...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
Axel yang sudah berada di kamar nya hanya mengulum senyumnya saat mengingat apa yang dilakukan istrinya tadi.
Mungkin kalau Bianca melihat senyuman Axel pasti sudah meleleh saking manisnya.
Setelah sadar apa yang ia lakukan, Axel kembali merubah sikap dingin dan muka datarnya.
drtt... drtt...
Saat mendengar dari getaran hpnya, Axel langsung melihat dan tertara disana nama kakeknya.
Dan langsung mengangkat nya.
"ada apa kek?" tanya Axel langsung.
"Assalammualaikum cucu kesayangan kakek" kata kakek Leon dari sana.
"ya waalaikumsalam, ada apa kek?"
"xel, mana bianca? kakek mau ngomong sama dia?"
"kenapa gak langsung telpon dia saja?"
"nah itu dia, kakek lupa minta no hp nya"
Dan akhirnya, Axel terpaksa keluar menemui bianca dan kebetulan orang yang dicari baru saja keluar dari kamar.
"kakek mau ngomong?"
kata Axel tanpa ekspresi sedikit pun sambil menyodorkan hpnya pada Bianca.
Bianca yang mengerti langsung mengambil nya.
"hallo kek,?"
"bagaimana apa kamu nyaman tinggal sama cucu kakek itu? dia tidak kasar padamu kan?"
tanya Kakek Leon yang sudah tak sabaran.
"nyaman kok kek"
jawab Bianca sedikit berbohong.
"syukurlah. kakek pikir Axel berlaku kasar karena kakek sangat tau seperti apa sikap dia"
"iya kek. hm... kakek gimana sehat kan?"
"Alhamdulillah kakek sehat"
"syukurlah. Bianca jadi senang dengar nya"
Axel yang dari tadi mendengar nya hanya diam tapi dalam hatinya sedikit jengkel dengan sang kakek.
Karena melihat Bianca masih berbicara dengan sang kakek, Axel kembali kekamar nya.
Bianca yang melihat Axel sudah pergi hanya tersenyum kecil.
"kek Bianca boleh nanya gak?"
tanya Bianca sedikit mengecilkan suaranya.
"nanya apa?"
"um itu lho kek, soal orang tua mas Axel. selama ini aku gak pernah ketemu sama mereka?"
Dari sana Kakek Leon langsung terdiam mendengar pertanyaan Bianca.
Bianca tak mendengar jawaban dari kakek Leon mulai penasaran.
"umm...apa pertanyaan Bianca salah ya kek?" bingung Bianca.
"bukan begitu. nanti coba kamu tanya aja sama Axel biar Axel yang jelasin tapi kalo dia nolak kapan kapan kakek yang jelasin semuanya tentang orang tua nya"
jawab Kakek Leon yang terdengar menghela nafas berat.
"gitu ya kek. ya udah nanti coba aku tanya sama mas Axel"
"ya udah kakek matiin dulu. oiya nanti simpan aja no kakek ya. Assalamualaikum"
"iya kek. waalaikumsalam"
Setelah mengakhiri panggilan nya, Bianca terlihat sedikit termenung.
"emng ada apa dengan orang tua mas Axel?" pikir Bianca kebingungan.
Saat Bianca terlena dalam lamunan nya langsung dikagetkan dengan dering hp Axel yang masih ia pegang.
Dan disana tertara nama 'Marsel'.
"apa aku angkat aja ya? tapi takut nya nanti mas Axel marah lagi"
gumam Bianca yang sedikit ragu untuk mengangkat panggilan nya.
Lalu Bianca memanggil Axel sambil mengetok pintu kamar nya.
"mas, ada panggilan dari kak marsel? mas..."
panggil Bianca.
Axel yang baru selesai mandi langsung mendekati pintu dan membukanya.
Bianca yang melihat suaminya itu sedikit kaget dan terpana karena suaminya itu hanya memakai handuk sebatas pinggang dengan rambut yang masih basah yang terlihat sangat seksi sekali.
Melihat reaksi Bianca Axel tak mempedulikan nya dan langsung mengambil hpnya dari tangan Bianca.
Dan kembali kedalam menutup pintu kamar nya.
Melihat pintu nya sudah tertutup, Bianca baru sadar.
"astaghfirullah," ucap Bianca sambil mengusap wajahnya saat sadar apa yang ia lakukan barusan.
Lalu pergi ke dapur untuk memasak karena hari sudah sore.
🌿🌿🌿
Setelah mendapatkan telpon dari Marsel asistennya, Axel langsung memakai pakaian yang sering yang pakai pergi ke markas.
Setelah beres, Axel keluar dari kamar nya.
Bianca yang melihat suaminya itu sudah keluar langsung mendekati dengan senyuman tak pernah luntur.
"mas makan dulu yuk, aku udah masak enak lho"
aja Bianca dengan lembut.
Axel sebenarnya sedikit ogah tapi saat melihat wajah istrinya ia sedikit kasihan karena sudah susah memasak untuk dirinya.
Dan Akhirnya, Axel mengiyakan karena ia juga penasaran rasa masakan bianca yang berstatus istri nya itu.
