menjatuhkan gelas berisi air dan mengenai laptop sang Daddy. Karena itu mereka tambah marah dan dengan kejam mereka mengusir Rafa.
"baiklah mulai sekarang aku tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki disini dan ingat baik baik setelah mengetahui kebenaran nya jangan pernah kalian mencari ku lagi!" tekan Rafa dengan mata memerah menahan amarahnya tidak ada lagi rasa sedih hanya rasa dendam dan kebencian dalam hatinya.
Setelah mengatakan itu, Rafa pergi dari sana tanpa membawa apapun kecuali pakaian yang ada di badannya. Tapi sebelum itu dia sempat melihat adik kecil nya sambil tersenyum. Adiknya bernama Daniel itu hanya menangis saat melihat Rafa pergi. Entah apa yang dirasakan anak berumur satu tahun itu saat melihat abangnya pergi.
Saat berjalan tak tau arah, tiba tiba saja seorang pria paruh baya mendekati nya karena kasihan melihat seorang bocah laki-laki berjalan sendirian di malam hari.
Rafa sendiri sudah seperti mayat hidup berjalan saja sudah sempoyongan kalau pria itu tidak datang mungkin Rafa sudah terkapar disana.
Pria itu tidak lain adalah kakek Leon, dan semenjak itu Rafa diangkat menjadi cucunya karena ia juga tak memiliki siapa siapa. Dan semenjak ada Rafa dia sangat bahagia sekali. Mulai dari sana nama Rafa berubah menjadi Axel Alexander.
Flashback off
Axel sedang melamun mengingat masa lalunya langsung tersadar saat mendengar suara Marsel memanggil dari luar.
Setelah itu, Axel keluar dari ruangan kerjanya dan melihat Marsel telah berdiri didepan pintu..
"bos saya sudah membawa nona, sekarang dia berada dibawah" ucap Marsel yang hanya dianggukan oleh Axel.
"ya sudah kau suruh dia istirahat dulu" kata Axel yang langsung melangkahkan kakinya kearah kamar yang ditempati Wiliam.
Marsel juga kembali kebawah untuk menemui nonanya.
🌿🌿🌿
Bianca yang sedang duduk di ruangan tamu masih terlihat kagum sekali dengan mansion mewah milik suaminya itu.
Dia tak menyangka suaminya itu mempunyai mansion sangat mewah dan megah sekali seperti istana.
Dia tau Axel sangat kaya tapi ia tak menyangka Axel memiliki mansion megah seperti ini. Para pelayan nya juga banyak.
"kapan aku diajak tinggal disini sama mas Axel" batin Bianca.
BERSAMBUNG...
🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
luar biasa thor lanjutkan seruuuu banget
2023-01-30
1
Melan
cerita nya sedih:(
2022-05-27
0
💠⃟⃝♠Yeyen
sebesar apapun kesalahan anak seharusnya sbg keluarga lebih merangkulnya bukan malah bersikap bgtu tanpa tau yg yg sebenarnya lg. 🥺
2022-04-01
4