Saat Axel sudah duduk, Bianca dengan senang hati mengambilkan nasi sama lauk untuk suaminya itu.
Setelah mengambilkan untuk Axel, Bianca baru mengambil untuk dirinya sendiri.
Axel yang sudah memakan beberapa suap langsung memuji masakan istri nya itu yang ternyata sangat enak tapi hanya dalam hatinya saja tidak langsung ke istri nya.
Setelah selesai makan, Axel kembali berdiri dari duduknya.
"mas mau kemana?" tanya Bianca saat melihat suaminya sudah rapi seperti mau bepergian.
"markas" jawab Axel singkat.
Mendengar nama markas bianca sedikit kebingungan karena markas itu banyak macamnya.
"apa kau mau ikut?" ajak Axel yang tak terduga karena biasanya ia hanya cuek saja.
Bianca tentu saja sangat senang diajak suaminya itu karena ia juga penasaran ke markas apa suaminya itu maksud.
"apa boleh mas?" tanya Bianca memastikan nya.
"hmm.." jawab Axel sambil mengangguk kan kepala nya.
"bentar mas" ujar Bianca lalu membereskan peralatan makanannya dan lanjut mengganti pakaiannya.
Setelah beres, Bianca langsung mengikuti suaminya keluar dan memasuki mobil.
"mas kalo boleh tau markas apa ya mas?"
tanya Bianca mulai penasaran.
Axel yang sedang menyetir langsung menjawab,
"nanti kau akan tau"
Bianca hanya mengangguk saja, dan kalo dia bertanya lagi pasti langsung dibentak sama suami nya itu.
Setengah jam kemudian, mereka sampai di depan sebuah mansion mewah didalam hutan yang cukup menakutkan.
Bianca yang melihat itu semua sangat kebingungan tapi juga sedikit takjub karena ada sebuah mansion mewah didalam hutan.
Saat Axel keluar ia langsung disambut dua orang pria kekar berpakaian hitam.
Bianca tambah kebingungan melihat sikap hormat mereka pada Axel tapi tidak terlalu mempertanyakan nya.
"mas ini mansion siapa?"
tanya Bianca yang sudah keluar dari mobil dan mendekati Axel.
"kau pikir siapa lagi?" jawab Axel sedikit ketus.
"punya mas ya.." tebak Bianca yang tak terlalu menghiraukan perkataan ketus suaminya itu.
Axel tak mengiyakan nya dengan acuh ia berjalan memasuki mansion atau lebih tepatnya markas utama mafianya.
Bianca tentu saja langsung mengikuti langkah Axel.
Saat kakinya sudah memasuki mansion itu, Bianca sedikit merasa takut karena melihat banyak sekali para pria bertubuh kekar berpakaian hitam menatap nya dengan tajam.
"mas..." panggil Bianca sambil memegang ujung pakaian suaminya itu.
Axel yang tau istri nya itu ketakutan langsung mengkode semua anggota nya itu untuk mengubah pandangan nya pada Bianca.
Mereka yang mengerti langsung mengikuti perintah sang bos.
"mas ini tempat apa sebenarnya? kenapa isinya pria semua?"
tanya Bianca sedikit cerewet dan masih merasa ketakutan.
"jelas karena ini adalah markas mafia" jawab Axel dengan santai.
Bianca langsung melotot kaget mendengarnya, mafia dan berarti suaminya itu juga seorang mafia.
Tadi ia juga sempat mendengar mereka memanggil Axel dengan sebutan Bos dan berarti suaminya itu seorang bos Mafia.
Axel yang melihat reaksi istri nya hanya tersenyum licik karena ia sengaja memberitahu Bianca untuk melihat apakah istri nya itu mau menerima dirinya yang ternyata seorang mafia atau tidak.
"Mas..."
"kenapa? apa kau takut?" ejek Axel masih dengan senyuman liciknya.
Bianca tidak menjawab, ia hanya diam karena masih tak menyangka kalau suami nya itu ternyata seorang mafia.
Bianca yang masih mengikuti Axel tidak menyadari kalo ia sekarang sudah berada di ruangan bawah tempat penyiksaan.
Saat mencium bau anyir Bianca langsung melihat disekelilingnya.
Bianca tambah merinding setelah melihat semuanya, apalagi saat melihat seorang pria yang sedang terikat dengan seluruh tubuhnya penuh luka dan darah.
"bagaimana?" tanya Axel pada Marsel yang berada disana.
"hahaha... menyenangkan bos, tapi bajingan sialan ini masih tidak mau membuka mulut bos!"
tawa Marsel yang baru selesai menyiksa pria yang dilihat Bianca tadi.
"Ck, seperti memang harus aku sendiri yang turun tangan"
geram Axel sambil menyeringai iblis.
BERSAMBUNG...
...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁🌷...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
febby fadila
axel jangan begitu didepan istrimu
2024-12-24
0
Imam Sutoto Suro
wooow amazing story thor lanjutkan
2023-01-30
1
Wulan
lanjuut
2022-07-28
0